Lima Sekawan: Pertarungan Memperebutkan Takhta Kekaisaran

Lima Sekawan: Pertarungan Memperebutkan Takhta Kekaisaran
Chapter 23: Kematian Duchess Broglie (2)


__ADS_3

"Astaga, Nyonya, anda tidak perlu sampai seperti itu. Hah... Baiklah hanya sebentar saja dan itu hanya boleh di beranda kamar anda. Anda tidak boleh terlalu lama di luar, Nyonya karena sekarang sedang pergantian musim semi ke musim gugur, jadi tidak baik untuk kesehatan anda kalau terlalu lama berdiri di luar sana." Ucap Anne sambil membantu Duchess Broglie berdiri kembali.


"Ba...baik...lah.. a...aku janji." Ucap Duchess Broglie berjalan menuju berandanya sambil di tuntun oleh 2 orang pelayan.


"Hah... Akhirnya, Nyonya bangun juga dari tidur panjangnya. Ku harap beliau selalu dalam keadaan yang baik-baik saja." Ucap pelayan yang masih berada di dalam kamar Duchess Broglie.


"Aku juga sama, melihat Tuan Duke yang kesepian membuat ku merasa sedih juga." Ucap pelayan lainnya yang masih berada di dalam kamar.


Lalu, setelah Duchess Broglie terbangun dari tidur panjangnya, dia pun langsung memaksakan dirinya untuk berjalan untuk menghirup udara segar. Dengan saran para pelayan yang menyarankan bahwa Duchess Broglie tidak di perbolehkan untuk keluar dari kamarnya karena keadaannya yang baru saja sembuh beliau pun memilih untuk pergi ke berandanya saja, dan tiba-tiba saja beliau mengalami kejang-kejang beberapa menit setelah beliau sampai di beranda kamarnya.


"A-astaga, Nyo-Nyonya? T-tolong! Nyonya tiba-tiba mengalami kejang!" Teriak Anne, dayang pribadi Duchess Broglie yang menemani Duchess Broglie ke beranda kamarnya.


Dan seketika itu juga para pelayan yang berada di dalam kamar Duchess Broglie pun berlari menuju beranda milik Duchess Broglie dan membantunya berjalan menuju tempat tidurnya.


"Ada apa ini? Kenapa, Nyonya tiba-tiba mengalami kejang-kejang seperti ini?' Tanya pelayan yang segera berlari menuju Duchess Broglie


"Jedeerrrrr!!!" Suara petir pertanda hujan akan turun.


"Astaga, hujan? Disaat seperti ini?" Ucap pelayan itu membantu memindahkan Duchess Broglie dari beranda ke kasurnya.


Dan seketika itu semua pelayan yang ada di kamar Duchess Broglie terlihat panik dan tidak tau harus berbuat apa, segala macam cara sudah dilakukan mulai dari mengompres Duchess Broglie sampai menyalakan perapian yang terdapat di dalam kamar Duchess Broglie.


"Jherasss!!" Suara hujan yang terdengar sangat lebat dan seketika selurub ruang dilimuti oleh kegelapan akibat hujan yang sangat deras itu.


"Pa-panggil Tuan Duke! Cepat!" Teriak Anne yang sedang mengompres dahi Duchess Broglie.


"Apa lagi yang kau tunggu? Cepat!!!!" Teriak pelayan lainnya.


"Ba-baiklah." Ucap pelayan itu yang langsung berlari menuju ruang makan.


Malam harinya, ruang makan keluarga Duke Broglie. Semua orang berkumpul baik itu keluarga Count Castina dan Duke Broglie.


"Ting Ting Ting Ting Ting." Bunyi gelas kaca yang di pukul menggunakan sendok makan oleh Duke Broglie sambil berdiri.

__ADS_1


"Tolong perhatiannya sebentar. Hari ini aku ingin memberi tau kalian sebuah kabar gembira."


"Kabar Gembira? Apa itu, Yah?" Tanya Eugeo penasaran.


"Tidak lama lagi aku akan mengadakan upacara pertunangan antara...." Ucap Duke Broglie yang di potong oleh seorang pelayan wanita yang mendobrak masuk ke ruang makan.


"Tu-tuan. Nyo-nyonya...." Ucap pelayan itu berlinang air mata.


"Mendobrak masuk saat semua orang sedang makan, sungguh tidak punya sopan santun sama sekali." Ucap Duke Broglie mengkritik perilaku pelayan yang mendobrak tadi.


"Ma-maafkan hamba, Tuan, ta-tapi Nyo-nyonya..."


