
Ruangan BK
Loly berada di dalam ruangan BK yang sedang terduduk menunggu kedatangan guru BK,
kecemasan Loly mulai bertambah yang dimana tante Loly sebagai guru biografi tidak menemani
dia di dalam ruangan itu. Selang beberapa menit kemudian guru BK memasuki ruangan dan
melihat Loly sedang menunggu di hadapan mejanya.
"Hmm ini baru pertama kali saya melihat kamu masuk di ruangan ini,"ucap Guru bk.
"Ya ini hanya kesalah pahaman saja pak,"ucap Loly.
"Hmm ok coba kamu beri tau kesalah pahaman seperti apa, coba-coba kamu beritahukan kepada
saya kesalah pahaman seperti apa dan bagaimana?" Guru bk bertanya.
Di saat itu Loly tidak bisa melanjutkan ucapan dia.
“Loly – Loly.”Guru BK membuka sebuah buku catatan.
"Ok langsung to the poin, sebenarnya masalah ini bukan kesalah pahaman nak , melainkan sebuah
masalah menciderakan teman kelas sendiri," ucap Guru BK.
"Kamu bisa mengerti kenapa kamu masuk di ruangan ini?"Guru BK kembali bertanya.
Loly berusaha menyampaikan.
"Jadi gini pak,"ucap Loly terpotong.
"Nah silahkan kamu ngomong"ucap Guru bk.
Loly tidak bisa berkata apa-apa
"Jadi gini nak, sebaiknya kamu bersikap terbuka kepada saya soalan ini rahasia kamu bisa aman
saya tidak akan memberitahukan ini kepada siswa – siswa lain sehingga kamu merasa di jauhi di
kalangan siswa disini sementara di dalam ruangan ini saya tidak akan memerahi kamu, bahkan
mencubit kamu melainkan ingin mendengar keselahan kamu terhadap teman kamu sendiri, agar
tidak terulang kembali kedepanya,"ucap Guru bk.
"Kamu tidak usah tegang rileks saja, biar kamu tambah rileks kamu ambil permen itu di wadah
kaca di depan kamu."Guru bk menawarkan permen ke arah Loly.
Loly hanya terdiam.
"Ayo ambil lalu buka,"ucap Guru bk.
Saat itu Loly mengambil permen yang ada di wadah kaca kemudian memakanya.
"Nah bapa kembali ke awal, masalah di sini bukan kesalah pahaman seperti yang kamu katakan
barusan, melainkan masalah tentang teman kamu mengalami cidera di bagian telinga apa kamu tidak kasihan terhadap teman kamu sendiri, coba kamu sampaikan ke saya dengan jujur dan tepat
, biar kamu dan Lily hubungan pertemanan kamu membaik,"ucap Guru bk.
Loly memberanikan diri untuk berkata dengan sebenarnya.
"Ok pak saya mencoba untuk terbuka mengatakan yang sebenarnya, awal-awal aku melihat Lily
sebagai teman kelas baru merasa iri terhadap tampilan wajahnya,"ucap Loly.
"Iri bagaimana maksudnya?” guru BK bertanya – tanya.
“ Iri melihat wajah Lily yang cantik, kemudian teman kelas aku bernama Rian lebih senang dan
selalu membela ke Lily,” Loly menjawab.
“Bukanya kamu juga cantik?, nak dengar hanya karena melihat teman kamu wajah nya cantik lalu
kemudian tidak senang melihat Rian dekat dengan Lily kemudian kamu seolah – olah dendam
dengan dia, bersikap buruk terhadap dia, Rian kamu maksd ini yang menang juar bolas basket
itukan?” guru BK bertanya – tanya.
“Ia pak,”Loly menjawab.
__ADS_1
“Kemudian bapa ingin tanya lagi kamu tau siapa orang yang menjahili Lily kemarin, Lily itu
kemarin masuk di ruangan ini karena ada informasi melalui guru kamu kalau Lily itu terkurung
dalam toilet nah bisa tidak beritahukan ke bapa siapa orang nya yang lakukan itu atau pernah
melihat orang nya?”guru BK bertanya – tanya.
“Saya pak orang nya,”Loly menjawab.
"Ahh oww ok, jadi bapa tanya kembali sama kamu jawab dengan jujur, perbuatan siapakah yang
memposting video tentang Lily saat ia lagi terduduk sendiri di dalam ruangan kelas, ini mengenai
masalah yang lebih awal beberapa hari yang lalu dan bapa juga cukup ragu untuk mempercayai
penyampaian Lily bisakah kamu beritahukan kepada saya itu perbuatan siapa?"guru bk bertanya.
"Perbuatan saya juga pak,"jawab Loly.
"Ahh ok.”Guru BK memutar kursih nya sambil terduduk, sambil berfikir penyampaian Lily.
"Aah kenapa Lily tidak jujur di waktu itu, andai Lily jujur disaat dia masuk kedalam ruangan ini
masalah ini tidak akan menumpuk."ucap batin guru BK.
Guru BK kembali menghadap Loly.
“Kamu tau tidak, Lily menyampaikan apa kepada saya pada waktu ia masuk di ruangan berkaitan
dia terkurung di dalam toilet,”ucap guru BK.
“Tidak pak,”Loly menjawab.
