
"Baik, Yang Mulia. Saya akan selalu melindungi mansion ini dan semua yang ada didalamnya akan saya lindungi." Ucap Tuan Malevolent itu sambil mengeluarkan pedangnya dan siap untuk melakukan perlawanan.
"Bagus, aku suka dengan semangat dan keberanianmu, sekarang ayo kita temui mereka." Ucap Grand Duchess Yuuki.
Beberapa menit kemudian, aula utama Mansion Yuuki....
"Sial, ternyata pasukan yang dibawa olehnya lebih banyak dari yang kukira. Tapi apa tujuan sebenarnya Pangeran Michael menyerang kediaman Yuuki?"
"Aku penasaran apa Jane berhasil menemukan jalan rahasianya? Kuharap mereka semua selamat, Ya Dewi tolong jaga dan lindungi mereka semua." Batin Grand Duchess Yuuki sambil melihat sekeliling.
"Yang Mulia, haruskah kita serang mereka sekarang?" Bisik Tuan Malevolent pada Grand Duchess Yuuki.
"Tidak tahan dulu, kita jangan bertindak gegabah atau nanti kita akan tertangkap. Tunggulah sebentar lagi setelah itu kita akan menangkap mereka semua." Jawab Grand Duchess Yuuki dengan berbisik pelan.
"Tapi...."
"Sudahlah kau awasi dulu mereka, aku ingin menghubungi Istana terlebih dahulu. Beritahu aku kalau terjadi sesuatu." Ucap Grand Duchess Yuuki kembali berbisik.
"Baiklah, Yang Mulia." Jawab Tuan Malevolent berbisik.
Sementara itu, Istana Eldrie, taman belakang...
"Sial, kalau begini terus aku akan kalah olehnya." Batin Tuan Putri Lea sambil menangkis dan melawan balik serangan dari Tuan Putri Ellie.
"Ayolah, Lea, apa kau hanya akan menangkis setiap serangan ku?"
"Apa kau tidak lihat, akibat dari latihanmu yang tidak berkembang-kembang itu? Ibumu terluka parah begitu pula dengan tunanganmu dan calon saudara iparmu juga terkena imbasnya."
"Apa kau hanya akan menangkisnya setiap saat? Apa kau tidak merasa kasihan pada mereka yang sudah mengerahkan seluruh kemampuan dan tenaganya untuk melawanku?"
"Ya, itu juga tidak terlalu buruk. Dengan begitu aku bisa menyelesaikan tugas ini dengan cepat."
"Ah.. aku lupa memberitahumu,
asal kau tahu, kami tidak hanya menyerang Istana, tapi seluruh keluarga yang mendukung ayah dan ibumu sudah kami bumi hanguskan."
"Jadi ucapkan selamat tinggal pada semuanya. Ca. lon. Put. Ri. Mah. Ko. Ta." Ucap Tuan Putri Ellie sambil melayangkan satu serangan mematikan ke Tuan Putri Lea.
"Itu tidak akan pernah terjadi, Ellie!! Ucap Tuan Putri Lea sambil menangkis serangan Tuan Putri Ellie.
Dan tiba-tiba saja sebuah kilatan cahaya datang menyambar lengan Tuan Putri Ellie yang hendak membunuh Tuan Putri Lea.
"SIAPA ITU?!" Teriaknya jengkel.
"Maaf. Tapi itu benar, hal itu tidak akan pernah terjadi, Tuan Putri, tidak nona ksatria synthesis pertama." Ucap Luca sambil melindungi orang yang dicintainya.
"Luca!!" Teriak Tuan Putri Lea bahagia dan terkejut.
"Hai, Lea, maaf sudah membuatmu khawatir." Ucap Luca yang bergegas menghampirinya.
"Cih. Sungguh merepotkan. Bagaimana bisa orang itu bangkit kembali? Apa mungkin mereka semua sudah dikalahkan olehnya? ITU TIDAK MUNGKIN TERJADI, AKU YAKIN IBU PASTI AKAN MENANG!! " Batin Tuan Putri Ellie jengkel
"Kau tidak apa, Lea?"
