Lily Indigo

Lily Indigo
BAB 2 PENGHUKUMAN SISWI


__ADS_3

Di dalam ruangan kelas guru sedang membawa materi pelajaran Sejarah dimana siswa -


siswi, menyimak penyampaian materi di berikan, saat asyik di ruangan kelas sambil terduduk di


bangku, guru mata pelajaran kelas XI IPS tersebut memperhatikan ada sebuah rangsel tas tidak


terdapat seorang siswi, kemudian guru itu mempertanyakan siswi siapa yang belum masuk ke dalam kelas nya.


"Siapa yang belum masuk di ruangan kelas, apa ada di antara teman kalian bolos?"ujar guru di


dalam kelas.


Siswa di dalam kelas mulai membisik satu sama lain, Loly serta 2 sahabatnya bersikap seakan


tidak tau apa - apa.


"Kenapa kalian tidak ada yang menjawab?" ucapan tegas seorang guru.


Seorang siswa berdiri lalu memberitahukan kepada seorang guru.


"Lily bu, sejak awal tadik." Tiba - tiba siswa culun itu tertahan ucapanya ketika pandangannya


mengarah ke Loly.


"Lily, kemana?" tanya seorang Ibu guru.


Sontak siswa culun itu tertahankan untuk memberitahukan terhadap gurunya jika Lily masih


terkurung di toilet.


"Loly gimana ni?" tanya Mily


" Mana gua tau, biarin aja," Ucap Loly.


Ia yang tidak merasa perduli terhadap Lily sekarang yang terkurung di toilet.


"Rian coba kamu keluar di kelas lalu kemudian segera cari Lily." Perintah dari seorang guru mata


pelajaran.


Rian sebagai ketua kelas melakukan kewajiban dia untuk mencari teman kelas nya.


"Ok baik bu, Ardi temani’in aku." Rian yang tidak tau keberadaan Lily mengajak Ardi


seorang wakil ketua kelas.


15 Menit menjelan waktu istirahat.


Rian kembali bersama Ardi kedalam ruangan kelas memberitahukan ke seorang ibu guru


jika Lily juga belum ketemu.


“Maaf bu, saya belum tau Lily ada dimana. Saya bersama Ardi sudah mencari dia ke ruangan


perpustakaan dan kantin, tapi belum ketemu," ujar Rian. Sementara itu, Ardi hanya terdiam tanpa


ada suara.


"Ok ini waktu jam istirahat sekarang, di dalam kelas saya sudah membagikan tugas ke teman -


teman kalian, sisa kalian berdua contek soal yang barusan ibu berikan, pengumpulan tugas kalian hari sabtu, beri tau Lily menghadap ke ruangan BK kalau dia kembali ke dalam kelas," ujar


seorang guru.


Saat itu guru melangkahkan kaki mengarah ruangan kantor. Rian dan Ardi masuk di


ruangan kelas mengarah ke bangku mereka, beberapa teman mereka di dalam ruangan kelas sibuk


menulis soal yang telah di berikan oleh guru. Rian yang memasukan perlatan tulis nya di dalam


tas ia tiba - tiba ingin buang air kecil, Rian berlari menuju sebuah toilet. Setiba toiled cowok, rian


melirik ke arah toilet cewek ada empat seorang siswi sedang menunggu di luar pintu toilet itu


seolah mereka menunggu lama sambil memegang seragam sekolah, Rian menghiraukan mereka


berempat untuk sementara. Sesaat kemudian Rian usai buang air lalu melirik kembali ke empat


siswi itu yang masih menunggu lalu rian bertanya ke mereka berempat.


"Aku perhati'in kalian masih berdiri sini ada apa?" tanya Rian.


" Ini pintu toilet nya terkunci,pengen ganti pakaian," ucap salah satu siswi itu.


Rian yang melihat pintu toilet tergembok dengan iseng Rian mengetok pintu toilet tersebut.


Togtog


" Di dalam ada orang?" sahut Rian.


Seketika Lily yang duduk sambil menunduk di dalam toilet itu seketika berdiri mendengar ada


sura orang di luar toilet.


"Tolooong buka'in," Sahut Lily. Seketika rian mengenali suara cewek itu


"Lily?" Ucap Rian merasa heran.


"Liy kamu kenapa bisa di dalam?"ujar Rian yang sedikit panik.


Kemudian ia mencari seorang bujang sekolah untuk membukakan pintu toilet siswi itu.


