
"Permisi, Tuan Putri, Tuan Luca dan Nona Alice sudah tiba." Ucap Ivy sambil melihat ke sekeliling.
"Baik, tolong tunggu sebentar." Ucap Tuan Putri Lea sambil mencoba beberapa gaun yang dipilihnya di dress room.
"Kalau begitu, Tuan, Nona silahkan duduk dulu, Tuan Putri akan segera kemari. Akan saya bawakan beberapa cemilan dan teh untuk menghilangkan rasa bosan kalian." Ucap Ivy sambil pergi menuju dapur untuk mengambilkan beberapa cemilan dan teh.
"Baiklah." Ucap Alice.
"Kak, kira-kira ada apa ya, Tuan Putri memanggil kita kemari?" Tanya Luca penasaran.
"Entahlah, mungkin beliau ingin mencocokkan gaunnya denganmu, apa kau lupa kalau nanti malam pertunangan kalian akan diumumkan." Ucap Alice sambil memperhatikan banyaknya gaun-gaun indah dan elegan berserakan di kamar Tuan Putri Lea.
"Astaga, aku lupa mengenai hal itu. Aku bahkan belum melihat lemari pakaianku." Ucap Luca sambil menepuk kepalanya.
"Kau tidak perlu khawatir mengenai hal itu Luca. Aku sudah menduganya jadi aku menyiapkan stelan jas couple untuk kita kenakan nanti." Ucap Tuan Putri Lea keluar dari dress room nya sambil mengenakan gaun direkomendasikan oleh Nona Serenity.
Gaun itu memiliki nuansa China klasik, yang terlihat sangat elegan dan menawan.
"Maaf membuat kalian menunggu lama."
"Tidak apa Yang Mu...lia..." Ucap Luca dan Alice tercengang melihat penampilan Tuan Putri Lea yang mengenakan pakaian bernuansa China klasik.
"Eemm.... A-ada apa? Apakah aku tidak cocok memakai ini? Pasti aku tidak cocok ya? Ha-ha-ha." Ucap Tuan Putri Lea malu karena Alice dan Luca melihatnya dengan tatapan terpukau.
"A-aahh, tidak bukan begitu, hanya saja..."
"A-anda terlihat sangat cantik Yang Mulia." Ucap Luca terpesona sehingga dia menunduk melihat kecantikan dan keindahan Tuan Putri Lea yang memakai pakaian bernuansa China klasik
"Apa kau serius?" Tanya Tuan Putri Lea malu-malu.
"I-i-i-i-i....." Ucap Luca gagap seketika dan saat itu juga Luca di sikut oleh Alice.
"IYA, YANG MULIA." Ucap Luca berteriak pada Tuan Putri Lea tanpa sadar, dan M..,seketika saat itu juga semuanya pun terdiam seribu bahasa.
"Hahaha. Astaga, sepertinya aku membuatmu merasa tertekan ya? Maafkan aku, tapi terima kasih atas pernyataannya, itu saja sudah cukup." Ucap Tuan Putri Lea mencairkan suasana canggung tadi.
"Maaf Tuan Putri, kenapa ada banyak sekali gaun dan stelan jas disini?" tanya Alice tiba-tiba.
"Oh astaga, aku lupa untuk memberitahu kalian. Ayo kalian berdua cepat kesini."
"Alice, ini gaun yang aku pilihkan untuk kau gunakan nanti. Gaun itu terbuat dari sutra berkelas dan apa kau tahu gaun ini hanya ada satu di dunia." Ucap Tuan Putri Lea sambil menunjuk gaun tersebut.
"I-ini, bukankah ini gaun yang dibuat oleh desainer terkenal Serenity dari butik Aristia Burberry Serenity? Bagaimana anda bisa memberikan sesuatu yang berharga seperti ini kepada orang rendahan seperti saya ini Yang Mulia???" Tanya Alice tercengang melihat gaun yang telah disediakan oleh Tuan Putri Lea.
"Orang rendahan apa maksudmu itu, Alice. Aku ikhlas memberikan gaun itu padamu lagi pula kau adalah calon kakak ipar ku." Ucap Tuan Putri Lea sambil tersenyum lebar.
"Ta-tapi Yang Mulia, ini terlalu berlebihan bagi saya." Ucap Alice yang merasa terbebani.
