Lima Sekawan: Pertarungan Memperebutkan Takhta Kekaisaran

Lima Sekawan: Pertarungan Memperebutkan Takhta Kekaisaran
Chapter 32: Awal Mula Pertempuran (2)


__ADS_3

Tapi walaupun begitu beberapa anak yang merupakan keturunan atau penguasa dari wilayah tersebut ada yang berhasil melarikan diri, tapi tidak dengan penguasa lainnya yang tidak berhasil melarikan diri dari pengejaran pasukan Pangeran Michael.


"Hah hah hah." Suara seseorang yang terdengar sangat kelelahan akibat berlari tanpa henti.


"Sial, sebenarnya apa yang sedang terjadi disini???" Ucap Grand Duchess Yuuki di dalam hatinya sambil berusaha melarikan diri melewati hutan belakang kediamannya.


"Aku tidak tahu apa yang terjadi, tapi ku harap yang lain baik-baik saja. Terutama orang itu, kuharap dia tidak terluka sedikitpun. Sebaiknya aku segera pergi ke Theodore Roosevelt terlebih dahulu, ku harap yang lainnya juga ada disana." Batin Grand Duchess Yuuki sambil mengeluarkan batu teleportasinya.


Beberapa jam sebelumnya, kediaman Grand Duchess Yuuki, kadang kuda Grand Duchess Yuuki saat ini.


"Halo, Eri. Kau pasti sudah menunggu sangat lama ya?" Ucap Grand Duchess Yuuki pada kuda kesayangannya yang bernama Eri tersebut.


"Khiiiikkk." Seru Eri sambil meringkik gembira melihat majikannya datang.


"Pfftt. Hahahaha, sepertinya kau sudah sangat menantikan persiar kita kali ini ya? Aku pun juga sangat menantikannya. Ini pertama kalinya kita melakukan persiar kembali setelah 5 bulan lamanya sejak terakhir kalinya aku menunggangimu, Eri. Setelah itu, aku pun jatuh sakit dan terpaksa harus dibawa ke Mansion Yuuki untuk mendapatkan pengobatan."


"Itu sangat disayangkan karena aku harus berpisah denganmu selama 5 bulan. Tapi sekarang aku sudah sembuh jadi bagaimana kalau kita lakukan persiar sekali lagi, Eri?" Tanya Grand Duchess Yuuki dengan gembiranya sambil berbicara dengan kudanya.


"Khiiiikkk." Ringkik Eri dengan gembira.


"Baiklah ayo kita jalan."


"Eri, lihat cuaca hari ini sungguh cerah ya. Angin musim semi yang berhembus dengan sangat lembut, sinar matahari yang tidak terlalu terik, dan aroma bunga yang bermekaran tersebar dimana-mana. Sungguh sangat indah dan menakjubkan untuk dipandang." Ucap Grand Duchess Yuuki.


Sementara itu di pagar utama kediaman Grand Duchess Yuuki, pasukan Kekaisaran yang dipimpin oleh Yang Mulia Pangeran Michael datang untuk menghancurkan semua jejak Grand Duchess Yuuki, yang merupakan sepupu sekaligus pemegang kekuasaan tertinggi di Kekaisaran Harvest setelah Yang Mulia Kaisar.


"Hei, apa kalian sudah dengar beritanya? Katanya Istana Matahari, Istana Eldrie, Istana Alpine dan Istana Fanatio di hancurkan!!" Ucap salah satu penjaga yang menjaga pintu gerbang kediaman Grand Duchess Yuuki.

__ADS_1


"Ya, saya sudah dengar itu. Dan dari apa yang saya dengar katanya pelaku utama dari penyerangan itu adalah Yang Mulia Pange..." Ucap penjaga satu lagi yang tiba-tiba saja terdapat sebuah panah cahaya yang tertancap dilehernya.


"A-astaga!" Ucap penjaga itu yang juga mengalami hal yang sama dengan penjaga sebelumnya.


Dan tepat, di seberang pos penjaga ada seorang pelayan muda yang tidak sengaja melihat pembunuhan tersebut dan segera berlari masuk ke aula utama yang berada di lantai dasar, segera setelah keberadaannya disadari oleh salah satu prajurit tersebut. Dan tidak perlu memakan waktu banyak, pelayan tersebut pun dipanah di bagian belakang kepalanya dan membuat gempar semua orang yang sedang bekerja sehingga menimbulkan kepanikan yang tidak berujung.


Mereka yang berusaha untuk melarikan diri dibunuh oleh para prajurit tersebut, begitu pula dengan mereka yang mencoba untuk bersembunyi atau mereka yang tertangkap oleh para prajurit itu dan diintrogasi lalu mengatakan hal yang salah atau mencoba untuk menyembunyikan sesuatu dari mereka juga dibunuh dengan sangat mengenaskan.


