
Kelompok Lily sampai di tujuan dahulunya pernah di huni sekeluarga orang genius, dan
kini menjadi sunyi dan tak terpenghuni terkeculi bangkitnya ciptaan provessor yang di sebut
ordoms versi kedua. Lisa yang merasakan ada energi Negative yang begitu kuat berada di dalam
ruangan kerja seorang provessor membisikkan ke dekat telinga Lily, Lisa yang sudah
menampakkan sepenuhnya diri dia di hadapan orang yang bukan indigo Mily melihat Lily di
bisikkan sesuatu.
"Di dalam ruangan ini aku ingin beritahu, ada terdapat seorang dari manusia yang sudah
melakukan pesugihan bekerjasama dengan iblis demi tujuan hal buruk, cadangan kekuatan dia ada
di dalam ruangan ini seperti cairan darah dengan beberapa potongan rambut di atas nya,”ucap
Lisa.
“Aku tidak ingin orang – orang kamu tau tentang ini, hanya kamu bisa yang menyelesaikan
ini,”ucap Lisa.
"Liy sini,"Mily memanggil.
"Kamu di bisikin apa dari dia?"Mily bertanya.
"Aaa, ini tentang.” Lisa memperhatikan mereka berdua dengan tatapan yang tajam sontak Mily
merasakan takut dengan pandangan mengarah ke diri dia.
"Sosok yang bersama kamu menatap ke arah ku, dia seperti ingin berniat buruk,"ucap Mily.
“Sebaiknya kita masuk saja,”ucap Lily.
Saat itu mereka berdua masuk ke ruangan kerja milik provessor yang terletak di samping
rumahnya, di saat mereka memasukinya mereka tidak melihat keberadaan teman mereka lagi
seperti Ardi,Bily, dan Pak Lubar, Lily merasa bingung di dalam ruangan itu.
"Mereka kemana?"Lily bertanya.
"Aku juga tidak tau,"Mily menjawab.
Di saat mereka masih berdiri di dalam ruangan Lily mendegarkan suara langkah kaki dari belakang
mereka berdua dari arah pintu masuk.
TRAP..TRAAP
"Sepertinya aku kedatangan tamu."Sosok ordms berdiri di belakang mereka dengan memasang
mimik wajah yang mengerikan.
“AAARGHHHH.”
Lily beserta Mily membalik badan sehingga mereka ketakutan.
"Aaaaaa!"Jerit serentak.
Jeritan mereka membuat kawan-kawan Lily berada di laboratorium di balik pintu rahasia
mendengarnya sehinga membuat mereka berlari keluar, saat itu juga keberhasilan dari kelompok
Rian membantu Arga keluar dari tabung kaca yang berisikan air, Arga di bopong oleh Bily dan
Rian.
“Lily dan Mily kenapa?” Ardi bertanya.
“Cepat kalian keluar dari tempat ini,”ucap Pak Lubar.
"Kamu tidak usah khawatir kawan kita akan pulang,"ujar Bily.
Lisa yang bergegas kembali di ruangan tersebut melihat sesosok ordoms yang sedang mencekik
Lily sementara Mily hanya melihatnya dengan kaku akibat ketakutan.
“Lepaskan dia,”ucap Lisa.
"Hah,"Ordoms mengeluarkan tenaga dalamnya untuk menyerang Lisa.
Lisa terlempar dengan dorongan tenaga dalam yang di keluarkan oleh ordoms sehingga
membangkitkan sikap rasa sombong.
"Waa tak sia-sia aku melakukan experimen ini."Ordoms memperhatikan lengan tangan kirinya.
Lisa yang terkapar dengan keadaan terduduk, di jatuhi runtuhan buku berusaha untuk melakukan
penyalamatan,saat itu juga Pak Lubar beserta kawan lainya menyaksikan keadaan yang sedang
kacau terutama melihat Lily tercekik.
"Apa yang terjadi?"Pak Lubar merasa heran.
Pak Lubar melirik ke arah Ordoms dan serta melihat salah satu siswinya tercekik.
"Hey lepaskan dia,"ucap tegas pak Lubar.
Kakek penyihir melihat keadaan muridnya yang bangkit lalu berjalan lalu kemudian berlari
__ADS_1
menghampiri Ordoms itu.
"Aku di ajarkan untuk menyelamatkan orang berharga, walaupun aku tidak menyukai
manusia,”ucap Lisa
"Dimana dia?"Ordoms itu merasa heran dengan apa yang ia lihat.
