Lima Sekawan: Pertarungan Memperebutkan Takhta Kekaisaran

Lima Sekawan: Pertarungan Memperebutkan Takhta Kekaisaran
Chapter 30: Gaun dan Stelan Jas.


__ADS_3

"Baiklah, kita berpisah disini. Selamat malam Lea semoga mimpimu indah." Ucap Luca pergi ke kamarnya setelah mengantarkan Tuan Putri Lea ke depan kamarnya.


Sementara itu dikamar Alice. Alice sedang menghubungi sahabat-sahabatnya melalui batu mana.


"Apa??? Jadi Luca dan Tuan Putri Lea sudah pernah bertemu sebelumnya!?" Teriak Sena, Zidan, dan Eugeo bersamaan lewat batu mana.


"Ini sangat tidak terduga, oh benar, aku ingin memberitahu kalian beberapa Minggu lagi Zidan akan datang untuk melamar ku!!" Teriak Sena sekali lagi sambil memberitahukan kabar bahagianya juga.


"Sena, jangan beritahukan hal itu pada yang lain." Ucap Zidan sedikit malu-malu.


"Kenapa memangnya? Bukankah itu berita bagus. Aku rasa kalian memang cocok jadi pasangan kekasih, kalian adalah pasangan sempurna yang pernah aku lihat." Ucap Alice memberikan dukungan.


Sementara itu dikamar sebelah tepat di seberang kamarnya Alice, Luca yang baru saja mengantarkan Tuan Putri Lea ke kamarnya langsung masuk dan berniat untuk tidur, tapi karena suara teriakan yang dibuat Sena melalui batu mana membuat Luca mengurungkan niatnya untuk tidur.


"Tok tok tok." Suara ketukan pintu.


"Ya?" Tanya Alice.


"Alice, apa yang sedang kau lakukan? Boleh aku masuk?" Tanya Luca.


"Kakak? Bukankah kakak sedang bersama Tuan Putri Lea beberapa saat yang lalu?" Tanya Alice penasaran.


"Ya, sekarang beliau sedang tidur di kamarnya, jadi bolehkah aku masuk? Sepertinya kau menghubungi mereka semua diam-diam supaya aku tidak mengetahuinya ya? Tapi itu tidak berguna sekarang." Ucap Luca yang langsung masuk ke dalam kamar Alice begitu saja.


"Hai semua bagaimana kabar kalian disana? Semoga kalian baik-baik saja ya." Ucap Luca menyapa teman-temannya.


"Ohh liat bukankah itu sih calon Putra Mahkota? Hei, Luca kau benar-benar sangat tidak terduga ya, ayo ceritakan kepada kami bagaimana kalian bisa bertemu saat itu?" Ucap Eugeo penasaran.


"Benar itu, Luca aku tidak menyangka bahwa Yang Mulai Kaisar akan mengumumkan pertunangan kalian." Ucap Zidan.


"Owh.. Ya, aku lupa untuk memberitahu kalian, ngomong-ngomong besok Tuan Putri Lea akan mengadakan pesta menginap di istananya apa kalian sudah mendapatkan suratnya?" Tanya Alice.


"Tentu saja." Ucap mereka bertiga serempak.


"Jadi, apa kalian akan datang besok?" Tanya Luca.


"Tentu saja, kami akan datang. Tidak mungkin kami melewatkan kesempatan untuk melihat kau dan Tuan Putri Lea bersama di pesta menginap itu." Ucap Zidan menggoda Luca.


Setelah mendengar lelucon Zidan mereka semua seketika langsung tertawa.


Ke esok harinya, Istana Eldrie pun disibukkan dengan berbagai macam hal untuk pesta menginap nanti malam. Dan gaun yang dipesan oleh Tuan Putri Lea pun telah selesai dan segera dibawa ke Istana Eldrie bersamaan dengan desainer terkenal, Estelle Parsley Serenity seorang imigran asal Kekaisaran Ishida yang menetap di Ibukota Kekaisaran Harvest, Kyusha.


