Lima Sekawan: Pertarungan Memperebutkan Takhta Kekaisaran

Lima Sekawan: Pertarungan Memperebutkan Takhta Kekaisaran
Chapter 8: Menyelinap Keluar


__ADS_3

"Lily apa menu makan malam hari ini." Tanya Duke Broglie.


Setelah Duke Broglie bertanya seperti itu Lily pun langsung memanggil para pelayan yang bertugas untuk menyajikan makan untuk Duke Broglie, anak-anaknya, dan tamunya, keluarga Count Castina.


"Menu utama malam hari ini adalah Soupe' à lôigon gratinee, Shchi, dan Grits, dan untuk dessert malam ini ada Floating Island, Pashalnii Kulichi,dan Ptichye Moloko. Yang Mulia." Ucap Lily sambil membuka penutup makanan yang ada di atas meja makan.


"Woah... Sepertinya ada sesuatu yang spesial dengan menu makan malam hari ini, bahkan, sepertinya ada menu dessert yang baru ya koki." Ucap Eugeo sambil menatap semua makanan yang ada di atas meja.


"Hehehe, terima kasih atas pujiannya, Tuan Muda, mata anda sangat jeli."


"Anda benar, karena hari ini kita kedatangan tamu dari daerah selatan tentu saja kita harus menyajikan menu makanan khas keluarga kita yaitu, Soupe à Löigon Gratinee, Shchi, Grits. Sedangkan untuk dessert khas keluarga Broglie hanya ada Ptichye Moloko dan Pashalnii Kulichi, itu saja Tuan Muda." Ucap koki tersebut.


"Lalu apa yang baru dari ini semua?" Tanya Duke Broglie.


"Yang baru dari ini semua adalah dessert nya, Yang Mulia. Saya pikir anda semua akan merasa bosan dengan dessert yang seperti itu setiap harinya, jadi saya mencoba membuat dessert yang baru, dan Floating Island adalah dessert yang baru saja saya ciptakan dengan mencampurkan beberapa kuning dan putih telur, gula pasir, ekstrak vanila, serta susu panas, Yang Mulia. Kalau anda penasaran dengan rasanya, anda dapat mencobanya, Yang Mulia."


"Mhm... Baiklah, tidak baik juga menolak karya seorang koki yang sidah bersusah payah untuk membuat ini. Kau boleh kembali ke tempat mu, koki" Ucap Duke Broglie pada koki itu sambil memegang gelas untuk Floating Island.


"Baik, Yang Mulia." Ucap koki tersebut sambil membungkukkan badannya sebagai tanda hormat.


"Ayo semua, jangan sungkan-sungkan, silahkan di cicipi makanannya." Ucap Eugeo dan Duke Broglie.


"Baiklah." Ucap Count Castina dan istrinya.


"Selamat makan." Ucap semua orang yang ada di meja makan.


"Uh!!!..." Ucap mereka berempat terkejut saat mencicipi makanan khas keluarga Broglie.


"Ada apa? Apa ada yang salah dengan masakannya, Tuan Count?" Tanya Sena pada Count Castina.


"Ti-tidak, tidak ada yang salah dengan makanannya Nona Broglie. Hanya saja..." Ucap Count Castina


"Ya? Hanya saja?" Tanya Eugeo penasaran.


"Hanya saja... ini masakan terenak yang pernah kami rasakan. Rasa parutan keju yang meleleh di mulut saat di kunyah, gurihnya kuah kaldu dan bawang putih serta daging yang lembut menyatu jadi satu di setiap gigitannya."


" Saya yakin sensasi masakan ini tidak ada yang bisa menandinginya, kecuali masakan buatan koki istana." Ucap Count Castina memuji masakan buatan koki keluarga Broglie.


"Hahaha, syukurlah kalau kalian menyukainya." Ucap Eugeo.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian...


"Terima kasih makanannya." Ucap mereka semua setelah selesai makan.