"Apanya yang berlebihan, bukankah ini wajar seorang calon adik ipar memberikan hadiah kepada kakak iparnya?" Tanya Tuan Putri Lea.
__ADS_1
"Ta-tapi..." Ucap Alice terpotong oleh suara ketukan pintu.
"Tok tok tok."
"Lea, apa kau didalam? Ibu masuk ya." Ucap Yang Mulia Ratu Isabella.
"Ibu, ada apa pagi-pagi seperti ini mama datang ke kamarku?" Tanya Tuan Putri Lea.
"Apakah aku tidak boleh melihat anakku yang cantik ini yang mana sebentar lagi anak ini akan segera pergi meninggalkan ibu nya??" Tanya Yang Mulia Ratu Isabella sambil berakting pura-pura menangis.
"Tidak. Tentu saja ibu boleh datang ke istanaku kapanpun ibu mau. Hanya saja... Tidak biasanya ibu datang ke sini tanpa pemberitahuan terlebih dahulu." Ucap Tuan Putri Lea ragu.
"Pfftt." Terdengar suara tawa yang sangat kecil dan tipis dari Yang Mulia Ratu Isabella.
"Apa ada yang lucu, bu?" Tanya Tuan Putri Lea.
"Tidak, hanya saja ekspresi wajahmu itu sangat mudah untuk ditebak, anakku. Kau tahu, kau sangat mirip dengan ayahmu" Ucap Yang Mulia Ratu Isabella sambil mengelus kepala Tuan Putri Lea.
"Benar juga. Aku dengar dari ayahmu katanya kau akan mengadakan pesta menginap selama 2 hari, apa aku boleh ikut membantu?" Tanya Yang Mulia Ratu Isabella.
"Tentu saja bu." Ucap Tuan Putri Lea.
"Ahh... Benar. Ini, aku bawakan hadiah untuk kalian berdua. Ini adalah bros dan cincin yang ayahmu gunakan untuk melamar ibu waktu itu." Ucap Yang Mulia Ratu Isabella sambil menunjukkan bros dan cincin yang terlihat begitu serasi itu.
"Maafkan hamba Yang Mulia Ratu, tapi kenapa anda sampai repot-repot seperti ini dan anda bahkan sampai menyiapkan hadiah yang begitu istimewa ini untuk kami?" Tanya Luca yang merasa sedikit terbebani dengan hadiah pemberian dari sang Ratu.
"Tidak apa, lagi pula ini bukanlah masalah besar, Menantuku." Ucap Yang Mulia Ratu.
"Waahh. Aku tidak menyangka bahwa calon menantuku memiliki pengetahuan yang begitu luas."
"Benar ini adalah benda yang digunakan oleh Kaisar pertama, Yang Mulia Kaisar Thomas Alva Edison De Harvest untuk melamar Putri Cleo Eileen von de Pearce." Ucap Yang Mulia Ratu menjelaskan.
"Wah... Benarkah itu?! Kalau begitu ini adalah benda peninggalan Yang Mulia Kaisar pertama, kan?" Tanya Alice antusias melihat cincin dan bros yang dibawakan oleh Yang Mulia Ratu Isabella.
"Benar, dan apa kalian tahu hal itu sudah menjadi tradisi bagi anggota keluarga Kekaisaran sebelumnya untuk memberikan bros dan cincin ini kepada anggota keluarga Kekaisaran berikutnya yang akan menikah ataupun yang akan melangsungkan pertunangan." Tambah Tuan Putri Lea yang melanjutkan pembicaraan Yang Mulia Ratu Isabella tadi.
"Apa yang kau ucapkan itu ada benar, Lea. Tapi aku tidak terima bahwa paman dan bibi lah yang mendapatkan bros dan cincin itu!! Seharusnya ibuku lah yang mendapatkan bros dan cincin itu bukan kalian!!" Ucap Tuan Putri Ellie yang tiba-tiba datang dan tidak terima bahwa paman dan bibinya lah yang mendapatkan bros dan cincin itu bukan ibunya yang merupakan mantan Putri Mahkota Harvest ini.
