Lily Indigo

Lily Indigo
BAB 17 HIDANGAN MAKANAN


__ADS_3

Malam hari Lily di ajak oleh ayahnya pergi ke sebuah restoran ternama di deluxy yaitu


restoran social barn,yang terkenal dengan hidangan menu yang lezat.


Jam 21:00 PM


Lily sampai di sebuah restoran Funy Money,mereka di sambut dengan juru parkir khusus dari


restoran itu,mengunakan pakaian costum halloween, ayah Lily memberikan kunci mobil itu


kepada juru parkir, setelah itu mereka melangkahkan kaki menuju pintu masuk yang di jaga oleh


security yang bercostum halloween juga, saat itu security tersebut membukakan pintu , pada saat


keluarga Lily masuk di sambut dengan suasana malam haloween,kursi-kursi tamu di selimuti kain


putih dengan hiasan bercak darah di area bawah, lalu Lily menengok sekeliling tembok di hias


berupa sarang laba-laba beserta seranga yang terjebak di sarang yang lengket ,tidak sampai di situ


Lily melihat pelayan nya berpakaian seperti hantu maupun monster, ada yang membawa makanan


sambil menirukan kuntilanak,adapun anak kecil sebagai pelayan menirukan sesosok tuyul dan


banyak lagi beraneka ragam jenis kustom pelayan yang memakai tiruan hantu dan monster,terlihat


juga ada sesosok kuyang membawa hidangan minuman di kendalikan melalui robot drone.


"Ayo sayang kita cari tempat duduk,"ujar ayah Lily.


"Juragan di sebalah sana ada kursih kosong,"ujar bibi.


"Ok terimakasih bi,"balas ayah Lily.


Saat itu keluarga Lily berjalan, di tengah-tengah orang yang sedang menikmati hidangan makanan,


para pelayan terlihat sibuk menghantarkan hidangan pesanan makanan dari pelanggan, di saat itu


salah satu dari pelayan menggunakan sepatu roda bercostum zombie membawa segelas kaca


minuman bersoda menabrak rekan nya sendiri yang sedang menghidangkan makanan kepada


pelangganya,gelas yang ia bawa terlempar kedepan beserta alasnya gelas tersebut pecah di dekat


pelanggan yang sedang menikmati santapan makanan dari kejadian itu menjadi tontonan


pelanggan restoran,pelayan yang terjatuh itu ia bangkit dan meminta maaf kepada semuanya atas


kecelakaan di dalam restoran Funy Money.


"Saya minta maaf."pelayan itu meminta maaf dengan menundukkan kepala.


Lily beserta kedua orang terdekatnya berdiri melihat kejadian yang terjadi dan suara dari pelayan


tersebut tidak asing di telinga Lily. Dari kejadian tersebut salah seorang wanita asisten pemilik


restoran t mendatangi pelayan itu dan memarahinya.


"Heey kerja yang benar, lihat gelas nya pecah air minumanya meluap segalah arah di lantai,bisabisa pelanggan terjatuh,"asisten restoran marah.


"Ma'afkan saya itu ketidak sengajaan saya,"tuturnya.


"Ardi?"ucap Lily.


"Pokok nya kamu membersihkan yang ada di lantai ini,saya tidak terima alasan,"tutur asisten


restoran.


"Baik, saya kerjakan,"ujar Ardi.

__ADS_1


Asisten restoran itu pergi meninggalkan Ardi yang masih berdiri menuju ke ruanganya,Ardi yang


menahan rasa sedih serta malu iapun bergegas ke dapur untuk mengambil alat bersih beserta papan


penanda lantai licin. Ardi bekerja keras membersihkan kebarantakan yang ada pada di lantai


sambil menahan rasa malu, mula-mula ia memakai sarung tangan untuk memungut pecahan


kaca.Ayah Lily menarik tanganya untuk terduduk di kursi makan yang kosong.


"Mas,mas kemari,"ayah Lily memanggil.


"Ia ada apa tuan?"Pelayan bertanya.


"Saya ingin melihat menu,"ujar ayah Lily.


"Ow silahkan tuan melihat carte menu ini,” ucap pelayan.


Pelayan itu menyodorkan carte menu, sementara ayah Lily sedang melihat – lihat menu yang ada.


“Saya ingin memesan no 12 ini ikan bakar parape dan no 13 sop konro, bibi dan Lily mau pesan


apa?” ayah Lily bertanya.


Bibi menjawab“Saya ingin memesan seperti juragan,”


“Kalau Lily?” Ayah Lily bertanya.


“Sama juga seperti ayah cuman Lily lebih suka kalau ada yang pedes-pedes nya kalau ada Lily


memesan pacco,”ucap Lily.


