Lima Sekawan: Pertarungan Memperebutkan Takhta Kekaisaran

Lima Sekawan: Pertarungan Memperebutkan Takhta Kekaisaran
Chapter 15: Kebenaran Alice Yang terungkap


__ADS_3

"Plak!!!"


Suara tamparan terdengar lagi dan mengenai wajah sebelah kiri milik Marquess Glazer.


"Tuan Putri?" Tanya Marquess Glazer kepada temannya itu sambil memegang wajah sebelah kirinya


"Dan itu untuk ibu ku! Kau memang pantas mendapatkannya, Malcolm!" Ucap Tuan Putri Ellie tegas dengan nada marah sambil memegang tangan kirinya yang habis menampar wajah Marquess Glazer.


"Hah! Kalian lihat saja nanti, dan kau Ellie cepat atau lambat kau akan tau kebenaran di balik jatuhnya posisi Ibumu itu!" Ucap Marquess Glazer mengancam dan pergi meninggalkan yang lainnya begitu saja.


"Paman, aku permisi sebentar." Ucap Tuan Putri Ellie pergi meninggalkan Baginda Kaisar dan yang lainnya.


"Ah..." Ucap Baginda Kaisar yang menyayangkan kesempatan untuk berbicara berdua saja dengan keponakannya.


"Ada apa, Pa?" Tanya Tuan Putri Lea.


"Tidak, bukan apa-apa nak." Ucap Yang Mulia Kaisar sambil membelai rambut anak semata wayangnya.


"Ngomong-ngomong, Lea apa yang kau lakukan disini? Dan siapa kalian berdua? Kalian tampak asing bagi ku." Tanya Baginda Kaisar sambil menunjuk ke dua anak diantara empat anak yang baru saja tiba disana.


"Salam kepada Matahari Kekaisaran. Perkenalkan saya Alice Schubert De Castina dan ini adik saya Luca Arendo De Castina." Ucap Alice sambil memberi salam kepada Baginda Kaisar.


"Owh... kalian anak-anaknya Rydin dan Jeremiah. Aku sudah banyak mendengar tentang kalian, dan kau pasti anak yang di selamatkan oleh Rydin 7 tahun yang lalu sewaktu kau tinggal di hutan Hallerbos bersama kedua orang tuamu yang sebelumnya." Ucap Baginda Kaisar sambil mengacungkan jarinya ke arah Alice.


Alice pun terkejut setelah mendengar perkataan yang keluar langsung dari mulut Baginda Kaisar.

__ADS_1


"Itu benar Yang Mulia, saya adalah anak yang di selamatkan oleh beliau yang sekarang merupakan ayah angkat saya. Tapi Yang Mulia, bagaimana anda tau kalau saya adalah anak yang di selamatkan oleh nya?" Tanya Alice penasaran.


"Hohohoho, itu sangatlah mudah. Tapi sebelum itu ayo kita pindah tempat dulu." Ucap Yang Mulia Kaisar memberi kode kepada Grand Duchess Yuuki, Duke Muda Verita, Nona Lawson Bates, Nona Everest, Nona Paddington, dan Marquess Meligina.


"Kalau begitu kami permisi dulu Yang Mulia, Tuan Putri." Ucap mereka berenam sambil kembali ke tempatnya masing-masing.


"Pa, bagaimana kalau kita kesana? Disana sangat tenang dan tidak ada yang akan mengganggu kita berbicara." Ucap Tuan Putri Lea sambil menunjuk ke arah sebuah gazebo yang terletak tidak jauh dari Danau Worthington.


"Baiklah, itu terlihat cukup nyaman untuk kita berbicara mengenai hal tadi." Ucap Baginda Kaisar berjalan kesana dengan di ikuti oleh Tuan Putri Lea, Ivy, Eugeo, Sena, Alice, dan Luca


Sesampainya di gazebo...


"... 7 Tahun yang lalu setelah Rydin pulang dari ekspedisi nya di hutan Hallerbos dia pernah bercerita pada ku kalau dia menemukan sebuah gubuk tua di pedalaman hutan Hallerbos itu."


"Setelah dia menelusuri daerah hutan tersebut dia melihat ada 3 orang, 1 wanita tua, 1 anak perempuan dan 1 pria tua. Saat dia memperhatikan kondisi keluarga itu, Rydin memutuskan untuk membantunya tapi di tolak."


