Lily Indigo

Lily Indigo
BAB 16 PENYERAHAN JURNAL ORDOMS


__ADS_3

15:00AM


Langit yang kelihatan masih cerah sepulang dari kegiatan yang begitu penting bagi anak


sekolahan yaitu berkemahan,pengalaman yang di dapatkan berupa pengujian kekompakan,tawa


bersama bahkan saling memperdulikan kondisi sahabat yang sedang berada dalam bahaya ,mereka


berjalan menuju pintu keluar di tempat jalur perkempingan,sangat malang nasib dari jazat


mahasiswi yang masih berada di dalam hutan itu terbaring berwujud kerangka angin berhembusan


tiap waktu,terlihat masih mengunakan pakaian di saat ia masih hidup, biarkan alam menjadi


tempat tambahan lukisan di dalam hutan itu walaupun sedikit berbeda dengan yang lain.


Lily beserta kawan-kawanya menunggu Pak Lubar kembali ke tempat peminjaman


senter sekaligus menjawab beberapa pertanyaan ada pada kertas di peruntuntukkan bagi


pengunjung sepulang dari berpetualang di dalam hutan berupa apakah di antara mereka di timpa


sebuah masalah atau tidak.


Beberapa saat kemudian.


Rian berdiri di hadapan Pak Lubar beserta anggota kelasnya untuk melakukan kesiapan berbaris.


"Istirahat di tempat gerak!"Rian memberikan aba-aba.


Saat itu anggota kelasnya mengikuti gerakan Rian.


"Ok baik semua , kali ini kita akan balik ke rumah masing-masing semoga dengan pelajaran yang


kalian dapatkan berada di alam bebas berupa pelajaran kekompakan, kerjasama itu akan menjadi


modal kalian di masa ketika kalian dewasa nanti, "ujar Pak Lubar.


"Dan satu hal lagi beberapa hari kedepan kalian akan menghadapi ujian kenaikan kelas, persiapkan


diri kalian dan banyaklah kalian belajar ketika kalian sudah sampai di rumah masing-masing, aku


tidak ingin melihat kalian akan menjadi orang yang tidak tau arah dan bisa mengakibatkan kalian


tidak mendapatkan pekerjaan, kalian bisa mengingat itu sampai kalian menjadi orang yang


hebat,"ujar Pak Lubar.


"Bisa di mengerti!"Pak Lubar menyampaikan suara tegas.


"Di mengerti pak."Suara serentak.


"Sampai di lain waktu, bubar barisan gerak!"Pak Lubar memburkan barisan.


Saat itu mereka berjalan menuju kenderaan masing-masing Lily kembali di temani oleh Rian


mengantarnya balik ke rumah.


"Ok Liy kita pulang bareng lagi, ya aku harap kamu betah naik vespa aku ini,"ujar Rian.


"Ya aku terzerah saja si,"jawab Lily.

__ADS_1


Pandangan kedekatan Lily dan Rian nampak di mata Loly api perasaan mulai membarah.


"Kenapasi cewek itu selalu saja dekat dengan Rian,aku gak terima cowok keren berbakat main


basket dekat-dekat cewek aneh,"ujar Loly.


"Kamu mesti pintar-pintar Loly biar Rian bisa dapat perhatian dari kamu semisalnya ketika Rian


lagi istirahat dari latihan basket lu mesti mepet dekatnya yaa contoh nya aja si bawain air minum


gitu,buatin masakan dari elu gitu,masa ia anak orang kaya kagak tau masak,"ujar Mily.


"Kamu ada benarnya,"ucap Loly.


"Semoga saja kamu berhasil dapetin Rian"ujar Mily.


"Aku akan melalukan hal apa saja untuk bisa mendapatkan Rian,"ujar Loly.


Beberapa saat kemudian..


20:34 PM


Lily terbaring di atas kasur dia menatap langit-langit kamar dia sambil melamun.


"Saya merasakan hal yang belum pernah saya alami, berteman jadi saya merasa tertawa bersama,


kalau saja mereka terus seperti itu maka itu bisa membuat aku ingin melindungi mereka,"ujar


Lily.Lily sedang terbaring di atas kasur ia di ganggu oleh sosok, buku di atas meja belajarnya jatuh


begitu saja, dan kursi yang memiliki roda terdorong sangat keras mengarah ke pintu.


