Lily Indigo

Lily Indigo
BAB 25 KEDUA TAKDIR


__ADS_3

Di malam hari Loly terbaring di rumah nya sambil mengingat kembali kejadian yang ia


alami di waktu halte bus, kesadaran Loly menipis di saat ia sedang di bonceng oleh Anson, Ayah


Lily pada waktu siang hari melihat sebuah berita yang dimana penemua jazat Anson tergeletak di


atas aspal sambil tertindih sepeda motor yang ia kendarai dalam kondisi masih menyala, tubuh


Anson di saat tim investigasi melakukan pemeriksaan melihat mulutnya mengeluarkan darah


selain itu pada saat mendirikan sepeda motor, terlihat kaki Anson meleleh akibat kenalpot motor,


belum lagi bagian perut Anson berbentuk lubang yang berukuran sempit yang dapat menembus


tubuh dari Anson, melihat kejadian itu para investigasi merasa kebingungan perihal penemua


kematian dari mayat yang di temukan oleh pengendara mobil yang lewat, mereka masih bertanyatanya jenis pembunahan semacam apakah ini, mereka menyelidiki selain lubang ada pada perut


korban, berupa bekas memar dari benda tumpul maupun, bekas tusukan benda tajam di areah


tubuh yang lain, tim investigasi mulai merasa ini bentuk pembunuhan yang baru karena tidak


seperti sebuah pisau yang dapat menembus objek, para investigasi masih belum menemukan


jawaban yang sempurnah untuk memecahkan misteri kematian dari Anson, garis KMN (


Keamanan Masyarakat Nasional ) terbentang di tempat kejadian jazat Anson, sejumlah mobil


KMN terparkir di luar garis pembatas yang terbentang tersebut, saat itu ayah Lily melihat berita


itu, jazat Anson di masukkan kedalam kantong jenazah lalu di angkat menuju mobil ambulance


untuk di periksa lebih teliti di ruangan jenazah rumah sakit tempat ibu Lily kerja yaitu rumah sakit


Antrixena sekaligus tempat Lily di rawat.


"Kapten saya ingin melaporkan jika kematian korban di akibatkan binatang buas, yang berkuku


tajam dan memiliki tangan yang kuat," ucap anggota investigasi.


"Hmm ini bukan binatang buas, seandainya tubuh korban terkoyak-koyak itu sudah pasti binatang


buas, tapi bisa saja ada benarnya di akibatkan binatang buas,"ucap kapten investigasi.


"Saya memberikan tugas kepada tim untuk melakukan penyelidikan selama seminggu, itu di


sebabkan kematian korban suatu hal yang baru, kalian akan di perlengkapi senjata,"ucap kapten i


investigasi.


Malam 10:00


Seorang dokter berada di kamar Lily sedang memeriksa keadaan Lily sementara sang ayah berdiri di dekat dokter tersebut.


"Keadaan nya bagaimana Dokter?"Ayah Lily bertanya.


"Sepertinya penderahan ada pada telinga anak bapak sudah memulih, besok pagi itu sudah bisa


balik kerumah dan saya akan kembali memeriksa pendengaran anak bapak menggunakan alat


ASSR, alat ini akan memberikan hasil tingkat gangguan pada telinga anak bapak,"ucap Dokter.


Ayah Lily menjawab"Ok silahkan Dokter,"


Saat itu dokter memasangkan heandset pada telinga Lily.


Sesaat kemudian.


"Hmm alat ini akan memberitahukan kita kondisi pendengaran anak bapak nantinya,"ucap Dokter.


"Bagus,"jawab ayah Lily.


Saat itu Dokter itupun melakukan penggunaan alat, Lily yang sedang terduduk sambil memakai

__ADS_1


sebuah heandset.


4 menit kemudian.


Dokter itu melakukan pencatatan hasil melalui buku.


"Jadi bagaimana hasilnya Dokter?"Ayah Lily bertanya.


"Ya seperti hasil yang kemarin anak bapa mengalami gangguan pendengaran tingkat sedang, dia


tidak dapat mendengar suara sejauh jarak kita di saat berbicara seperti ini maka dengan tanpa alat


bantu pendengaran dia masih bisa mendengar suara apabila kita mendekat ke telinga dia seperti


orang membisik, selain itu bapak tidak usah khawatir gangguan pendengaran anak bapak bisa


pulih dengan sendirinya dan saya tidak bisa memastikan pemulihan itu berapa lama, setiap


sebulan anak bapak di bawa ke klinik saya untuk melakukan pemeriksaan,"ucap Dokter.


"Ok terimakasih dokter atas penjelasanya, khawatiran saya sedikit berkurang melalui anak


saya,"ucap ayah Lily.


"Ya sama-sama,"jawab Dokter.


Saat itu Dokter berjalan menuju pintu kamar ingin keluar begitupun Suster yang mendorong kereta


meja besi yang terdapat alat pengecekan pendengaran.


