
Sementara itu di gazebo taman milik Tuan Putri Quinella.
"Ibu, apa kau dengar itu? Para pelayan pun membanding-bandingkan aku dengannya. Aku sudah berusaha semampu ku tapi kenapa para pelayan tetap membandingkan aku dengannya?" Tanya Tuan Putri Ellie di abaikan oleh ibunya, Tuan Putri Quinella.
"......Ibu!" Teriak Tuan Putri Ellie kepada ibunya.
"Tenanglah sayang, semuanya sudah ada dalam kendali ibu." Ucap Tuan Putri Quinella sambil meminum teh di gazebo miliknya.
"Tapi..." Teriak Tuan Putri Ellie sekali lagi.
"Ssttt! Kita lihat saja nanti." Ucap Tuan Putri Quinella pada anaknya sambil tersenyum tipis.
"Baiklah kalau begitu aku pergi dulu." Ucap Tuan Putri Ellie sembari berjalan pergi dari gazebo tempat Tuan Putri Quinella, Ibunya minum teh.
"Seperti aku harus memanipulasi pikiran Ellie lagi." Ucap Tuan Putri Quinella pada dirinya sendiri.
"Tapi Yang Mulia, anda kan sudah pernah melakukannya sekali dan pada waktu itu ada semacam penolakan pada tubuh Tuan Putri, apa anda akan melakukannya lagi kali ini, Yang Mulia?" Tanya seorang dayang berambut merah yang berdiri di belakang Tuan Putri Quinella.
"Tentu saja, kesempatan tidak mungkin datang untuk yang kedua kalinya. Sebelum malam tiba kau pergi ke kamar Ellie dan suruh dia untuk datang ke kamarku secepat mungkin. Apa kau paham, Daisy?" Tanya Tuan Putri Quinella pada pelayan pribadinya.
"Saya paham, Yang Mulia." Ucap Daisy.
"Baiklah, matahari sudah mulai terik ayo kita masuk." Ucap Tuan Putri Quinella sambil berdiri dan berjalan meninggalkan gazebonya.
Sementara itu Tuan Putri Ellie di hadapkan pada suatu masalah yang tidak terduga.
"Aarghh!!! Sial. Kenapa aku harus mengalami ini semua? Aarghhh!!" Teriak Tuan Putri Ellie sambil mengempalkan tangannya dan memukulkannya ke tembok tiang Istana.
"Astaga Tuan Putri tangan anda!" Teriak seorang dayang yang mengikutinya dari belakang sambil
__ADS_1
"Lepaskan! Jangan sentuh aku dasar makhluk rendahan." Bentak Tuan Putri Ellie sambil menghempaskan tangannya dan berlalu pergi meninggalkan dayangnya seorang diri.
"Salam Tuan Putri Ellie, apa yang membuat anda tergesa-gesa seperti itu." Tanya Marquess Glazer yang tiba-tiba muncul.
"Malcolm? Apa yang kau lakukan disini? Bagaimana kalau orang lain tau?" Tanya Tuan Putri Ellie yang terkejut karena melihat Marquess Glazer yang tiba-tiba muncul didepannya.
"Anda tenang saja, Tuan Putri. Saya kemari menggunakan batu teleportasi. Ngomong-ngomong Tuan Putri anda tidak lupa kan dengan janji anda kemarin?" Ucap Marquess Glazer mengingatkan Tuan Putri Ellie akan janjinya.
"Tentu saja aku mengingatnya, Malcolm. Tunggu apa kau ingin melakukannya sekarang disini?" Tanya Tuan Putri Ellie malu.
"Tidak mungkin aku melakukan itu disini, tapi kalau kau mengizinkan maka saya akan dengan senang hati melayani anda, Tuan Putri." Ucap Marquess Glazer tersenyum sambil meletakkan tangannya dia dada Tuan Putri Ellie.
"Mal-Malcolm dimana kau meletakkan tangan mu?!" Ucap Tuan Putri Ellie malu dan takut.
"Apa yang kau takutkan, Lie? Disini hanya ada kita berdua saja. Kau tidak perlu takut seperti itu. Oh atau jangan-jangan kau lupa dengan janji mu kemarin." Ucap Marquess Glazer yang mulai memasukan tangannya bagian dalam pakaian yang dikenakan oleh Tuan Putri Ellie.
"Hai, Lie bagaimana kabar mu?" Tanya Tuan Muda Lawson Bates pada Tuan Putri Ellie.
