
15:00AM
Langit yang kelihatan masih cerah sepulang dari kegiatan yang begitu penting bagi anak
sekolahan yaitu berkemahan,pengalaman yang di dapatkan berupa pengujian kekompakan,tawa
bersama bahkan saling memperdulikan kondisi sahabat yang sedang berada dalam bahaya ,mereka
berjalan menuju pintu keluar di tempat jalur perkempingan,sangat malang nasib dari jazat
mahasiswi yang masih berada di dalam hutan itu terbaring berwujud kerangka angin berhembusan
tiap waktu,terlihat masih mengunakan pakaian di saat ia masih hidup, biarkan alam menjadi
tempat tambahan lukisan di dalam hutan itu walaupun sedikit berbeda dengan yang lain.
Lily beserta kawan-kawanya menunggu Pak Lubar kembali ke tempat peminjaman
senter sekaligus menjawab beberapa pertanyaan ada pada kertas di peruntuntukkan bagi
pengunjung sepulang dari berpetualang di dalam hutan berupa apakah di antara mereka di timpa
sebuah masalah atau tidak.
Beberapa saat kemudian.
Rian berdiri di hadapan Pak Lubar beserta anggota kelasnya untuk melakukan kesiapan berbaris.
"Istirahat di tempat gerak!"Rian memberikan aba-aba.
Saat itu anggota kelasnya mengikuti gerakan Rian.
"Ok baik semua , kali ini kita akan balik ke rumah masing-masing semoga dengan pelajaran yang
kalian dapatkan berada di alam bebas berupa pelajaran kekompakan, kerjasama itu akan menjadi
modal kalian di masa ketika kalian dewasa nanti, "ujar Pak Lubar.
"Dan satu hal lagi beberapa hari kedepan kalian akan menghadapi ujian kenaikan kelas, persiapkan
diri kalian dan banyaklah kalian belajar ketika kalian sudah sampai di rumah masing-masing, aku
tidak ingin melihat kalian akan menjadi orang yang tidak tau arah dan bisa mengakibatkan kalian
tidak mendapatkan pekerjaan, kalian bisa mengingat itu sampai kalian menjadi orang yang
hebat,"ujar Pak Lubar.
"Bisa di mengerti!"Pak Lubar menyampaikan suara tegas.
"Di mengerti pak."Suara serentak.
"Sampai di lain waktu, bubar barisan gerak!"Pak Lubar memburkan barisan.
Saat itu mereka berjalan menuju kenderaan masing-masing Lily kembali di temani oleh Rian
mengantarnya balik ke rumah.
"Ok Liy kita pulang bareng lagi, ya aku harap kamu betah naik vespa aku ini,"ujar Rian.
"Ya aku terzerah saja si,"jawab Lily.
__ADS_1
Pandangan kedekatan Lily dan Rian nampak di mata Loly api perasaan mulai membarah.
"Kenapasi cewek itu selalu saja dekat dengan Rian,aku gak terima cowok keren berbakat main
basket dekat-dekat cewek aneh,"ujar Loly.
"Kamu mesti pintar-pintar Loly biar Rian bisa dapat perhatian dari kamu semisalnya ketika Rian
lagi istirahat dari latihan basket lu mesti mepet dekatnya yaa contoh nya aja si bawain air minum
gitu,buatin masakan dari elu gitu,masa ia anak orang kaya kagak tau masak,"ujar Mily.
"Kamu ada benarnya,"ucap Loly.
"Semoga saja kamu berhasil dapetin Rian"ujar Mily.
"Aku akan melalukan hal apa saja untuk bisa mendapatkan Rian,"ujar Loly.
Beberapa saat kemudian..
20:34 PM
Lily terbaring di atas kasur dia menatap langit-langit kamar dia sambil melamun.
"Saya merasakan hal yang belum pernah saya alami, berteman jadi saya merasa tertawa bersama,
kalau saja mereka terus seperti itu maka itu bisa membuat aku ingin melindungi mereka,"ujar
Lily.Lily sedang terbaring di atas kasur ia di ganggu oleh sosok, buku di atas meja belajarnya jatuh
begitu saja, dan kursi yang memiliki roda terdorong sangat keras mengarah ke pintu.