Setelah mereka makan, mereka langsung kembali ke kamarnya masing. Tapi tidak dengan Sena, Alice, Eugeo dan Luca, setelah mereka selesai makan mereka langsung menuju ke ruang tamu. Tapi setelah beberapa menit mereka berbincang-bincang, Sena dan Eugeo pergi meninggalkan ruang tamu dan pergi menuju ke pintu utama.


"Luca, ada apa dengan mereka berdua? Mereka terlihat aneh, bagaimana kalau kita ikutin mereka?" Tanya Alice pada adik angkatnya yang sangat dia sayangi.


"Ayo, kak. Aku juga merasa aneh dengan gerak-gerik mereka, mereka seperti menyembunyikan sesuatu dari kita, kak." Ucap Luca sama penasarannya.


"Eugeo, Sena kalian mau pergi kemana malam-malam begini?" Tanya Luca heran dengan sikap mereka berdua.


"Hmm... Kakak bilang ada festival lentera malam ini jadi aku ingin pergi melihatnya dengan kakak." Ucap Sena sambil tersenyum.


"Festival lentera? Apa kami boleh ikut? Ucap Alice antusias.


"Tentu saja boleh, tapi bagaimana dengan orang tua kalian? Apa mereka tidak akan mencari kalian?" Tanya Eugeo yang teringat dengan tuan Count Castina dan Countess Castina yang ada di dalam kamar.


"Ah! Soal itu kau tidak perlu khawatir, Eugeo aku sudah bilang pada mereka bahwa aku sama kakakku ingin melihat-melihat bintang di taman." Ucap Luca sambil tersenyum lebar.


"Kau berbohong pada orang tua mu?" Tanya Eugeo tambah penasaran.


"Orang tua mu sama sekali tidak curiga?" Tanya Eugeo sekali lagi.


"Kak~ ayo kita pergi sebelum hari mulai semakin malam kak." Ucap Sena sambil memegang lengan kakaknya.


"A-a.. ba-baiklah, ayo kita jalan." Ucap Eugeo sambil memimpin mereka bertiga berjalan keluar dari pintu utama dan pergi menuju ke pintu rahasia yang tersembunyi di belakang semak-semak di dekat tembok pagar kediamannya.


Setelah mereka keluar dari pintu rahasia yang tersembunyi di belakang semak-semak di dekat tembok pagar kediaman Broglie. Mereka langsung menuju alun-alun kota.


......................


Sementara itu di Taman Istana Elderie, dua orang yang mengenakan mantel hitam juga menyusup keluar dari Istana Elderie. Kedua orang itu adalah Tuan Putri Lea Frederica Obelia De Harvest dan dayangnya, Ivy Lycana.


"Tuan Putri, apa anda yakin dengan ini? Bagaimana kalau kita bilang kepada Yang Mulia Ratu dan meminta izin padanya terlebih dahulu? Ucap seorang dayang yang menemani Tuan Putri Lea keluar secara diam-diam lewat pintu rahasia yang tersembunyi di Taman Istana Elderie.


"Ivy, kau ini bodoh atau bagaimana hah?! Kau menyuruhku untuk meminta izin terlebih dahulu pada ibuku? Apa kau gila ya?! Sudah pasti ibuku tidak akan mengizinkannya." Ucap Tuan Putri sedikit kesal.


"Maafkan hamba Tuan Putri, hamba tidak akan mengulanginya lagi." Ucap Ivy merasa bersalah.

__ADS_1


"Hmm.. baguslah kalau kau tau kesalahan mu."


"... Ivy, dimana pintu rahasia yang tadi siang kau bicarakan?" Tanya Tuan Putri tidak sabar


"Tepat dibawah kaki anda, Tuan Putri." Ucap Ivy sambil menunjuk ke bawah .


