
Di malam hari Loly terbaring di rumah nya sambil mengingat kembali kejadian yang ia
alami di waktu halte bus, kesadaran Loly menipis di saat ia sedang di bonceng oleh Anson, Ayah
Lily pada waktu siang hari melihat sebuah berita yang dimana penemua jazat Anson tergeletak di
atas aspal sambil tertindih sepeda motor yang ia kendarai dalam kondisi masih menyala, tubuh
Anson di saat tim investigasi melakukan pemeriksaan melihat mulutnya mengeluarkan darah
selain itu pada saat mendirikan sepeda motor, terlihat kaki Anson meleleh akibat kenalpot motor,
belum lagi bagian perut Anson berbentuk lubang yang berukuran sempit yang dapat menembus
tubuh dari Anson, melihat kejadian itu para investigasi merasa kebingungan perihal penemua
kematian dari mayat yang di temukan oleh pengendara mobil yang lewat, mereka masih bertanyatanya jenis pembunahan semacam apakah ini, mereka menyelidiki selain lubang ada pada perut
korban, berupa bekas memar dari benda tumpul maupun, bekas tusukan benda tajam di areah
tubuh yang lain, tim investigasi mulai merasa ini bentuk pembunuhan yang baru karena tidak
seperti sebuah pisau yang dapat menembus objek, para investigasi masih belum menemukan
jawaban yang sempurnah untuk memecahkan misteri kematian dari Anson, garis KMN (
Keamanan Masyarakat Nasional ) terbentang di tempat kejadian jazat Anson, sejumlah mobil
KMN terparkir di luar garis pembatas yang terbentang tersebut, saat itu ayah Lily melihat berita
itu, jazat Anson di masukkan kedalam kantong jenazah lalu di angkat menuju mobil ambulance
untuk di periksa lebih teliti di ruangan jenazah rumah sakit tempat ibu Lily kerja yaitu rumah sakit
Antrixena sekaligus tempat Lily di rawat.
"Kapten saya ingin melaporkan jika kematian korban di akibatkan binatang buas, yang berkuku
tajam dan memiliki tangan yang kuat," ucap anggota investigasi.
"Hmm ini bukan binatang buas, seandainya tubuh korban terkoyak-koyak itu sudah pasti binatang
buas, tapi bisa saja ada benarnya di akibatkan binatang buas,"ucap kapten investigasi.
"Saya memberikan tugas kepada tim untuk melakukan penyelidikan selama seminggu, itu di
sebabkan kematian korban suatu hal yang baru, kalian akan di perlengkapi senjata,"ucap kapten i
investigasi.
Malam 10:00
Seorang dokter berada di kamar Lily sedang memeriksa keadaan Lily sementara sang ayah berdiri di dekat dokter tersebut.
"Keadaan nya bagaimana Dokter?"Ayah Lily bertanya.
"Sepertinya penderahan ada pada telinga anak bapak sudah memulih, besok pagi itu sudah bisa
balik kerumah dan saya akan kembali memeriksa pendengaran anak bapak menggunakan alat
ASSR, alat ini akan memberikan hasil tingkat gangguan pada telinga anak bapak,"ucap Dokter.
Ayah Lily menjawab"Ok silahkan Dokter,"
Saat itu dokter memasangkan heandset pada telinga Lily.
Sesaat kemudian.
"Hmm alat ini akan memberitahukan kita kondisi pendengaran anak bapak nantinya,"ucap Dokter.
"Bagus,"jawab ayah Lily.
Saat itu Dokter itupun melakukan penggunaan alat, Lily yang sedang terduduk sambil memakai
__ADS_1
sebuah heandset.
4 menit kemudian.
Dokter itu melakukan pencatatan hasil melalui buku.
"Jadi bagaimana hasilnya Dokter?"Ayah Lily bertanya.
"Ya seperti hasil yang kemarin anak bapa mengalami gangguan pendengaran tingkat sedang, dia
tidak dapat mendengar suara sejauh jarak kita di saat berbicara seperti ini maka dengan tanpa alat
bantu pendengaran dia masih bisa mendengar suara apabila kita mendekat ke telinga dia seperti
orang membisik, selain itu bapak tidak usah khawatir gangguan pendengaran anak bapak bisa
pulih dengan sendirinya dan saya tidak bisa memastikan pemulihan itu berapa lama, setiap
sebulan anak bapak di bawa ke klinik saya untuk melakukan pemeriksaan,"ucap Dokter.
"Ok terimakasih dokter atas penjelasanya, khawatiran saya sedikit berkurang melalui anak
saya,"ucap ayah Lily.
"Ya sama-sama,"jawab Dokter.
Saat itu Dokter berjalan menuju pintu kamar ingin keluar begitupun Suster yang mendorong kereta
meja besi yang terdapat alat pengecekan pendengaran.
