
"Jadi, hal penting apa yang ingin anda bicarakan dengan kami, Yang Mulia? Semoga ini kabar baik." Ucap Countess Castina.
"Jadi begini, aku berniat untuk mengumumkan pertunangan antara putriku, Lea dengan Putramu, Luca di pesta menginap yang akan diadakan oleh Lea besok." Ucap Baginda Kaisar langsung pada intinya.
"A-apa?!!!" Teriak mereka berdua sampai membuat telinga Yang Mulia Kaisar Vettel mendenging hampir seperti pecah.
"Astaga kalian berdua ini, sudah aku bilang aku akan mengumumkan pertunangan Lea dan Luca saat pesta menginap nanti. Aku tahu ini terlalu cepat, tapi selama mereka berdua tidak mempermasalahkannya aku tidak masalah dengan itu." Ucap Yang Mulia Kaisar.
"Baiklah lakukanlah apa yang menurut anda baik untuk mereka, saya dan Rydin tidak masalah, asalkan mereka bahagia saya tidak masalah dengan itu, Yang Mulia." Ucap Countess Castina sambil menghela nafas.
"Baiklah sudah diputuskan bahwa besok aku akan mengumumkan pertunangan Lea dan Luca."
"Kalau begitu aku pamit dulu, sampai jumpa di peresmian pesta menginap nanti." Ucap Yang Mulia Kaisar sambil berjalan pergi meninggalkan kamar tamu yang dipakai oleh Count dan Countess Castina.
Sementara itu di Perjalanan menuju Istana Eldrie...
"Apa Yang Mulia Kaisar yakin dengan hal itu? Menurutku ini terlalu cepat, aku yakin kalian pasti merasa syok, begitu pula denganku. Hah..." Ucap Alice menghela nafas panjang.
"Mau bagaimana lagi, ayahku sudah bilang seperti itu, kita sebagai bawahannya tidak bisa berbuat apa-apa. Tapi aku merasa senang dengan hal itu, mengingat pertemuan pertama kita yang tidak sengaja saat itu, aku rasa itu sudah ditentukan oleh takdir." Ucap Tuan Putri Lea sambil menyisipkan rambutnya ke belakang telinganya.
"Apa?? Jadi, Luca, kau L dan Tuan Putri sudah pernah bertemu sebelumnya??" Tanya Alice terkejut.
"A-aahh.. I-itu.. Ya, kami tidak sengaja bertemu di Toko Buku Astra the Kidston saat kita pergi ke Festival Lentera beberapa Minggu yang lalu." Ucap Luca gugup.
"A-apa kau bilang???" Teriak Alice sampai-sampai membuat Luca dan Tuan Putri Lea panik seketika.
"Ssttt!! Pelankan suaramu, Alice." Ucap Luca sambil menutup mulutnya Alice.
"Ja-jadi, kalian berdua... su-sudah pernah bertemu sebelumnya?" Tanya Alice tidak sabaran.
"Bukan pernah bertemu, tapi lebih tepatnya kami tidak sengaja bertemu saat itu." Jelas Luca.
__ADS_1
"Oh astaga!! Kenapa kalian tidak memberitahu aku tentang hal itu??? Aku pergi dulu, aku akan segera memberitahukan kabar baik ini kepada Sena, Zidan, dan Eugeo secepatnya!!" Ucap Alice sambil berlari mendahului Tuan Putri Lea dan kakaknya.
"Hahaha, saya minta maaf atas perilaku kakak saya yang seperti itu. Dia memang selalu tidak sabaran dari dulu." Ucap Luca sambil menahan malunya atas sikap adik nya itu.
"Tidak apa, Luca." Ucap Tuan Putri Lea.
Sementara itu di Istana Eldrie, sayap kanan, kamar Tuan Putri Ellie...
"Tuan Putri, anda harus keluar sesekali, tidak baik bagi kesehatan anda kalau anda terdiam diri di kamar terus." Ucap pelayan yang memiliki rambut pendek berwarna abu-abu dan mata berwarna merah tua.
"Baiklah, aku akan keluar jalan-jalan dan segera kembali lagi." Ucap Tuan Putri Ellie.
Setelah Tuan Putri Ellie menuruti permintaan para pelayan diapun tidak sengaja berpapasan dengan Tuan Putri Lea dan Luca di jalan menuju taman belakang Istana Eldrie.
"Ellie." Ucap Tuan Putri Lea saat dia melihat sepupunya.
"Saya menghadapkan Yang Mulia Putri Ellie, semoga berkah Dewi Stacia selalu menyertai anda." Ucap Luca memberi hormat.
"Lama tidak bertemu, Ellie, aku dengar katanya kamu sedang sakit selama beberapa hari ini, apa kau baik-baik saja?" Tanya Tuan Putri Lea memulai pembicaraan.
"Ah, itu tidak masalah Lie, ayah dan ibuku juga mengkhawatirkan kondisimu tapi nanti saat mereka melihat kondisi tubuhmu yang sudah mulai sehat kembali mereka pasti akan senang."
