
"Jawabannya adalah, dengan hadirnya diriku di dunia ini aku bisa menemukan seseorang yang harus aku jaga dan aku lindungi. Dan, jawaban itu muncul tepat setelah aku mengenalmu, Lea. Maka dari itu aku bertanya sekali lagi padamu, apa eksistensi dirimu di dunia ini, Lea?" Tanya Luca kembali.
"Eksistensi ku di dunia ini?" Tanya Tuan Putri Lea kembali.
"Ya, apa eksistensimu di dunia ini, Lea." Ucap Luca mengulangi kembali pertanyaan Tuan Putri Lea.
"Eksistensi ku di dunia ini adalah aku harus melindungi semua orang di Kekaisaran ini, itu adalah tugasku sekaligus eksistensi ku di dunia ini." Jawab Tuan Putri Lea.
"Apa yang membuatmu begitu yakin tentang hal itu?"
"Karena semua hal yang ada di Kekaisaran ini sudah menjadi tugasku yang merupakan Tuan Putri Kekaisaran Harvest. Aku harus menjadi lebih kuat agar aku bisa melindungi semua orang, aku harus bisa jadi lebih bijaksana dari sebelumnya. Karena itu aku akan berusaha sekuat tenaga untuk mengembalikan kedamaian yang sudah mereka rebut dariku." Jawab Tuan Putri Lea bersemangat.
"Benar, maka dari itu apa kau ingin membalas dendam untuk mereka semua yang telah tiada? Dan, setelah semua itu selesai kami semua akan berusaha untuk mengembalikan apa yang seharusnya menjadi milikmu, Lea. Jadi jangan khawatir dan menyerah begitu saja, karena aku tidak akan meninggalkanmu demi keuntungan diriku sendiri, percayalah padaku, Lea." Ucap Luca menghibur dan menyemangati Tuan Putri Lea yang sedang berduka.
"Ung, aku tidak akan menyerah begitu saja, Luca, dan terima kasih karena kau telah menghiburku." Ucap Tuan Putri Lea kembali bersemangat.
"Baiklah. Ivy apa kau luar?" Tanya Tuan Putri Lea.
"Ya, Tuan Putri. Anda memanggil saya?"
"Ya, kemari lah. Apa kau benar kalau Rena sudah meninggal?"
"Benar, Tuan Putri. Tapi saya tidak yakin apa benar kalau mayat Grand Duchess Yuuki atau bukan." Ucap Ivy menjelaskan.
"Hmmm.... begitu ya? Baiklah besok malam kita akan menyelidikinya bersama. Sekarang kalian istirahat lah dulu, sebentar lagi malam tiba ada baiknya kita meningkat kewaspadaan kita terhadap sekitar." Ucap Tuan Putri Lea.
"Baik, Tuan Putri." Ucap mereka berdua serempak.
"Dan satu hal lagi, mulai saat ini tujuan kita adalah untuk bertahan hidup, jadi mari kita mulai dengan menghilangkan kebiasaan kalian dengan menghilangkan 'Tuan Putri' saat kalian memanggilku."
"Eemmm... Bagaimana kalau kalian memanggilku 'Iana' untuk menghilangkan
kecurigaan orang-orang sekitar? Dan untuk kalian aku sudah mempersiapkan nama panggilan yang cocok untuk kalian."
"Luca mulai saat ini namamu akan berubah menjadi 'Luke', Ivy namamu berubah menjadi 'Vania' dan untuk yang lainnya aku akan memberitahu mereka nanti saat mereka tiba disini." Ucap Tuan Putri Lea memberitahukan sambil nama samaran mereka.
"Baiklah, Le- maksudku 'Iana', lalu apa kita perlu mengubah penampilan kita juga? Sepertinya orang-orang akan curiga kalau mereka melihat penampilanmu yang terlihat begitu mencolok itu 'Iana'." Ucap Luca mencoba memberikan saran.
"Ehmm... Itu ada benarnya juga, baiklah nanti aku pikirkan bagaimana cara menyembunyikan rambutku ini. Sekarang kalian istirahat lah dulu." Ucap Tuan Putri Lea sambil memegang ujung rambutnya dan berjalan pergi menuju kamarnya.
"Ah.... Aku tidak menyangka akhirnya jadi seperti ini, ya, mau tidak mau aku harus mencari pertolongan."
"Hmmm.... Bagaimana kalau aku minta tolong pada Rudolf? Mungkin saja dia mau membantuku, kebetulan aku juga merindukannya, sudah hampir 10 tahun lamanya aku tidak bertemu dengannya. Kira-kira seperti paa ya dia sekarang?" Ucap Tuan Putri Lea sambil berbaring di kasurnya dan merentangkan tangan kanannya ke atas seolah-olah sedang menggenggam sesuatu.
