
Bangsa orch memasuki wilayah kastil sang gadis bergaun, mereka membawa tentara
berkuda serta naga yang mereka kendarai, mereka membakar wilayah pemukiman penduduk
dengan melemparkan obor serta hembusan dari seekor naga, prajurit gagah berani sehelai perisai
serta kuda kerajaan ikut turun menghadapi bangsa orch mereka berlari di tengah-tengah kebakaran
pemukiman penduduk,gadis bergaun terus berlari di malam hari untuk tiba di kerajaan
sesampainya di depan gerbang yang tertutup rapat dan tidak ada seorang prajurit menjaga gerbang
tersebuþ, gadis itu melihat dari kejauhan melalui celah gerbang melihat seekor naga
menghembuskan api, mata terfokus terlihat di raut wajah gadis bergaun itu, ke khawatiran mulai
muncul di dalam benak gadis bergaun itu.
Beberapa saat kemudia ia kedatangan seorang penyihir kastil yang sudah
menyelamatkan diri dia dari kejaran bangsa orch, sang penyihir kemudian memakai mantra ajaib
nya untuk teleportasi di dalam laboratorium penelitianya. Saat mereka tiba maka penyihir kastil
menyuruh sang putri untuk tidak keluar dari persembunyianya.
"Tetap disini tuan putri saya akan kembali,"ujar penyihir.
Sang penyihir keluar, untuk membantu penyelamatan sang raja ia menutup pintu dengan memakai
pengunci mantra sihir agar seseorang tidak mudah bisa masuk, raut wajah sang putri anak raja
penuh dengan ketakutan menghadapi musuh dalam peperangan memang sangat menakutkan, sang
putri mendengar langkah kaki dari luar ia makin khawatir terhadap diri dia.
"Semua isi manusia di dalam kerajaan ini mesti di musnahkan lalu kita peras darah mereka,secara
hidup-hidup ataupun mati, kita sesembahkan ke raja kita lusifer agar kita bisa hidup kekal
abadi,"suara orch.
"Hahaha itu sangat bagus, lusifer memberikan keuntungan baik kepada kita ketimbang bersama
mereka para manusia ini sebagian dari mereka memiliki kelebihan.Dahulu kita sudah berlaku
damai kepada sang raja erd'hgan sementara kita tidak mendapatkan apa-apa dari sang raja hanya
sebatas pengawalan untuk wilayah mereka saja hah,"ucap orch.
"Dimanakah sang putri anak kedua dari sang raja pemilik mata berwarna ungu itu,"ucap orch.
Sang putri yang ketakutan yang sedang bersembunyi di bawah meja perlahan-lahan ia keluar lalu
masuk di dalam lemari.Orch yang berada di luar saat itu mereka melanjuti pencarian sang putri
sekaligus meratakan isi kerajaan.
Sesaat kemudian.
Tiba-tiba dorongan keras sehingga pintu yang sudah di selimuti mantra sihir sekejap lenyap
dengan dorongan mantra yang kuat,seseorang masuk di dalam laboratorium penyihir.
"Adik kecil, aku tau kamu di sini ayo keluar,"ucap Melody.
Melody mengunakan mantranya membuka lemari lalu kemudian ia menarik tubuh adik nya
sendiri.
Lily terbangun seketika dari tidurnya,ia melihat ke arah teman setendanya yang masih tidur pulas.
"Aku mimpi buruk lagi,"ucap Lily.
Lily mencari botol yang berisikan air di dalam rangsel nya sekaligus ia mencari obat penenang di
__ADS_1
dalam rangselnya, ketika itu Lily mengeluarkan sebutir obat yang ia genggam lalu kemudian ia
menelanya, usai meminumnya Lily kembali berbaring sejenak sampai obat itu berefek pada diri
dia sesaat kemudian Lily tertidur.
Di saat siswa pramuka tertidur pulas, seseorang ingin buang air kecil ia adalah Arga yang
terbangun menahan untuk buang air kecil, Arga membangunkan Bily yang tertidur sebelah kiri
sementara zaky berada di tengah tertidur pulas juga, arga menepuk lengan tangan Bily.Di saat
Bily tidak terbangun iapun membangunkan Zaky dengan menepuk tanganya.
"Zaky bangun temani aku,pengen buang air Zaky bangun"ucap Arga.
"Nanti aku temani’in kamu."Zaky mengigau.
"Zaky bangun sudah gak tahan ni aku."Arga mengoyang-goyangkan Zaky agar terbangun.
"Hmm mau kemani si?"Zaky yang terbangun yang masih dalam keadaan mata tertutub.
"Arghh aku mau buang air,"ucap Arga
Sesaat kemudian Zaky pun mencari senter milik pribadinya sendiri sementara Arga sudah di luar
tenda,di saat Arga di luar tenda terdengarlah suara perempuan memanggil Arga.