“Lily beritahukan kepada saya, Lily itu beritahukan ke saya dia tidak tau apa – apa yang terjadi
di terhadap diri dia sendiri, seandainya kamu menyadari sikap Lily barusan bapa sampaikan
terhadap kamu dia membala kamu tapi itu juga tidak baik yang dilakukan oleh Lily, dalam artian teman kamu tidak berkata jujur kepada saya, jadi bapa punya perasaan yang ganjil kemarin
terhadap Lily jadi bapa berikan hukuman dan Lily sanggup menerimanya,”ucap guru BK.
Di saat Loly mulai menyadari sikap Lily di waktu ia masuk di ruangan BK yang kedua kalinya,
“Nah ada lagi juga yang bapa sampaikan ke kamu kemarin itu saat bapa ingin pulang usai
mengunci pintu ruangan ini, nah bapa kemarin melihat Lily di tarik oleh beberapa cewek seperti
kamu, hmm jangan – jangan itu kamu dan teman kamu yang lain,”ucap guru BK.
"Ia itu saya pak dan itu kedua sahabat saya dan yang ditarik itu Lily pak,"ucap Loly.
"Kamu mau bawa kemana dia pada waktu itu dan setelah itu kamu melakukan apa terhadap
Lily?"Guru BK kembali bertanya.
Mendengar pertanyaan selanjutnya Loly makin berat untuk memberitahukan.
"Di situ saya bawa gunting,"jawab Loly.
"Kamu apakan gunting itu?"Guru bk kembali bertanya.
"Mengunting rambut bagian depan Lily pak,"jawab Loly.
"Oh god really?Guru BK terheran dengan sikap Loly.
Loly menjawab"Ya pak,"
"Kamu kenapa punya sikap jahat seperti itu nak bapak khawatir kalau orang tua Lily, yang di
khawatirkan itu orang tua Lily keberatan terhadap kamu, kemudian kamu bisa di laporkan ke
kantor KMN, dampaknya lagi sekolah kita ini nama baiknya rusak hanya karena 1 siswa belum
lagi bangunan sekolah kita di robohkan, kamu mau berubah atau tidak?”guru BK bertanya – tanya.
“Mau pak,”Loly menjawab.
“Bagus lah kalau kamu mau berubah, kamu ini perempuan lo calon ibu masakan ketika kamu
dewasa nanti punya seorang suami dan anak diri kamu seperti ini, ok jadi begini saya ingin
memberikan kamu hukuman tadiknya hanya saja saya melihat kejujuran kamu itu membuat saya
__ADS_1
tidak ingin memberikan hukuman kepada kamu, jadi ketika Lily keluar dari rumah sakit tugas
kamu meminta maaf kepada dia, pesan dari saya kamu jangan mengulangi perbuatan itu lagi
yah,"ucap Guru bk.
"Baik pak,"jawab Loly.
"Ok sekarang kamu bisa kembali ke ruangan kelas,"ucap Guru bk.
Saat itu Loly keluar dari ruangan bk, tiba-tiba suara misterius terdengar di saat Loly terduduk di
depan ruangan BK sambil memakai sepatu.
"Apa yang membuat kamu merasa kasihan terhadap gadis itu?"suara misterius.
"Siapa?"Loly terheran.
"Hihihi, puaskan rasa keiginan kamu untuk bersenang-senang melalui gadis itu, kamu sudah
melalukan kesenangan yang luar biasa sehingga kedua pendengaran dia rusak,"suara misterius.
"Jimat gelang ini yang sedang berbicara kepadamu,"suara misterius.
Di saat Loly sudah mengetahui asal suara misterius itu melalui jimat gelang yang ia
gunakan,karena rasa takut Loly melepaskan gelang dan melemparnya jauh.
"Hii gelang yang aneh."Loly berlari meninggalkan tempat tersebut.
Ruangan kelas.
Dalam ruangan kelas terlihat suasana kawan-kawan kelas Lily sedang tidak melakukan
pembelajaran melainkan mereka ribut dalam kelas, di antara mereka ada yang sedang bermain
gitaran, ada pula yang sedang asik berbicara.
"Ardi."Dian memanggil.
Ardi yang sedang bermain gitar di panggil oleh Dian sambil membawa gitarnya tersebut.
"Kenapa?"Ardi bertanya.
"Mumpung guru tidak ada kita main musik lagi yuk,"ucap Dian.
"Ok, kita bawa lagu apa ni?"Ardi bertanya.
"Lagu dari Natalie Taylor judul lagu love is the Answer,"ucap Dian.
Mereka yang sedang menunggu kedatangan guru Dian pun memiliki rencana untuk menghiasi
kebosanan di dalam ruangan kelas mengubahnya menjadi kebersamaan mendengarkan alunan
musik.
"I Know what it's like."
Lily terduduk di ranjang kamar rumah sakit sambil membaca buku.
"I know how it feels."
Di dalam kamar Lily ayah nya sedang menulis di selembaran kertas untuk menyampaikan sesuatu.
"Kamu ingin makan apa?"Tulisan di kertas.
"Let the pain break you down, now you gotta give it time to heal."
Lily menuliskan tanggapan dia melalui selembar kertas.
"Aku ingin makan bubur ayam."Lily memperlihatkan ke ayah dia.
"Don't worry now, even though the fear is real."
Ayah Lily memberikan kode jempol.
"Just, hold on.""If you're looking for a sign,something to carry you back into the light."
Ayah Lily keluar dari kamar rumah sakit 34 c menutup pintu kamar Lily yang sedang di temani
oleh bibi."Love is the answer." 2x."When you' re ready, start again i'll be here waitin reaching out
my hands.""Love is the answer."2x.
__ADS_1