__ADS_1
Sementara itu di Istana Utama, Istana Matahari Berkouli. Sinar bulan yang sangat terang dan bintang-bintang yang bertebaran memenuhi langit dan menyinari Kekaisaran Harvest yang dipenuhi oleh lautan mayat, darah yang keluar pun kini menghiasi taman dan tembok Istana bagaikan sebuah istana angker yang tak berpenghuni. Lalu, sebuah rapat besar-besaran diadakan tepat diruang rapat yang dimana keadaan saat itu sangat memprihatinkan.
Dan, di dalam rapat itu para bangsawan berpangkat tinggi dan memiliki pengaruh serta dukungan yang kuat dari Yang Mulia Putri Quinella seperti Baron dan Baroness Monique, Duchess Hildebrand, Marquess Glazer, Marquess Meligina serta, Keluarga Viscount dan Viscountess Lawson Bates semuanya menghadiri rapat dadakan yang diadakan oleh Yang Mulia Putri Quinella, atau sekarang dikenal sebagai Queen Consort Implora dan suaminya Pangeran Michael yang sekarang dikenal sebagai Kaisar Implora.
Tidak hanya itu, mereka pun mengganti nama serta gelar keluarga kekaisaran dari yang tadinya 'Ratu dan Kaisar' menjadi 'Queen Consort Implora dan Kaisar Implora' karena mereka merasa kalau mereka telah terbebaskan dari bayang-bayang Kaisar Kekaisaran Harvest yang mereka benci, dan bahkan mereka pun juga mengganti nama Kekaisaran mereka sendiri menjadi 'Kekaisaran Glade'.
"Baiklah, tanpa panjang lebar lagi, karena semua sudah berkumpul disini kita mulai saja rapat darurat ini." Ucap Queen Consort Implora.
"Bagaimana? Apa kalian berhasil menangkap para buronan itu?" Tanya Queen Consort Implora pada para bawahannya.
"Itu..." Ucap para bangsawan itu sambil memberi kode mata pada satu sama lain.
"Itu apa? Cepat beritahu aku !!" Tegas Queen Consort Implora itu.
"Itu.... Kami memang berhasil menemukan beberapa dari mereka tapi untuk saat ini kami kehilangan jejak mereka, Yang Mulia." Jelas Baron Monique.
"PLAK." Suara tamparan yang cukup keras mengenai wajah tampan Baron Monique.
"Dasar tidak berguna!! Buat apa aku memberi kalian dukungan dan uang yang cukup besar kalau kalian saja tidak bisa melakukan dengan baik!!!
"Kalian bahkan jauh lebih buruk daripada Vettel dan Kaisar sebelumnya!!" Makinya pada para bawahannya
"Nella, tenanglah. Apa kau jadi seperti ini karena tidak bisa membunuh keponakanmu itu? Tenanglah, aku berjanji kalau aku bertemu dengannya aku akan segera membunuhnya dan membawakan kepalanya padamu, jadi tenanglah, aku mohon." Mohon Kaisar Implora pada istrinya, Queen Consort Implora.
"Ibu, tenanglah!!!" Tegas Tuan Putri Ellie yang langsung membuat Queen Consort Implora tersebut terdiam lemas tak berdaya.
"Ta-tapi... Lea, bagaimana dengan Lea? Dia masih berkeliaran di Kekaisaran ini, aku tidak tenang kalau dia dan teman-temannya itu belum tertangkap. Aku ingin melihatnya tersiksa tak berdaya, dan memohon ampun kepada kita." Ucap Queen Consort Implora.
"Kalau itu yang ibu inginkan, aku punya ide yang cukup bagus yang akan membuat ibu senang."
"Benarkah? Ide cemerlang apa itu, Sayang?" Tanya Queen Consort Implora.
"Ya, kita hanya perlu memancingnya dengan umpan terbaik yang sudah kita siapkan. Aku yakin saat dia menggigit umpannya dia tidak akan pernah melepaskannya untuk seumur hidup." Ucap Tuan Putri Ellie.
"Tapi bagaimana kita akan menangkapnya?" Tanya Queen Consort Implora bingung.
"Ibu akan tahu begitu pagi tiba."
"Pelayan, bawa ibuku ke kamarnya dan segara panggilkan dokter istana sekarang juga, sepertinya Yang Mulia mengalami stress yang cukup parah." Pinta Tuan Putri Ellie.
"Baik, Tuan Putri."
"Yang Mulia, silahkan lewat sini." Ucap pelayan tadi sambil menuntun Queen Consort Implora ke kamarnya.
__ADS_1
"Baiklah, rapat ini akan aku ambil alih." Ucap Kaisar Implora memulai kembali rapat yang tertunda.
Setelah itu pun rapat berjalan dengan lancar sebagaimana mestinya.
"Baiklah, rapat pertama kita hari telah selesai. Terima kasih atas kerja keras kalian semua." Ucap Kaisar Implora pada para bawahannya.
