Lily Indigo

Lily Indigo
BAB 7 INGATAN


__ADS_3

Lily bersama kelompok kelas pramuka berjalan cukup jauh, agar bisa mendapatkan


dataran yang bagus menancapkan tiang-tiang tenda. Suara air beserta kicauan burung terdengar di


dalam hutan, kelompok pramuka yang berjalan melihat langit-langit,sesekali Rian bersiul di dalam


hutan. Waktu sudah mulai mendekati malam mereka berhenti di tempat berbatuan krikil di dalam


hutan, kelompok pramuka beserta Lily menurunkan tas tenda yang mereka gendong.


Sebelum mereka menancapkan tiang tenda sebagai bentuk penilaian kemahiran siswa


pramuka, mereka melakukan terlebih dahulu mengumpulkan kayu sebagai bahan bakar api


ungun."Sepertinya tempat ini akan jadi peristirahatan kita, sebelum kalian menancapkan tiang


tenda kalian, lebih baik kalian mencari kayu bakar minimal lima ranting atau batang kayu ya itu


sebagai pengisian catatan tugas di buku ini , dan selain itu di sini saya akan juga menilai kalian


dari segi kekompakan melalui buku ini maupun penilaian saya secara pribadi, ketika saya melihat


kalian malas-malasan maka saat itu juga nilai kalian merah" ucap Pak Lubar.


"Kemudian yang kedua kalian bersihkan area ini menyapu bersih krikil ini agar kalian nyaman di


saat murit-muritku berbaring di dalam tenda masing-masing dan hmm selanjutnya saya


membagikan orang memberikan tugas menyapu saya akan menyebut nama kalian satu persatu


Loly,Mily,Mita," ujar pak Lubar.


"Kemudian yang akan mencari kayu saya akan menyebut nama, Rian,Ardi,Arga,Bily,Lily. Kalian


berhati-hati," ujar pak Lubar.


"Selebih nya Dian dan Zaky kalian berdua bersiap memasang tiang tenda,"ujar pak Lubar.


"Baik pak," jawab mereka berdua.


Mereka di berikan tugas masing-masing Lily seorang cewek yang mencari kayu di dalam hutan


bersama ke tiga seorang Laki-laki.


Beberapa saat kemudian


Lily terus mencari kayu di dalam hutan mereka bertiga berpencar dengan jarak yang sedikit jauh


dengan pencahayaan mentari mulai surut. Di saat Lily mengangkat kayu di depan dadanya Lily


merasakan pusing seperti ada ingatan terhubung di dalam fikiran dia.


Seorang gadis berlarian ke luar dari laboraturium, suasana semakin kacau setiap serangan


mendatangi segala arah di sebuah kastil.Bola - bola besar itu mendarat secara acak dan mendarat


di pemukiman warga desa beberapa dari warga desa, meninggal akibat mengenai serangan bola


api itu sosok orch berlarian masuk ke dalam kastil.


"Yang barusan itu tadik apa?"Lily memegang kepala dia.


Saat itu Lisa berjalan menghampiri Lily.


"Kamu?"Lily memandang Lisa yang berada di depan yang sedang berdiri.


"Yang kamu alami barusan ingatan aku berada di masa lalu, kamu adalah aku,sosok lain mencari


diri kamu"ucap Lisa.


"Sosok lain, ini halusinasi aku saja yang sedang muncul kembali, di saat tenda nanti aku meminum


obat agar fikiranku bisa tenang,"ucap Lily.


"Ini bukan halusinasi," suara tak berwujud.


Lily kembali dalam keadaan biasa,memungut kembali batang kayu yang terjatuh ia berusaha


mengendalikan fikiran dia agar tidak terlihat orang gangguan jiwa yang sering berbicara dengan


sendirinya.Sahabat-sahabat Lily berdiri di hadapan guru pramuka menunggu dia yang masih


berada di hutan sementara Ardi dan Rian saling menunjuk.


"Kamu bagaimana Ardi bukanya kamu sama Lily berjalan bersama di dalam hutan,"ucap Rian.


