Lima Sekawan: Pertarungan Memperebutkan Takhta Kekaisaran

Lima Sekawan: Pertarungan Memperebutkan Takhta Kekaisaran
Chapter 12: Identitas Lea Yang Sebenarnya


__ADS_3

"Aku minta maaf kak, aku tidak akan mengulanginya lagi. Aku juga minta maaf pada kalian, aku janji tidak akan mengulanginya lagi." Ucap Luca bersungguh-sungguh.


"Apa kau yakin? Atau, perlukah aku bilang ke Papa dan Mama untuk memberimu hukuman?" Ucap Alice dingin.


"Ugh... Kakak aku kan sudah berjanji tidak akan mengulanginya lagi, jadi kumohon jangan beritahu Papa dan Mama ya?" Ucap Luca sambil memohon pada kakaknya.


"Baik, baik aku tidak akan memberitahukan hal ini pada Papa dan Mama, tapi apa kau bisa membuktikannya pada kami, Luca?" Ucap Alice sambil mengangkat alisnya.


"Tentu saja aku bisa membuktikannya. Ayo kita pergi teman ku, Lea sudah menunggu dari tadi, aku akan memperkenalkan kalian semua padanya." Ucap Luca sedikit antusias.


"Sebentar, sebentar tadi kau bilang 'Lea' bukan, apa dia punya nama belakang?" Ucap Eugeo penasaran.


"Ya, tentu saja dia punya, kalau tidak salah namanya 'Columbia' memangnya ada apa, sampai kau menanyakan nama belakangnya?" Ucap Luca ikut penasaran.


"Bukan apa-apa, aku hanya ingin tahu saja, lalu bagaimana warna mata, bentuknya serta warna rambutnya?" Ucap Eugeo ingin memastikan.


"Hmm... Warna matanya ungu dan biru berbentuk seperti permata, lalu kalau untuk rambutnya dia memiliki 3 warna ungu, pink, dan warna kuning keemasan yang panjangnya mencapai betis lalu ada bagian rambut yang pendek disekitar telinganya." Ucap Luca menjelaskan.


"Kak, mungkinkah itu Tuan Putri?" Ucap Sena berbisik.


"Kenapa kau berpendapat seperti itu, Sena?" Ucap Eugeo.


"Soalnya dari apa yang sudah dijelaskan oleh Luca, ciri-ciri itu sangat mirip dengan Tuan Putri, kak." Ucap Sena berbisik.


"Kau memang benar, tapi kita tidak boleh asal menebak" Ucap Eugeo berbisik pada Sena.


"Tapi..." Ucap Sena dipotong oleh Luca.


"Hei, apa yang kalian bicarakan, tadi aku dengar kalian mengungkit tentang Tuan Putri." Ucap Luca sedikit penasaran.


"Ha-hahaha, mana mungkin Luca, kami tidak membicarakan tentang Tuan Putri atau apapun, bukankah begitu Sena?" Ucap Eugeo gugup.


"Hmm... Apa kalian yakin?" Ucap Luca curiga.


"Ah, Luca ayo kita temui temanmu itu, mungkin dia sudah lama menunggu." Ucap Eugeo yang mencoba mengalihkan perhatian Luca.


"Ah!! Benar juga, ayo kita pergi." Ucap Luca yang tiba-tiba teringat Lea.

__ADS_1


"Fyuuh.. hampir saja.. tadi itu sungguh membuatku terkejut saat Luca tiba-tiba datang." Ucap Sena menghela nafas lega.


"Iya..." Ucap Eugeo ikut menghela nafas lega.


"Ayo kita jalan." Ucap Luca memimpin di depan.


"Tapi Luca, apa kau tau dimana temanmu menunggu?" Ucap Alice khawatir takut tersesat.


"Tentu saja aku tahu, kak. Kakak jangan khawatir ikuti saja aku." Ucap Luca berusaha meyakinkan kakaknya.


"Mhmm." Ucap Alice berjalan sambil menganggukkan kepalanya.


"Nah.. kita sudah sampai. Semua perkenalkan dia Lea Columbia, dan yang disampingnya adalah Ivy Lycana temannya Lea." Ucap Luca memperkenalkan kakak, dan 2 orang temannya.


"Halo Nona Columbia, halo Nona Lycana. Perkenalkan saya kakaknya Luca, nama saya Alice Schubert De Castina, senang bertemu dengan kalian." Ucap Alice memperkenalkan diri nya sambil memberi hormat.


"Senang bertemu denganmu juga, Nona Castina." Ucap Tuan Putri Lea dan Ivy memperkenalkan dirinya.


