
Suara ayam terdengar di telinga bagi yang menikmati tidur di sepanjang waktu, matahari
mulai terbit di pukul 05:39 di luar rumah Lily terdengar kenderaan yang sedang berlalu sementara
azan subuh berkumandan untuk mengingatkan waktu ibadah subuh di laksanakan, bibi yang lebih
dahulu bangun untuk mempersiapkan segala kebutuhan, bibi yang sedang sibuk di dapur ayah Lily
membuka pintu kamarnya di lantai pertama dalam keadaan masih ngantuk, ayah Lily mengaruk
kepala dan membuka mata melihat bibi yang sedang sibuk mempersiapkan makanan
keluarga,ayah Lily terbangun berjalan memgambil sebuah gelas lalu untuk mengisi gelas tersebut
dari galon air, usai meminum air ayah Lily kembali masuk ke dalam kamar yang dimana ia masuk
ke ruangan toilet untuk berwudhu,setelah berwudhu ayah Lily berjalan ke lemari pakaian untuk
mengambil pakaian solat beserta sajadah untuk solat subuh.
Sesaat kemudian..
Ayah Lily berada di kursi makan terduduk mengaduk secangkir kopi sambil membaca sesaat koran
pagi yang telah ia dapatkan di halaman depan ketika pembawa koran tersebut melemparnya masuk
ke dalam halaman rumah.
"Lily turun ayuk serapan,"ayah Lily memanggil.
Di saat Lily usai ibadah mendengar panggilan ayahnya yang berada di lantai bawah Lily saat itu
juga turun menghampiri ayahnya.
"Nak ayu sini kita sarapan bersama sebentar lagi kamu akan pergi kesekolah dan ini hari senin
kamu tidak mungkin ingin terlambat,"ujar ayah Lily.
Lily terduduk..
Ayah Lily yang sedang menyendok nasi untuk di berikan ke Lily, usai itu ia melihat ke arah Lily
yang sedang termenung kemudian mempertanyakan keadaan Lily.
"Nak kamu kenapa?"ayah Lily bertanya.
Lily menjawab”Lily jadi dokter cocok ngak si ayah?”
“Jadi dokter hmm cocok kenapa tidak?”ucap ayahnya.
“Ketika kamu sukses nanti ayah seperti melihat ibu kamu, dan ayah juga sudah tau kalau itu impian
kamu kedepan ingin seperti ibu kamu,”ucap ayah Lily.
Masa lalu.
Pukul 16:00
Ayah Lily berada di ruanganya yang dimana ia menghadap di sebuah jendela di perkantoran nya
pada ia masih bekerja di perusahaan sepatu hogo di kota kedan, pada waktu itu ibunya
menghampiri ayahnya yang ingin pamit keluar kota di Deluxy.
“Mas!” ibu Lily menyapa.
“Lia?”Ayah Lily bertanya – tanya.
“Aku datang kemari hanya kebetulan ingin pamit untuk pergi keluar kota ke Deluxy menjemput
orang sakit dan ada hal penting juga ingin aku sampaikan, semenjak aku pergi tolong
kerjasamanya mas buat jagain Lily mas tau sendirikan Lily lebih suka main sendiri di rumah jadi
ketika mas tidak sibuk sempatkan waktu untuk Lily, kemudian persoalan makanan yang Lily tidak
boleh makan, seperti makan – makanan pedas, Lily paling suka makan – makanan pedas,”ucap
ibu Lily.
__ADS_1
“Ok jadi berapa lama kamu di kota deluxy?” ayah Lily bertanya.
“Palingan besok aku balik, hanya saja Lily tetap terkontrol oleh kita mas, sebelum aku pergi Lily
sempat kemarin beritau ke aku mas kalau ketika Lily sukses di sekolahanya ingin menjadi dokter
mas, itu aku cukup senang dengarnya sebagai ibu, mencontohi provesi dari salah satu kedua orang
tuanya, apa mas mendukung Lily?”Ayah Lily bertanya.
“Ya soalan provesi yang baik sudah pasti aku mendukung nya dan geliran aku sebagai ayahnya
menunggu hal serupa seperti kamu yaa mana tau juga anak kita bisa menjadi pengusaha ketika dia
sudah menjadi dokter, ayo kita turun dari lantai ini menemani kamu keluar,”ucap ayah Lily.
Mereka berdua berada di depan kantor ibu Lily menelfon rekan nya.
Sesaat kemudian..
Ibu Lily kedatangan mobil sedan menjemputnya yang mengendarai seorang wanita lalu ibu Lily
menuju rumah sakit di kota kedan.
Berangkat sekolah.
7:00AM
Ayah dan anak sudah siap ingin berangkat, mula-mula ayah Lily menghantarkan Lily kesekolah
agar pintu gerbang tidak tertutup yang akan melaksanakan sesi upacara sekaligus menghindari
hukuman dari sekolah.
Lily berada di mobil melihat bayangan diri dia melalui kaca pintu mobil sesekali mata sebelah kiri
dia berwarma ungu,Lily menyadari kelebihan itu pada diri dia hanya saja Lily tidak tau fungsi dari
kekuatan dari mata itu, sampai-sampai Lisa pernah memberitahukan jika di luar sana sesosok lain
sedang mengincar mata ungu Lily termasuk mata batin milik Lily. Hari yang biasa kini sudah di depan mata, Lily turun dari mobil siswa - siswa sekolah mulai
berdatangan memasuki gerbang saat itu ayah Lily melanjutkan perjalananya menuju kantor,
Dari belakang seseorang menepuk pundak Lily.
Taap!
"Ayo kita masuk,"ujar Ardi.