Sementara itu di taman belakang kediaman Grand Duchess Yuuki, ada seorang pelayan wanita tua paruh baya yang berlari menghampiri Grand Duchess Yuuki yang sedang menikmati angin musim semi yang sejuk sambil berteriak.


"SERANGAN! SERANGAN!"


"YANG MULIA PANGERAN MICHAEL, DATANG MENYERANG KEDIAMAN YUUKI BERSAMA PARA PASUKANNYA! YANG MULIA, CEPAT ANDA PERGI DARI SINI!"


"Apa?? apa yang sebenarnya terjadi disini?? Kenapa Pangeran Michael datang dan menyerang kediaman Yuuki??"


"Yang Mulia, apa yang anda lakukan?? Cepatlah pergi dari sini! Kalau tidak kita semua akan mati."


"Saya sungguh tidak bisa meninggalkan anda begitu saja, Yang Mulia. Anda sudah saya anggap seperti anak saya sendiri, jadi saya mohon pergilah sebelum Pangeran Michael datang dan membunuh anda."


"Tidak! Aku tidak akan meninggalkan kalian begitu saja!!"


"Jane, aku tanya padamu, bukankah kau sudah mengenalku sejak aku masih bayi? Apa kau pernah melihatku meninggalkan sesuatu yang sangat aku sayangi begitu saja?" Tanya Grand Duchess Yuuki.


"Tidak, Yang Mulia." Ucap pelayan Jane termenung.


"Ya, kalau begitu pasti kau tahukan apa yang harus dilakukan, bukankah begitu, Jane." Ucap Grand Duchess Yuuki sambil turun dari kuda kesayangannya, Eri.

__ADS_1


"Tentu, Yang Mulia."


"Lalu bagaimana dengan anda, Yang Mulia? Apa anda akan melawan semua prajurit itu sendirian?" Tanya Jane khawatir.


"Kau tidak perlu khawatir, Jane. Aku tidak selemah seperti yang kau kira. Lagipula Tuan Malevolent ada bersamaku, jadi aku akan baik-baik saja.


"Jadi cepatlah kau bawa mereka semua ke tempat persembunyian yang ada di ruang kerja ayahku."


"Saat kau sampai di sana kau akan menemukan sebuah potret keluarga. Dan di sana kau akan menemukan beberapa petunjuk dan kode-kode yang akan membantumu."


"Sebelumnya aku sudah memecahkan 5 dari kode yang ada, lalu aku juga sudah menelusuri jalan rahasia itu, sejauh yang aku tahu tempat itu sangat aman untuk bersembunyi. Disana juga sudah tersedia berbagai macam makanan, obat-obatan dan pakaian ganti untuk kalian semua."


"Aku tidak tahu kapan tepatnya itu dibuat dan kapan tepatnya barang-barang itu diletakkan, tapi aku yakin kalian akan membutuhkan itu semua nanti. Aku sudah memberikan tanda di setiap lorong rahasia itu, jadi kalian hanya tinggal mengikutinya saja, berhati-hatilah karena saat aku menelusuri lorong rahasia itu ada banyak jebakan tersembunyi jadi jangan sampai kalian salah mengambil langkah."


"Dan juga, aku sudah meninggal beberapa catatan di setiap jalan, jadi pastikan kalian membacanya. Baiklah, aku serahkan mereka semua padamu, Jane. Berhati-hatilah, Jane, aku percaya padamu. Tolong jaga mereka semua untukku." Jelas Grand Duchess Yuuki sambil menepuk pundak Jane.


"Baik, Yang Mulia. Saya akan mengingatnya." Ucap Jane sambil berlari pergi ke tempat dimana semua pelayan sedang berkumpul.


Tepat setelah pelayan tua itu pergi, seorang prajurit yang mengenakan zirah dengan lambang naga emas ditengahnya mendatangi Grand Duchess Yuuki yang saat itu sedang berlari menuju aula utama.


"Yang Mulia, maafkan hamba karena tidak bisa melindungi anda, Yang Mulia." Ucap prajurit itu.


"Itu tidak masalah, Tuan Malevolent. Sekarang ayo kita lindungi mansion ini bersama!" Pinta Grand Duchess Yuuki.


"Baik, Yang Mulia. Saya akan selalu melindungi mansion ini dan semua yang ada didalamnya akan saya lindungi." Ucap Tuan Malevolent itu sambil mengeluarkan pedangnya dan siap untuk melakukan perlawanan.


"Bagus, aku suka dengan semangat dan keberanianmu, sekarang ayo kita temui mereka." Ucap Grand Duchess Yuuki.

__ADS_1


__ADS_2