
"Ada yang aneh dengannya." Gugam Tuan Putri Lea pelan.
"Tuan Putri?" Tanya Ivy.
"Ah, tidak ayo kita masuk." Ucap Tuan Putri Lea.
"Ivy, apa semua undangannya sudah kau kirim?" Tanya Tuan Putri Lea.
"Sudah, Tuan Putri." Ucap Ivy
"Bagaimana dengan persiapan nya?" Tanya Tuan Putri Lea lagi.
"Sedang dipersiapkan, Tuan Putri, tinggal beberapa dekorasi yang perlu dipasang di beberapa kamar yang akan digunakan untuk para tamu." Ucap Ivy menjelaskan.
"Baguslah, kalau begitu kau bisa pergi sekarang." Ucap Tuan Putri Lea.
"Kalau begitu saya permisi dulu, Tuan Putri." Ucap Ivy sambil berjalan ke arah pintu.
"Bip bip bip" bunyi batu mana milik Tuan Putri yang biasa di gunakan untuk menelpon seseorang.
"Halo, Tuan Putri." Ucap teman-teman Tuan Putri Lea.
"Halo juga Athy, Ian, Terra, Zidan, Sena, Luca, Alice, Eugeo, Charena. Ada apa kalian menghubungi ku?" Tanya Tuan Putri Lea.
"Mmm... Sebelumnya saya minta maaf karena sudah menganggu kesibukan anda, Tuan Putri. Tapi kami punya beberapa hal yang harus kami sampaikan kepada anda, apa anda bisa meluangkan waktu yang berharga sebentar?" Tanya Terraria Paddington pada Tuan Putri Lea.
"Tentu saja, Terra. Tapi ada hal apa ya sampai kalian menghubungi ku lewat batu mana?" Tanya Tuan Putri Lea sekali lagi.
"Ini tentang Viscount Lawson Bates dan Pangeran Michael, Suaminya Tuan Putri Quinella, Tuan Putri." Ucap Ian Everest, Wakil Komandan Pasukan Sky Night milik keluarga Duke Broglie.
"Baiklah, kalau begitu, kita akan bertemu di markas rahasia kita sepuluh menit lagi. Gunakan batu teleportasi kalian untuk berpindah." Ucap Tuan Putri Lea tegas dan waspada.
__ADS_1
"Baik, Tuan Putri." Ucap mereka semua dan langsung mengakhiri panggilan itu.
Sementara itu di Kediaman Broglie...
"Eugeo, aku dan kakakku tidak mempunyai batu teleportasi apa aku boleh pinjam satu milikmu?" Tanya Luca.
"Tentu saja, ini ambillah aku akan berteleportasi dengan Sena dan kau berteleportasi dengan Alice. Nanti kau tinggal ikuti saja aku bagaimana menggunakannya." Ucap Eugeo sambil melemparkan batu teleportasi kepada Luca.
"Baik, terima kasih, Eugeo." Ucap Luca sambil menangkap batu teleportasi yang di lemparkan oleh Eugeo.
"Theodore Roosevelt." Teriak Eugeo sambil mengangkat batu teleportasi itu.
"Theodore Roosevelt?" Tanya Luca bingung.
"Kau teriakan saja itu, nanti kau akan tau sendiri." Ucap Sena yang mulai menghilang sedikit demi sedikit.
"Baiklah, Theodore Roosevelt." Teriak Luca sambil mengangkat batu teleportasi yang di kasih oleh Eugeo.
"Akhirnya kalian datang juga. Baiklah karena kalian semua sudah datang ada satu hal yang ingin aku tanyakan, bagaimana kalian bisa tahu bahwa Viscount Lawson Bates dan Pangeran Michael bekerja sama?" Tanya Tuan Putri Lea memulai pembicaraan.
"Izin kan saya menjawab pertanyaan anda itu, Tuan Putri." Ucap Duke Muda Verita sambil mengangkat tangannya.
"Silahkan, Duke Muda Verita." Ucap Tuan Putri Lea menggunakan bahasa formal.
"Sebelumnya saya sudah menempatkan beberapa mata-mata di kediaman Viscount Lawson Bates dan di Istana tempat tinggal Pangeran Michael. Saya sering bertukar pesan dengan mata-mata tersebut. Dan salah satu dari mereka mendengar pembicaraan antara Viscount Schubert dan Pangeran Michael lewat batu mana."
"Di pembicaraan itu Yang Mulia Pangeran Michael berencana untuk menjatuhkan Baginda Kaisar termasuk Yang Mulia Ratu Isabella dan anda, Tuan Putri. Beliau akan bekerja sama untuk menjatuhkan anda dan keluarga anda dengan memanfaatkan gelar dan kekuasaannya untuk merekrut beberapa anggota parlemen untuk berpihak padanya."
"Dari beberapa data yang saya dapatkan ada beberapa anggota bangsawan yang berpihak kepadanya seperti, Marquess Glazer, Marquess Meligina, Duchess Hildebrand, Viscount Lawson Bates dan Baron Monique. Setelah saya mengetahui bahwa Marquess Glazer, Marquess Meligina, Duchess Hildebrand, dan Baron Monique bekerja sama dengan Yang Mulia Pangeran Michael, saya sudah menempatkan beberapa mata-mata di kediaman mereka." Ucap Duke Muda Verita menjelaskan.