"Argaaa."Suara misterius
Arga menyenter di sekelilig hutan mencari asal suara tersebut, saat itu Zaky di belakang Arga.
"Ga?" Sahut Zaky.
Arga kaget.
"Argh kamu,"ujar Arga.
"Kamu kenapa?"tanya Zaky
"Argh kagak,ayo buruan,"ujar Arga
saat ia mendengarkan suara misterius itu,Arga menghiraukan suara agar ia bisa segera buang air.
Setiba mereka berdua di semak-semak yang sedikit jauh dari perkempingan Arga menyuruh Zaky
untuk balik badan dan tidak untuk menyenter ke arah nya.
"Zaky jangan ngintib," ujar Arga.
"Ok,"jawab Zaky.
Di saat Zaky balik badan ia menyenter di sekeliling nya yang gelap, rasa ngantuk Zaky kembali
ia menahan ngantuk,Zaky yang mulai terasa lama menunggu Arga buang air Zaky pun
menegurnya.
"Arga lama sekali, aku sudah ngantuk berat ni,"ujar Zaky.
"Ok sabar,"jawab Arga.
Di saat Arga usai buang air kecil saat itu juga arga menghilang meninggalkan senter yang masih
menyala, Zaky yang sudah menunggu dan ingin cepat kembali di tenda ia pun mengajak Arga
untuk bicara.
"Arga lama amat si,"ujar Zaky.
Di saat Zaky tidak mendengar respon dari Arga maka Zaky membalik badan mengarahkan senter
nya di balik semak-semak, di saat Zaky sudah merasa curiga ia pun mendekati semak-semak.
"Arga?" sahut Zaky.
__ADS_1
Zaky membuka semak yang lebat iapun hanya melihat senter Arga yang masih menyala di tambah
dengan sosok cewek yang membalik badan berbusana putih, Zaky pun mulai gemetar melihat
sosok asing berambut panjang di tempat Arga buang air. Zaky berlari dengan sekuat tenaga
meninggalkan tempat kejadian Arga menghilang, Zaky berlari kemudian ia setibanya di
perkempingan api unggun masih menyala menerangi wilayah mereka berkemping ,Zaky langsung
masuk ke dalam tenda nya sambil menutup wajah dengan selimut sampai-sampai Bily terbangun.
"Astaga kamu kenapa?"tanya Bily.
"A’aku lihat setan,"jawab Zaky.
"Lihat setan dimana?"tanya Bily.
"Disana."Zaky hanya bisa menunjuk.
"Arga dimana?"Bily menatab ke arah wajah Zaky.
"A’aku gak tau,"jawab Zaky.
Sontak Bily bergegaske tenda Rian untuk membangunkanya.
"Rian, bangun!" Bily mengoyangkan badan Rian yang tertidur malahan yang terbangun Ardi.
"Apasi berisik amat lu,"ujar Ardi.
"Arga menghilang bro,"ujar Bily.
"Apa?" Ardi tergaget mendengar nya.
Di saat keributan di dalam tenda pak Lubar yang sedang keluar dari tenda mengintip di dalam
tenda Ardi dan Rian lalu menegur Bily.
"Oy kenapa kamu ada di sini?"tegur pak Lubar.
"Saya ingin membangunkan Rian pak,"jawab Bily.
"Buat apa?"tanya pak lubar.
"Buat beritau kalau Arga menghilang,"jawab Arga.
sontak pak Lubar kaget lalu menyuruh Bily keluar di saat Bily keluar dari tenda maka Ardi ikut
keluar.
"Coba kamu keluar dari tenda,"pinta pak Lubar.
Di saat di luar tenda maka Bily memberitahukanya kehilangan Arga di dapat dari Zaky.
"Sekarang coba kamu beri tau saya apa yang terjadi dengan Arga,"ujar pak Lubar.
"Saya di beritahu Zaky kalau Arga menghilang pak,"ucap Bily.
"Zaky mana, panggil kemari,"pinta pak Lubar
Bily menjawab"baik pak,"
Bily berlari mengarah ke tenda untuk memanggil Zaky.
Beberapa Saat kemudian Zaky berhadapan dengan Lubar.
"Coba kamu kasi tau kepada saya apa yang terjadi terhadap Arga yang di katakan teman kamu
Bily,"ucap pak Lubar.
"Tadik saya di bangunkan Arga untuk di temaniin buang air,"ucap Zaky.
"Terus,"tegas pak Lubar
"Terus Zaky di suruh untuk menjaga Arga sambil tidak melihat ke arah Arga pak, Kemudian Zaky
__ADS_1
negur Arga untuk tidak berlama buang air kecil di, situ Arga masih respon Zaky ketika agak lama
menunggu hanya melihat senter Arga yang masih menyala di balik semak-semak," Ujar Zaky