"Kalau begitu kami pergi dulu. Oh ya besok akan ada pesta menginap di Istana Eldrie, jadi jangan sampai kau tidak datang ya. Oh satu hal lagi, besok juga ayahku akan mengumumkan pertunangan aku dan Luca. Semoga kamu datang ya Ellie, kalau kamu tidak datang aku akan sangat sedih." Ucap Tuan Putri Lea berjalan pergi sambil menepuk pundak Tuan Putri Ellie.
"Baiklah, kami pergi dulu selamat tinggal Ellie dan selamat menikmati jalan-jalanmu." Ucap Tuan Putri Lea sambil melambaikan tangannya ke Tuan Putri Ellie.
Ellie hanya berdiam diri saja setelah mendengar ucapan Lea tadi, dan dia pun merasa terhina dan memutuskan untuk mengunjungi ibunya di Istana Alpine.
"Kau yang disana." Ucap Tuan Putri Ellie.
"Y-ya? Anda memanggil saya Tuan Putri?" Tanya dayang yang menemani Tuan Putri Ellie jalan-jalan.
__ADS_1
"Ya, bilang kepada ibu kalau aku akan datang mengunjunginya." Ucap Tuan Putri Ellie.
"Baik, Tuan Putri." Ucap dayang itu dan bergegas pergi menuju Istana Alpine.
Setibanya di Istana Alpine, dayang yang diperintahkan oleh Tuan Putri Ellie untuk menyampaikan pesannya kepada ibunya pun sampai dan segera memberitahukannya kepada kepala pelayan Istana Alpine. Setelah mendapatkan pesan dari dayang Tuan Putri Ellie, kepala pelayan pun langsung memberitahukannya kepada Yang Mulai Tua Putri Quinella.
"Ellie, apa yang membuatmu datang malam-malam begini? Ku harap kau bukan ingin membicarakan omong kosong yang tidak jelas. Ini sudah malam, jadi cepatlah kalau ada yang ingin kau sampaikan." Ucap Yang Mulai Putri Quinella sambil menuruni anak tangga bercabang.
"Ibu, mungkin ibu sudah mendengarnya dari para pelayan kalau paman Vettel ingin menjodohkan Lea dan Tuan Muda Castina, dan paman akan mengumumkan pertunangan mereka di pesta menginap yang Lea adakan besok." Ucap Tuan Putri Ellie kesal.
"Ellie, apa kau lupa dengan janjimu saat kau ku lantik sebagai Integrity knight synthesis?" Tanya Yang Mulia Putri Quinella mengungkit kembali tentang ritual itu sambil memberikan tekanan yang begitu kuat kepada Ellie.
"Tidak. Aku sama sekali tidak lupa dengan janji itu." Ucap Tuan Putri Ellie mengalihkan perhatiannya.
"Baguslah kalau begitu, sesuai janjimu padaku kau harus mencari kelemahan Lea, dan dengan begitu kau bisa menjatuhkannya dari posisinya dan merebut takhta Kekaisaran untuk dirimu."
"Baiklah, kalau tidak ada yang ingin kau sampaikan lagi kembalilah, ini sudah larut malam." Ucap Yang Mulia Putri Quinella.
"Baik ibu, kalau begitu saya pamit dulu. Sampai jumpa saat sarapan nanti." Ucap Tuan Putri Ellie sambil beranjak pergi dari Istana Alpine dan bergegas kembali ke kamarnya.
Sementara itu di waktu yang sama Tuan Putri Lea dan Luca sedang asyik berbicara sambil menuju ke kamar Tuan Putri Lea.
"Lea, aku rasa ada yang aneh dengan Tuan Putri Ellie." Ucap Luca curiga.
"Ya, aku tahu itu. Dan aku juga tahu apa yang menyebabkannya bersikap seperti itu." Ucap Tuan Putri Lea.
"Apa kau tahu tentang ritual tersembunyi di Kekaisaran ini?" Tanya Tuan Putri Lea pada Luca.
"Maksudmu ritual synthesis yang dilakukan oleh Yang Mulai Putri Quinella?" Tanya Luca.
"Benar, Rumor mengatakan kalau ritual itu sudah sering dilakukannya kepada Ellie tapi hal itu selalu gagal, anehnya entah kenapa sepertinya bibiku berhasil melakukan hal itu." Jelas Tuan Putri Lea.
__ADS_1
"Lalu, bukankah juga ada rumor bahwa Yang Mulai Putri Quinella, juga menggunakan panggilan sistem terlarang untuk melakukan ritual itu?!" Tanya Luca pada Tuan Putri Lea.
"Benar, tapi hal itu tidak diketahui bahkan oleh ayahku sendiri yang merupakan kaisar dari Kekaisaran ini." Ucap Tuan Putri Lea sedih sampai mereka berdua tidak menyadari bahwa mereka telah sampai di depan kamar Tuan Putri Lea.