
"Wow.. Wow.. kalian berdua tenanglah. Nyonya Duchess sudah aku obati, walaupun lukanya tidak begitu parah dibandingkan dengan yang lain tapi sudah aku mengobatinya, jadi kalian berdua jangan khawatir lagi ya." Ucap Duke Muda Verita terburu- buru sambil menenangkan mereka berdua.
"Hah.. hah.. hah.."
"Zidan, Jadi... hiks.. Bagaimana.. hiks... keadaan ibuku sekarang?" Tanya Sena sambil menahan tangisnya.
"Nyonya Duchess, baik-baik saja sekarang. Jadi aku harap kau tidak menangis lagi ya? Aku akan ikut sedih kalau melihatmu sedih juga, Sena. Jadi aku mohon kamu jangan menangis lagi ya." Ucap Duke Muda Verita sambil memeluk Sena yang sedang bersedih karena ibunya, Duchess Broglie terluka akibat kecelakaan.
"Lebih baik aku tidak memberitahunya kalau Duchess Broglie terkena racun Bunga Wisteria." Ucap Duke Muda Verita di dalam hati sambil memeluk Sena yang sedang sedih.
"Hemm.. hemm.. Kalian tidak lupa kan kalau ada aku disini?" Tanya Eugeo malu-malu mengingatkan mereka yang sedang berpelukan.
"A-aahh.. ma-maaf, kak. Aku lupa kalau kakak ada disini juga." Ucap Sena malu-malu sambil meminta maaf pada kakaknya.
"Tidak apa."
"Jadi, Zidan kapan kau sampai disini?" Tanya Eugeo penasaran.
"Ah, itu. Aku baru saja tiba tadi malam bersama Nyonya Duchess." Ucap Duke Muda Verita.
"Ah.. iya aku lupa bilang pada mu, Sena. Beberapa hari yang lalu aku dengar ayah memanggil Lily untuk datang ke ruang kerjanya dan saat itu aku tidak sengaja mendengar percakapan mereka, dan ayah bilang katanya keluarga Count Castina akan datang berkunjung kediaman kita." Ucap Eugeo antusias.
"Benarkah? Aku tidak sabar menyambut mereka, Kak. Kapan mereka akan datang, Kak." Tanya Sena tidak sabaran.
"Aku kurang tau kapan tepatnya mereka akan datang, tapi sepertinya mereka akan tiba tidak lama lagi." Ucap Eugeo sambil mengingat kembali percakapan ayahnya dan kepala pelayan itu.
"Baiklah kalau begitu aku punya waktu untuk bersiap-siap."
"Ngomong-ngomong kapan ayah akan datang? Ayah bilang ada yang ingin di bicarakan dengan kita tapi kenapa ayah belum datang juga?" Tanya Sena heran.
"Entahlah, mungkin ayah sedang dalam perjalanan menuju kesini. Bagaimana kalau kita duduk sambil minum teh dan makan beberapa biskuit?" Tanya Eugeo pada Sena dan Duke Muda Verita, Zidan.
"Baiklah aku setuju, lagipula menunggu sambil berdiri seperti ini juga melelahkan." Ucap Duke Muda Verita setuju.
__ADS_1
"Baiklah, silahkan duduk, Zidan akan aku panggil pelayan untuk membawakan beberapa teh dan biskuit untuk kita makan." Ucap Sena sambil melambaikan tangannya ke arah pelayan yang berdiri di samping pintu.
Selang beberapa menit Duke Broglie akhirnya tiba dan membicarakan beberapa hal dengan Duke Muda Verita dan dengan kedua anaknya itu. Mulai dari pembicaraan tentang kondisi Duchess Broglie, ibu Eugeo de Broglie dan Sena de Broglie, dan pembicaraan tentang keluarga Count Castina yang akan berkunjung beberapa hari lagi serta pembicaraan mengenai kerja sama antara Duke Broglie dan Duke Muda Verita.
Setelah pembicaraan mengenai hubungan kerja sama antara Duke Broglie dengan Duke Muda Verita selesai Duke Muda Verita memutuskan untuk kembali kediamannya yang berada di sebelah barat laut Kekaisaran Harvest. Sebelum pergi Duke Muda Verita juga membicarakan tentang rencana pertunangannya dengan Sena ke Duke Broglie. Pertunangan ini untuk mempersatukan kedua kekuatan antara Duke Muda Verita, yaitu Zaidan Shana de Verita yang dijuluki sebagai pria tertampan yang memiliki banyak perusahaan di bawah naungannya dan Tuan Putri Broglie, yaitu Sena de Broglie yang memiliki reputasi keluarga yang sangat bagus.
Setelah pembicaraan itu selesai Duke Muda Verita pun pergi meninggalkan kediaman Broglie. Dan beberapa hari setelah Duke Muda Verita pergi Keluarga Count Castina pun datang berkunjung .
......................
