Lily Indigo

Lily Indigo
BAB 6 HARI PERTAMA KEMPING


__ADS_3

Pukul 14:23


Di waktu pulang sekolah Lily ingin merebahkan diri dia di atas kasur melepaskan lelah


mejalankan akivitas di sekolah. Lily berjalan menaiki tangga kemudian Lily menutub kamar dia


lalu rebahan di atas kasur.


"Huuf."Lily berbaring di atas kasur sejenak.


"Akutidak ingin diperlakukan terus-terusan seperti ini, mereka menganggapku orang aneh hanya


karena aku di kenal indigo, tapi semenjak video itu tersebar justru aku ingin di anggap orang biasa


dan memiliki teman bukan musuh,”ucap batin Lily.


"Ekhm halo Lily,” ucapan sapaan.


Di saat Lily mendengar suara sapaan itu ia terbangun dan membalik badan, di saat Lily membalik


badan ia terkejut dan teriak akibat rasa takut yang ia lihat.


"Aaaa," jerit Lily.


Di saat Lily ingin membuka pintu kamar, di saat itu juga badanya kaku tidak bisa di gerakan.


“Aku kenapa, tidak bisa bergerak?,” ucap Lily.


Kemudian sesosok gadis itu menjawab "Aku menggunakan mantra aku supaya kamu tidak lari


keluar," ucap sosok Lisa.


“Apa?” Lily bertanya – tanya.


"Dengar kamu tidak usah takut, aku tidak akan menyakiti mu, dan aku tidak ada niat menakuti


mu, aku hanya mengajak kamu berbicara sebentar dan waktu aku tidak lah banyak Lily," ucap


sosok gadis.


“Kamu mengenal namaku?” Lily bertanya.


Lily berbalik badan melihat ke arah Lisa yang terduduk di kasurnya lalu mengingat kejadian pada


waktu di gudang.


"Tunggu bukankah kamu yang selamatin aku di gudang?" Tanya Lily


"Ya,"jawab sosok gadis.


"Kemari duduk di sampingku,"ucap Lisa.


Lisa melepaskan mantra nya agar Lily bisa berjalan mendekatinya, Lily tanpa rasa ragu dan takut


menghampiri Lisa yang terduduk dengan kondisi wajah yang rusak.


"Aku kesini untuk beritahukan kamu, aku adalah diri kamu untuk di dunia alam ghaib," ungkap


nya sosok gadis itu.


"Ini tidak nyata, aku sedang berhalusinasi lagi."Lily mulai merasa keanehan muncul kembali.Itu tidaklah benar, kamu sedang tidak berhalusinasi,itu terjadi pada diri kamuaku bisa


membuktikan itu," ucap sosok Lisa.


Di saat itu gadis bernama Lisa yang sedang bersamanya,mengunakan mantranya lalu memegang


mata sebelah kanan Lily, di saat ia memegang mata Lily maka sesuatu yang terjadi.


"Coba kamu melihat ke arah cermin," Tutur nya.


Lily menengok ke arah cermin,terkejutlah Lily ia melihat mata sebelah kananya berwarna ungu


lalu ia melihat ke arah sosok gadis itu memiliki mata berwarna yang sama di sebelah kiri.


"Hentikan kamu mau menakuti ku ya,"ucap Lily.


kemudian sosok itu menjawab "Dengar aku datang kemari bukan mau menakutimu dan apapun


hal buruk itu, melainkan aku hanya ingin memastikan orang yang selama ini aku cari," ucap sosok


gadis.

__ADS_1


"Mungkin kamu salah orang dan pergi dari sini," ucap Lily.


"Izinkan aku meliat mata batin kamu," Tuturnya.


Saat itu Lily makin terkejut mengenai ucapan dari sosok itu, ia mungkin tidak percaya ucapan dari


teman-teman kelas dia jika dirinya seorang indigo sehingga ia di jauhkan oleh sahabat-sahabat


kelasnya, kali ini Lily percaya melalui ucapan sosok gadis itu jika dirinya seorang indigo.


"Apa, kamu bisa tau sejauh itu?" ucap Lily.


"Ya dengar aku tidak mungkin berbohong sama kamu,sebaik nya kamu mendengarkan setiap


ucapan aku sebab ada yang lebih buruk di luar sana sehingga kamu tidak akan dapat mempercayai


seseorang lagi,"ujar Lisa.


"Sosok yang menemui kamu di ruangan toilet apakah kamu sudah menyelesaikan tugas kamu?"


Lisa bertanya.


"Sosok yang menemuiku di toilet."Lily berusaha mengingat kejadian diwaktu kejadian toilet itu


yang sudah mulai pudar sesaat itu ia kembali mengingatnya.


"Oouh ya,aku pikir itu hanya halusinasi ku saja,"ucap Lily.


"Dengar kamu sudah mengabaikan tugas dari dia dan dengan menitip pesan sama kamu agar


menangkap seorang laki-laki di dalam ruangan kelas kamu bernama Rian lalu menghadapkanya


ke diri dia,”ucap Lisa


"Kamu benar aku mengingat itu dan mendapatkan pesan seperti itu dari sesosok itu,aku sedikit


khawatir dan aku juga berusaha bersikap normal untuk sekarang ini,”ucap Lily.


"Mengurus satu sesosok seperti ku, serahkan kepadaku,”ucap Lisa.


Lisa memegang pipi Lily sentuhan kulitnya begitu dingin.