"Riaan ini aku,tolong di buka'in." Jerit Lily di dalam toilet itu seketika Rian ingin bergegas

__ADS_1


mencari bujang sekolah.


"Kok bisa si ada orang terkunci di toilet," ucap salah satu cewek yang menunggu.Saat itu rian


bergegas mencari seorang bujang sekolah agar bisa membuka pintu toilet itu.


"Di kerjain kali," ucap teman dari siswi yang sedang menunggu.


"Eh kamukan yang katanya indigo itukan, siapa si tadik namanya aku lupa?" ucap seorang dari di


antara mereka yang memakai gelang.


"Lily,Lily,"ucap bersamaan dari tiga siswi.


"Ahh ya oww aku ngerti pasti Loly yang lakuin ini kepada kamu dan bersama geng dia," ucap


siswi yang memakai gelang.


Lily hanya terdiam di dalam toilet tanpa satu kata membalas ucapan mereka.


"Eh Lily kamu kenapa diam, benar nggak yang aku omongin barusan?" ucap siswi yang memakai


gelang itu lagi.


Lily menjawab "Ia Loly yang lakuin ini,"


"Waa ahaha kamu juga si kenapa jadi indigo segala makanya Loly praktekkin tu ke kamu


hahaha."Siswi itu berucap dengan nada yang meledek.


"Aku baru tau kalau salah satu teman dari Rian itu indigo," ucap teman dia yang memakai


kacamata.


"Hah baru tau itu berita satu minggu yang lalu, sini aku bisikin." Saat itu siswi yang memakai


gelang memberitahukan ke sahaba-sahabat nya tentang Lily.


Lily hanya menahan ocehan mereka di luar sesekali air mata Lily keluar.


"Dia itu pernah," ucapan yang terhentikan.


"Tolong pak di buka gembok pintu nya, teman saya di dalam,"ucap Rian.


Saat itu bujang sekolah mengeluarkan kunci di saku celananya untuk membuka gembok. Sesaat


itu gembok nya terbuka, lalu keluarlah Lily dengan sendirinya di dalam toilet itu kemudian


memeluk Rian. Lily menangis di pundak Rian ke empat perempuan yang ingin ganti baju itu saat


itu juga mereka masuk ke dalam toilet untuk ganti pakaian.


"Bentar kita lanjutin gosipin Lily,"ucap siswi yang memakai gelang itu.


Rian melepaskan pelukan Lily, kemudian ia meliat keadaan Lily yang sedikit berantakan baju


sekolah Lily mulai kusut.


"Aku gak tau salah aku ke mereka apa,"ucap lily yang suara yang bernada sedih.


"Urusan itu nanti , lebih baik aku teminiin kamu bersihkan wajah kamu," ucap Rian.


Rian kemudian mengajak Lily membersihkan wajah di wastafel toilet pria. Sesaat kemudian


bujang sekolah kembali ke tugasan nya untuk membersihkan halaman sekolah.


"Ok sebaiknya sebaik nya berhenti nangis,"ucap Rian.


Mereka berdua berjalan keluar dari lingkungan toilet, Rian berjalan mengantar Lily ke ruangan


kelas. Sesampainya mereka berdua di ruangan kelas Lily masuk dalam keadaan suana perasaan


yang sedih,dan tertekan.


"Loly liat siapa yang datang,"ucap Mita.


"Si cewek indigo kita sudah di temukan rupanya,"ucap Loly.


Saat itu Loly serta dua temanya menghampiri Lily yang sedang terduduk.


"Oy Lily kamu kemana aja, di cariin tu sama guru,"ucap Loly.


Lily berusaha bersabar, sementara Rian marah terhadap Loly.


"Eh bisa tidak kamu diam jangan berisik, Lily itu aku nemu di toilet kamu nggak kasihan sama


dia, awas saja kalau itu kelakuan kamu," gertak Rian.


"Loh aku dimarahin sih yang aku bilang itu benar, Lily di cari guru," ucap Loly.


“Lebih baik kamu ke kantin saja sana,” ucap Rian


Di saat jam istirahat masih berlangsung nama Lily di sebut di ruangan kantor.


"Lily Angriani,silahkan menghadap di ruangan BK sekarang." Suara mike sound dari seorang guru


laki-laki.


Mendengar nama Lily di sebutkan maka langsung saja Lily berdiri dari bangku ia duduk.


"Permisi aku mau lewat,"ucap Lily.


"Mampus kamu, sudah berada di dalam masalah kita lihat saja guru beri hukuman apa ke diri

__ADS_1


kamu,"ucap Loly dalam hati.


