
"Ivy, apa semua persiapannya sudah siap?" Tanya Tuan Putri Lea sambil mengurusi beberapa dokumen.
"Sudah, Tuan Putri. Tinggal menyiapkan gaun untuk anda gunakan saat pesta penyambutan dan gaun tidur anda itu saja yang belum." Ucap Ivy sambil menuangkan teh lavender kesukaan Tuan Putri Lea.
"Mmm... Untuk gaun tidur aku akan menggunakan yang sederhana, elegan dan juga jangan terlihat terlalu mewah. Sedangkan untuk gaun pesta aku akan pergi ke butik yang biasa aku datangi." Ucap Tuan Putri Lea sambil menyeruput teh lavender kesukaannya.
"Baik, Tuan Putri. Kalau begitu saya akan membantu anda bersiap-siap." Ucap Ivy sambil memanggil beberapa dayang.
15 menit kemudian.... Tuan Putri Lea telah selesai menggenakan gaun yang memiliki warna yang sama dengan warna rambut dan warna matanya. Walaupun gaun tersebut sedikit terlihat kuno dan tidak terlalu mewah tapi itu merupakan gaun kesayangannya karena gaun tersebut di berikan oleh Baginda Kaisar, ayahnya sendiri sebagai hadiah atas debut pertamanya yang diadakan di Istana Utama 2 tahun yang lalu.
"Kyaa.. Tuan Putri, anda terlihat sangat cantik. Walaupun gaun tersebut diberikan oleh Baginda Kaisar 2 tahun yang lalu." Ucap salah satu dayang yang membantu menggenakan gaun tersebut pada Tuan Putri Lea.
"Itu tentu saja karena beliau adalah anak satu-satunya dari Baginda Kaisar dan Yang Mulia Ratu. Bahkan kecantikan milik Yang Mulia Ratu pun masih tersisa di dalam tubuh Tuan Putri." Ucap dayang lainnya yang terus memuji kecantikan Tuan Putri Lea.
"Baiklah, hentikan pujian itu. Semakin didengar semakin membosankan." Ucap Tuan Putri Lea yang mulai bosan dengan berbagai pujian yang diucapkan oleh para dayangnya.
"Hiikk.. ka-kami minta maaf, Tuan Putri." Ucap para dayang yang memujinya tadi.
"Tidak. Kalian tidak perlu minta maaf, cukup hentikan saja pujian itu. Kalian boleh memujiku secukupnya saja jangan berlebihan seperti tadi." Ucap Tuan Putri Lea menasehati para dayangnya.
"Baik, Tuan Putri, kami mengerti." Ucap para dayang sambil bergegas keluar.
"Ivy, sebelum pergi ambilkan aku beberapa kertas dan pena, aku ingin membuat desain gaun tidur dan gaun pesta yang baru." Ucap Tuan Putri Lea sambil duduk di depan meja kerjanya.
"Baik, Tuan Putri." Ucap Ivy sambil mengambil beberapa kertas dan pena.
"Ini dia, Tuan Putri." Ucap Ivy sambil menyerahkan beberapa lembar kertas dan pena kepada Tuan Putri Lea.
__ADS_1
"Terima kasih, kau bisa pergi sekarang." Ucap Tuan Putri Lea sambil membuat desain gaun tidur yang terlihat elegan tapi bisa digunakan untuk acara pesta di saat para nona bangsawan tidak punya gaun yang bagus untuk di kenakan.
"Baik, kalau begitu saya permisi." Ucap Ivy sambil berjalan menuju pintu.
Setelah Ivy keluar, Lea pun mulai fokus pada pekerjaannya, yaitu membuat desain gaya gaun tidur yang elegan dengan beberapa rumbai dan renda bermotif bunga lavender yang terlihat sederhana serta terkesan bisa digunakan untuk acara pesta di saat para nona dan nyonya bangsawan tidak memiliki gaun yang menurut mereka bagus untuk dikenakan. Lalu, untuk desain gaun pesta Lea membuatnya terlihat modern dengan satu pita yang berukuran sedang di bagian depannya, tali untuk mengikat di bagian belakang, renda dan rumbai yang terlihat sederhana di bagian kanan dan kiri gaun, dan motif dengan corak bunga lavender dan wisteria di bagian depan dan belakangnya.
Setelah selesai membuat sketsa desain gaun tidur dan gaun pesta, Lea pun langsung keluar dengan memegang kertas yang berisi 2 sketsa gambar desain gaun yang dibuatnya dan berjalan menuju kereta kuda yang sudah menunggu dari tadi.
Setelah Lea dan Ivy menaiki kereta kuda yang sudah menunggu di depan, mereka pun langsung berangkat menuju butik Aristia Burberry Senerity.
Setibanya di sana mereka bertemu dengan Duke Muda Verita, Nona L'Oreal, Luca, Alice dan Countess Castina yang sedang menunggu pesanan mereka.
"Kring." Bunyi lonceng pintu pertanda orang masuk.
"Ah.. akhirnya sampai juga." Ucap Tuan Putri Lea sambil masuk ke dalam butik itu.