"Sebelum kalian pergi aku ingin meminta bantuan kalian terlebih dahulu. Sebarkan rumor yang mengatakan 'Bahwa Yang Mulia Queen Consort Implora dan Kaisar Implora akan melakukan eksekusi terhadap Kaisar terdahulu dan para bawahannya dua hari daei sekarang di alun-alun ibukota dan malamnya kami akan mengadakan pesta serta mengumumkan bahwa Kekaisaran Glade akan mengangkatkan kaisar baru yaitu, Yang Mulia Queen Consort Implora, Quinella Implora Glade Florida dan Kaisar Implora, Michael Jordan Henderson Implora.' Aku ingin kalian menyebarkan rumor itu sampai ujung wilayah Kekaisaran ini, jangan ada satupun yang terlewatkan." Pinta Tuan Putri Ellie pada para bawahannya.
"Eksekusi mati? Apa beliau yakin dengan itu?" Bisik para bangsawan itu gelisah.
"Ekhem. Apa kalian meremehkan keputusanku?"
"Ti-tidak, Yang Mulia, kami sama sekali tidak meremehkan keputusan anda." Ucap Viscount Lawson Bates kelagapan.
"Kalau begitu cepatlah sebarkan rumor itu sekarang juga. Kalau tidak kalian pasti tahu akhirnya bukan." Ucap Tuan Putri Ellie sambil tersenyum jahat.
"B-baik, Tuan Putri." Ucap mereka semua dan berlalu pergi dari ruang rapat.
"Eksekusi mati? Bukankah itu terlalu berlebihan bagi seseorang yang sebentar lagi akan mati? Dan terlebih dilakukannya di depan umum, apa kata rakyat nantinya?" Tanya Kaisar Implora.
"Ayah, jangan khawatir, karena kalau kita ingin menangkap mangsa yang besar maka kita akan membutuhkan umpan yang cukup besar juga. Terlebih ini adalah hal yang cukup bagus bagi kita untuk mengetahui kelemahan Lea dan kita bisa menggunakannya sebagai 'Kaisar Boneka' nantinya." Jelas Tuan Putri Ellie pada ayahnya.
Sementara itu di Hutan Black Forest tidak jauh dari Theodore Roosevelt....
"Jadi, bagaimana kalian bisa sampai disini?" Tanya Ian pada kedua sahabatnya.
"Ya, saat itu aku dan orang tua ku sedang minum teh di taman, tapi tiba-tiba saja Duchess Hildebrand, Marquess Glazer, dan Viscount Lawson Bates datang dengan membawa kepala Wakil Komandan prajurit terbaik kami, Mickey Rourke. Karena melihat hal itu ayahku langsung kehilangan kesabaran dan langsung menyerang mereka bertiga, dan kami pun terpaksa harus pindah ketempat yang aman."
"Tapi siapa sangka Viscountess Lawson Bates ikut handil dalam pertempuran itu, aku dan ibuku pun bertarung dengannya dan berakhir seri, tapi karena sifat Viscountess Lawson Bates yang licik dia pun menusuk jantung ibuku dari belakang. Aku yang melihatnya pun mencoba untuk melawan balik tapi perbedaan kekuatan kami terpaut jauh, jadi aku terpaksa kabur. Aku yang kabur tanpa membawa apapun hanya bisa mengandalkan keberuntunganku hingga sampailah aku disini bersama kalian."
"Ya, seperti yang kau ketahui Yang Mulia Putri Quinella memang sudah merencanakan hal itu sehingga dia mengutus beberapa antek-anteknya untuk membunuh kita yang mana merupakan faksi kaisar." Ucap Terraria.
"Lalu, bagaimana dengan orang tuamu?"
"Entahlah, aku tidak tahu. Mungkin saja dia sudah ditangkap atau dibunuh dengan sangat brutal oleh Yang Mulia Putri Quinella." Ucap Terraria sedih.
Duke Muda Verita yang mendengar hal itu pun langsung menyikut punggung Ian yang sedang terluka sehingga dia merasa sangat kesakitan.
"Apa-apaan itu?! Apa kau tidak tahu kalau itu sangat menyakitkan?" Bisik Ian kesel sambil menahan sakitnya.
"Apa hal itu sepadan dengan apa yang telah Terra rasakan?"
Mendengar hal itu Ian pun tersadar dan langsung meminta maaf pada Terraria. Terra, yang saat itu masih merasa sedih dengan berat hati memaafkan sikap Ian yang lancang tadi. Layaknya seorang Tuan Putri sejati, Terra memaafkan Ian begitu saja tanpa adanya rasa dendam ataupun benci pada sahabatnya itu.
__ADS_1
"Terima kasih, Terra. Aku janji tidak akan mengulanginya lagi." Ucap Ian.