"Aku di hadapan kamu."Lisa menancapkan pisau di dada ordoms itu
Loly beserta Mita menyaksikan penyelamatan yang dilakulan oleh sesosok yang pernah mereka
jumpai.
"Siapa orang memakai jaket itu?"Loly terheranan.
"Hah kau pikir dengan tusukan seperti itu bisa melenyapkanku.”Sesosok monster itu mencabut
senjata yang ada di dadanya lalu ia memakai kekuatan yang begitu besar membuang tubuh Lisa begitu jauh ke arah keluar pintu. Lemparan yang begitu kuat sehingga dinding rumah kayu menembusnya sampai Lisa mendarat di
sebuah semak - semak.
"Lisa!"Kakek penyihir khawatir terhadap muritnya.
Ordoms memperlihatkan taring runcing.
"Hah hahaha aku pikir kamu sekuat yang aku duga, dari pengakuan iblis."Ordoms itu kemudian
melihat ke arah wajah Lily yang sedang menutup mata lalu melemparkanya mengarah ke sahabat
– sahabt kelas Lily.
"Gawat!."Kakek penyihir menggunakan mantranya untuk menghentikan pergerakan lemparan.
"Sihir penghalang tranparan, haah hampir saja."Kakek penyihir mengerakkan tongkat nya untuk
meletakkan Lily yang sedang pingsan berada di hadapan mereka.
"Lily.”Mily yang mendekati Lily yang sedang tidak sadarkan diri.
Loly dan Mita melihat nya membuat mereka berdua terheran dengan sikap Mily.
"Aku sudah menduga pada waktu ruangan bawah tanah pada saat waktu itu dia telah bekerjasama
dengan iblis,”ucap batin kakek tua.
"Apa yang mesti aku lakukan untuk menghentikanya,uuh hm ok biar aku coba."saat itu kakek
penyihir mengeluarkan segenap kekuatan yang ia miliki untuk mengalahkan Ordoms tersebut.
"Dengan kekuatan kuil sihir putih, aku meminta kehadiran kekuatan kalian untuk mengalahkan
kegelapan, sihir cahaya yang mengunci."Saat itu cahaya menyilaukan pandangan mereka semua.
"apakah berhasil?"Kakek dengan keadaan kehabisan tenaga terlutuk.
Sosok ordoms tersebut dari hasil buatan provessor sudah terkurung melalui cermin transparan.
"Aku,aku tidak bisa bergerak,"ujar Ordoms.
"Kamu sudah terkurung melalui cermin suci untuk mengurung kamu, kamu sekarang tidak bisa
melarikan diri atau mencoba mengunakan ilmu hitam kamu,dan sekarang yang terakhir aku akan
mengirimkan kamu ke kuil penyihiri putih untuk di kurung, sihir tranportasi."Kakek penyihir
memukul tongkatnya.
"Jangaaan!!."Jerit ordoms.
Saat itu cahaya ukuran kecil bergerak dengan cepat ke arah yang sudah di tentukan
"Aku meminta kalian berdua untuk melihat keadaan murit saya,"perintah kakek penyihir.
Di saat Loly dan Mita ingin melaksanakan perintah, Lisa berada di hadapan mereka berdua dengan
wajah yang pucat dan tidak seperti sebelumnya memiliki goresan Luka dan bahkan rusak pada
bagian rahang nya maupu area kedua pipinya saat itu sontak membuat ingatan mereka kembali di
saat di gudang sekolah yang dimana melakukan hal buruk terhadap Lily.
"Ka'kamu."Loly memasang wajah ketakutan
"Ya ini aku, di waktu kita bertemu di gudang,"jawab Lisa.
"Wajah sosok ini aku melihatnya hampir mirip dengan Lily tapi yang kemarin wajah nya tidak
seperti ini."Mita berkata dalam hati sambil menyembunyikan wajah dia di balik badan Loly.
"Aku bisa saja membunuh kamu kapan pun aku mau,"ucap Lisa.
Loly meraba saku rok dia untuk mengambil sebuah HP pribadi milik dia agar bisa merekam hal
yang belum pernah terjadi pada kehidupan seseorang. Loly berhasil mengambil HP pribadi dia
lalu mengarahkanya ke sosok Lisa, di saat Loly mengambil video di hadapan Lisa wujud dari Lisa
itu sendiri tidak tertangkap di dalam layar sehingga Loly beserta Mita merasa kebingungan.
