Lily Indigo

Lily Indigo
BAB 22 PENGINTAIAN KE 2


__ADS_3

Hari selasa tanggal 16/08/2016


Di hari selasa Lily tidak memasuki hari sekolah ikut bersama sahabat-sahabat kelasnya di


sebabkan kedua pendengaran Lily terganggu di saat ia sedang berada di laboraturium,sampaisampai di berikan saran oleh Dokter yang memerikasakan kondisi pendengaran Lily untuk


memakai alat bantu pendengaran.


Pukul 7:40


Tidak biasanya seseorang gadis yang berjalan sendiri tidak nampak lagi di area masuk pintu


gerbang sampai-sampai Satpam sekolah yang sedang berdiri di depan pintu gerbang tidak melihat


Lily masuk ke dalam sekolah.


"Gadis viral itu tidak terlihat hari ini,”ucap satpam.


Pukul 8:06


Ruangan kelas terlihat sahabat-sahabat Lily sedang duduk dengan rapi yang dimana Guru geografi


sudah berada di dalam ruangan yang dimana Rian akan mempersiapkan sahabat kelas.


"Berdiri."aba-aba dari Rian.


Kawan-kawan kelas Rian mengikuti aba-aba dari Rian.


"Berikan salam hormat kepada Guru."Aba-aba dari Rian.


"Selamat datang di ruangan kelas kami ibu guru ."Suara serentak.


"Terimakasih anak-anak kalian boleh duduk,"ucap ibu Novi.


"Baik pada kesempatan di pagi ini kita akan kembali mempelajari pelajaran giografi dan di sini


ibu sekaligus memberikan kalian pembekalan mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian


kenaikan kelas dan saya harap kalian semua bisa naik kelas,"ucap ibu Novi.


"Terimakasih bu,"suara serentak.


"Sama-sama nah untuk sekarang mula ibu akan mengabsen kalian, saya harap kalian tidak


berisik,"ucap ibu Novi


"Bily."Ibu novi menyebut nama siswa.


"hadir bu,"jawab Bily.


Sesaat kemudian..


"Zaky."Ibu Novi menyebut nama siswa.


"Hadir bu,"jawab Zaky.


"Lily Angriani."Ibu Novi menyebut nama siswi.


Saat penyebutan nama Lily guru mereka terdiam tidak mendengar suara dari orang siswi yang di


sebut namanya.


"Lily Angriani?"Ibu Novi menyebut nama siswi yang kedua kalinya.


"Eee Lily tidak masuk kesekolah bu,"ujar Ardi.


"Lily teman kelas baru kalian itukan alasanya kenapa dia tidak masuk hari ini?"Ibu Novi bertanya.


"Karena kemarin Lily ketimpa musibah bu kedua telinganya mengeluarkan darah sampai dia tuli


bu,"jawab Ardi.


"Hah tuli?"Ibu Novi merasa terheran dengan penyampaian dari murid nya.

__ADS_1


Dari penyampaian Ardi memutuskan Guru mereka untuk menghubungi wali kelas mereka untuk


bisa mendapatkan keterangan yang jelas.


Tuut..tuut.


"Ya halo?"ucap ibu Rica lewat telfon.


"Maaf bu Rica saya menelfon ingin mengabarkan dan sekaligus ingin mempertanyakan anak wali


ibu yang bernama Lily Angriani, hari ini ia tidak masuk kelas hari ini bu kata teman sekelas nya


anak wali ibu tuli apa benar itu bu Rica?"Ibu Novi bertanya.


"Iya itu benar Lily tuli melalui penyampaian dari ayah nya,anak wali saya itu mengalami insiden


di saat pembalajaran di laboraturium bahasa inggris, dari keterangan teman sekelas nya bernama


Dian, Lily di kerjain oleh teman sekelas nya mereka sendiri bernama Loly, sementara keponakan


ibu Novi melakukan sesuatu dengan cara heandset yang terpasang ke telinga Lily berada di


heanphone milik Loly, sehingga mengakibatkan pendarahan di kedua telinganya akibat sebuah


lagu suara tinggi, dan saya tidak tau lagi bu ketulianya bersifat permanen atau bisa pulih


kembali,”ucap bu Rica.


Loly berada dalam kelas menyandarkan kepalanya di telapak tanganya.


"Loly kok bisa punya sikap seperti itu ya anak?"Ibu Novi terheran.


Saat guru mereka tersebut mendengar nama Loly,siswa nya langsung menyadari bahwa kelakuan


Loly mulai tersebar.


"Iya dan saya juga kurang tau bisa saja faktor lingkugan keluarga atau temanya,"jawab ibu Rica.


