
Setelah Lea dan Ivy mendatangi toko butik itu mereka pun langsung kembali ke Istana Eldrie, mungkin bagi Lea ini merupakan perjalanan ke toko butik yang berarti baginya karena untuk pertama kalinya dia membuat sebuah desain gaun yang cukup unik dan menarik.
Awalnya dia khawatir kalau hasil desainnya akan di remehkan dan di anggap jelek oleh manager dan semua orang karena tidak perlu menggunakan korset dan crinoline saat menggunakannya nanti. Awalnya dia berfikir seperti itu, tapi pada kenyataannya Lea memang memiliki banyak bakat dan salah satunya adalah membuat sebuah desain gaun yang cukup unik.
Dia hanya tidak menyadari bakatnya saja, terlahir sebagai Putri Mahkota memang membuatnya membutuhkan banyak usaha agar bisa diakui para rakyat dan bangsawan yang ada, berbeda dengan Ellie yang hanya mengandalkan kedudukan dan wewenang milik ibunya, Quinella. Sehingga hal itu menjadi motivasi dan ambisinya tersendiri untuk mendapatkan kepercayaan dari orang lain tanpa harus mengandalkan kedudukan dan wewenang ibunya. Bahkan Ellie pun bersedia untuk menjual tubuhnya pada Marquess Glazer demi mendapatkan kepercayaan dari orang-orang di sekitarnya tanpa sepengetahuan kedua orang tuanya, bahkan Yang Mulia Ratu, Baginda Kaisar, dan sepupunya, Lea pun tidak mengetahui hal itu.
Hingga hal itu juga menjadi motivasi dan ambisi bagi Quinella untuk menempatkan putri semata wayangnya untuk duduk di atas takhta kekaisaran, dengan kekuatan nya dia saja melakukan sebuah ritual di mana semua orang yang telah melakukan ritual tersebut hanya patuh dan tunduk padanya, ritual itu pun di sebut sebagai Ritual Integrity Knight Synthesis, itu merupakan ritual dimana seseorang akan kehilangan ingatan tentang masa kecilnya, seperti dia tidak ingat siapa teman masa kecilnya, apa impian waktu kecilnya dan lain-lain.
Hal itu dikarenakan beliau lah orang pertama yang menciptakan sebuah panggilan sistem atau system call atas keinginannya sendiri.
Setibanya di Istana Eldrie....
"Tuan Putri, desain anda tadi sangatlah cantik dan imut, saya harap saya juga bisa mengenakan gaun yang anda desain itu." Ucap Ivy tersenyum lebar sambil turun dari kereta kuda.
"Hehehe, kita lihat saja nanti." Ucap Tuan Putri Lea balas tersenyum sambil turun dari kereta kuda dan memegang tangan Ivy dan berjalan menuju kamarnya.
"Baik, Tuan Putri." Ucap Ivy sambil mengikuti Tuan Putri Lea dari belakang.
"Hmm.... Tuan Putri, apa makan malam nanti anda akan datang ke Istana Utama?" Tanya Ivy sambil menyajikan dessert kesukaan Tuan Putri Lea di kamarnya.
"Ya, karena malam ini ada jadwal untuk makan bersama dengan papa dan mama bahkan paman, bibi sama Ellie pun diharuskan untuk ikut." Ucap Tuan Putri Lea sambil menyantap dessert kesukaannya itu.
Sementara itu di perjalanan di kereta kuda milik keluarga Count Castina yang sedang menuju kembali ke kediaman Duke Broglie....
"Ma, apa mama tau apa alasannya Tuan Putri mengundang kita untuk datang ke Istananya?" Tanya Luca penasaran.
"Tidak, aku pun juga tidak tau apa alasannya Tuan Putri Lea mengundang kita untuk datang ke Istananya." Ucap Countess Castina.
"Aku harap tidak terjadi sesuatu yang buruk pada beliau." Gumam Countess Castina paa dirinya sendiri.
"Ya?" Tanya Luca dan Alice yang tidak mendengar dengan jelas apa yang baru saja di ucapkan oleh ibunya.
__ADS_1
"Ah, tidak, bukan apa-apa. Ayo turun kita sudah sampai." Ucap Countess Castina sambil turun dari kereta kuda dengan di tuntun oleh Luca, anaknya.
"Kalian sudah datang, ayo masuk sebentar lagi waktunya makan malam. Ayah bilang ada sesuatu yang ingin di sampaikan pada kalian semua." Ucap Sena sambil menyambut kedatangan Countess Castina, Luca, dan Alice yang baru saja kembali dari butik Aristia Burberry Senerity.
"Louis? Ada apa ya?" Tanya Countess Castina di dalam hati.
"Baiklah, ayo kita masuk hari mulai larut." Ucap Countess Castina menyuruh mereka untuk masuk ke dalam kediaman.
Sementara Itu Istana Tuan Putri Quinella, di menara sisi barat daya, kamar Tuan Putri Ellie...
"Tok tok tok." Bunyi ketukan pintu.
"Ya? Masuk." Ucap Tuan Putri Ellie menyuruh orang yang tadi mengetuk pintu kamarnya untuk masuk ke dalam.