"Banyak hal yang mesti aku sampaikan ke kamu dan sekarang waktunya aku pergi," ucap sosok


Saat itu juga sosok gadis bernama Lisa menghilang di sampingnya. Sosok itu memiliki kemiripan


wajah ada pada diri Lily hanya saja wajah yang rusak.


"Non berbicara dengan siapa?" Bibi sedang memasang telinga di tembok.


Pukul 16:00


Lily berangkat di antar oleh ayah nya, menuju di sekolah tempat berkumpul nya siswa-siswa


pramuka.


"Dengar sayang,kamu pergi selama 3 hari dari rumah,ayah harap kamu baik-baik di sana,"ucap


ayah Lily.


"Ok terimakasih ayah," jawab nya.


"Loly lihat indigo kita sudah sampai,kira-kira kamu punya rencana apa nanti?" tanya Mita.


"Apa ya sebentar aku mikir – mikir dulu hmm haa aku berencana tenda Lily tidak bisa di bangun


seperti tiang tendanya di patahkan, dan rencana kedua aku kepengen lihat jeritan dia di malam


hari," ucap Loly.


"Boleh juga rencana kamu," ucap Mily.


Perkumpulan siswa-siswa sahabat kelas Lily sudah berdatangan, 5 sahabat kelas Lily tidak ikut


dalam pengambilan nilai.


"5 orang dari teman kalian tidak ikut melaksanakan pramuka ini,Dicky,Amanda,Dui,Risky,Rini.


Dicky,Dui,Amanda semenjak awal pembelajaran mereka bertiga tidak ikut mata pelajaran


saya,mereka bertiga dapat nilai C jika mereka bertanya tentang nilai mereka bertiga kepada kalian

__ADS_1


beritahukan untuk menghadap ke saya, kemudia teman kalian berdua Rini,dan Risky mereka


mengirim surat izin ke saya mereka tidak punya kendaraan dan tidak punya tenda," ujar pak Lubar.


"Baik sekarang kalian saling berboncengan, menuju hutan kunjungan wisata," ujar Pak lubar.


"Lilykamu berboncengan dengan aku," ucap Rian.


"Ok," jawab Lily.


Loly serta kendaraan pribadinya membonceng Mita kemudian Mily di bonceng oleh teman kelas


kelasnya bernama Dian. Mereka semua menyalakan mesin lalu menuju Hutan Kunjungan Wisata,


tanpa mereka semua ketahui tiga minggu yang lalu seorang wanita menghilang di malam hari


sampai saat ini pengunjung dari seorang wanita itu belum di temukan.


Di saat mereka tiba di lokasi mereka di hadapkan sebuah keterangan yang tertulis di papan besi.


Arga membaca keterangan yang tertulis.


"Jangan membuang sampah, bersikap baik di dalam hutan, selalu membawa senter,tidak


meninggalkan kawan di saat membuang air,"


Di saat Arga usai membaca keterangan di papan tersebut maka Arga melihat di sebuah papan


informasi lainya melihat sebuah foto seorang wanita memakai jaket.


"Rina, keterangan: "Rina seorang pengunjung mahasiswa, melaksanakan rencana berkumpul


bertenda selama 4 hari, kabar buruk menimpa seorang Rina di kabarkan oleh teman dekat nya ia


menghilang di saat ia berjalan mencari kayu di malam hari di temani oleh seorang sahabat nya


yang menjadi pelapor menghilang nya Rina, di saat ia belum menghilang ia menjerit ketakutan


seletelah itu Rina menghilang meninggalkan senter yang masih menyala,"


"Bily,"Arga memanggil.


"Sini lihat lalu baca,"ucap Arga.


"Sepertinya dulu pernah ada orang hilang,"ucap Bily.


Di saat Bily berucap teman-teman mereka mendengarkan, sontak di antara mereka mulai takut


akan melaksanakan kemping.


"A’aku takut kemping berangkali wanita itu di makan beruang,"ucap Zaky siswa culung.


"Apa'ansi di makan beruang," kata Mita.


"Ini mungkin wanita ini ceroboh, tidak mungkin ada beruang,"Ucap Rian.


"ya bikin takut aja," ucap Mily.


Di saat mereka sedikit usai ribut maka pak Lubar kembali usai mengisi catatan pengunjung, berupa


membayar uang perlengkapan seperti senter,betterai senter,catatan hari menginap dalam hutan.


"Ok anak-anak kita dapat izin untuk bisa menginap di hutan ini, kalian dengar informasi di hutan


ini ada seorang wanita hilang,"ujar pak Lubar.


"Dengar pak, ini orang nya,"ucap Dian.


"Hmm ok kalian tidak usah khawatir, di saat kita semua terus bersama maka tidak akan ada yang


hal buruk terjadi yang terpenting kalian ikut intruksi dari saya, kalian mengerti," ujar Pak Lubar.


"Mengerti pak," suara serentak.


"Ayo kita masuk ke dalam, kita akan berjelan sejauh hampir 1 kilo meter ke dalam, kita akan


melewati turunan anak tangga,lalu berjalan melalui batuan kemudian kita akan menempatkan


tenda di dataran yang bagus,"ujar pak Lubar.


Saat itu mereka berhenti sejenak untuk membaca do'a menurut keyakinan mereka masing-masing

__ADS_1


lalu mereka meneruskan perjalanan.


__ADS_2