Paag!
Lily yang tidak melihat sosok di dekat meja belajarnya ia pun berdiri mengeser kursi kembali ke
tempatnya, begitupun ia melihat beberapa buku cetak yang terjatuh di lantai memungutnya
kembali lalu di susun kembali seperti semula.Lily yang menyadari akan tersebut berusaha
melawan rasa takut ada pada diri dia, Lily yang masih berdiri menenangkan diri lalu ia kembali
ke atas kasurnya,di saat Lily terbaring sesosok wajah berada di atas wajah Lily memiliki rupa
sobekan pada bagian pipih bahkan kedua matanya berwarna putih pucat,kemuculan sosok itu tidak
membuat Lily merasa takut lagi maupun ingin teriak justru dengan kemunculan sosok itu Lily
merasa terlatih untuk meningkatkan keberanianya.
Dengan sikap tenang Lily sesosok itu pergi dengan sendirnya,Lily yang tadiknya menutup mata
lalu ia kembali membuka matanya.Lily yang terbaring Lisa mendatangi nya duduk di atas kasur
Lily.
"Keberanian kamu mulai meningkat, sesosok yang mendatangi kamu,membuat dia merasa bosan
sampai - sampai meninggalkan kamu,"ujar Lisa.
"Kamu kenapa datang kemari?"Lily bertanya.
__ADS_1
"Seperti makhluk ghaib lainya memiliki ikatan kebaikan dari kedua sisi seperti kamu dan
aku,mereka selalu mendatangi orang seperti kamu melihat keadaan sahabatnya itulah aku dan
seperti mereka, beda hal nya sesosok liar yang datang hanya menakuti bahkan bisa mengakibatkan
kematian,"jawab Lisa.
"Kamu hanya kesini melihat keadaan aku?"Lily bertanya.
"Ya selain itu aku datang kemari membawa sebuah buku Ordoms,”ucap Lisa.
"Buat apa buku ini?"Lily bertanya lagi.
"Aku hanya ingin kamu membacanya dan menciptakan hal luar biasa melalui buku ini tanpa ada
bantuan dari iblis,”Lisa menjawab.
Jurnal ordoms berada di tangan Lily di berikan oleh Lisa dengan tujuan agar Lily mempelajari
buku tersebut selain menyimpanya agar isi buku dipelajari oleh Lily agar Lisa dapat hidup seperti
monster Ordoms sebelumnya.
"Ok tapi aku belum tau maksud kamu, buku ini akan simpan dengan baik supaya ayah atau bibi
aku tidak bisa menemukanya,”ucap Lily.
"Bagus,aku akan kembali bertemu dengan guru aku."Cahaya muncul di sekujur tubuh Lisa saat
itu ia pun pergi.
"Jurnal Ordoms,sebenarnya si aku punya firasat buruk dari buku ini, tapi aku penasaran juga
seperti apa isinya,” ucap Lily.
"Lily,"Ayah Lily memanggil.
Lily yang mendengar suara panggilan tersebut buku yang ia pegang di sembunyikanya di bawah
bantal,lalu ia bergegas mengarah kepintu, saat Lily membuka pintu ayahnya sudah berada di depan
pintu.
"Hay nak, aku dengar dari bibiy lewat telfon kamu pulang hari ini, ayah pikir kamu pulang itu
besok apa ada masalah?"Ayah Lily bertanya.
Lily menjawab"Tidak ada masalah, aku pulang karena kegiatan pramuka terlaksana semua, guru
pendamping aku juga merasa bingung memberikan jadwal tiga hari dari ketua pengurus pramuka,
jadi ya aku disini,"
"Kamu sudah sarapan?"Ayah Lily bertanya.
Lily menjawab"belum,"
"Hmm bagaimana kalau ayah ajak kamu makan direstoran sekalian mengajak bibi kamu,"ujar
ayah Lily."Boleh,"jawab Lily."Kamu siap-siap,"ujar ayah Lily.
__ADS_1
Saat itu Lily masuk kembali di ruangan kamar dia untuk mempersiapkan diri berpergian makan
malam di restoran.