Lily Indigo

Lily Indigo
BAB 15 MENGHAPUS INGATAN


__ADS_3

Kelompok Lily sampai di tujuan dahulunya pernah di huni sekeluarga orang genius, dan


kini menjadi sunyi dan tak terpenghuni terkeculi bangkitnya ciptaan provessor yang di sebut


ordoms versi kedua. Lisa yang merasakan ada energi Negative yang begitu kuat berada di dalam


ruangan kerja seorang provessor membisikkan ke dekat telinga Lily, Lisa yang sudah


menampakkan sepenuhnya diri dia di hadapan orang yang bukan indigo Mily melihat Lily di


bisikkan sesuatu.


"Di dalam ruangan ini aku ingin beritahu, ada terdapat seorang dari manusia yang sudah


melakukan pesugihan bekerjasama dengan iblis demi tujuan hal buruk, cadangan kekuatan dia ada


di dalam ruangan ini seperti cairan darah dengan beberapa potongan rambut di atas nya,”ucap


Lisa.


“Aku tidak ingin orang – orang kamu tau tentang ini, hanya kamu bisa yang menyelesaikan


ini,”ucap Lisa.


"Liy sini,"Mily memanggil.


"Kamu di bisikin apa dari dia?"Mily bertanya.


"Aaa, ini tentang.” Lisa memperhatikan mereka berdua dengan tatapan yang tajam sontak Mily


merasakan takut dengan pandangan mengarah ke diri dia.


"Sosok yang bersama kamu menatap ke arah ku, dia seperti ingin berniat buruk,"ucap Mily.


“Sebaiknya kita masuk saja,”ucap Lily.


Saat itu mereka berdua masuk ke ruangan kerja milik provessor yang terletak di samping


rumahnya, di saat mereka memasukinya mereka tidak melihat keberadaan teman mereka lagi


seperti Ardi,Bily, dan Pak Lubar, Lily merasa bingung di dalam ruangan itu.


"Mereka kemana?"Lily bertanya.


"Aku juga tidak tau,"Mily menjawab.


Di saat mereka masih berdiri di dalam ruangan Lily mendegarkan suara langkah kaki dari belakang


mereka berdua dari arah pintu masuk.


TRAP..TRAAP


"Sepertinya aku kedatangan tamu."Sosok ordms berdiri di belakang mereka dengan memasang


mimik wajah yang mengerikan.


“AAARGHHHH.”


Lily beserta Mily membalik badan sehingga mereka ketakutan.


"Aaaaaa!"Jerit serentak.


Jeritan mereka membuat kawan-kawan Lily berada di laboratorium di balik pintu rahasia


mendengarnya sehinga membuat mereka berlari keluar, saat itu juga keberhasilan dari kelompok


Rian membantu Arga keluar dari tabung kaca yang berisikan air, Arga di bopong oleh Bily dan


Rian.


“Lily dan Mily kenapa?” Ardi bertanya.


“Cepat kalian keluar dari tempat ini,”ucap Pak Lubar.


"Kamu tidak usah khawatir kawan kita akan pulang,"ujar Bily.


Lisa yang bergegas kembali di ruangan tersebut melihat sesosok ordoms yang sedang mencekik


Lily sementara Mily hanya melihatnya dengan kaku akibat ketakutan.


“Lepaskan dia,”ucap Lisa.


"Hah,"Ordoms mengeluarkan tenaga dalamnya untuk menyerang Lisa.


Lisa terlempar dengan dorongan tenaga dalam yang di keluarkan oleh ordoms sehingga


membangkitkan sikap rasa sombong.


"Waa tak sia-sia aku melakukan experimen ini."Ordoms memperhatikan lengan tangan kirinya.


Lisa yang terkapar dengan keadaan terduduk, di jatuhi runtuhan buku berusaha untuk melakukan


penyalamatan,saat itu juga Pak Lubar beserta kawan lainya menyaksikan keadaan yang sedang


kacau terutama melihat Lily tercekik.


"Apa yang terjadi?"Pak Lubar merasa heran.


Pak Lubar melirik ke arah Ordoms dan serta melihat salah satu siswinya tercekik.


"Hey lepaskan dia,"ucap tegas pak Lubar.


Kakek penyihir melihat keadaan muridnya yang bangkit lalu berjalan lalu kemudian berlari

__ADS_1


menghampiri Ordoms itu.


"Aku di ajarkan untuk menyelamatkan orang berharga, walaupun aku tidak menyukai


manusia,”ucap Lisa


"Dimana dia?"Ordoms itu merasa heran dengan apa yang ia lihat.