"Salam Yang Mulia, semoga berkah Dewi Stacia selalu bersama anda." Ucap pelayan yang dikirimkan oleh Tuan Putri Quinella, ibu Tuan Putri Ellie.
"Ada urusan apa pelayan ibuku datang kemari?" Tanya Tuan Putri Ellie sombong.
"Ibu? Menyuruhku datang ke kamarnya? Kira-kira ada apa ya?" Tanya Tuan Putri Ellie kebingungan.
"Saya juga tidak tau, Yang Mulia. Apa ada lagi ke yang anda ingin tanyakan?" Tanya pelayan itu.
"Tidak, kau boleh pergi sekarang, dan sampaikan pada ibu bahwa aku akan datang setelah selesai makan malam bersama." Ucap Tuan Putri Ellie sambil berjalan menuju kasurnya.
"Baik, Tuan Putri. Kalau begitu saya permisi dulu. Semoga berkat dan rahmat Dewi Stacia selalu menyertai anda." Ucap pelayan Tuan Putri Quinella sambil berjalan mundur dan kembali ke kamar Tuan Putri Quinella untuk menyampaikan pesan dari Tuan Putri Ellie ke Tuan Putri Quinella.
Kamar utama, kamar Tuan Putri Quinella....
"Tok tok tok." Bunyi ketukan pintu.
"Masuk." Ucap Tuan Putri Quinella yang sedang melukis buah sambil menyuruh dayang nya untuk masuk.
__ADS_1
"Salam, Yang Mulia." Ucap pelayan itu memberi salam.
"Bagaimana?" Tanya Tuan Putri Quinella pada pelayannya sambil meneruskan lukisannya.
"Tuan Putri Ellie bilang dia akan ke kamar anda setelah selesai makan malam bersama, Yang Mulia." Ucap pelayan itu.
"Setelah selesai makan malam ya.... Hmmm... Baiklah. Daisy, kau dan pelayan lainnya pergi dan siapkan dinding penghalang tidak terlihat di sekitar kamar ku dengan menggunakan System Call." Ucap Tuan Putri Quinella yang sedang menyesuaikan warna buah-buahan dengan lukisannya.
"Baik, Yang Mulia siap laksanakan." Ucap Daisy sambil keluar dan memanggil beberapa orang pelayan untuk membantunya untuk membuat dinding penghalang tidak terlihat.
Beberapa jam kemudian.... Tuan Putri Quinella sedang bersiap-siap untuk pergi ke Istana Utama, dimana makan malam bersama diadakan sebulan sekali. Ini merupakan tradisi lama yang telah melekat sejak Kaisar pertama, Kekaisaran Harvest, Yang Mulia Baginda Kaisar Thomas Alva Edison De Harvest.
Setibanya di Istana Utama, Baginda Kaisar, Yang Mulia Ratu, dan Tuan Putri Lea sudah menunggu kedatangan mereka bertiga.
"Yang Mulia Putri Quinella, Tuan Putri Ellie, dan Pangeran Michael memasuki ruangan." Ucap seorang penjaga yang menjaga ruang makan khusus untuk keluarga Kekaisaran.
"Maafkan kami karena datang terlambat, Yang Mulia." Ucap Tuan Putri Quinella, Pangeran Michael, dan Tuan Putri Ellie sambil memberi hormat pada Baginda Kaisar, Yang Mulia Ratu, dan pada Tuan Putri Lea.
"Akhirnya kalian datang juga. Ayo duduk makanan utamanya akan segara di sajikan." Ucap Baginda Kaisar menyuruh kakak, suami dan keponakannya untuk duduk di kursi yang ada.
"Baik, Baginda." Ucap Tuan Putri Quinella sambil duduk di kursi sebelah Baginda Kaisar di depan Yang Mulia Ratu.
"Lea, ku dengar kamu akan mengadakan pesta menginap, bagaimana dengan persiapannya? Apa ada yang tidak kau mengerti? Kalau ada katakan saja pada, ku." Tanya Yang Mulia Ratu pada anaknya sendiri sambil menikmati makanan yang telah di sajikan.
"Ya, semua persiapan hampir selesai, Ma, dan aku juga sudah mengirimkan surat untuk Countess Castina." Tuan Putri Lea sambil menyantap makanan yang telah di sajikan oleh kepala pelayan Istana Utama.
"Countess Castina? Berarti Count Castina juga ada di Ibukota? Aku dengar dia tinggal di Kediaman Broglie untuk sementara waktu. Lea, Bilang Count Castina kalau Baginda Kaisar dan Yang Mulia Ratu ingin segara bertemu dengannya, ah dan kirimkan surat pada Duke Broglie juga." Ucap Yang Mulia Ratu.
"Lea, bilang padanya juga kalau kami ingin bertemu dengannya besok pagi, di Istana Berkouli." Ucap Baginda Kaisar sambil meminum gelas wine yang telah disediakan.
"Baiklah, akan saya sampaikan pesan anda berdua pada Count Castina dan Duke Broglie, Yang Mulia." Ucap Tuan Putri Lea sambil meminum segelas air putih yang sudah disediakan secukupnya.
__ADS_1