"Apa maksudmu bicara seperti itu, Ellie? Apa kau tahu perbuatan apa yang telah ibumu lakukan? Apa kau tahu berapa banyak korban akibat eksperimen gilanya itu? Ibumu itu tidaklah pantas untuk mendapatkan bros dan cincin ini, bahkan gelar 'Putri Mahkota' ibumu saja dihapus oleh kakekmu, Yang Mulia Kaisar Richard Kevin Aprilio De Harvest saat itu." Ucap Yang Mulia Ratu Isabella yang tanpa sengaja mengatakan sesuatu yang seharusnya tidak diketahui oleh anak, keponakan dan orang lainnya.
"A-apa maksud ibu kalau gelar 'Putri Mahkota' bibi dihapus oleh kakek, bu?" Tanya Tuan Putri Lea.
"Itu... kakekmu mengetahui kegiatan eksperimen bibimu yang banyak memakan korban jiwa." Jelas Yang Mulia Ratu Isabella ragu.
"Kegiatan eksperimen?" Tanya Luca ikut penasaran.
"Ya, saat itu Quinella berusaha untuk menciptakan sebuah pasukan prajurit untuk dirinya sendiri, tapi hal itu sangatlah berbahaya bagi masyarakat." Ucap Yang Mulia Ratu Isabella.
"Apa maksud anda, Yang Mulia?" Tanya Alice yang ikut mendengarkan.
"Itu adalah semacam ritual khusus yang dimana orang yang melakukan ritual itu akan kehilangan sebagian besar ingatannya baik itu tentang orang-orang terdekatnya maupun tidak. Dan hal itu selalu saja gagal, dan pada akhirnya Quinella di penjara di Istana Alpine selama hampir 15 tahun lamanya." Ucap Yabg Mulia Ratu Isabella.
"Apa maksud anda Ritual Systhensis? Bukankah ritual itu sudah dihilangkan selama beberapa dekade yang lalu??" Tanya Alice tercengang mendengar hal itu.
__ADS_1
"Ya, itu memang benar. Tapi sebagian dari apa yang telah kalian katakan adalah sebuah kesalahan besar, eksperimen ibuku tidak pernah gagal, tapi kalianlah yang selalu berusaha untuk menggagalkannya dan membuat ibuku terpojok!! Maka dari itu ibuku terpaksa harus melepaskan gelar 'Putri Mahkota' yang telah susah payah dia dapatkan. Jadi, sekaranglah waktunya untuk membalaskan dendam ibuku kepada kalian semua!!" Ucap Tuan Putri Ellie sambil mengeluarkan pedang Dark Slash miliknya dan berlari ke arah Yang Mulia Ratu lalu menyandra Yang Mulia Ratu Isabella.
"ELLIE APA YANG KAU LALUKAN???" Teriak Yang Mulia Ratu.
"ELLIE CEPAT LEPASKAN IBUKU SEKARANG JUGA!!! DIA MASIH TERMASUK KELUARGAMU." Teriak Tuan Putri Lea sambil memegang The Twin Edge Wings yang siap kapan saja untuk dilepaskan.
"Kalau kau ingin ibumu bebas, cepat serahkan bros dan cincin itu kepada ku sekarang juga, atau tidak ibumu akan mati!" Ancam Tuan Putri Ellie.
"Tidak! Ku mohon jangan bunuh ibuku. Baiklah aku akan menyerahkan bros dan cincin itu padamu. Jadi ku mohon lepaskan ibuku sekarang juga." Ucap Tuan Putri Lea dengan wajah memelas.
"Eemmm... setelah dipikir-pikir lebih baik bibi mati saja." Ucap Tuan Putri Ellie sambil meletakkan pedangnya tepat di leher sang Ratu.
"Mimpi saja." Ucap Yang Mulia Ratu sambil mengeluarkan jurus juijutsu miliknya dan bergegas kabur dari cengkraman Ellie.
"Sekarang Lea, cepat. Ibu akan membantumu mengucapkan System Call."
"BAIK." Teriak Tuan Putri Lea sambil memasang kuda-kudanya.
"Luca, Alice kalian juga bantu Lea menyerang Ellie." Teriak Yang Mulia Ratu kepada mereka berdua.
"TENTU." Teriak Luca dan Alice sambil mengeluarkan Budding Storm Spear (Tombak Badai Tunas) milik Luca dan pedang Zaitun Wangi milik Alice.