"Kok aku, kagak, aku berjalan sendirian cari kayu," jawab Ardi.


“Justru kamu kali berjalan sama Lily belakangan inikan kamu yang selalu dekat dengan Lily,”ucap


Ardi.


Sesaat kemudian Lily muncul di tengah-tengah mereka.

__ADS_1


"Nah itu si Lily," ucap Mita.


"Dari mana aja kamu?" tanya Mily.


"Aku tadik masih cari kayu di dalam hutan,maaf kalau itu membuat kalian khawatir,"jawab Lily.


"Sudah-sudah yang terpenting teman kalian sudah ada di sini, bapa juga sedikit khawatir


tadik,"ujar pak Lubar.


"Maaf pak,"ucap Lily.


"Ok karena perlengkapan sudah siap maka pencari kayu letakkan kayu kalian kemudian kalian


susun berbentuk segitiga,"ucap pak Lubar.


Lily,Ardi,Rian,Bily berjalan di tengah untuk meletakkan kayu mereka untuk di susun. Di saat usai


menyusun berbentuk segitiga kemudian guru mereka berjalan menghampiri mereka untuk


menyalakan api unggunya.


"Semua berjalan dengan baik,kerjasama kalian sudah bagus,"ucap pak Lubar.


Hari makin gelap mereka berkumpul di depan api unggun di saat itu Ardi mengambil gitar di


dalam tenda yang sudah terpasang,kemudian ia kembali duduk di atas karpet plastik di samping


Dian. Dian seorang siswi yang pernah mengikuti ajang beryanyi keberuntungan tidak


menghampiri Dian, ketika pemutusan dari juri Dian di posisikan di juara empat.


"Ok gyus kebutulan ini malam yang bagus,izinkan saya untuk bermain gitar,dan yang akan


menyanyi malam ini adalah Dian berikan tapu tanganya,"ujar Ardi.


Dian tersenyum teman-teman mereka memberikan tapu tangan saat usai Dian pun bernyanyi


membawakan lagu "Someone You Love" Suara ginjerangan gitar pun di mulai.


"I'm going under and this time I fear there's no one to save me"


"Thiss all or nothing really got a away of driving me crazy"


"I need sombady to heal, sombady to know,sombady to have,sombady to hold,"


"It's easy to say but it's never the same"


"I gueass I kinda liked the way you nambed all the pain"


"I let my guard down, then you pulled the rug"


"I wass getting kinda use to being someone you love"


Di saat permainan musik masih berlangsung Lily terduduk di sebuah batu yang sedikit


jauh dari teman-teman nya, melihat pemandangan langit di hiasi bintang-bintang. Di saat Lily


sedang duduk menikmati malam sambil memegang botol berisikan teh hangat, seseorang


menghampiri Lily.


"Lily,'"sahut Rian.


"Rian,"ucap Lily.


"Kenapa kamu ada di sini mendingan kumpul dengan yang lain," tanya Rian.


"Aku cuman ingin sendirian saja di sini, bukan untuk jauh dari teman-teman hanya saja ingin


melihat bintang-bintang, andaikan aku sebelum pergi kemping membawa teleskop untuk melihat


planet-planet,"ucap Lily.


Saat mendengar ucapan dari Lily Rian duduk di samping Lily.


"Oww mungkin suatu saat kalau ada waktu kita bisa sama-sama melihat planet itu,"ucap Rian


"Ya, pada saaat usai festival hallowen aku akan memanggil kamu ke rumah aku untuk melihat


planet, kemarin aku sudah tau letak planet sturnus,"ucap Lily.


"Yang benar?"Rian bertanya.


Lily menjawab"ia,"


"Hmm Soalan di waktu sekolah, kamu belum beritahukan ke aku siapa orang yang lakuin itu ke


kamu?"tanya Rian


"Oww kejadian sekolah,sebenarnya aku gak mau bahas itu lagi kalau itu buat kamu penasaran


aku bisa bagi cerita ke kamu,"ucap Lily.