Lily berjalan menuju ruangan BK, mata siswa tertuju ke arah Lily yang sedang berjalan.


"Tu ada masalah apa lagi,bukanya dia pernah ketahuan berbicara sendiri,"ucap salah seorang kelas


siswi lain yang sedang berdiri bersama sahabat nya di samping pintu kelas.


"Mungkin karena itu, makanya di bawa ruang BK,"jawab temanya.


Setibanya di ruangan BK, Lily mengetok pintu kemudian ia melepaskan sepatu nya lalu ia berjalan


masuk menemui guru BK.


"Permisi,"sapa Lily.


Di saat Lily berpermisi masuk ke dalam ruangan BK suara seseorang dari dalam menjawab nya.


"Silahkan masuk,"Jawab seseorang guru BK.


Di balik gordeng yang tertutup itu guru BK mempersilahkanya masuk.


"Ow Lily kamu ya, ini ada laporan dari guru mata pelajaran kamu, bliau memberitahukan saya


kamu bolos di mata pelajaran sejarah, bapa tanya saat kamu tidak ada di ruangan kelas, dalam


pelajaran berlangsung ada dimana kamu?"tanya guru BK


"Saya berada di toilet pak terkurung,"Jawab Lily.


"Terkurung di toilet kamu tidak berkata bohong?"guru BK bertanya lagi.


Lily menjawab " Tidak pak aku gak berbohong,"


"Ok siapa yang lakukan itu, kalau kamu tau siapa orang nya lakukan itu terhadap kamu, maka


kamu bisa membawa orang itu kemari,"pertanyaan ke tiga dari guru BK.


Di saat pertanyaan ke tiga Lily tidak sanggup untuk memberitahukanya ia khawatir Loly makin


menjadi-jadi membuly nya maka Lily menyelamatkan Loly.


"Lily tidak tau orang nya siapa," jawab Lily.


"Hmm Ok kamu tidak tau orang nya siapa yang memperlakukan itu terhadap diri kamu tidak ada


pilihan lain kamu tetap dapat hukuman dari sekolah ini, bolos dalam satu pelajaran itu aturan yang


kamu langgar di sekolah ini, seandainya kamu beritahukan ke bapa siapa orang itu maka kamu


dapat keringanan menerima hukuman, lalu untuk sekarang hukuman kamu itu pulang sekolah pungut sampah daun-daunan atau membersihkan dua halaman kelas walaupun bukan jadwal


pembersihan kamu,"tutur dari guru BK.


"Kamu terima hukuman itu?" tanya guru BK.


"Ya pak Lily terima," jawab Lily.


"Ok anggap saja ini pelajaran yang tidak akan terulang lagi di diri kamu," ucap guru BK.


Saat hukuman Lily sudah hadapkan maka Lily berdiri lalu pamit.


"Saya kembali ke kelas dulu pak," ucap Lily.


Guru BK di ruangan itu memasang mimik wajah yang berfikir.


Jam 10:00


Mata pelajaran sudah berganti.


Lily terduduk di bangku nya, ia mendapatkan catatan kertas di dalam laci Lily pun membuka


catatan itu


"Kamu mesti sabar, aku nulis di kertas ini cuman ingin kasih tau pada saat kamu di luar kelas guru


mata pelajaran sejarah nitiptugas di papan tulis di halaman 75 di situ ada soal-soal yang mesti di


kerjakan pilihan ganda dengan essay, terkumpul nya tugas hari sabtu


.dari Rian."Usai Lily membaca catatan pesan dari Rian maka guru pelajaran masuk di ruangan


kelas.


"Selamat siang anak-anak hari ini kita akan belajar matematika dengan judul sistem persamaan


linear tiga variabel,"ucap pak Zori. Pak Zori usai menulis judul di papan tulis maka Rian sebagai


ketua kelas mempersiapkan temanya.


Waktu terus berjalan, sampai waktu pengakhiran mata pelajaran jam 12. Bel sekolah sudah di


bunyikan siswa-siswa di dalam kelas membereskan peralatan sekolah memasukkannya di dalam


tas.


"Ok anak-anak sampai jumpa di pekan selanjutnya,"ucap dari pak Zori.


Siswa-siswa yang berada dalam kelas keluar untuk menunggu penjemput mereka di luar gerbang


beda hal nya dengan Lily mula-mula ia melaksanakan tugas dari seorang guru BK agar ia bisa


balik di rumah.

__ADS_1


__ADS_2