"Loh kok bisa tidak terangkap,"ujar Loly.
"Eh sebenarnya kamu ini siapa?"Bentak Loly.
__ADS_1
Di saat mendengarkan bentakan Loly,sosok sahabat ghaib Lily pun melakukan gerakan yang
dimana ia merubah wujud wajah dia.
"Aaaaaa!!"Loly menjerit melihat wajah menatkutkan ada pada sosok sahabat ghaib Lily.
Wajah yang pernah nampak sebelum nya membuat mereka berdua pingsan.
"Ternyata perkataan Loly ada benarnya."Ucap Rian dalam hati.
"Hoy siapapun kamu itu, aku minta kamu pergi dari sini dan jangan ganggu kami."Rian mengusir
sahabat ghaib Lily.
"Loly,Mita, bangun."Rian menggerakkan badan mereka berdua.
"Kalian tidak usah khawatir sampai-sampai kalian merasa terganggu oleh kehadiran murid saya,
dia tidak akan ingin melukai kalian jika tanpa sebab, bersikap baiklah kalian terhadap Lily,"ujar
Kakek tua.
"Teman kamu itu bernama Lily kakek akan sadarkan, setelah itu kakek akan menghapus ingatan
kalian di tempat ini, jika kalian memiliki perasaan dengan kawan kalian setelah melakukan
penghapusan ingatan tolong jangan sakiti Lily bagi kami Lily sangat berharga."Pesan terkahir dari
sosok kakek.
Saat itu kakek tua itu mendekat ke arah Rian tempat ke tiga sahabat kelas nya sedang tidak
sadarkan diri untuk, menggunakan kekuatan yang masih tersisa untuk menghapus ingatan mereka
termasuk Lily.
"Kekuatan aku yang terakhir,kuil suci penyihir putih dengan mengunakan kekuatan yang tersisa
aku miliki, mempergunakan untuk kebangkitan cahaya ketika gelap menyelimuti,dan biarkan
masalah yang terjadi saat ini bisa mereka lupakan seumur hidup beserta kesakitan mereka
alami."Saat itu juga sinar terang menyinari ruangan.
Ketika sinar terang mulai redup mereka tiba kembali di lokasi titik perkempingan mereka dengan
keadaan tenda yang terpasang sementara mereka berbaring di dalamnya.
PUKUL 15:00
Sesaat kemudian..
Pak Lubar membuka tenda kancing tenda nya ingin membangunkan siswanya masih tertidur
dengan mengunakan peluit.
PRIIIT!!!
"Ayoo kalian semua bangun,"ucap tegas Pak Lubar.
Di saat peluit berbunyi mereka terbangun membuka masing-masing kancing tenda nya.
"Hoaaam ehmmm sudah pagi?"Arga dengan keadaan yang masih mengantuk, lalu melirik ke jam
tanganya.
"Astaga sudah jam 3 sore,"ucap Arga.
Bily beserta Zaky yang masih tertidur di bangunkan oleh Arga.
"Oy bangun kalian berdua sudah sore ni,"ucap Arga.
PRIIT!!!
"Bangun Pak Lubar sudah tiup peluit,"ucap Arga lagi.
"Ok gua bangun,"ucap Bily.
Sesaat kemudian..
Mereka semua berbaris di hadapan pak Lubar untuk mendengarkan informasi.
"Sepertinya kali ini kita terlambat bangun, karena rasa nyaman kita bersama menikmati
berkemping di hutan ini, ok saya akan melihat kembali pengisian jadwal kegiatan kalian,kumpul
kayu sudah terceklis,kekompakan membersihkan area tenda sudah,memasang tenda
sudah,memungut sampah coba kalian cek sekitar kalian ada samapah atau tidak?"Pak Lubar
bertanya."Tidak ada pak,"Suara serentak.
"Bagus, sebenarnya penginapan kemping kita itu mesti nya dua hari saja tapi tidak tau kenapa
mereka meminta kita tiga hari,kalau seperti ini sebaiknya kita pulang,karena kegiatan kalian sudah
terisi semua saya anggap tugas kewajiban saya sudah terlaksana disini bersama kalian,Ketika saya
meniup peluit sebagai kegiatan terakhir kalian,cabut tenda kalian masing-masing,"perintah pak
Lubar.
Priit!!
__ADS_1
"Heem sepertinya peghapusan ingatan mereka berjalan dengan baik."Lisa memantau kelompok
pramuka di atas pohon memakai jubah.