"Nyonya..." Ucap pelayan itu gemetar ketakutan.


"Helena? Ada apa dengannya?" Tanya Duke Broglie bingung.


"Nyo-nyonya..." Ucap pelayan itu masih ketakutan.


"Ada apa dengan, Helena? Cepat beri tau aku!!" Teriak Duke Broglie yang di landa oleh ketakutan dan kegelisahan.


"Jedeerrrrr!!!!" Suara petir pun terdengar lagi untuk yang kedua kalinya, dan di susul oleh suara gelas kaca yang pecah.


"Prank." Suara gelas kaca yang jatuh akibat terlepas dari genggaman tangan Duke Broglie.


"A-apa? Tidak. Tidak, itu tidak mungkin. Helena!!" Teriak Duke Broglie yang langsung berlari menuju kamar istrinya.


Setibanya di kamar istrinya, Duke Broglie pun langsung jatuh karena terkejut melihat keadaan istrinya yang semakin memburuk.


"Brukk!!" Suara tubuh Duke Broglie yang tiba-tiba jatuh setelah melihat keadaan istrinya.


Dan, di saat yang sama dengan datangnya Duke Broglie, Count dan Countess Castina beserta keempat orang anak remaja menyusul Duke Broglie yang tiba-tiba saja meninggalkan ruang makan.


"Astaga, Louis apa yang kau lakukan disini? Ayo kita pindah kesana disini sangat dingin, ayo bangun aku akan menuntunmu." Ucap Count Castina sambil membantu Duke Broglie berdiri.

__ADS_1


"Lepaskan aku! Aku ingin melihat istri ku." Teriak Duke Broglie minta dilepaskan.


Setelah Duke Broglie berkata seperti itu Count Castina pun langsung melepaskan Duke Broglie.


"Ibu? Ibu! Ibu Bangun, Ibu!!" Teriak Sena dan Eugeo yang langsung. berlari menuju kasur Duchess Broglie.


"Helena, ku mohon buka matamu." Ucap Duke Broglie sambil memegang tangan istrinya.


"Ibu, jangan tinggalkan kami, aku mohon padamu." Ucap Sena yang berlinangan air mata.


"Ibu, jangan pergi, aku akan merasa kesepian tanpa mu, begitu juga dengan kediaman ini. Kami semua membutuhkanmu, Ibu." Ucap Eugeo berlinang air mata sambil memegang tangan Duchess Broglie yang mulai dingin secara perlahan.


"Helena, ku mohon, buka mata mu, apa kau tidak ingat dengan janjimu saat kita menikah? kau bilang 'bahwa kita akan selalu bersama sampai ajal menjemput kita' apa kau tidak ingat itu? Ku mohon bangunlah, buka mata mu, Helena." Ucap Duchess Broglie yang tidak kuasa menahan air matanya melihat keadaan Duchess Broglie yang semakin memburuk.


"Uhuk... Uhuk... Uhuk..." Suara batuk yang berasal dari Duchess Broglie.


"He-helena? Kau sudah sadar?" Tanya Duke Broglie yang terkejut mendengar suara batuk yang terdengar sangat kering itu.


"Ha-halo, Lou...is, aku se...nang bisa... me-melihat ka...lian semua.." Ucap Duchess Broglie dengan nada lemah dan pelannya.


"A...ada yang ingin... ku... sampai...kan. I...ini terkait ka...lian se...mua..." Ucap Duchees Broglie lagi.


"Uhuk... Uhuk... Uhuk..." Suara batuk pun terdengar kembali tapi sekarang di sertai dengan darah yang keluar dari mulutnya yang kering itu.


"Helena!"


"Ibu!"


"Nyonya!"


Teriak Duke Broglie, Sena, Eugeo, para pelayan, dan Count Castina beserta istrinya.


"Wa-waktu ku tidak ban...yak... Pe-pertama a...ku i-ingin bi...lang te...rima kasih ka..rena kalian su....dah merawatku. La-lalu, Lou...is a-aku min....ta maaf ka...rena tidak bi...sa menem...pati ja-janjiku." Ucap Duchess Broglie.

__ADS_1


"Uhuk..." Suara batuk terdengar lagi.


"Apa yang kau katakan, Helena? Kau tidak perlu minta maaf, kau sembuh saja sudah membuat ku senang jadi kau tidak perlu minta maaf. Sekarang yang terpenting adalah kesehatanmu, kau harus istirahat jangan banyak bicara." Ucap Duke Broglie mengingatkan.


__ADS_2