"Hmmm... Sepertinya saya datang di saat yang kurang tepat, kalau begitu saya permisi dulu. Silahkan dilanjutkan, anggap saja anda tidak melihat saya, Tuan Putri." Ucap Tuan Muda Lawson Bates yang mencoba melarikan diri karena melihat hubungan antara Marquess Glazer dan Tuan Putri Ellie.
"Ti-tidak, jangan pergi, Lu. Jangan Tinggalkan aku sendirian dengan pria mesum ini!" Teriak Tuan Putri Ellie yang mencoba untuk menghentikan Tuan Muda Lawson Bates yang mencoba melarikan diri menggunakan batu teleportasi.
"Ekhem, maaf tapi siapa anda?" Tanya Marquess Glazer pada Tuan Muda Lawson Bates.
"Ah, saya adalah teman Tuan Putri Ellie, Ludwig Van Beethoven Lawson Bates." Ucap Ludwig memperkenalkan dirinya.
"Hhmmm... Hei, Ellie bagaimana kalau kita melakukan ini bertiga?" Tanya Marquess Glazer pada Tuan Putri Ellie tanpa tau malunya.
"B-be-bertiga?!! Apa kau gila Malcolm?" Teriak Tuan Putri Ellie yang terkejut dengan ide gila Marquess Glazer.
__ADS_1
"Tidak, tapi apa kau ingin mengingkari janji mu itu? Kalau kau mengingkari janji mu aku akan memberitahu semua orang bahwa 'Tuan Putri Ellie telah melakukan hal yang seharusnya tidak dilakukannya.' Apa kau mau hal itu tersebar luas di dalam maupun di luar kekaisaran ini?" Tanya Marquess Glazer sambil terus memainkan dada milik Tuan Putri Ellie.
"Mhmm~~ Ba-baiklah aku setuju. Aku mohon, aahhh~~ ja-jangan beri tau si-siapa pun." Ucap Tuan Putri Ellie sambil mendesah.
"Bagus, kalau begitu saat acara menginap yang diadakan oleh Tuan Putri Lea kau harus datang kamarku sendiri dan jangan sampai orang lain mengetahui hal ini. Dan kau Tuan Muda Lawson Bates kau juga harus datang, karena kau sudah melihat apa yang aku lakukan pada Lie jadi ada baiknya kalau kau juga datang dan ikut serta bersama kami. Kalau begitu aku pergi dulu sampai jumpa lagi, sayangku." Ucap Marquess Glazer pergi menggunakan batu teleportasi.
"Ekhem, Tuan Putri." Pinta Ludwig yang dari tadi menahan diri.
"I-iya?! ada apa, Lu?" Tanya Tuan Putri Ellie gugup dan masih gemetaran.
"Anda terlihat tidak pucat, Yang Mulia apa anda baik-baik saja?" Tanya Ludwig.
"Ya, aku baik-baik saja, Lu aku hanya sedikit kaget saja, hehehe." Ucap Tuan Putri Ellie berusaha untuk terlihat baik-baik saja.
"Apa anda yakin?" Tanya Ludwig memastikan.
"Ya tapi, Lu apa yang membuatmu datang kemari hingga kau menggunakan batu teleportasi?" Tanya Tuan Putri Ellie.
"Tidak ada, Yang Mulia. Saya hanya ingin memastikan keadaan anda saja." Ucap Ludwig.
"Aku baik-baik saja, apa yang kau khawatir kan, Lu?" Ucap Tuan Putri Ellie.
"Mmm... Baiklah. Lalu bagaimana dengan yang tadi dikatakan oleh Marquess Glazer barusan?" Ucap Ludwig.
"S-sebaiknya kau lupakan saja apa yang tadi di katakan oleh Mal- maksud ku Marquess Glazer." Ucap Tuan Putri Ellie sambil mendorong Ludwig pergi.
"Ba-baiklah, kalau begitu saya pergi dulu. Selamat tinggal, Tuan Putri Ellie." Ucap Ludwig sambil mengaktifkan batu teleportasinya menuju Kediaman Viscount Schubert.
"Fyuh... akhirnya Lu pergi juga. Aku tidak tau bagaimana menghadapinya nanti saat pesta menginap yang Lea adakan 2 hari lagi. Dan, terlebih lagi aku belum menyiapkan gaun pesta dan gaun tidur yang akan aku kenakan saat pesta menginap nanti." Ucap Tuan Putri Ellie sambil bergegas berlari menuju kamarnya dan meninggalkan dayangnya tepat jauh dibelakangnya.
__ADS_1