"Tapi, Tuan Putri, jalanan disana sangat sempit lalu gelap, pengap dan banyak sekali lumut disana, apa anda akan baik-baik saja dengan semua itu?" Tanya Ivy khawatir.


"Itu tidak akan jadi masalah untuk ku, ayo tunjukkan jalannya, Ivy. Aku akan mengikut mu di belakang." Ucap Tuan Putri Lea.


"Baik Tuan Putri. Suatu kehormatan bagi saya untuk memandu anda." Ucap Ivy sambil membungkuk pada Tuan Putri Lea.


Setelah itu mereka pun menelusuri jalan rahasia yang sempit, gelap dan pengap itu dengan sangat hati-hati. Untung saja Ivy, dayang Tuan Putri itu membawa sebuah senter, kalau tidak mungkin mereka akan tersesat untuk selamanya di jalan rahasia itu. Setelah sekian lama akhirnya mereka menemukan jalan keluar yang terhubung langsung dengan gang kecil tempat dimana festival lentera diadakan.


"Ivy, bagaimana kau bisa tau kalau di bawah Istana Eldrie ada jalan rahasia? Berapa lama jalan rahasia itu ada di Istana ini? Apa di Istana Fanatio tempat mama tinggal juga ada? Lalu bagaimana dengan Istana Bercouli tempat papa tinggal?" Tanya Tuan Putri penasaran.


"Maafkan hamba Tuan Putri, saya kurang tau mengenai berapa lama jalan rahasia itu ada di Istana anda, saya juga tidak tau apakah di Istana Fanatio dan Istana Bercouli ada atau tidaknya saya tidak tau, Tuan Putri. Tapi satu hal yang saya ketahui, bahwa saya mengetahui jalan rahasia ini tepat saat saya sedang membersihkan taman di Istana anda, Tuan Putri." Ucap Ivy menjelaskan secara singkat.


"Owh... Hmm, Ivy bisakah kau memanggilku 'Lea' saat kita di luar Istana?" Tanya Tuan Putri Lea pada dayangnya.


"Bagaimana bisa saya memanggil anda seperti itu, Tuan Putri?" Tanya Ivy yang balik bertanya pada Tuan Putri Lea.


"Hmm... Bagaimananya menjelaskannya? Ah! Bagaimana kalau seperti ini saja, kalau kau memanggilku 'Tuan Putri' semua orang pasti berpikir kalau aku yang merupakan anak dari seorang raja pergi menyelinap ke luar istana dengan seorang dayang. Dan pada akhirnya kita tertangkap aku dapat, hukuman tidak boleh keluar dari istana selama beberapa hari atau beberapa minggu dan kau, Ivy, kau akan mendapatkan hukuman kurungan penjara selama beberapa tahun. Apa kau mau hal itu terjadi?" Ucap Tuan Putri Lea menjelaskan


"Tidak, saya tidak mau hal itu terjadi pada Tuan Putri atau pada saya. Haah... Baiklah saya akan memanggil anda dengan nama anda Tuan Putri." Ucap Ivy pasrah.


"Bagus, kalau begitu coba kau panggil aku 'Lea'." Ucap Tuan Putri.


"L-lea." Ucap Ivy gugup.


"Bagus, kalau begitu ayo kita jalan." Ucap Tuan Putri Lea sambil menggandeng tangan Ivy.


......................


"Labu! Labu segar hanya ada di toko ini." Ucap seorang pedagang yang sedang menjajakan barang dagangannya kepada orang-orang.


"Hei, kau! Lihat-lihat kalau mau meletakkannya. Hancur semua pot bunga ku, kau harus ganti rugi sekarang." Ucap seseorang yang sedang merapikan pot bunganya yang berjatuhan sambil memarahi orang yang sembarangan meletakkan barang bawaannya.


"Maaf pak, maaf akan saya ganti sekarang juga." Ucap orang tersebut yang di marahi oleh penjual bunga itu.

__ADS_1


__ADS_2