Waktu tidur 11:00
Lily beserta keluarganya sedang tertidur begitupun Lily, ayah dan bibi dia tertidur secara pisah
ayah Lily tidur terduduk di samping Lily yang sedang tertidur di kasur begitupun bibi tertidur di
lantai berhalaskan karpet. Angin ac berhembus, saat malam itu keganjilan pun terjadi, suara
hentakan telapak kaki mulai bermunculan tak seorang yang menyadari, Lisa yang masih berada di
di luar balik jendela pintu kayu berbentuk kotak terlihat sesosok kain setengah muncul dibalik sisi
kaca itu, terlihat hanya tangan terlipat, Lisa mulai mengetahui yang datang itu bukan dari sebangsa
dia yang bisa taat dengan ucapan untuk kebaikan melainkan sesosok liar yang menunggu majikan,
Lisa yang memasang wajah rupah buruk dia menyiapkan diri menghampiri sesosok berkain putih itu, di saat itu sesosok di luar pintu yang sedang berdiri itu berbalik mengarah kedalam kamar Lily
melihat kondisi manusia yang sedang tertidur, Lisa yang mengkhawatirkan keburukan ia pun
menghilang di atas lemari keluar dan menghampiri sesosok pocong berwajah tengkorak.
"Kamu bukan patuh kepada kebaikan,"ucap Lisa.
"Sebaiknya pergi dari sini sebelum aku memusnahkanmu,"ucap Lisa.
Lisa berinteraksi dengan sesama makhluk sejenisnya akan tetapi sesosok itu hanya melihat ke arah
Lisa.
"Dengar makhluk ghaib gadis bodoh, aku tidak akan mudah di hentikan begitu saja, dan aku bisa
melakukan keburukan di tempat ini sesuai keiginan saya, beserta mengambil jimat mata dari gadis
yang tertidur di dalam sana,"ucap sosok.
Saat itu sosok itu menghilang di hadapan Lisa dan melihat sosok itu sudah masuk ke dalam kamar
Lily, di saat Lily tertidur kesadaran dia mulai naik akibat mencium aroma busuk di sekitar dia, di
saat itu Lily terbangun dari aroma yang tidak mengenakkan.Lily yang terbangun membalik ke
arah ayah dia sedang tertidur dan melihat sesosok pocong itu berada di belakang ayahnya berkain
__ADS_1
kotor dan berwajah tengkorak, Lily terduduk kaku melihat sesosok itu dan secara cepat sosok itu
melayang menghampiri Lily, Sosok itu merasuk ke alam ke tidak sadaran Lily sehingga ia berada
di dimensi berbeda yang ingin mengendalikan tubuh dari Lily untung saja wajah Lisa nampak
terlihat dan masuk juga pada tubuh Lily.
"Lagi-lagi aku berada di hutan,"ucap Lily.
"Lisa?"Lily terheranan melihat Lisa ada di depan dia.
"Kamu sebaiknya tetap di tempat kamu karena ada sesosok yang merasuk di diri kamu dengan
bertujuan mengambil jimat cahaya di bola mata kamu, aku khawatir ketika sesosok itu berhasil
merebutnya kamu kehilangan satu bola mata, dan aku tidak membiarkan itu terjadi,”ucap Lisa.
"Sekarang ada dimana dia."Lisa berkonsentrasi untuk melacak keberadaan aura sosok pocong.
Lisa mengirim kunang-kunang mengarah di balik pohon dan keluarlah sesosok itu.
"Buat apa untuk bersembunyi,"ucap Lisa.
Secara cepat Lisa menghilang di hadapan Lily, Lisa yang menemukan sesosok itu memegang
tubuh dari sesosok pocong itu lalu memakai segenap kekuatanya untuk melenyapkanya.
“Hahaha kamu terlalu meremehkan aku,” ucap Lisa.
“Tidaakk,”Jeritnya.
Di saat sesosok itu di lenyapkan oleh Lisa, Lisa menghilang hanya mendengar suaranya.
“Lebih baik kembalilah kamu tidur,” ucap Lisa.
Di waktu itu Lily kembali terbaring di atas kasur sementara Lisa berada di samping kasur Lily .
Pada malam hari yang sama Loly berada di wastafel yang berada di dalam WC kamarnya sedang
muntah akibat dari ketidak enakan tenggorakan yang ia rasakan.
"Hueek, hueek."Loly muntah.
Loly memutar kerang air.
“Tenggerokan aku dan perasaan aku gak enak banget pas aku pulang dari sekolah, apa yang
dilakukan orang itu kepadaku?”Loly bertanya –tanya.
Loly melihat ke arah cermin terlihat wajah dia, berkulit putih mata sedikit sipit berambut panjang
tak berponi.
Pada waktu Loly masih berdiri tertunduk sedang kumur – kumur memakai air Loly mengangkat
kepalanya lalu melihat ke cermin ada sesosok nenek tua bertongkat di dekatnya sehingga
membuatnya terkejut.
"Haah?"Loly terkaget.
"Hihihi tenang saja ***, nenek tidak akan menyakitimu,"ucap nenek.
"Nenek yang di waku itukan?"Loly terheran.
"Kok bisa ada di sini?"Loly terheran.
"Hihi soalan itu *** kamu tidak perlu tau, nenek kesini untuk memberikan kamu pilihan,"ucap
nenek.
Loly menyandarkan tubuh dia di wastafel dengan tubuh yang bergetar.
__ADS_1
"Pi'pilahan, maksudnya apa?" Loly bertanya.
"Pilihan untuk awet mudah atau ingin hidup normal,"ucap nenek.