"Marquess Glazer? Bukankah dia yang menanyakan tentang pewaris takhta berikutnya kepada Baginda Kaisar itu? Ternyata dia berpihak kepada Pangeran Michael. Orang memang susah untuk di tebak ya." Ucap Terraria.
__ADS_1
"Ya, kita tidak boleh menilai orang dari penampilannya. Lalu bagaimana dengan Tuan Putri Quinella dan anaknya, Tuan Putri Ellie?" Tanya Athanasia.
"Saya masih belum tau detailnya, tapi sepertinya ibu dan anak itu berada dipihak yang dengan suaminya." Ucap Duke Muda Verita.
"Baiklah kita kesampingkan hal itu untuk sementara waktu. Apa ada pergerakan dari Marquess Glazer, Marquess Meligina, Duchess Hildebrand, Viscount Lawson Bates, dan Baron Monique?" Tanya Tuan Putri Lea.
"Untuk Viscount Lawson Bates, Marquess Glazer dan Duchess Hildebrand mereka sudah menyiapkan pasukan khusus yang akan digunakan untuk menyerang Istana Kekaisaran. Sedangkan untuk Baron Monique dan Marquess Meligina belum ada pergerakan sama sekali dari mereka. Saya akan mengkonfirmasikan lagi dengan anda nanti setelah saya mendapat kabar dari mata-mata yang saya letakan." Ucap Duke Muda Verita.
"Baiklah kalau begitu, Zidan, Ian, Eugeo dan Terra kalian kumpulkan beberapa orang lalu ajarkan mereka tentang seni berpedang, panah, berkuda dan juga system call." Ucap Tuan Putri Lea.
"Baik, Tuan Putri." Ucap mereka berempat.
"Yang lainnya tetap waspada dan jangan lengah, kita akan tetap berkomunikasi seperti ini untuk seterusnya, kalian mengerti?" Tanya Tuan Putri Lea.
"Baik, kami mengerti, Tuan Putri." Ucap mereka bersembilan serempak.
"Bagus, kalau begitu kalian boleh pergi sekarang." Ucap Tuan Putri Lea
"Istana Eldrie." Teriak Tuan Putri Lea sambil mengangkat batu teleportasinya dan meneriakkan tempat tinggalnya.
Setelah Tuan Putri Lea menghilang mereka semua pun perlahan ikut menghilang dan kembali ke kediamannya masing-masing.
Sementara itu di Istana tempat tinggal Tuan Putri Quinella dan Pangeran Michael. Para pelayan membicarakan tentang siapa yang akan menjadi pewaris takhta Kekaisaran Harvest selanjutnya, mereka selalu membanding-bandingkan antara Tuan Putri Lea yang merupakan anak dari Baginda Kaisar dan Yang Mulia Ratu dengan Tuan Putri Ellie anak dari mantan Putri Mahkota, kakak dari Baginda Kaisar, Tuan Putri Quinella dan anak kedua dari mendiang Duke Valencia sebelumnya, Pangeran Michael.
"Menurut kalian siapa yang pantas menjadi kaisar selanjutnya?" Tanya seorang pelayan wanita muda yang berambut coklat panjang dengan kuncir kuda kepada kedua temannya yang sedang mengelap lantai Istana.
"Kalau menurut ku Tuan Putri Lea yang pantas jadi kaisar selanjutnya, soalnya dia sangat baik dan perhatian kepada rakyat bahkan pelayan biasa seperti kita di perhatikan olehnya." Ucap seorang pelayan wanita muda yang berambut cokelat susu dengan kepang satu.
"Tapi kalau aku lihat, lebih baik Tuan Putri Ellie yang menjadi kaisar selanjutnya, karena beliau merupakan anak dari mantan Putri Mahkota sebelumnya, Tuan Putri Quinella. Walaupun beliau anak yang keras kepala dan sedikit manja tapi beliau terlihat lebih berkompeten di banding Tuan Putri Lea." Ucap pelayan wanita muda yang berambut cokelat panjang dengan kuncir kuda itu.
"Apa yang kau bicarakan, Tuan Putri Lea lah yang lebih berkompeten di banding Tuan Putri Ellie. Beliau tidak membeda-bedakan orang lain dari kasta, warna kulit dan daerah asalnya, beliau juga terlihat sangat mandiri di banding Tuan Putri Ellie yang selalu bergantung kepada orang lain dan selalu bersikap manja kepada Baginda Kaisar, padahal Baginda bukan ayah kandungnya tapi dia selalu bersikap seperti itu pada Baginda." Ucap pelayan wanita yang berambut pirang dengan kepang dua.
__ADS_1
"Iya, berbeda dengan Tuan Putri Lea, dia tidak seperti itu bahkan kepada Yang Mulia Ratu sekalipun, dan sudah pasti beliau lah yang pantas untuk menjadi kaisar selanjutnya." Ucap pelayan berambut pirang dengan kepang dua.