Waktu tidur 11:00


Lily beserta keluarganya sedang tertidur begitupun Lily, ayah dan bibi dia tertidur secara pisah


ayah Lily tidur terduduk di samping Lily yang sedang tertidur di kasur begitupun bibi tertidur di


lantai berhalaskan karpet. Angin ac berhembus, saat malam itu keganjilan pun terjadi, suara


hentakan telapak kaki mulai bermunculan tak seorang yang menyadari, Lisa yang masih berada di


di luar balik jendela pintu kayu berbentuk kotak terlihat sesosok kain setengah muncul dibalik sisi


kaca itu, terlihat hanya tangan terlipat, Lisa mulai mengetahui yang datang itu bukan dari sebangsa


dia yang bisa taat dengan ucapan untuk kebaikan melainkan sesosok liar yang menunggu majikan,


Lisa yang memasang wajah rupah buruk dia menyiapkan diri menghampiri sesosok berkain putih itu, di saat itu sesosok di luar pintu yang sedang berdiri itu berbalik mengarah kedalam kamar Lily


melihat kondisi manusia yang sedang tertidur, Lisa yang mengkhawatirkan keburukan ia pun


menghilang di atas lemari keluar dan menghampiri sesosok pocong berwajah tengkorak.


"Kamu bukan patuh kepada kebaikan,"ucap Lisa.


"Sebaiknya pergi dari sini sebelum aku memusnahkanmu,"ucap Lisa.


Lisa berinteraksi dengan sesama makhluk sejenisnya akan tetapi sesosok itu hanya melihat ke arah


Lisa.


"Dengar makhluk ghaib gadis bodoh, aku tidak akan mudah di hentikan begitu saja, dan aku bisa


melakukan keburukan di tempat ini sesuai keiginan saya, beserta mengambil jimat mata dari gadis


yang tertidur di dalam sana,"ucap sosok.


Saat itu sosok itu menghilang di hadapan Lisa dan melihat sosok itu sudah masuk ke dalam kamar


Lily, di saat Lily tertidur kesadaran dia mulai naik akibat mencium aroma busuk di sekitar dia, di


saat itu Lily terbangun dari aroma yang tidak mengenakkan.Lily yang terbangun membalik ke


arah ayah dia sedang tertidur dan melihat sesosok pocong itu berada di belakang ayahnya berkain

__ADS_1


kotor dan berwajah tengkorak, Lily terduduk kaku melihat sesosok itu dan secara cepat sosok itu


melayang menghampiri Lily, Sosok itu merasuk ke alam ke tidak sadaran Lily sehingga ia berada


di dimensi berbeda yang ingin mengendalikan tubuh dari Lily untung saja wajah Lisa nampak


terlihat dan masuk juga pada tubuh Lily.


"Lagi-lagi aku berada di hutan,"ucap Lily.


"Lisa?"Lily terheranan melihat Lisa ada di depan dia.


"Kamu sebaiknya tetap di tempat kamu karena ada sesosok yang merasuk di diri kamu dengan


bertujuan mengambil jimat cahaya di bola mata kamu, aku khawatir ketika sesosok itu berhasil


merebutnya kamu kehilangan satu bola mata, dan aku tidak membiarkan itu terjadi,”ucap Lisa.


"Sekarang ada dimana dia."Lisa berkonsentrasi untuk melacak keberadaan aura sosok pocong.


Lisa mengirim kunang-kunang mengarah di balik pohon dan keluarlah sesosok itu.


"Buat apa untuk bersembunyi,"ucap Lisa.


Secara cepat Lisa menghilang di hadapan Lily, Lisa yang menemukan sesosok itu memegang


tubuh dari sesosok pocong itu lalu memakai segenap kekuatanya untuk melenyapkanya.


“Hahaha kamu terlalu meremehkan aku,” ucap Lisa.


“Tidaakk,”Jeritnya.


Di saat sesosok itu di lenyapkan oleh Lisa, Lisa menghilang hanya mendengar suaranya.


“Lebih baik kembalilah kamu tidur,” ucap Lisa.


Di waktu itu Lily kembali terbaring di atas kasur sementara Lisa berada di samping kasur Lily .


Pada malam hari yang sama Loly berada di wastafel yang berada di dalam WC kamarnya sedang


muntah akibat dari ketidak enakan tenggorakan yang ia rasakan.


"Hueek, hueek."Loly muntah.


Loly memutar kerang air.


“Tenggerokan aku dan perasaan aku gak enak banget pas aku pulang dari sekolah, apa yang


dilakukan orang itu kepadaku?”Loly bertanya –tanya.


Loly melihat ke arah cermin terlihat wajah dia, berkulit putih mata sedikit sipit berambut panjang


tak berponi.


Pada waktu Loly masih berdiri tertunduk sedang kumur – kumur memakai air Loly mengangkat


kepalanya lalu melihat ke cermin ada sesosok nenek tua bertongkat di dekatnya sehingga


membuatnya terkejut.


"Haah?"Loly terkaget.


"Hihihi tenang saja ***, nenek tidak akan menyakitimu,"ucap nenek.


"Nenek yang di waku itukan?"Loly terheran.


"Kok bisa ada di sini?"Loly terheran.


"Hihi soalan itu *** kamu tidak perlu tau, nenek kesini untuk memberikan kamu pilihan,"ucap


nenek.


Loly menyandarkan tubuh dia di wastafel dengan tubuh yang bergetar.

__ADS_1


"Pi'pilahan, maksudnya apa?" Loly bertanya.


"Pilihan untuk awet mudah atau ingin hidup normal,"ucap nenek.


__ADS_2