“Nah ini mas tambahan menu makanan di no 10, dan minum nya supaya sama bagaimana kalau


jus alfokat?”Ayah Lily bertanya – tanya.


Lily mengangguk.


Sambil menunggu pesanan, Lily terduduk sambil menundukkan kepala tergiang – ngiang sesosok


ibunya.


Beberapa saat kemudian..


Pesanan mereka sudah tiba di meja makan tiga pelayan menghampiri keluarga Lily di meja makan


sambil memakai costum hantu, sementara Lily yang belum menyadari makanan sudah di


hidangkan bibi menegur Lily.


“Non makanannya sudah di atas meja,”ucap Bibi.


Lily yang mendengar teguran itu mengangkat kepalanya melihat ke arah makanan, selera makanan


Lily sedikit terganggu karena tida ada seorang ibu di sampingnya. Ayah Lily yang sedang


mengangkat piring kemudian menyendok nasi yang masih hangat untuk di berikan ke Lily, ayah


Lily melihat ke arah wajah Lily yang seperti kurang semangat ayahnya bertanya.


“Nak ini, kamu kenapa sayang?” Ayahnya bertanya.


“ Andaikan ibu ada disini,”ucap Lily.


“Oww kamu memikirkan ibu kamu?”Ayah Lily bertanya – tanya.


Ayah Lily yang sedang menyendokkan nasi ke piring nya berbicara ke Lily tentang Ibunya.


“Nak ibu kamu itu tidak akan meninggalkan kamu, jadi yang Lily mesti lakukan doakan saja yang

__ADS_1


terbaik buat ibu supaya suatu saat nanti Ayah, Lily, dan Bibi bisa berkumpul bersama – sama lagi,


nah sekarang kamu makan,”ucap ayah Lily.


Di saat ayah dan Bibi Lily sudah sibuk di piring masing – masing Lily masih terdiam melamun


mengingat masa – masa di saat bersama ibunya kedekatan Lily dan Ibunya begitu dekat ketimbang


ayahnya pada saat ibu nya meninggal Aksan ayah Lily berusaha untuk selalu berada di sisi Lily


seperti ibunya.


Beberapa hari sebelum terjadinya kecelakaan.


Di sore hari ibu dan anak berada di sebuah pelabuhan terduduk di papan lantai kayu, kaki dari


anak itu nampak melalui banyangan di atas air. Sang ibu merangkul putrinya dan mengajaknya


mengobrol.


"Nak kamu sudah menginjak usia remaja dan sudah berada di tingkat sekolah SMA ibu dulu ingin


sekali bertanya kepada Lily dulu ibu masih belum sempat tanyakan ini ke Lily karena ibu


sibuk.”ucap Ibunya.


“Ibu ingin bertanya apa?” Lily bertanya.


“Ibu hanya ingin bertanya, di saat kamu selesaikan sekolah kamu ingin menjadi apa?”Ibu Lily


bertanya – tanya.


Lily menjawab"Lily ingin seperti ibu,"


Di saat mendengar jawaban dari nya, ibu Lily terharu mendengarkanya.


"Haha itu kamu serius nak?”Ibu Lily bertanya – tanya.


“Iya bu, karena Lily ingin lebih dekat dengan orang lain supaya Lily dapat kenalan, lalu orang


lain bisa jadi teman Lily,”Lily menjawab.


“Itu bagus, ibu hanya ingin kasih tau menjadi untuk menjadi seorang dokter banyak belajar tentang


diri kita lebih dulu, kemudian memahami ilmu dasar kedokteran, kemudian memahami orang lain, memahami orang lain itu mesti punya kepakaan karena kita ingin menyembuhkan orang lain,


walaupun diri kita pernah di sakiti orang lain, orang itu tentu mencari diri kita untuk minta tolong


ke kita jadi tetap jaga sikap supaya orang lain tidak tersakiti, bukanya kita menolong malahan


justru buat keselahan, jadi Lily mesti banya memahami sikap orang lain,”ucap ibunya.


“Iya bu,”Lily menjawab.


Saat itu ibu dan anak saling merangkul sambil melihat pemandangan lautan.


Lily yang sedang tidak menyuap nasi hanya memainkan sendok di tanganya ayahnya menegur


Lily.


"Hey nak kok makananya tidak di sentuh?"Ayah Lily memerhatikan Lily.


"Eee."Lily tidak berkata apa-apa.


Sesaat kemudian..


Pukul 22:30 PM


Lily berada di atas kasur terbaring memejamkan mata,kembali mengingat sosok ibu yang pernah

__ADS_1


memberikan jalan hidup untuk menjadi seorang dokter.


__ADS_2