"Tok tok tok." Suara ketukan pintu.


"Tuan Putri, Nona Serenity telah datang." Ucap seorang pelayan yang sedang menemani Nona Serenity menuju kamar Tuan Putri Lea.


"Eemm, suruh dia untuk masuk." Ucap Tuan Putri Lea.


"Baik, Tuan Putri."


"Silahkan Nona, Tuan Putri telah menunggu anda." Ucap pelayan itu menyuruh Nona Serenity untuk masuk.


"Salam Tuan Putri, perkenalkan nama saya Estelle Parsley Serenity seorang desainer dari butik Aristia Burberry Serenity. Semoga berkah Dewi Stacia selalu menyertai anda." Ucap Nona Serenity.

__ADS_1


"Selamat datang di Istana Eldrie Nona, maaf sudah membuatmu sibuk dalam beberapa hari ini."


"Silahkan duduk, Nona." Ucap Tuan Putri Lea sambil mempersilahkan Nona Serenity untuk duduk.


"Bawa teh dan cemilannya kemari." Ucap Tuan Putri Lea kepada salah satu pelayannya.


"Baik, Tuan Putri." Ucap pelayan itu pergi dan kembali lagi dengan troli makanan lalu menyajikannya kepada Tuan Putri Lea dan Nona Serenity.


"Terima kasih." Ucap Tuan Putri Lea dan Nona Serenity.


"Jadi, bagaimana? Apa gaun yang ku minta sudah selesai?" Tanya Tuan Putri Lea memulai pembicaraan.


"Sudah Yang Mulia, saya juga membawakan beberapa gaun untuk anda." Ucap Nona Serenity sambil menyuruh para pelayan pribadinya untuk membawakan gaun Tuan Putri dan gaun-gaun lainnya.


"Benarkah? Kalau begitu perlihatkan semua gaun yang kau bawa padaku." Ucap Tuan Putri Lea sambil meletakkan kembali cangkir tehnya.


"Ini dia, Tuan Putri, semoga anda menyukainya." Ucap Nona Serenity berharap karyanya diterima oleh Tuan Putri Lea.


"Mhmmm.... ini terlihat bagus." Ucap Tuan Putri Lea sambil menunjuk ke arah gaun yang berwarna (seperti yang dibawah ini.



"Anda memiliki mata yang sangat jeli sekali, Yang Mulia. Itu adalah karya saya yang belum pernah saya perlihatkan kepada seluruh masyarakat di Kekaisaran Harvest ini. Saya yakin itu pasti akan sangat cocok untuk anda." Ucap Nona Serenity memuji hasil karyanya.


"Anda terlalu berlebihan dalam memuji saya, Nona."


"Lalu apa kau punya stelan jas untuk pria? Aku ingin warna yang serasi untuk pasanganku. Dan juga tolong pisahkan beberapa gaun ini untuk temanku, aku juga ingin dia mencobanya juga." Ucap Tuan Putri Lea sedikit malu.


"Ya? Ah, baiklah Tuan Putri." Ucap Nona Serenity sambil menggerakkan jari telunjuknya kepada pelayannya.


"Ini, Yang Mulia, sesuai permintaan anda saya telah memisahkan beberapa dari gaun-gaun ini, dan saya juga membawakan 2 pasang stelan jas couple untuk anda dan pasangan anda."




"Stelan keduanya bagus, tapi untuk yang berwarna hitam putih keemasan ini tolong sediakan dalaman. Eemmm, karena pakaian itu sedikit terbuka, terutama di bagian atas bawah leher." Ucap Tuan Putri Lea sambil memperhatikan stelan yang akan dia gunakan bersama Luca nanti.


"Baiklah, Yang Mulia." Ucap Nona Serenity.


"Dan ini saya bawakan beberapa jenis gaun dari berbagai daerah yang menurut saya akan sangat cocok untuk teman anda, Yang Mulia." Ucap Nona Serenity sambil memperlihatkan gaun dan stelan jas karyanya.