__ADS_1


"Loly,Mily,Mita yang lakuin itu, aku di ejekin karena aku indigo perasaan itu sudah hilang ada


diri aku, semenjak gua ketahuan berbicara dengan sahabat ghaib aku di dalam ruangan kelas saat


guru sedang memberikan materi, Loly menegur aku kemudian itu menjadi tersebar pada saataku


kedapatan yang ke dua kalinya kemudian aku di panggil di ruangan BK,"ucap Lily


"Loly, sudah aku duga itu kerjaaan dia, kamu juga kenapa tidak melapor aku atau ke wali


kelas,"ujar Rian.


“Aku gak berani dan kalaupun aku berani yang aku khawatirkan mereka tetap akan juga bersikap


seperti itu terhadap diri aku,”ucap Lily.


Di saat mereka asik berbicara Bily datang menghampiri mereka berdua.


" Oy di sini kalian berdua, aku cariin di tenda gak ada ternyata kalian di sini ngapain si?"tanya


Bily


"Ow aku tadik sebenarnya mencari Lily juga tau-taunya dia di sini, ada apa emang?" tanya Rian.


kemudian Bily menjawab" Pak Lubar lagi absen nama kalian di sebut, aku di suruh cari kalian


buruan kembali ke tenda,"ujar Bily.


"Ok ayo," ucap Rian


Mereka bertiga berjalan kembali ke tenda, teman-teman mereka yang lain memerhatikan Lily dan


Rian.


"Kalian berdua darimana?"tanya pak Lubar


"Kami beruda barusan habis ngobrol pak di atas batu di sana pak," jawab Rian.


"Mesti ngobrol nya di sana,kenapa kalian tidak ngobrol di sini saja kalau kalian kenapa-kenapa


tanpa pengawasan dari saya kemudian hal buruk terjadi diri kalian berdua itu akan menjadi


masalah."Pak Lubar memerahi mereka berdua.


"Kamu Rian seorang ketua kelas mesti memiliki sikap baik bukan mengajak teman cewek kamu


ngobrol di sana,"ucap pak Lubar.


Di saat mendengar amarah dari pak Lubar Rian hanya terdiam.


"Lain kali kalian berdua atau semua jangan jauh-jauh kalau kalian mau ngobrol berbahaya,"ucap


pak Lubar.


Beberapa saat kemudian


"ini dia makan malam kita gyus sup saudara hehehe,"kata Dian yang membawa panci makanan


yang berisikan sup daging.


" Cacing di dalam perut aku sudah mencet bel nya,"kata Arga.


Arga yang bercanda sontak teman-teman Lily tertawa mendengar candaan dari Arga.


Dian membalas candaan Arga "Aaaahahahah,mungkin cacing kamu sudah duduk di atas meja


makan sambil nekan bel nya minta makan,"


"Hahahahah," suasana ketawa dari Kelompok pramuka


"Waktunya makan."Arga yang lebih duluan menyendok sup yang sudah di buat oleh Dian.


"Sini mangkuk kamu biar aku nyendoin kamu sup nya,"ucap Rian.


Usai mereka sarapan bersama maka mereka masuk di dalam tenda masing-masing Lily di temani


oleh Dian di dalam tenda, Dian membelakangi Lily begitupula dengan Lily yang membelakangi


Dian dalam keadaan belum tertidur.


Sesaat kemudian,dalam keadaan tertidur Lily memasuki alam mimpi.


Seseorang gadis bergaun seperti seorang putri berlari menyelamatkan diri. Sesekali mata Lily


bergerak-gerak menandakan ia mengalami mimpi buruk.


Gadis itu terjatuh suara langkah kaki kuda di kendarai sosok monster di sebut bangsa Orch ingin


mencelakakan gadis tersebut monster itu sudah mengangkat pedang nya lalu kemudian di tahan


oleh setongkat kayu, rupanya tongkat itu pemilik dari seorang penyihir kerajaan yang


menyelamatkan gadis bergaun.

__ADS_1


"Tuan putri lari!,"ucap penyihir.


__ADS_2