Paag!


Lily yang tidak melihat sosok di dekat meja belajarnya ia pun berdiri mengeser kursi kembali ke


tempatnya, begitupun ia melihat beberapa buku cetak yang terjatuh di lantai memungutnya


kembali lalu di susun kembali seperti semula.Lily yang menyadari akan tersebut berusaha


melawan rasa takut ada pada diri dia, Lily yang masih berdiri menenangkan diri lalu ia kembali


ke atas kasurnya,di saat Lily terbaring sesosok wajah berada di atas wajah Lily memiliki rupa


sobekan pada bagian pipih bahkan kedua matanya berwarna putih pucat,kemuculan sosok itu tidak


membuat Lily merasa takut lagi maupun ingin teriak justru dengan kemunculan sosok itu Lily


merasa terlatih untuk meningkatkan keberanianya.


Dengan sikap tenang Lily sesosok itu pergi dengan sendirnya,Lily yang tadiknya menutup mata


lalu ia kembali membuka matanya.Lily yang terbaring Lisa mendatangi nya duduk di atas kasur


Lily.


"Keberanian kamu mulai meningkat, sesosok yang mendatangi kamu,membuat dia merasa bosan


sampai - sampai meninggalkan kamu,"ujar Lisa.


"Kamu kenapa datang kemari?"Lily bertanya.

__ADS_1


"Seperti makhluk ghaib lainya memiliki ikatan kebaikan dari kedua sisi seperti kamu dan


aku,mereka selalu mendatangi orang seperti kamu melihat keadaan sahabatnya itulah aku dan


seperti mereka, beda hal nya sesosok liar yang datang hanya menakuti bahkan bisa mengakibatkan


kematian,"jawab Lisa.


"Kamu hanya kesini melihat keadaan aku?"Lily bertanya.


"Ya selain itu aku datang kemari membawa sebuah buku Ordoms,”ucap Lisa.


"Buat apa buku ini?"Lily bertanya lagi.


"Aku hanya ingin kamu membacanya dan menciptakan hal luar biasa melalui buku ini tanpa ada


bantuan dari iblis,”Lisa menjawab.


Jurnal ordoms berada di tangan Lily di berikan oleh Lisa dengan tujuan agar Lily mempelajari


buku tersebut selain menyimpanya agar isi buku dipelajari oleh Lily agar Lisa dapat hidup seperti


monster Ordoms sebelumnya.


"Ok tapi aku belum tau maksud kamu, buku ini akan simpan dengan baik supaya ayah atau bibi


aku tidak bisa menemukanya,”ucap Lily.


"Bagus,aku akan kembali bertemu dengan guru aku."Cahaya muncul di sekujur tubuh Lisa saat


itu ia pun pergi.


"Jurnal Ordoms,sebenarnya si aku punya firasat buruk dari buku ini, tapi aku penasaran juga


seperti apa isinya,” ucap Lily.


"Lily,"Ayah Lily memanggil.


Lily yang mendengar suara panggilan tersebut buku yang ia pegang di sembunyikanya di bawah


bantal,lalu ia bergegas mengarah kepintu, saat Lily membuka pintu ayahnya sudah berada di depan


pintu.


"Hay nak, aku dengar dari bibiy lewat telfon kamu pulang hari ini, ayah pikir kamu pulang itu


besok apa ada masalah?"Ayah Lily bertanya.


Lily menjawab"Tidak ada masalah, aku pulang karena kegiatan pramuka terlaksana semua, guru


pendamping aku juga merasa bingung memberikan jadwal tiga hari dari ketua pengurus pramuka,


jadi ya aku disini,"


"Kamu sudah sarapan?"Ayah Lily bertanya.


Lily menjawab"belum,"


"Hmm bagaimana kalau ayah ajak kamu makan direstoran sekalian mengajak bibi kamu,"ujar


ayah Lily."Boleh,"jawab Lily."Kamu siap-siap,"ujar ayah Lily.

__ADS_1


Saat itu Lily masuk kembali di ruangan kamar dia untuk mempersiapkan diri berpergian makan


malam di restoran.


__ADS_2