"Monster...?" Tanya Tuan Putri Lea, Sena, Luca, Eugeo.


"Maaf, Baginda dari sini biar saya yang akan menjelaskan." Ucap Alice mengajukan diri untuk menceritakan kejadian yang dia alami 7 tahun yang lalu.


"Oh, silahkan, silahkan." Ucap Baginda Kaisar memperbolehkan.


"Ya, monster. Monster itu berbadan seperti manusia dan berkepala seperti burung. Dia suka menghisap darah manusia dan keluar saat malam tiba."


"Tapi saat itu saya dan keluarga saya tidak melihat bahwa Impundulu ada disana, karena Impundulu suka berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya sesuai keadaan cuaca dan iklim." Ucap Alice menjelaskan.

__ADS_1


"Impundulu? Apa itu?" Tanya mereka berlima.


"Impundulu adalah monster berkepala burung dan berbadan manusia yang suka menghisap darah manusia dan keluar saat malam tiba, terkadang dia juga dapat berubah menjadi pria tampan yang memiliki bekas luka bakar di sekitar wajahnya." Ucap Alice menjelaskan ciri-ciri dari Impundulu, monster yang menyerang dia dan keluarganya.


"Saat Impundulu datang menyerang, saya dan keluarga saya sedang keluar untuk mencari kayu bakar, saat ayah saya menemukan sebuah kayu yang sangat bagus tapi saat ayah saya berbalik dia langsung di tangkap dan dihisap darahnya oleh impundulu dan disusul oleh ibu saya."


"Karena saya tidak bisa berbuat apa-apa maka saya berteriak dan Count Castina yang berada tidak jauh dari tempat saya dan keluarga saya berada mendengar suara teriakan saya dan berlari menghampiri saya dan keluarga saya. Count Castina membantu saya memusnahkan monster itu tapi setiap ditebas monster itu bangkit kembali seakan dia sama sekali tidak merasakan rasa sakit."


"Saya yang melihatnya pun merasa sudah sangat putus asa, tapi disaat saya berada di titik terburuk saya, saya melihat sebuah cahaya terang menyinari tubuh saya, Count Castina yang berada di dekat saya pun terkejut melihat Impundulu yang ada di depan kami hancur berkeping-keping menjadi abu, setelah menyaksikan hal itu Count Castina langsung memanggil saya 'Gadis Suci Bercahaya' dan berlutut didepan saya lalu membawa saya pulang kekediaman Count Castina. Lalu disana saya disambut dengan hangat oleh semua orang yang ada di kediaman itu."


"Awalnya saya berpikir mereka membenci saya dan tidak menyukai saya, ternyata saya salah setelah saya mengenal Count Castina dan Istrinya saya yakin bahwa Dewi memberi saya kesempatan untuk bisa merasakan hangatnya keluarga." Ucap Alice sambil memegang tangan Adik angkatnya, Luca.


Sementara itu Tuan Putri Ellie dan Marquess Glazer....


"Malcolm! Malcolm tunggu, tunggu sebentar!" Teriak Tuan Putri Ellie sambil terengah-engah karena kelelahan mengejar Marquess Glazer.


"Apa? Apa kau masih belum puas menamparku? Apa kau ingin menamparku untuk yang ketiga kalinya, Ellie?" Bentak Marquess Glazer kepada Tuan Putri Ellie.


"Cukup! Aku tidak mungkin melakukan itu kepada teman ku, orang yang paling berharga bagi ku." Ucap Tuan Putri Ellie yang kembali membentak Marquess Glazer.


"Lalu tadi? Apa bukan kau yang menampar wajah ku?" Ucap Marquess Glazer yang semakin membentak Tuan Putri Ellie.


"Itu.... Aku terpaksa melakukannya, maafkan aku Malcolm." Ucap Tuan Putri Ellie menundukkan kepalanya.


"Huh! Maaf? Itu tidak semudah yang kau pikirkan, Ellie." Ucap Marquess Glazer tidak menerima permintaan maaf dari Tuan Putri Ellie.

__ADS_1


"Lalu apa yang harus aku lakukan supaya kau mau memaafkan aku, Malcolm?" Tanya Tuan Putri Ellie bingung.


__ADS_2