__ADS_1
"Tidak, aku tidak apa, Luca. Dari pada itu, bagaimana dengan mu?"
"Haha, kau tidak perlu khawatir, Lea, aku baik-baik saja. Lihat aku begitu kuat, jadi aku tidak mungkin mati begitu saja." Ucap Luca sambil tersenyum.
"HEI! APA KALIAN SUDAH SELESAI BETEGUR SAPANYA?? SUNGGUH MEREPOTKAN, KU KIRA MEREKA SUDAH MENGURUS MU DENGAN BENAR TADI, TERNYATA BELUM. SUNGGUH MENYEBALKAN SEKALI! CIH!!"
"BAIKLAH, KU YAKIN, KEKUATANMU SUDAH BANYAK YANG TERKURAS, JADI TIDAK SULIT UNTUK MEMBUNUH KALIAN BERDUA SEKALIGUS. HAHAHAHAHAHAHAHA." Ucap Tuan Putri Ellie sangat jengkel.
"Tunggu apa maksudmu dengan 'membunuh kami berdua sekaligus?' lalu bagaimana dengan Yang Mulia Ratu? Dimana beliau berada sekarang? Lea...?" Tanya Luca cemas.
"Hahahahaha, kau sangat lucu. Bagaimana mungkin kau ingin berbicara dengan mereka semua sudah mati? Dasar bodoh." Ucap Tuan Putri Ellie sambil melakukan penyerangan sekali lagi.
"Mati? Yang Mulia Ratu sudah mati?"
"Ugh."
"Hahahahaha, sungguh ekspresi yang sangat lucu, dan itu membuatku menjadi semakin bergairah untuk membunuh kalian berdua."
"Ya, lagi pula kalian berdua sama saja, apalagi anak perempuan berambut kuning keemasan itu, kalian semua sangat naif."
"Alice. Tidak. Itu, tidak mungkin!"
"Aaaaaahh!!!" Teriak Luca sambil melayangkan serangan langsung pada Tuan Putri Ellie.
"Bagus, bagus, ekspresi yang sangat bagus untuk dilihat."
"Lagi, aku mau lagi. Aku ingin melihat ekspresi seperti itu setiap saat."
"Tuan Luca, jangan dengarkan ucapannya!!" Ucap Ivy yang saat itu datang entah darimana.
"Ivy??" Teriak mereka berdua.
"Maaf membuat anda menunggu, Tuan Putri. Apa anda berdua baik-baik saja?" Tanya Ivy sambil menghadang pedang yang diarahkan pada Luca.
"Kami berdua baik-baik saja, Tapi bagaimana denganmu?" Tanya Tuan Putri Lea khawatir.
"Anda tidak perlu khawatir, saya baik-baik saja. Jadi anda berdua menyingkir lah, saya yang akan mengurus hal merepotkan ini. Jadi anda berdua pergilah lebih dulu, saya akan menyusul anda nanti." Pinta Ivy.
"Cih, dasar bedebah sialan. Kau menganggap aku hal yang merepotkan?! Apa kau meremehkan kemampuan seorang integrity knight synthesist, hah?" Ucap Tuan Putri Ellie yang langsung naik pitam saat itu juga.
"Heh, lebih baik kau perhatiin saja kemana pedang ini mengarah." Balas Ivy.
"Sial!!! Padahal sedikit lagi aku bisa menghabisi mereka berdua, kalau saja anjing sialan ini tidak datang membantu, pasti aku bisa mengalahkan mereka sekarang juga!!" Ucap Tuan Putri Ellie sambil mengeluh dalam hati.
"Lea, apa tidak apa kita meninggalkan Tuan Putri Ellie pada Ivy?" Tanya Luca yang saat itu sedang melarikan diri.
"Percayakan hal itu pada Ivy, lagi pula dia adalah salah satu mantan prajurit bayaran The Winter."
"Mantan prajurit bayaran The Winter? Maksud anda prajurit yang berhasil membunuh salah satu dari raja di kerajaan Summer?"
"Ya, itu dia. Jadi jangan khawatir, dia akan kembali dengan selamat."