Sementara itu disaat yang bersamaan, Istana Berkouli, juga terjadi keributan, pembantaian serta kebakaran yang sangat besar di bagian barat daya Istana Berkouli. Para prajurit yang berada disana berusaha sekuat tenaga untuk menahan dan melalukan serangan balik untuk membalas serang pihak lawan yang dipimpin oleh Pangeran Michael, suami Yang Mulia Putri Quinella.
"SERANG!!!"
"LINDUNGI ISTANA BERKOULI!!"
"JANGAN BIARKAN SATUPUN LOLOS." Teriak komandan pasukan penjaga istana, Duke Muda Verita, Zaidan Shana De Verita.
Disaat yang bersamaan, lorong menuju ruang kerja Yang Mulia Kaisar Vettel. Yang Mulia Putri Quinella datang dengan pedang kesayangannya, Holy Sword Excalibur, yang sudah berlumuran dengan darah dari para prajurit Integriti...
"Vettel, adikku yang kucintai, dimana kau bersembunyi?"
"Apa kau ada disini?" Ucap Yang Mulia Putri Quinella sambil membuka pintu beberapa kamar tamu yang ada disekitar sana.
"Atau disini?"
"Atau mungkin di sini?"
"Tidak. Atau mungkin di belakangku??" Ucap Yang Mulia Putri Quinella sambil menodongkan Holy Sword Excalibur ke leher Yang Mulia Kaisar Vettel.
"Kak, ternyata kau masih sama seperti dulu. Kau selalu saja tidak pernah mau mengalah sedikitpun pada adikmu ini." Ucap Yang Mulia Kaisar Vettel sambil menyingkirkan pedang Holy Excalibur milik Yang Mulia Putri Quinella.
"Dan kau masih tetap sama saja seperti dulu. Tapi itu tidak lagi, sekarang sudah tidak ada tempat untukmu bersembunyi seperti dulu lagi, Vettel." Ucap Yang Mulia Putri Quinella yang mulai memasang kuda-kuda.
"Oohh!!! Sepertinya kau sudah tidak sabaran ya untuk membunuhku, Kak. Melihat mu yang datang seorang diri kemari sepertinya aku sudah meremehkan mu, kak. Baiklah apa kita mulai saja sekarang." Ucap Yang Mulia Kaisar Vettel sambil memasang kuda-kuda dengan pedang ditangan kanannya dan Cambuk Skala Beku (Frost Scale Whip) di tangan kirinya.
Tanpa banyak bicara lagi pertarungan antara Yang Mulia Putri Quinella dan Yang Mulia Kaisar Vettel pun dimulai. Mereka pun sama-sama mengucapkan panggilan sistem disetiap langkah mereka. Hingga di puncaknya Yang Mulia Putri Quinella lah yang lebih unggul dalam hal pertarungan dibandingkan dengan adiknya, Yang Mulia Kaisar Vettel. Dan hal itu pun berakhir dengan Yang Mulia Kaisar Vettel mengalami banyak luka diseluruh tubuhnya hingga akhirnya Komandan Pasukan Khusus Istana, Grand Duke Everest, William Everest pun datang dan menolong Yang Mulia Kaisar Vettel, tapi Grand Duke Everest pun mengalami hal yang sama dengan Yang Mulia Kaisar Vettel.
Pertempuran pun kian memanas dan bahkan pertempuran ini terus berlanjut ke berbagai daerah di wilayah Kekaisaran Harvest dan diantaranya adalah wilayah timur laut daerah kekuasaan Duke Broglie, wilayah selatan daerah kekuasaan Grand Duke Everest, wilayah barat daerah kekuasaan Grand Duchess Yuuki, wilayah ibukota daerah kekuasaan Duke Verita, wilayah tenggara kekuasaan Count Castina, dan wilayah utara kekuasaan Duke Paddington sudah berhasil dikepung dan dibakar oleh pasukan yang dikirim oleh Yang Mulia Pangeran Michael dan pertempuran pun juga terjadi di daerah-daerah tersebut dan berhasil menangkap orang-orang yang merupakan pendukung kekuasaan yang dimiliki oleh Yang Mulia Kaisar Vettel.
Tapi walaupun begitu beberapa anak yang merupakan keturunan atau penguasa dari wilayah tersebut ada yang berhasil melarikan diri, tapi tidak dengan penguasa lainnya yang tidak berhasil melarikan diri dari pengejaran pasukan Pangeran Michael.
__ADS_1