"Ekhem... Selamat datang di Butik Aristia Burberry Senerity, Tuan Putri. Apa ada yang bisa saya bantu?" Tanya seorang manager butik tersebut.
"Aku ingin membuat 2 buah gaun, dan ini sketsanya. Untuk warnanya terserah kalian saja tapi untuk gaun pesta warna nya harus terlihat indah. Kau paham." Ucap Tuan Putri Lea sambil menyerahkan kertas yang terdapat sketsa 2 gaun yang dibuatnya.
"Baik, saya mengerti, Tuan Putri." Ucap manager itu sambil menerima sketsa gambar desain gaun itu.
"A-anu Tuan Putri, a-apa ini semua anda yang mendesainnya?" Tanya manager itu sambil melihat sketsa desain gaun yang diterimanya.
"Iya, apa ada yang salah dengan desainnya?" Tanya Tuan Putri Lea pada manager butik itu.
"Ti-tidak ada, Tuan Putri. T-tapi ini adalah sebuah maha karya yang sangat menakjubkan dan indah, bagaimana anda bisa terpikirkan untuk membuat desain gaun yang terlihat sederhana tapi terlihat elegan dan menawan disaat yang bersamaan begitu?" Tanya manager itu dengan mata yang penuh dengan keingintahuan.
__ADS_1
"Ah... I-itu karena... Aku merasa muak dan sesak saat menggunakan gaun yang harus memakai korset dan crinoline setiap harinya, jadi aku membuat desain gaun yang bisa di gunakan tanpa harus menggunakan korset maupun crinoline." Ucap Tuan Putri Lea malu-malu.
"Aaa.. jadi karena itu anda membuat desain gaun yang terlihat sederhana dan elegan seperti ini." Ucap manager itu terlihat lebih bahagia.
"Apa?!! Sebuah gaun tanpa harus menggunakan korset dan crinoline? Apa anda yakin dengan itu, Tuan Putri??" Teriak Countess Castina, Alice, dan Nona L'Oreal secara bersamaan.
"I-iya, a-apa itu terlihat aneh?" Tanya Tuan Putri Lea sedikit tidak percaya diri.
"Tidak, Yang Mulia! Desain gaun yang anda buat sangat unik dan menarik. Saya harap saya bisa melihat gaun nya saat sudah jadi nanti dan saya harap saya bisa mencoba dan memperkenalkannya pada para nona-nona bangsawan di negara lainnya." Ucap Countess Castina yang sangat mempedulikan tren yang akan sangat terkenal nantinya.
"Hehehe, benarkah begitu? Kalau begitu tolong buatkan kedua gaun itu lebih banyak lagi dan perkenalkan pada semua orang di kekaisaran ini. Aku harap tren gaun tanpa korset dan crinoline ini akan jadi terkenal baik di dalam maupun di luar Kekaisaran Harvest ini. Dan semua biaya pembuatan aku yang akan tanggung, jadi kirim kan nominal yang harus aku bayar sekarang juga." Ucap Tuan Putri Lea sambil menunggu sang manager menuliskan nominal biaya pembuatan gaun.
"Baiklah Tuan Putri, akan saya buatkan dan setelah selesai saya akan mengirimkannya ke Istana Putri, dua gaun yang anda inginkan. Lalu ini semua nominal untuk pembuatan gaun yang anda minta." Ucap manager itu sambil menyerahkan catatan nominal biaya pembuatan gaun kepada Tuan Putri Lea.
"Hmm.. 1.000.000 Harvest ditambah dengan biaya tenaga dan mesin jadi totalnya, 12.000.000 Harvest, ya?" Ucap Tuan Putri.
"Apa??? Kenapa biaya nominal nya mahal sekali? Ini tidak bisa di biar begitu saja, Yang Mulia, anda harus menekankan dia untuk tidak melakukan hal yang tidak sewajarnya pada keluarga Kekaisaran!!" Teriak Ivy dan Countess Castina bersamaan sambil melihat nilai nominal yg tidak sewajarnya.
"Apa tidak bisa kurang dari itu? Ini sangat mahal nyonya, bagaimana bisa anda memperlakukan saya seperti ini?" Tanya Tuan Putri Lea sambil melihat jumlah nominal untuk biaya pembuatan gaun.
"Maaf kan hamba Yang Mulia, saya tidak bisa melakukan perubahan terhadap peraturan yang sudah pemilik saya buat. Dan ini sudah menjadi ketentuan yang telah tertulis di peraturan butik ini, Tuan Putri." Ucap manager itu ketakutan.
"Hah... Baiklah, aku akan membayarnya setelah sampai di Istana Eldrie. Kalau begitu aku pergi dulu." Ucap Tuan Putri yang berjalan keluar dari butik Aristia Burberry Senerity.
"Selamat tinggal, Tuan Putri. Semoga anda menikmati perjalanan anda." Ucap manager itu sambil membungkukkan dirinya 90°.
"Ah.. Countess bisakah anda datang ke Istana saya besok pagi? Kalian juga datanglah ke Istana ku Luca, Alice." Ucap Tuan Putri Lea sebelum pergi.
__ADS_1
"Baiklah Tuan Putri." Ucap Countess Castina dan ke dua anaknya sambil membungkukkan badannya 90°.