Lily Indigo

Lily Indigo
BAB 5 RENCANA KEMPING


__ADS_3

Menjelang pagi


PM 23:00


Lily sedang tertidur pulas di atas kasur, di saat ia tertidur Lily terselimuti kabut hitam


menjalar tubuh nya, entah sosok apa yang ingin merasuk di dalam tubuh Lily untuk di kendalikan.


Saat itu hal burukpun terjadi.


"Aku dimana?"ucap Lily.


Lily melihat diri dia berada di dalam hutan dalam keadaan tersesat. Lily berjalan di


tengah hutan dalam keadaan malam hari, cahaya bulan sebagai penerang jalan setiap langkah kaki


Lily. Suara-suara hewan liar mulai terdengar, seperti auman serigala, Lily sudah mulai ketakutan


berjalan di tengah hutan malam hari ia khawatir akan terhadap binatang buas.


"Aku takut, sebenarnya apa yang terjadi?" ucap Lily.


Lily berhenti sambil melihat kedua tanganya, ia merasa aneh secara tidak sengaja ia muncul di


dalam hutan. Tiba-tiba di samping dia seperti ada yang sedang mengawasi, Lily mulai merasakan


hutan ini ada yang ganjil, saat itu juga Lily berlari meninggalkan tempat ia berdiri.


"Haaah.. haaahh haah.?"Lily berlari dan membuatnya ngos-ngosan saat ia sudah berusaha keluar


dari hutan, pada waktu ia berhenti Lily tidak menyadari kalau dia masih berada di tempat ia berdiri


sebelum nya.


"Apakah?"ucap Lily.


Lily merasa terheran ia kembali di tempat yang sama. Saat itu Lily melihat kembali kedua


tanganya yang sudah berubah keriput serta kuku dia secara perlahan memanjang.


"Tanganku kenapa.?" Lily menatap kedua tanganya.


Suara misterius terdengar di telinga Lily, seperti ada seseorang yang menginjak daun-daunan.


"Siapa disana?" Lily melihat ke arah sebelah kanan.


Lily melihat ke arah itu secara tidak terduga sosok wajah pocong mengintip dari belakang pohon.


Mata Lily melotot melihat sosok pocong Lily ketakutan.


"Ohhh astaga tidaakk, Haaah..haah...haaah,"jerit Lily.


Lily kembali berlari lagi untuk meninggalkan sesosok pocong itu.


"Kemana aku harus pergi dari tempat ini," ucap Lily.


Lily terus berlari untuk bisa keluar dari hutan,tanpa Lily ketahui ia menabrak sesuatu di


hadapanya.


BRUUG !!


Lily secara perlahan -lahan ia ingin meliat ke arah depan saat itu juga Lily terbangun dengan


teriakan melihat wajah sesosok pocong.


"Aaaaaaa" Lily teriak di saat orang tertidur.


"Hoof ,astaga aku lagi - lagi bermimpi buruk." Lily yang terengah - engah sambil memegang


rambut nya.


Hari sabtu 7: 00 AM


Di sekolah dalam ruangan kelas.


Seorang guru mata pelajaran belum muncul yang ingin memberikan mata pelajaran di


kelas XI IPS teman -teman kelas Lily ribut semua dalam kelas kebanyakan mereka asik ngobrol


serta canda gurau,di antara mereka ada yang melempar kertas bahkan ada yang coret-coret papan


tulis. Di saat suasana seperti tu tiba - tiba Loly dan para geng nya menghampiri lalu kemudian


menarik rambut Lily lagi ke belakang dengan kasar.

__ADS_1


"Eeeh, urusan kita berdua belum selesai dan aku mau nanya sama lo cewek aneh, ingat nggak


waktu di gudang?" tanya loly.


"I'ingat apa sih?" tanya Lily.


"Eeeh."Tarikan kuat dari Loly.


"Awww sakit," jerit Lily yang kesakitan.


"Sok - sok'an lupa lagi,Siapa cewek yang kemarin datang tolongin kamu di dalam gudang?" tanya


Loly.


“Kemarin dia cekik aku asalkan kamu tau, buruan kasi tau ke aku,” ucap Loly.


"A'aku juga nggak kenal," jawab Lily.


Lily yang merem kesakitan di tarik rambut nya kebelakang,saat itu juga Loly menampar ke arah


wajah Lily.


"Alahh bohong,"ucap Loly.


Tangan seseorang menghentikan ayunan tangan dari Loly.


Traap !


Ardi menghentikan kelakuan Loly, lalu mengancamnya agar bisa di laporkan ke guru BK.


" Hentikan ngak Loly,atau aku laporin kamu ke guru BK!" ucap Ardi.


Saat itu juga Loly melepaskan tanganya di genggaman Ardi.


“Hisss,”Desisnya.


"Awas lo Liy." Loly menunjuk ke arah Lily.


" Kamu tidak apa -apa?" tanya Ardi.


"ya aku baik saja,"jawab Lily.


“Amanda tidak masuk kelas yakan,” ucap Ardi.


"Ok aku akan duduk di samping kamu sampai mata pelajaran selesai," ucap Ardi.


Tiba -tiba Rian datang masuk dan melihat Ardi duduk di samping Lily.


"Kamu kenapa duduk di samping Lily?"tanya Rian.


“Itu bangku amanda,”ucap Rian.


