
Ruangan lab bahasa inggris.
Dalam ruangan kelas bahasa inggris terdapat guru dari negara amerika yang bernama
Mike Renald, seorang guru tersebut mengarahkan murit nya memasang sebuah heandset di telinga
masing-masing mendengarkan putaran video percakapan dialog di hadapan monitor, tujuan
pemutaran tersebut yang nantinya siswa di uji dalam kepandaian mereka menangkap lalu
menuangkan kembali dalam bentuk percakapan langsung.
"Ok all listen, in front of you there is a monitor, on the monitor there is a video lesson of
conversation, you listen carefully to the lesson which will later test you in capturing the
conversation then you can respond to the conversation I hope you can understand,"ujar Mike
Renald.
Mita protes.
"Loly coba dehkamu transletin ke aku, soalnya bahasa inggris aku masih cupu, kenapa si gak
sekalian aja bahasa indonesia di luar lab guru memakai bahasa indonesia,"ujar Mita.
"Ok dengarin baik - baik ya, dia bilang di komputer ini terdapat bahan ajaran berupa video
berisikan mengasah kemampuan percakapan bahasa inggris nanti itu menyruh kita untuk
mendengarkan lalu menguji kita dalam percakapan bahasa inggris,yaa gitu aja si yang aku
nangkap,"jawab Loly
"Oww gitu."Mita menatap kembali ke layar komputer.
"Terus video nya yang mana?"Mita kembali bertanya.
"I'ya juga ya, ehmm excuse me sir i want to ask,"Loly bertanya.
"Hmm Loly want to ask what?"Pak Mike Renald bertanya.
"On this computer, there are two video lessons of English, the first is a functional conversation
and the second is a situational video conversation which one to run?"Loly bertanya
"Ok that's a good skill from your friends, you choose in the video it's functional
conversation."Seorang guru menuliskan pilihan tersebut di papan tulis.
"I purposely don't run videos on each of your computers because I want to see your proficiency in
English",ujar Mike Renald.
"Nah itu kamu perhatikan di papan tulis, video pelajaran yang ingin di putar, tidak tau kenapa aku
ingin melakukan sesuatu,"ujar Loly.
Pandangan mata Loly melilirik ke arah Lily yang terfokus di monitor bersampingan dengan
Dian.Loly memfikirkan hal yang ingin dia lakukan.
Mita yang memperhatikan arah pandangan Loly ke Lily Mita bisa menebak yang Loly ingin
lakukan.
"Ee mendingan dengar saran aku deh, ini waktu belajar kita di lab bahasa inggris kamu nggak
aneh-anehkan di jam seperti ini,"ujar Mita.
"Yang di katakan Mita benar jam istirahat oklah itu bisa kita lakuin tapi tidak di sini,"ujar Mily.
"Arggh! apaansi kalian berdua berisik amat mendingan kalian fokus ke monitor kalian,"ketus
__ADS_1
Loly.
Saat itu Loly menyiapkan lagu rock yang memiliki suara tinggi melalui HPnya lalu ia berjalan
jongkok mengarah ke Lily yang sedang berkonsentrasi di video pelajaranya. Loly yang merasa
bosan dia kepikiran untuk melakukan sesuatu agar bisa menghilangkan rasa bosanya,Loly
mencabut heandset Lily di bagian speaker yang terletak di PC Lily yang menyadari suara di
heandset yang terpasang di telinganya meredup lalu melihat ke arah bawah dan melihat Loly yang
sudah berhasil menyambungkan ke heandphone nya lalu memutar sekencang mungkin suara yang
ada di HP nya itu sehingga Lily terdiam kaku,suara yang tingi melalui heandset nya membuat
kedua telinga Lily mengeluarkan darah. Lily terduduk kaku sudah tidak merasakan pendengaran
lagi Lily hanya merasakan cairan berwarnah merah mengalir di kedua pipih nya.Loly yang melihat
kedua telinga Lily yang mengalir darah membuatnya terkejut.
"Darah?"Loly terkejut.
Dian yang punya sikap respek mendengar ucapan Loly lalu melihat ke arah Lily yang terduduk
kaku.
"Darah mana?"Dian merasa heran.
Loly menutup mulut nya dan tidak percaya apa yang ia perbuat,sehingga Dian yang berada di
samping Lily melihat ke arah telinga Lily yang menetaskan darah.
"Haaa Liy telinga kamu ngalir darah,"ujar Dian.
Dian memegang pundak Lily sambil membuka sebelah heandset Lily sampai-sampai ia makin
terkejut.
"Ehmm."Mike Renald melihat ke arah depan mencari sumber memanggil itu.