"Eemmm... Benarkah demikian?" Tanya Yang Mulia Putri Lea sambil melihat-lihat gaun yang dibawakan oleh Nona Serenity.






__ADS_1







"Tentu saja Yang Mulia, tapi maaf kalau menurut anda saya sedikit lancang, kalau saya boleh tahu.... untuk siapa gaun dan stelan jas ini?" Tanya Nona Serenity.


"Gaun dan stelan jas tersebut untuk Tuan Muda dan Nona Castina, anda pasti sudah mendengarnya beberapa saat yang lalu." Ucap Tuan Putri Lea menjelaskan.


"Kalau yang anda maksud Tuan dan Nona Castina, apakah itu keluarga yang dibawa oleh Yang Mulia Kaisar ke istananya?!!" Ucap Nona Serenity terkejut mendengar hal itu.


"Benar. Baiklah kembali ke pembahasan utama kita. Tentang biayanya kau tidak perlu repot, aku akan mengurusnya sendiri nanti." Ucap Tuan Putri Lea mengalihkan topik pembicaraannya.


"Baik, Tuan Putri." Ucap Nona Serenity.


"Kalau begitu Ivy, bisakah kau panggilkan Luca dan Alice kemari? Ada yang ingin aku perlihatkan pada mereka." Ucap Tuan Putri Lea kepada Ivy, pelayan pribadinya.


"Baik, Tuan Putri." Ucap Ivy sembari pergi menuju kamar Luca dan Alice yang berada di sayap kanan Istana Eldrie.


"Tok tok tok." Suara ketukan pintu.


"Siapa?" Tanya Alice.


"Ini saya Nona." Ucap Ivy dari balik pintu.


"Ivy? Masuklah."


"Aku harap tidak ada sesuatu yang buruk terjadi pada Tuan Putri." Ucap Alice yang sedang asyik membaca beberapa buku yang berisi tentang strategi perang, politik, dan hukum Kekaisaran.


"Tidak ada, Nona, hanya saja Yang Mulia memerintahkan saya untuk membawa anda dan Tuan Luca untuk segera datang ke kamar Tuan Putri." Ucap Ivy langsung pada poin utamanya.


"Aku dan Luca?" Tanya Alice pada Ivy.


"Benar, Nona." Ucap Ivy yang tidak menyadari bahwa Luca telah berdiri di samping pintu kamar Alice dari tadi dan menguping pembicaraan mereka.


"Kenapa Tuan Putri Lea memanggil kami?" Tanya Luca spontan sehingga membuat kedua gadis itu terkejut dan berteriak.


"Kyaaaa!!!"


"Luca apa yang kau lakukan disini??? Kau tahu kami berdua hampir kehilangan jantung kami!!!" Teriak Alice sehingga mendatangkan beberapa orang prajurit pengawal ke kamar Alice.


"Ada apa Nona??" Tanya salah satu prajurit pengawal sambil memegang pedang.


"Ah, maafkan kami para prajurit sekalian, tidak ada sesuatu yang terjadi, jadi anda sekalian bisa tenang. Dan maafkan kami atas kekacauan yang terjadi." Ucap Ivy membungkuk meminta maaf kepada para prajurit pengawal itu.


"Baiklah, kalau terjadi sesuatu panggil saja kami, Nona." Ucap salah satu prajurit pengawal itu dan segera pergi meninggalkan kamar Alice.


"Fyuhh... Baiklah ayo kita temuin Tuan Putri." Ucap Alice sambil merapikan kembali buku-buku yang dibacanya tadi.

__ADS_1


Segera setelah kesalahpahaman itu selesai mereka pun bergegas pergi untuk menemui Tuan Putri Lea di kamarnya.


"Permisi, Tuan Putri, Tuan Luca dan Nona Alice ada disini." Ucap Ivy


__ADS_2