Lily Indigo

Lily Indigo
BAB 18 PENERIMAAN PENGHARGAAN


__ADS_3

Suara ayam terdengar di telinga bagi yang menikmati tidur di sepanjang waktu, matahari


mulai terbit di pukul 05:39 di luar rumah Lily terdengar kenderaan yang sedang berlalu sementara


azan subuh berkumandan untuk mengingatkan waktu ibadah subuh di laksanakan, bibi yang lebih


dahulu bangun untuk mempersiapkan segala kebutuhan, bibi yang sedang sibuk di dapur ayah Lily


membuka pintu kamarnya di lantai pertama dalam keadaan masih ngantuk, ayah Lily mengaruk


kepala dan membuka mata melihat bibi yang sedang sibuk mempersiapkan makanan


keluarga,ayah Lily terbangun berjalan memgambil sebuah gelas lalu untuk mengisi gelas tersebut


dari galon air, usai meminum air ayah Lily kembali masuk ke dalam kamar yang dimana ia masuk


ke ruangan toilet untuk berwudhu,setelah berwudhu ayah Lily berjalan ke lemari pakaian untuk


mengambil pakaian solat beserta sajadah untuk solat subuh.


Sesaat kemudian..


Ayah Lily berada di kursi makan terduduk mengaduk secangkir kopi sambil membaca sesaat koran


pagi yang telah ia dapatkan di halaman depan ketika pembawa koran tersebut melemparnya masuk


ke dalam halaman rumah.


"Lily turun ayuk serapan,"ayah Lily memanggil.


Di saat Lily usai ibadah mendengar panggilan ayahnya yang berada di lantai bawah Lily saat itu


juga turun menghampiri ayahnya.


"Nak ayu sini kita sarapan bersama sebentar lagi kamu akan pergi kesekolah dan ini hari senin


kamu tidak mungkin ingin terlambat,"ujar ayah Lily.


Lily terduduk..


Ayah Lily yang sedang menyendok nasi untuk di berikan ke Lily, usai itu ia melihat ke arah Lily


yang sedang termenung kemudian mempertanyakan keadaan Lily.


"Nak kamu kenapa?"ayah Lily bertanya.


Lily menjawab”Lily jadi dokter cocok ngak si ayah?”


“Jadi dokter hmm cocok kenapa tidak?”ucap ayahnya.


“Ketika kamu sukses nanti ayah seperti melihat ibu kamu, dan ayah juga sudah tau kalau itu impian


kamu kedepan ingin seperti ibu kamu,”ucap ayah Lily.


Masa lalu.


Pukul 16:00


Ayah Lily berada di ruanganya yang dimana ia menghadap di sebuah jendela di perkantoran nya


pada ia masih bekerja di perusahaan sepatu hogo di kota kedan, pada waktu itu ibunya


menghampiri ayahnya yang ingin pamit keluar kota di Deluxy.


“Mas!” ibu Lily menyapa.


“Lia?”Ayah Lily bertanya – tanya.


“Aku datang kemari hanya kebetulan ingin pamit untuk pergi keluar kota ke Deluxy menjemput


orang sakit dan ada hal penting juga ingin aku sampaikan, semenjak aku pergi tolong


kerjasamanya mas buat jagain Lily mas tau sendirikan Lily lebih suka main sendiri di rumah jadi


ketika mas tidak sibuk sempatkan waktu untuk Lily, kemudian persoalan makanan yang Lily tidak


boleh makan, seperti makan – makanan pedas, Lily paling suka makan – makanan pedas,”ucap


ibu Lily.

__ADS_1


“Ok jadi berapa lama kamu di kota deluxy?” ayah Lily bertanya.


“Palingan besok aku balik, hanya saja Lily tetap terkontrol oleh kita mas, sebelum aku pergi Lily


sempat kemarin beritau ke aku mas kalau ketika Lily sukses di sekolahanya ingin menjadi dokter


mas, itu aku cukup senang dengarnya sebagai ibu, mencontohi provesi dari salah satu kedua orang


tuanya, apa mas mendukung Lily?”Ayah Lily bertanya.


“Ya soalan provesi yang baik sudah pasti aku mendukung nya dan geliran aku sebagai ayahnya


menunggu hal serupa seperti kamu yaa mana tau juga anak kita bisa menjadi pengusaha ketika dia


sudah menjadi dokter, ayo kita turun dari lantai ini menemani kamu keluar,”ucap ayah Lily.


Mereka berdua berada di depan kantor ibu Lily menelfon rekan nya.


Sesaat kemudian..


Ibu Lily kedatangan mobil sedan menjemputnya yang mengendarai seorang wanita lalu ibu Lily


menuju rumah sakit di kota kedan.


Berangkat sekolah.


7:00AM


Ayah dan anak sudah siap ingin berangkat, mula-mula ayah Lily menghantarkan Lily kesekolah


agar pintu gerbang tidak tertutup yang akan melaksanakan sesi upacara sekaligus menghindari


hukuman dari sekolah.


Lily berada di mobil melihat bayangan diri dia melalui kaca pintu mobil sesekali mata sebelah kiri


dia berwarma ungu,Lily menyadari kelebihan itu pada diri dia hanya saja Lily tidak tau fungsi dari


kekuatan dari mata itu, sampai-sampai Lisa pernah memberitahukan jika di luar sana sesosok lain


sedang mengincar mata ungu Lily termasuk mata batin milik Lily. Hari yang biasa kini sudah di depan mata, Lily turun dari mobil siswa - siswa sekolah mulai


berdatangan memasuki gerbang saat itu ayah Lily melanjutkan perjalananya menuju kantor,


Dari belakang seseorang menepuk pundak Lily.


Taap!