"Jadi tolong di sampaikan kepada Loly untuk masuk ke ruangan bk,"ujar ibu Novi.


"Sama-sama,"jawab ibu Rica.


Ibu Novi menutup telfonya lalu ia berusaha fokus terlebih dahulu di dalam ruangan kelas berupa


memberikan materi pelajaran kepada murid-muridnya.


"Loly perasaan aku gak enak ni dari kemarin,gua khawatir soalan masalah kemarin,"ujar Mily.


"Tenang aja tante aku pasti bantu aku kok, gitu aja tegang,"jawab Loly


"Ia tapikan."Mily tertahan ucapanya ketika guru mereka membalik badan menegurnya.


"Mily!, kalau kamu ingin serius belajar liat kedepan apa yang ibu tulis kalau ingin ngobrol dalam


kelas mendingan kamu keluar sana atau naik di depan sini,"ibu Novi marah.


"Maaf bu,"ucap Mily.


"Awas kalau kalian cerita dalam kelas."Guru mereka membalik badan sambil menulis kembali


judul yang akan mereka pelajari.


Saat guru mereka tersebut nulis memakai spidol lalu menghapus bagian kalimat yang salah ia tulis


saat itu siswa mengintip di celah pintu, lalu ia membukanya dan menerobos masuk ke dalam


ruangan kelas sampai-sampai ia menabrak meja depan tempat duduk Mita dan Rini paling depan,


suara tabrakan meja itu membuat Guru mereka kembali membalik badan.


"Nah ini ni, dari mana kamu bisa terlambat masuk?"ibu Novi bertanya.


"Anu bu ban motor saya kempes di jalan sempat singga di bengkel,"ujar Risky.

__ADS_1


"Anu bu,anu bu terus kamu naik apa kemari?"ibu Novi bertanya kembali.


"Jalan kaki bu,"jawab Risky


"Kamu berdiri di luar kelas sampai mata pelajaran selesai dan angkat kaki satu silang tangan kamu


megang kuping kamu,"perintah bu Novi.


"Cepat!"perintah bu Novi.


Saat itu juga Risky keluar dari kelas masih memakai rangselnya.


Beberapa saat kemudian jam 9:12


"Ok baik anak-anak sampai disini pemberian materi nya, dan ibu juga sudah memberikan kisi-kisi


kepada kalian dan ibu sudah terangkan kepada kalian materi termasuk bagian kisih-kisih,salah


satu soal yang akan naik di ujian kenaikan kelas kalian dan Loly sini ikut ibu,"ujar ibu Novi.


Ibu Novi memanggil Loly yang sedang membereskan buku-buku dia, saat itu juga mereka berdua


keluar dari kelas, teman-teman Loly makin khawatir terhadap Loly termasuk ke diri mereka


berdua.


"Duff Mita bagaimana ni Loly di panggil ke ruanganBK,"ujar Mily.


"Loh kenapa yang kamu khawatir kamu nggak dengar sendiri kalau ia itu punya tante di sekolah


ini bu Novi, dia tidak butuh kita untuk selesaikan masalah ini hadeh mendingan kita ke kantin,"ujar


Mita.


Saat itu Mita menarik tangan Mily untuk mengajak nya ke kantin untuk jajan membeli bakso.Di


luar sekolah Anson sedang terduduk di pinggir jalan yang terdapat warung di depan sekolah Lily.


Triingg..


"Ya halo bos."Anson mengangkat telfon.


"Terimakasih sudah membantu saya menangkap seorang yang sudah menipu saya kemarin, kerja


kamu bagus,"ucap seseorang.


"Ooh ya sama-sama bos,"jawab Anson.


"Ok baik."Seseorang tersebut menutup telfon.


Anson usai menerima telfon dari seseorang ia menerima kembali panggilan dari ayah Lily.


"Kamu sudah ada dimana?"ayah Lily bertanya.


"Saya duduk di pinggir jalan di depan sekolah anak bos ini masih."Anson melirik jam di tanganya.


"Jam 9:40,"ucap Anson.


"Kamu tetap di situ, saya khawatir anak itu berencana ingin bolos bisa-bisa penangkapan anak itu


gagal,"ucap ayah Lily.


"Ok baik bos saya tetap disini menunggu jam pulang sekolah,"ujar Anson.


Saat itu Anson memasukkan handphone nya kembali ke dalam saku celananya.


"Ini pekerjaaan melelahkan,"ucap Anson.


Anson berdiri dan masuk ke dalam warung untuk memesan makanan berupa nasi bungkus dan


teh.


"Bu saya memesan 1 nasi bungkus dan 1 teh hangat,"ucap Anson.

__ADS_1


"Ok di tunggu ya pak,"jawab pemilik warung.


__ADS_2