Lily menoleh kebelakang menatab wajah Ardi.
"Kamu kenapa mentap aku seperti itu?"Ardi terasa heran.
"Ehm ."Lily gugup.
Lily teringat kejadian di malam hari di sebuah restoran yang dimana Ardi di timpa sebuah
masalah,dengan kehadiran Ardi di depan Lily seperti berbeda ketika di restoran.
"Ehmm mendingan kita berdua masuk, sebelum upacara di mulai,"ujar Ardi.
"Ok,"jawab Lily.
Mereka berdua berjalan memasuki area persekolahan menuju kelas,mereka berjalan berduan
menjadi sorotan para siswa yang berada di sekitar.
"Liat tu Ardi berjalan dengan yang katanya indigo itu,"ujar siswi.
"Kalau aku jadi Ardi mana mau aku dekatin dengan cewek aneh kayak dia,"ujar siswi.
Beberapa Saat kemudian.
"Istirahat di tempat gerak!."Pemimpin upacara memberikan aba-aba.
"Ok anak-anak aku sekalian yang aku banggakan, di pagi cerah ini kita di pertemukan kembali
oleh tuhan yang maha esa dan di berikan kita kesehatan dan panjang umur, di kesempatan kali ini
__ADS_1
bapak ingin menyampaikan tiga hal penting kepada seluruh siswa SMA Garuda kotaDeluxy, yang
pertama sekolah kita mendapatkan penghargaan dari perlombaan basket tingkat nasional di kota
ini pada hari selasa, yang dimana itu salah satu kerja keras latihan dari kawan-kawan kalian yaitu
grub EBB (Eagle Basket Ball ) kepada anak-anak grub basket saya persilahkan kalian naik untuk
mendapatkan penghargaan dari sekolah maupun dari kantor walikota,"pidato kepala
sekolah.Kepala sekolah mempersilahkan grub EBB yang beranggotakan 5 orang dari kalangan
kelas yang berbeda salah satu capten dari EBB antara lain Rian wintrata. Rian bersama ke 4 temanteman basket nya membuat Loly beserta cewek-cewek lain meneriakinya.
"Riaannn!!."Suara serentak.Loly yang berada di baris kedua dari susunan berbaris siswi
mengambil HP dari sakunya untuk memotret Rian yang menghadap kedepan.Saat itu salah satu
murit anggota upacara menghampiri mereka dengan membawakan sebuah piala yang akan di
berikan kepada capten basket,penerimaan penghargaan itu berlapis emas membuat siwsi seperti
maghnet yang selalu siaga untuk melengket kepada Rian.Kelompok EBB berfoto bersama dengan wali kelas mereka masing-masing termasuk kepala sekolah itu sendiri,tak lama dari sesi foto
memegang piala pemberian dari kantor wali kota saat itu ke lima siswi datang membawakan seikat
bunga beserta papan hadiah uang senilai Rp.2.000,000 pemberian dari sekolah, grub basket EBB
mendapatkan kemenangan yang kedua kalinya di dua musim. Rian yang mengingat kejadian di
masa lalu hal serupa yang pernah ia alami dia memenangkan pertandingan mendapatkan uang
senilai Rp 650.000 mempergunakanya menaraktir seorang cewek dari kakak kelas, sekaligus
sebagai pacar pertama Rian pada akhirnya dengan menggunakan uang di jalur yang tidak
semestinya nasib buruk menimpa kakak kelas Rian di malam hari melakukan perbuatan nakal
muda – mudi .Rian yang sekarang tidak terikat seorang pacar berusaha untuk menahan rasa
keiginan dia untuk berpacaran lagi akibat trauma melihat nasib mantan dia bunuh diri.
Sesi foto.
"Beri tepuk tangan kepada sahabat kalian,dan kalian silahkan kembali ke barisan masing -
masing,"ujar kepala sekolah.
Usai pemberian hadiah dari sekolah beserta mewakilkan dari kantor walikota para grub EBB
kembali pada barisan masing-masing sambil mendengarkan penyampaian kepala sekolah.
"Itulah penyampaian yang saya pertama dan yang kedua yaitu informasi mengenai kalian yang
duduk di bangku X dan XI di bulan depan kalian itu sudah ujian kenaikan kelas saya harap kalian
dengan penyampaian saya hari ini bisa membuat kalian bertekad untuk belajar di rumah untuk
persiapan kenaikan kelas kalian ketidak lulusan kalian bukan tanggung jawab dari sekolah
melainkan itu ada pada diri siswa – siswa ku sekalian, dan yang terakhir yaitu ke aktifan
laboratorium di sekolah kita, mulai sekarang lab bahasa inggris tempat kalian menguji kemampuan
kecakapan kalian dalam berbicara bahasa inggris hal yang istimewah di dalam lab tersebut tersedia
sebuah monitor dan headphone yang akan membantu kalian mengasah maupun mendengarkan
tata cara berbahasa inggris yang baik dan benar, dan selanjutnya lab kimia bagi jurusan IPA mulai
sekarang bisa di fungsikan kembali akibat insiden kebakaran di dalam lab di tiga minggu yang
lalu beberapa alat di dalam rusak dan bahkan ada yang hangus jadi mulai sekarang bagi jurusan
IPA bisa memfungsikan kembali lab kalian, sekian dari saya."Kepala sekolah mengakhiri pidato.
Sesaat kemudian..
Siswa-siswa memubarkan barisan beberapa di antara mereka menuju ke kantin dan ada yang ke
__ADS_1
warung, area luar pintu gerbang masih terdapat siswa-siswa terlambat di antara siswa tersebut
tidak ada seorang kawan kelas Lily.