"Luca, pegang tanganku dengan erat kita akan melakukan teleportasi segera!" Ucap Tuan Putri Lea pada Luca sambil mengeluarkan batu mana teleportasinya.
__ADS_1
"Theodore Roosevelt!" Ucapnya.
"Akhirnya kita bisa lepas dari genggamannya." Lega Tuan Putri Lea sambil menghembuskan nafas leganya.
Sementara itu di Kediaman Grand Duchess Yuuki.
"Sial, Istana tidak menanggapi pesanku. Apa mungkin telah terjadi sesuatu di Istana?"
"Bahkan Lea pun tidak menjawab panggilanku sama sekali." Batin Grand Duchess Yuuki sambil mengamati sekitarnya.
"Apa yang sebenarnya terjadi?? Apakah hal ini ada kaitannya dengan yang terjadi 29 tahun yang lalu. Kalau benar itu akan gawat bukan untuk Kekaisaran saja tapi seluruh dunia akan terkena dampaknya."
"Sial, disaat seperti ini Lea, paman, dan bibi pun tidak bisa dihubungi. Apa aku minta tolong saja kepada Kerajaan Eileen Pearce? Mungkin saja paman dan bibi mau membantu kami semua."
Disaat yang bersamaan orang yang sedang menyamar sebagai Pangeran Michael pun datang untuk memeriksa kondisi...
"Bagaimana, apa kalian menemukan Grand Duchess Yuuki??" Tanya orang tersebut.
"Tidak, kami belum menemukan mereka, Tuan Meligina." Ucap salah satu prajurit yang menyerang kediaman Grand Duchess Yuuki.
"Marquess Meligina? Apa dia salah satu orang yang bekerja sama dengan bibi Quinella?"
"Lalu apa mungkin Marquess Meligina lah yang telah menyerang beberapa kediaman keluarga yang mendukung pemerintahan Paman Vettel dan Bibi Isabella." Batin Grand Duchess Yuuki.
"Dasar tidak berguna." Ucap Marquess Meligina sambil menikam orang tadi bicara dengannya secara brutal.
"Temukan mereka atau kalian akan bernasib sama dengannya!! Dan bagi kalian yang berhasil menemukan Grand Duchess Yuuki dan yang lainnya, maka kalian akan dipromosikan untuk menjadi Komandan Pasukan Natalya."
"Komandan Pasukan Natalya?" Sahut prajurit yang menyerang kediaman Grand Duchess Yuuki sambil berbisik pelan.
"Dipromosikan? Ini akan jadi kesempatan yang bagus untukku menunjukkan kekuatan ku pada Yang Mulia Pangeran." Sahut prajurit lainnya yang ikut berbisik.
"Kalian paham?!!" Tegas Marquess Meligina pada para prajurit yang dibawanya.
"Baik, Komandan." Ucap para prajurit itu sambil berdiri tegap.
"Sial, kalau begini terus cepat atau lambat kita pasti akan tertangkap oleh mereka. Kita harus segara pergi dari sini secepatnya." Batin Grand Duchess Yuuki sambil berdiri secara tiba-tiba dan tidak sengaja menjatuhkan vas bunga kesayangan mendiang Grand Duchess Yuuki sebelumnya, Cordelia Agatha Christie La Yuuki.
"Prrraaaannngggg."
"Siapa itu?!" Teriak Marquess Meligina sambil berjalan menghampiri tempat vas bunga yang pecah itu.
"Gawat, kita sudah ketahuan." Batin Grand Duchess Yuuki sambil mengambil ancang-ancang untuk melarikan diri.
"Yang Mulia, bagaimana sekarang? Apa kita akan menyerangnya?" Tanya Tuan Malevolent berbisik sambil memegang sarung pedangnya.
"Tidak, jangan sekarang. Kita tunggu waktu yang tepat setelah itu kita akan langsung menyerang dalam satu kali serangan." Ucap Grand Duchess Yuuki balas berbisik.
"Baiklah, lalu, apa kita akan lari?" Tanya Tuan Malevolent kembali berbisik.
"Tentu saja, Ayo."
"TUAN MALEVOLENT, CEPAT!!" Teriak Grand Duchess Yuuki.
__ADS_1