Kemudian Ardi menjawab"Gua barusan misahkan Loly dengan Lily, yang sedang ribut,kemudian


mau menampar Lily, kemudian Amanda juga tidak masuk ke dalam kelas"


"Loly?" tanya Rian.


"Ya Loly," jawab Ardi lagi.


"Aku curiga yang kurung kamu di toilet kemarin itu Loly," ucap Rian.


Lily terdiam, ingin rasanya Lily memberitahukan ke Rian agar tau yang sebenarnya.


"Ok kalau kamu tidak ingin kasi tau ke aku,"ucap Rian.


Rian saat itu meninggalkan mereka berdua lalu duduk di bangkunya.


"Dengar aku hanya bisa lindungi kamu dari bulian Loly dan para geng dia di hari ini, jadi semisal


besok – besok mereka bersikap seperti itu lagi laporkan saja ke aku atau ke Ria, Rian juga bisa di


andalkan untuk urusan keributan," ucap Ardi.


Lily merasa ardi bisa memahami keadaan diri dia, dari kelakuan Loly bersama temanya.


"Tunggu sebentar aku kebelakang dulu untuk ambil tas," ucap Ardi.


Di saat itu Ardi meninggalkan Lily sejenak saat itu, Lily hanya terdiam tanpa ada suara, beberapa


saat kemudian ardi kembali di bangku Lily terduduk.


"Ngomong-ngomong mengenai tugas yang di berikan guru kemarin, itu sudah kamu kerjakan?"


tanya ardi.

__ADS_1


saat Ardi bertanya maka hanya terlihat Lily yang tidak ada suara.


"Ya sudahla jika ada yang kamu ingin butuhkan soalan tugas yang di berikan guru, kamu bisa


hubungi aku," ucap Ardi.


Saat usai mengajak ngobrol dengan Lily, pada akhirnya Ardi mengeluarkan buku olahraga nya.


Pergantian jam mata pelajaran sudah mendekati jam istirahat, di waktu itu akan menjadi


pembelajaran olahraga.


9:00 AM


Loly kembali bersama kedua temanya usai menganti pakaian, lalu memasukkan pakaian


pribadinya di dalam tas, di susul oleh Lily. Di tengah lapangan seorang guru olah raga bernama


pak Lubar meniupkan peluit untuk mengumpulkan siswa-siswa agar berbaris, di saat murit


terkumpul maka rian sebagai ketua kelas memimpin merapikan barisan.


Sesaat kemudian.


Para teman kelas Lily satu persatu di sebutkan namanya untuk berlari, lalu meloncat tumpukan


pasir, dari ketiga nama yang di panggil salah seorang siswi teman kelas Lily mengalami cidera di


bagian kaki di saat ia berlari,menginjak tali sepatu,sehingga ia tidak dapat berlari hanya bisa


menyaksikan teman-teman lainya.


Waktu terus berjalan sampai akhirnya salah satu guru pramuka menghampiri pak Lubar.


"Permisi pak maaf saya menganggu aktifitas mengajarnya, saya kemari menemui bapa untuk


mengajak siswa-siswa bapa melaksanakan kegiatan kemping di hutan sebagai nilai mereka di


lapor salah satu ekstrakulikuler,"ucap guru pramuka.


"Untuk kegiataan ke pramukaan, nanti saya sampaikan ke mereka mengenai pelaksaanya itu


kapan?" tanya pak Lubar."Soal pelaksanaanya sebentar sore jam 16:00 mereka di wajibkan


menginap selama tiga hari,melakukan aktifitas yang nanti di berikan berupa buku mereka setiap


usai beraktivitas kemping memberikan ceklis, dan itu juga sudah dapat izin dari kepala sekolah,


bapa juga di tunjuk sebagai guru pengawas dalam pelaksanaan penilaian pramuka ini,"ucap guru


pramuka.Saat pak Lubar mendengar dia tunjuk sebagai pengawas penilai pramuka maka mau tidak


mau pak lubar tidak menolak nya, karena pak Lubar salah satu bagian dari pengajar kegiatan


pramuka di saat pulang sekolah.


"Ok saya akan kasi tau ke mereka," ucap pak Lubar.


Saat itu pak Lubar meniup peluit nya untuk memberhentikan siswa yang sedang beraktivitas


mereka berlari sambil mencoba melompati tumpukan pasir, begitupun siswa yang sedang terduduk


sambil mengobrol.


"Semuanya kumpul dan kemari, ada informasi buat kalian sebentar sore mempersiapkan diri untuk


berkemping di hutan selama 3 hari, kalian di wajibkan menyelasaikan tugas yang akan bapa


bagikan di sore hari,jadi kalian izin terlebih dahulu dengan orang tua kalian ini berkaitan dengan


nilai lapor kalian yaitu ekstrakulikuler," ucap pak Lubar.


Di saat pak Lubar usai memberikan penjelasan maka pengambilan nilai lompat jauh pun masih


berlanjut hingga pergantian jam mata pelajaran. Sahabat-sahabat kelas Lily membicarakan nya di


dalam ruang kelas.


"Akhirnya aku bisa berehat belajar, aku anggap kemping ini seperti liburan sekolah," kata Mily.


"Benar,"ucap Mita"Eh Loly kamu senang nggak?"tanya Mita


"Aku biasa-biasa saja, malahan aku akan senang bisa kerjain Lily lagi di waktu kemping nanti,"


ucap Loly.

__ADS_1


__ADS_2