"Jadi... saat ini Helena sedang terbaring lemas di atas kasurnya begitu." Ucap Countess Castina cemas.
"Huh"
" ... Ya, seperti yang tadi aku bilang tadi Helena... dia terkena racun bunga wisteria dan aku tidak tau kapan dia akan bangun kembali. Kalau kalian mau melihatnya, ayo aku antar kalian ke kamarnya." Ucap Duke Broglie sambil berjalan keluar menuju pintu ruang kerjanya.
Selang beberapa menit Duke Broglie mengantarkan Count Castina dan Countess Castina ke kamar Duchess Broglie. Mereka pun masuk dan terkejut melihat keadaan teman dekatnya, Duchess Broglie yang sebenarnya.
"Astaga, Helena apa yang terjadi padamu?" Ucap Countess Castina hampir pingsan karena terkejut melihat keadaan teman baiknya yang tidak kunjung bangun.
"Louise, sudah berapa hari Helena seperti ini? Apa kau sudah memanggil dokter kemari?"
"Mia." Panggil Duke Broglie sedikit kencang tapi tetap diabaikan oleh Countess Castina.
"Siapa pelakunya?Apa pelakunya sudah tertangkap?"
"Jeremiah, kumohon tenanglah." Panggil Count Castina lagi sedikit lebih kencang.
"Atau aku saja yang menangkap pelakunya! Dimana dia? Cepat beritahu ku!!!" Ucap Countess Castina berteriak sambil memegang kerah baju milik Duke Broglie.
"Jeremiah Krisan De Castina." Teriak Count Castina dan Duke Broglie yang sudah kehilangan kesabarannya karena sudah memanggil Countess Castina berkali-kali.
"Apa? Apa?" Ucap Countess Castina kaget karena teriakan Duke Broglie dan suaminya, Count Castina.
__ADS_1
"Mia, kumohon tenanglah, Helena sedang terbaring di kasurnya jangan sampai kita menganggu tidurnya." Ucap Count Castina sambil membelai rambut istrinya yang sedang duduk di kursi sebelah kasur Duchess Broglie.
"Hah... Maafkan aku Ray. Seketika aku merasa emosi saat melihat Helena terbaring lemas di atas kasurnya. Dan kau juga, Louise, aku minta maaf karena sudah membuat kebisingan yang tidak berguna itu." Ucap Countess Castina sambil membungkukkan badannya sebagai tanda minta maaf kepada Duke Broglie dan juga kepada suaminya, Count Castina.
"Hah... Tidak apa, Mia. Aku paham dengan kekhawatiran mu dengan keadaan Helena." Ucap Duke Broglie.
"Tapi... Keadaan Helena masih seperti itu, dia belum sadar-sadar juga apa kau yakin sudah memanggil dokter, Louis?" Tanya Countess Castina masih khawatir dengan kondisi temannya, Duchess Broglie yang belum sadar-sadar juga.
"Ya, aku sudah memanggil semua dokter bahkan sampai dokter terbaik di Kerajaan ini pun tidak tau apa obatnya, aku sudah melakukan yang terbaik untuk kesembuhan Helena, kita hanya perlu menunggu sampai dia sadar."
"Ayo, kita ke bawah pasti kalian sudah lapar." Ucap Duke Broglie mengalihkan pembicaraan.
"Ya, aku sudah sangat lapar. Ayo kita turun, anak-anak pasti sudah bosan menunggu kita." Ucap Count Castina sambil berjalan keluar dari kamar Duchess Broglie.
"Hahaha, iya, ayo kita turun." Ucap Duke Broglie.
......................
"Hai, anak-anak bagaiman tur nya apa menyenangkan?" Tanya Duke Broglie pada Sena, Alice, dan Luca.
"Salam Duke Broglie, saya Alice Schubert de Castina, dan ini kakak saya Luca Arendo De Castina, senang bertemu dengan anda."
"Tur tadi sangat menyenangkan, Yang Mulia. Sena dan Lily sangat baik pada kami."
"Dan ini pertama kalinya saya melihat ruang perpustakaan yang begitu megah dan indah, Yang Mulia Duke. Saya harap saya bisa membaca beberapa buku di perpustakaan anda, Yabg Mulia." Ucap Alice senang.
"Hohoho, terima kasih pujiannya, Nona. selagi anda dan keluarga anda menginap disini, bagaimana kalau anda mampir ke perpustakaan yang di kelola oleh keluarga Broglie? Disana anda bisa membaca buku kapan saja yang anda mau, Nona." Ucap Duke Broglie merasa senang karena ada yang memuji perpustakaannya.
"Benarkah, Yang Mulia Duke?" Tanya Alice antusias.
"Tentu saja." Ucap Duke Broglie sambil tersenyum pada Alice.
Alice pun membalas senyumannya itu dengan perasaan yang bahagia.
__ADS_1
"Bagaimana kalau kita makan sekarang, kebetulan ini sudah waktunya untuk makan malam."