"Kak, bukankah itu Tuan Putri Lea dan Ivy? Kenapa beliau ada disini?" Ucap Sena berbisik karena terkejut setelah melihat Tuan Putrinya ada di alun-alun kota saat Festival Lentera diadakan.


"Benar, itu Tuan Putri, haruskah kita memberi salam pada beliau juga?" Ucap Eugeo berbisik.


"Ah... Tidak mungkin, Eugeo, Sena kenapa kalian ada disini?" Ucap Tuan Putri bingung.


"Kami menghadap Tuan Putri Lea, Sang Bintang Kekaisaran." Ucap Sena dan Eugeo bareng sambil membungkukkan badan memberi salam.


"Cukup, aku tanya kenapa kalian ada disini?" Ucap Tuan Putri.


"Kami sedang mengajak teman kami untuk melihat-lihat Festival Lentera, anda sendiri kenapa ada disini, Tuan Putri?" Ucap Eugeo bertanya kembali.


"A-ah...itu..." Ucap Tuan Putri gugup.


"Kami datang kemari untuk melihat Festival Lentera yang di adakan setahun sekali. Karena Tuan Putri merasa bosan..." Ucap Ivy menjelaskan, tapi terpotong oleh Tuan Putri.


"Cukup! Ivy, aku tidak memintamu untuk menjelaskannya pada mereka." Ucap Tuan Putri tegas dan teriak.


"Maafkan hamba Tuan Putri." Ucap Ivy terkejut karena teriakan yang dia dapat dari Tuan Putri yang dia layani.

__ADS_1


"Maaf menganggu pembicaraan kalian, tapi aku punya pertanyaan untuk kalian berdua, pertama kita mulai dari mu Lea." Ucap Luca.


"Silahkan." Ucap Tuan Putri singkat.


"Tadi aku dengar Eugeo memanggilmu 'Tuan Putri' apa maksudnya itu? Saat aku bertanya pada mu di toko buku, kau bilang kalau kau bukan seorang 'Tuan Putri' lalu kenapa Eugeo memanggilmu 'Tuan Putri' bukankah kau berhutang penjelasan pada ku, Lea?" Ucap Luca marah karena sudah ditipu oleh Tuan Putri.


"Sebelum itu, bisakah kita pindah ke tempat yang lebih tenang dulu? Disini terlalu berisik dan banyak mata melihat." Ucap Tuan Putri.


"Baiklah, bagaimana kalau kita pindah kesana? Tempatnya tidak terlalu jauh dari tempat kita berdiri." Ucap Luca sambil menunjukkan ke tempat yang dia rekomendasikan.


Setibanya disana.


"Baiklah, bisakah kau menceritakan apa yang terjadi padaku, Lea atau haruskah aku memanggilmu 'Tuan Putri'?" Ucap Luca dingin sambil tersenyum sinis.


"Beraninya kau bicara seperti itu pada Tuan Putri!" Ucap Ivy marah karena Tuan Putri dihina oleh Luca.


"Maafkan aku Luca, aku terpaksa berbohong untuk menutupi identitas ku yang sebenarnya, tapi sebelum itu biarkan aku memperkenalkan diri ku terlebih dulu." Ucap Tuan Putri


"Mhmm." Ucap Luca singkat.


"Perkenalkan namaku Lea Frederica Obelia De Harvest. Salam kenal semuanya." Ucap Tuan Putri tersenyum ramah.


"T-Tu-Tuan Putri?! A...Apa benar kau itu seorang Tuan Putri, Lea?" Ucap Luca terkejut.


"Ya, itu aku, tapi ada apa dengan wajah mu, Luca? Apa kau sakit? Wajah memerah." Tanya Tuan Putri khawatir karena melihat wajah Luca yang tiba-tiba pucat.


"Sa-saya tidak apa-apa, Tuan Putri. Saya hanya sedikit terkejut, setelah mengetahui identitas anda." Ucap Luca yang masih terlihat sedikit panik.


"Mhmm... Baguslah kalau kau baik-baik saja, Luca." Ucap Tuan Putri senang.


"Sstt... Hei, Luca." Ucap Alice berbisik pada Luca.


"Ya, kak, ada apa?" Ucap Luca penasaran.


"Bukannya kau punya sesuatu yang penting untuk dibicarakan pada Tuan Putri?" Ucap Alice mengingatkan adik angkatnya.


"Hmm... Ah, benar juga aku hampir lupa kak. Terima kasih, kak." Ucap Luca berbisik juga.

__ADS_1


"Mhmm.. sama-sama, Luca." Ucap Alice sambil tersenyum.


"Hmm... Tu... Tuan Putri, sa-saya ingin minta maaf karena telah bersikap tidak sopan pada anda." Ucap Luca diabaikan oleh Tuan Putri.


__ADS_2