"Ayo kita masuk,"ujar Ardi.


Lily menoleh kebelakang menatab wajah Ardi.


"Kamu kenapa mentap aku seperti itu?"Ardi terasa heran.


"Ehm ."Lily gugup.


Lily teringat kejadian di malam hari di sebuah restoran yang dimana Ardi di timpa sebuah


masalah,dengan kehadiran Ardi di depan Lily seperti berbeda ketika di restoran.


"Ehmm mendingan kita berdua masuk, sebelum upacara di mulai,"ujar Ardi.


"Ok,"jawab Lily.


Mereka berdua berjalan memasuki area persekolahan menuju kelas,mereka berjalan berduan


menjadi sorotan para siswa yang berada di sekitar.


"Liat tu Ardi berjalan dengan yang katanya indigo itu,"ujar siswi.


"Kalau aku jadi Ardi mana mau aku dekatin dengan cewek aneh kayak dia,"ujar siswi.


Beberapa Saat kemudian.


"Istirahat di tempat gerak!."Pemimpin upacara memberikan aba-aba.


"Ok anak-anak aku sekalian yang aku banggakan, di pagi cerah ini kita di pertemukan kembali


oleh tuhan yang maha esa dan di berikan kita kesehatan dan panjang umur, di kesempatan kali ini

__ADS_1


bapak ingin menyampaikan tiga hal penting kepada seluruh siswa SMA Garuda kotaDeluxy, yang


pertama sekolah kita mendapatkan penghargaan dari perlombaan basket tingkat nasional di kota


ini pada hari selasa, yang dimana itu salah satu kerja keras latihan dari kawan-kawan kalian yaitu


grub EBB (Eagle Basket Ball ) kepada anak-anak grub basket saya persilahkan kalian naik untuk


mendapatkan penghargaan dari sekolah maupun dari kantor walikota,"pidato kepala


sekolah.Kepala sekolah mempersilahkan grub EBB yang beranggotakan 5 orang dari kalangan


kelas yang berbeda salah satu capten dari EBB antara lain Rian wintrata. Rian bersama ke 4 temanteman basket nya membuat Loly beserta cewek-cewek lain meneriakinya.


"Riaannn!!."Suara serentak.Loly yang berada di baris kedua dari susunan berbaris siswi


mengambil HP dari sakunya untuk memotret Rian yang menghadap kedepan.Saat itu salah satu


murit anggota upacara menghampiri mereka dengan membawakan sebuah piala yang akan di


berikan kepada capten basket,penerimaan penghargaan itu berlapis emas membuat siwsi seperti


maghnet yang selalu siaga untuk melengket kepada Rian.Kelompok EBB berfoto bersama dengan wali kelas mereka masing-masing termasuk kepala sekolah itu sendiri,tak lama dari sesi foto


memegang piala pemberian dari kantor wali kota saat itu ke lima siswi datang membawakan seikat


bunga beserta papan hadiah uang senilai Rp.2.000,000 pemberian dari sekolah, grub basket EBB


mendapatkan kemenangan yang kedua kalinya di dua musim. Rian yang mengingat kejadian di


masa lalu hal serupa yang pernah ia alami dia memenangkan pertandingan mendapatkan uang


senilai Rp 650.000 mempergunakanya menaraktir seorang cewek dari kakak kelas, sekaligus


sebagai pacar pertama Rian pada akhirnya dengan menggunakan uang di jalur yang tidak


semestinya nasib buruk menimpa kakak kelas Rian di malam hari melakukan perbuatan nakal


muda – mudi .Rian yang sekarang tidak terikat seorang pacar berusaha untuk menahan rasa


keiginan dia untuk berpacaran lagi akibat trauma melihat nasib mantan dia bunuh diri.


Sesi foto.


"Beri tepuk tangan kepada sahabat kalian,dan kalian silahkan kembali ke barisan masing -


masing,"ujar kepala sekolah.


Usai pemberian hadiah dari sekolah beserta mewakilkan dari kantor walikota para grub EBB


kembali pada barisan masing-masing sambil mendengarkan penyampaian kepala sekolah.


"Itulah penyampaian yang saya pertama dan yang kedua yaitu informasi mengenai kalian yang


duduk di bangku X dan XI di bulan depan kalian itu sudah ujian kenaikan kelas saya harap kalian


dengan penyampaian saya hari ini bisa membuat kalian bertekad untuk belajar di rumah untuk


persiapan kenaikan kelas kalian ketidak lulusan kalian bukan tanggung jawab dari sekolah


melainkan itu ada pada diri siswa – siswa ku sekalian, dan yang terakhir yaitu ke aktifan


laboratorium di sekolah kita, mulai sekarang lab bahasa inggris tempat kalian menguji kemampuan


kecakapan kalian dalam berbicara bahasa inggris hal yang istimewah di dalam lab tersebut tersedia


sebuah monitor dan headphone yang akan membantu kalian mengasah maupun mendengarkan


tata cara berbahasa inggris yang baik dan benar, dan selanjutnya lab kimia bagi jurusan IPA mulai


sekarang bisa di fungsikan kembali akibat insiden kebakaran di dalam lab di tiga minggu yang


lalu beberapa alat di dalam rusak dan bahkan ada yang hangus jadi mulai sekarang bagi jurusan


IPA bisa memfungsikan kembali lab kalian, sekian dari saya."Kepala sekolah mengakhiri pidato.


Sesaat kemudian..


Siswa-siswa memubarkan barisan beberapa di antara mereka menuju ke kantin dan ada yang ke

__ADS_1


warung, area luar pintu gerbang masih terdapat siswa-siswa terlambat di antara siswa tersebut


tidak ada seorang kawan kelas Lily.


__ADS_2