Dari arah depan terlihat siswi yang berada di belakang berdiri sambil menutup mulutnya, Loly
yang merasa ketakutan dan membuatnya tidak bisa berbuat apa-apa.
"Sir there is blood here,"ujar Dian.
Saat itu guru mereka menghampiri keributan yang ada di belakang.
"What's going on here?"Mike Renald bertanya.
Saat ia menghampiri muridnya yang bersuara tadik lalu melirik ke arah Lily yang kesakitan.
"Oh Gosh,you're okay?"Mike Renald bertanya kembali.
Di saat guru mereka bertanya kepada Lily,Lily hanya terdiam sehingga firasat buruk terhadap
gurunya muncul.
"You are deaf."Saat itu guru Mike Renald mengendong Lily menuju ruangan kesehatan.
Di dalam kelas Lab terjadi sebuah keributan antara Dian dan kedua sahabat Loly untuk membela
Loly/
"Lihat kamu membuat masalah hari ini bisa-bisa sekolah kita tercemar karena kamu, kamu kenapa
si bisa seperti itu?"Dian Marah.
"Gua gak tau,"jawab Loly.
"Hah gak tau dasar bodoh lihat darah dari teman kamu sendiri lu gak mikir 3x apa sebelum
__ADS_1
bertindak gua mikirnya gini lu muridnya mahir dalam berbahasa asing tau-taunya sampai segitu
nya pola pikir lu, gak punya hati lu."Dian bergegas meninggalkan Loly beserta kedua sahabatnya.
“Woy Dian bisa tidak kamu diam Loly juga gak salah, dia cuman pengen candaiin Lily doang,
Loly mana tau akan terjadi seperti itu,” ucap Mita.
“Benar tu,” ucap Mily.
Saat itu Rian menghampiri Loly yang ingin keluar melihat keadaan Lily.
"Aku gak ingin Lily kenapa-kenapa kalau terjadi sesuatu terhadap Lily, hari ini juga aku gak mau
lihat kamu lagi,"ujar Rian.
Saat itu teman kelas mereka keluar dari ruangan Lab pergi melihat keadaan Lily yang di bawa ke
ruangan kesehatan di sekolah.
"Aku tau kamu gak sampai segitunya bisa mencelakakan Lily, seperti yang aku katakan tadik
barusa kamu hanya ingin bersifat bercanda terhadap dia,cuman itu bagiku bisa berikabat
fatal,"ujar Mita.
"Haah bukanya Mita sudah kasih tau juga jangan lakuin,”ucap Mily.
"Aku mau bolos hari ini, ketimbang aku masuk di ruangan BK terus orang tua aku di panggil
kesini,"ujar Loly.
"Apa bolos?"Mita merasa heran.
"Ya kalian bisa ikut dengan akusupaya masalah ini redah dengan sendirinya.sekaligus
menenangkan fikiran,”ucap Loly.
"Sebenarnya aku gak mau tapi arrrrgh,"Mita geram.
Di ruangan kesehatan.
Lily terbaring di atas kasur yang sedang di bersihkan darah oleh seorang suster di sekolah
tersebut,sementara teman-teman kelasnya berada di luar bahkan siswa lain datang berkerumunan
melihat kejadian hari ini dengan penuh rasa penasaran.
"Permisi-permisi,pengen lihat juga dong,"ucap cewek memakai gelang.
"Minggir."Cewek memakai gelang tersebut menyongsor di hadapan laki-laki yang mengintip di
depan ruangan kesehatan sampai ia merasa kesal.
"Eeeh apansi kamu tiba-tiba nongol kayak anak tuyul,"ujar siswa.
"Ee apa kamu bilangin aku anak tuyul?"gumam nya.
"Ah yah sudah kamu di sini."siswa itu membagikan tempatnya kepada siswi memakai gelang itu.
"Nah gitu dong."Siswi gelang itu melihat suster memperas kain lab lalu ia kembali ke Lily.
Siswi gelang itu sedikit terkejut ketika seseorang yang terbaring di atas kasur rupanya Lily.
"Eeh tunggu dulu, bukanya si indigo itukan dia kenapa?"siswi gelang itu merasa heran lalu turun
dari tempat ia mengintip.
"sudah cepat amat, biasanya lama yaa lebih lama lagi kalau berdandan,"ledeknya.
Saat itu siswi memakai gelang mengepal tanganya sehingga berbentuk tinju dan membentak siswa
itu.
__ADS_1
"Apa kamu bilang!" Bentaknya
"hehe waduh galak benar,"ujarnya dalam hati.