"Aku di hadapan kamu."Lisa menancapkan pisau di dada ordoms itu


Loly beserta Mita menyaksikan penyelamatan yang dilakulan oleh sesosok yang pernah mereka


jumpai.


"Siapa orang memakai jaket itu?"Loly terheranan.


"Hah kau pikir dengan tusukan seperti itu bisa melenyapkanku.”Sesosok monster itu mencabut


senjata yang ada di dadanya lalu ia memakai kekuatan yang begitu besar membuang tubuh Lisa begitu jauh ke arah keluar pintu. Lemparan yang begitu kuat sehingga dinding rumah kayu menembusnya sampai Lisa mendarat di


sebuah semak - semak.


"Lisa!"Kakek penyihir khawatir terhadap muritnya.


Ordoms memperlihatkan taring runcing.


"Hah hahaha aku pikir kamu sekuat yang aku duga, dari pengakuan iblis."Ordoms itu kemudian


melihat ke arah wajah Lily yang sedang menutup mata lalu melemparkanya mengarah ke sahabat


– sahabt kelas Lily.


"Gawat!."Kakek penyihir menggunakan mantranya untuk menghentikan pergerakan lemparan.


"Sihir penghalang tranparan, haah hampir saja."Kakek penyihir mengerakkan tongkat nya untuk


meletakkan Lily yang sedang pingsan berada di hadapan mereka.


"Lily.”Mily yang mendekati Lily yang sedang tidak sadarkan diri.


Loly dan Mita melihat nya membuat mereka berdua terheran dengan sikap Mily.


"Aku sudah menduga pada waktu ruangan bawah tanah pada saat waktu itu dia telah bekerjasama


dengan iblis,”ucap batin kakek tua.


"Apa yang mesti aku lakukan untuk menghentikanya,uuh hm ok biar aku coba."saat itu kakek


penyihir mengeluarkan segenap kekuatan yang ia miliki untuk mengalahkan Ordoms tersebut.


"Dengan kekuatan kuil sihir putih, aku meminta kehadiran kekuatan kalian untuk mengalahkan


kegelapan, sihir cahaya yang mengunci."Saat itu cahaya menyilaukan pandangan mereka semua.


"apakah berhasil?"Kakek dengan keadaan kehabisan tenaga terlutuk.


Sosok ordoms tersebut dari hasil buatan provessor sudah terkurung melalui cermin transparan.


"Aku,aku tidak bisa bergerak,"ujar Ordoms.


"Kamu sudah terkurung melalui cermin suci untuk mengurung kamu, kamu sekarang tidak bisa


melarikan diri atau mencoba mengunakan ilmu hitam kamu,dan sekarang yang terakhir aku akan


mengirimkan kamu ke kuil penyihiri putih untuk di kurung, sihir tranportasi."Kakek penyihir


memukul tongkatnya.


"Jangaaan!!."Jerit ordoms.


Saat itu cahaya ukuran kecil bergerak dengan cepat ke arah yang sudah di tentukan


"Aku meminta kalian berdua untuk melihat keadaan murit saya,"perintah kakek penyihir.


Di saat Loly dan Mita ingin melaksanakan perintah, Lisa berada di hadapan mereka berdua dengan


wajah yang pucat dan tidak seperti sebelumnya memiliki goresan Luka dan bahkan rusak pada


bagian rahang nya maupu area kedua pipinya saat itu sontak membuat ingatan mereka kembali di


saat di gudang sekolah yang dimana melakukan hal buruk terhadap Lily.


"Ka'kamu."Loly memasang wajah ketakutan


"Ya ini aku, di waktu kita bertemu di gudang,"jawab Lisa.


"Wajah sosok ini aku melihatnya hampir mirip dengan Lily tapi yang kemarin wajah nya tidak


seperti ini."Mita berkata dalam hati sambil menyembunyikan wajah dia di balik badan Loly.


"Aku bisa saja membunuh kamu kapan pun aku mau,"ucap Lisa.


Loly meraba saku rok dia untuk mengambil sebuah HP pribadi milik dia agar bisa merekam hal


yang belum pernah terjadi pada kehidupan seseorang. Loly berhasil mengambil HP pribadi dia


lalu mengarahkanya ke sosok Lisa, di saat Loly mengambil video di hadapan Lisa wujud dari Lisa


itu sendiri tidak tertangkap di dalam layar sehingga Loly beserta Mita merasa kebingungan.


"Loh kok bisa tidak terangkap,"ujar Loly.


"Eh sebenarnya kamu ini siapa?"Bentak Loly.

__ADS_1


Di saat mendengarkan bentakan Loly,sosok sahabat ghaib Lily pun melakukan gerakan yang


dimana ia merubah wujud wajah dia.


"Aaaaaa!!"Loly menjerit melihat wajah menatkutkan ada pada sosok sahabat ghaib Lily.


Wajah yang pernah nampak sebelum nya membuat mereka berdua pingsan.


"Ternyata perkataan Loly ada benarnya."Ucap Rian dalam hati.


"Hoy siapapun kamu itu, aku minta kamu pergi dari sini dan jangan ganggu kami."Rian mengusir


sahabat ghaib Lily.


"Loly,Mita, bangun."Rian menggerakkan badan mereka berdua.


"Kalian tidak usah khawatir sampai-sampai kalian merasa terganggu oleh kehadiran murid saya,


dia tidak akan ingin melukai kalian jika tanpa sebab, bersikap baiklah kalian terhadap Lily,"ujar


Kakek tua.


"Teman kamu itu bernama Lily kakek akan sadarkan, setelah itu kakek akan menghapus ingatan


kalian di tempat ini, jika kalian memiliki perasaan dengan kawan kalian setelah melakukan


penghapusan ingatan tolong jangan sakiti Lily bagi kami Lily sangat berharga."Pesan terkahir dari


sosok kakek.


Saat itu kakek tua itu mendekat ke arah Rian tempat ke tiga sahabat kelas nya sedang tidak


sadarkan diri untuk, menggunakan kekuatan yang masih tersisa untuk menghapus ingatan mereka


termasuk Lily.


"Kekuatan aku yang terakhir,kuil suci penyihir putih dengan mengunakan kekuatan yang tersisa


aku miliki, mempergunakan untuk kebangkitan cahaya ketika gelap menyelimuti,dan biarkan


masalah yang terjadi saat ini bisa mereka lupakan seumur hidup beserta kesakitan mereka


alami."Saat itu juga sinar terang menyinari ruangan.


Ketika sinar terang mulai redup mereka tiba kembali di lokasi titik perkempingan mereka dengan


keadaan tenda yang terpasang sementara mereka berbaring di dalamnya.


PUKUL 15:00


Sesaat kemudian..


Pak Lubar membuka tenda kancing tenda nya ingin membangunkan siswanya masih tertidur


dengan mengunakan peluit.


PRIIIT!!!


"Ayoo kalian semua bangun,"ucap tegas Pak Lubar.


Di saat peluit berbunyi mereka terbangun membuka masing-masing kancing tenda nya.


"Hoaaam ehmmm sudah pagi?"Arga dengan keadaan yang masih mengantuk, lalu melirik ke jam


tanganya.


"Astaga sudah jam 3 sore,"ucap Arga.


Bily beserta Zaky yang masih tertidur di bangunkan oleh Arga.


"Oy bangun kalian berdua sudah sore ni,"ucap Arga.


PRIIT!!!


"Bangun Pak Lubar sudah tiup peluit,"ucap Arga lagi.


"Ok gua bangun,"ucap Bily.


Sesaat kemudian..


Mereka semua berbaris di hadapan pak Lubar untuk mendengarkan informasi.


"Sepertinya kali ini kita terlambat bangun, karena rasa nyaman kita bersama menikmati


berkemping di hutan ini, ok saya akan melihat kembali pengisian jadwal kegiatan kalian,kumpul


kayu sudah terceklis,kekompakan membersihkan area tenda sudah,memasang tenda


sudah,memungut sampah coba kalian cek sekitar kalian ada samapah atau tidak?"Pak Lubar


bertanya."Tidak ada pak,"Suara serentak.


"Bagus, sebenarnya penginapan kemping kita itu mesti nya dua hari saja tapi tidak tau kenapa


mereka meminta kita tiga hari,kalau seperti ini sebaiknya kita pulang,karena kegiatan kalian sudah


terisi semua saya anggap tugas kewajiban saya sudah terlaksana disini bersama kalian,Ketika saya


meniup peluit sebagai kegiatan terakhir kalian,cabut tenda kalian masing-masing,"perintah pak


Lubar.


Priit!!

__ADS_1


"Heem sepertinya peghapusan ingatan mereka berjalan dengan baik."Lisa memantau kelompok


pramuka di atas pohon memakai jubah.


__ADS_2