Lima Sekawan: Pertarungan Memperebutkan Takhta Kekaisaran

Lima Sekawan: Pertarungan Memperebutkan Takhta Kekaisaran
Chapter 28: Rencana Pesta Menginap dan Pertunangan.


__ADS_3

"Baiklah kalau begitu, Baginda. Bawa masuk Marquess Glazer sekarang." Ucap Duke Paddington kepada penjaga yang berjaga di depan pintu masuk.


"Kalian semua bisa pergi sekarang. Aku ingin bicara empat mata dengan Marquess Glazer." Ucap Baginda Kaisar menyuruh semua orang yang ada di dalam ruang singgasana untuk keluar.


"Tapi Yang Mulia..." Ucap para petinggi itu serempak.


"Apa kalian ingin membuatku marah? Kubilang pergi, apa lagi yang kalian tunggu??" Tegas Baginda Kaisar.


"Ba-baiklah, kami permisi dulu, Yang Mulia." Ucap para petinggi sambil berjalan keluar dengan terburu-buru meninggalkan Baginda Kaisar dengan Marquess Glazer sendirian.


"Baiklah hal penting apa yang ingin anda bicarakan dengan, saya Yang Mulia?" Tanya Marquess Glazer dengan tidak tahu malunya.


"Dasar tidak tahu sopan santun!


"Sungguh tidak ada sopan santun sekali kau ini, Marquess. Baiklah aku tidak akan panjang lebar lagi, apa alasanmu mengabaikan para rakyat yang ada di wilayah mu itu? Aku percaya padamu, kalau kau akan mengurus wilayah itu dengan baik tapi kenapa kau tega melakukan hal seperti itu pada rakyatmu sendiri? Sekarang apa penjelasanmu tentang hal itu?" Ucap Baginda Kaisar melontarkan berbagai macam bentuk pertanyaan.


"Ah! Satu hal lagi beberapa hari yang lalu aku melihatmu dan keponakanku berduaan di taman yang menuju ke arah Istana Berkouli, apa yang kalian lakukan disitu?" Lanjut Baginda Kaisar bertanya.


"Sa-saya tidak bermaksud untuk mengabaikan mereka semua Yang Mulia, saya sudah melakukan yang terbaik untuk mengurus wilayah tersebut, hanya saja mereka yang bersikeras memaksa saya untuk menutup jalur perdagangan dengan Kerajaan Cussons. Tapi Kerajaan Cussons tidak menerima hal itu, la-lalu mereka langsung menyerang perbatasan, sa-saat itu saya tidak tahu harus berbuat apa, sa-saya sudah mengerahkan seluruh pasukan yang saya miliki untuk menahannya tapi hasilnya nihil, Yang Mulia." Ucap Marquess Glazer berusaha untuk menutupi kebohongannya.


"Kau pikir aku akan percaya dengan omong kosong mu begitu? Kau salah besar dalam hal ini, Marquess. Ah, kau belum menjawab pertanyaanku tentang hubunganmu dengan keponakanku." Ucap Baginda Kaisar.


"I-itu... Ka-karena Tuan Putri Ellie.... Y-yang meminta saya untuk bertemu, Yang Mulia." Ucap Marquess Glazer gemetar ketakutan.


"Hmm... Sungguh alasan yang tidak masuk akal. Baiklah, cukup untuk hari ini, penjaga bawa Marquess Glazer ke penjara sekarang." Ucap Baginda Kaisar memanggil masuk penjaga.


"Baik, Baginda." Ucap kedua penjaga tersebut sambil membawa Marquess Glazer kembali ke dalam penjara.


Sementara itu di Istana Eldrie...


"Tok tok tok." Suara ketukan pintu.

__ADS_1


"Yang Mulia, apa anda didalam?" Ucap dua bersaudara itu.


"Ya, masuklah." Ucap Tuan Putri Lea menyuruh kedua temannya untuk masuk.


"Hei, Lea, apa yang kau lakukan?" Tanya Luca.


"Itu, aku sedang menyiapkan beberapa hal untuk pesta menginap besok." Ucap Lea menjelaskan.


"Pesta menginap?" Tanya mereka berdua serempak.


"Ya, sebenarnya ini sudah aku rencanakan beberapa hari yang lalu, tapi saat itu Duchess Broglie baru saja meninggalkan kita, jadi aku menundanya sementara. Aku juga sudah mengirimkan kalian undangannya, apa kalian sudah membacanya?" Tanya Tuan Putri Lea.


"Tentu saja sudah kami baca, Yang Mulia." Ucap mereka berdua serempak.


"Kalau begitu apa kalian mau membantuku untuk menyiapkannya lagi?" Tanya Tuan Putri Lea yang kewalahan mempersiapkan pestanya seorang diri.


"Tentu saja, Yang Mulia." Jawab mereka berdua lagi.


Segera setelah mereka menyiapkan kembali undangan-undangan pesta dan mendekorasi ulang aula pesta, mereka bertiga pun bergegas pergi menuju ke Istana Berkouli untuk memberitahukan hal itu kepada Baginda Kaisar.


"Tok tok tok." Suara ketukan pintu.


"Oh, Lea, putriku sayang apa yang membuatmu datang kesini?" Tanya Baginda Kaisar kepada kalian bertiga.


"Itu... beberapa hari yang lalu sebelum Duchess Broglie meninggal aku bilang pada ayah kalau aku ingin mengadakan pesta menginap..." Ucap Tuan Putri Lea tapi di potong Baginda Kaisar.


"Langsung ke intinya saja!" Ucap Baginda Kaisar tidak mau bertele-tele.


"Itu... aku ingin ayah meresmikan pesta menginap ku besok, apakah ayah bisa?" Ucap Tuan Putri Lea memohon kepada ayahnya.


"Baiklah, tapi aku punya syarat dua untuk kalian bertiga. Pertama, aku akan mengumumkan pertunangan kau dan Luca." Ucap Baginda Kaisar.

__ADS_1


"Apa? tapikan kami baru kenal beberapa hari yang lalu!? Apa itu tidak terlalu cepat, Ayah?" Ucap Tuan Putri Lea terkejut.


"Ya, mungkin ini terlalu cepat bagi kalian, tapi aku sudah tidak bisa menunggu lagi. Dan selama waktu pertunangan berlangsung gunakan lah kesempatan ini untuk mengakrabkan diri kalian masing-masing." Ucap Baginda Kaisar.


"Lalu bagaimana dengan pendapat Orangtua saya, Yang Mulia? Saya yakin mereka tidak akan setuju dengan hal ini, Yang Mulia." Ucap Luca.


"Tentang hal itu serahkan saja padaku, aku yakin orang tua kalian akan setuju dengan hal ini." Ucap Baginda Kaisar berusaha meyakinkan mereka bertiga.


"Baiklah, lalu apa syarat keduanya, Yang Mulai?" Tanya Alice penasaran.


"Syarat keduanya adalah bahwa kau yang merupakan 'gadis suci cahaya' harus menjalani latihan pedang dan pendidikan mengenai sejarah berdirinya Kekaisaran ini, politik, sosial budaya, ekonomi, dan lain sebagainya yang setara dengan pendidikan yang di ikuti oleh setiap anggota keluarga Kekaisaran Harvest ini." Ucap Baginda Kaisar.


"Tapi Yang Mulia, ini terlalu berlebihan bagi saya untuk mempelajari itu semua, saya bahkan bukan berasal dari Bangsawan, apakah saya pantas mendapatkan itu semua, Yang Mulia?" Ucap Alice yang merasa cukup terbebani.


"Tidak, itu tidak berlebihan dan kau pantas mendapatkan itu semua, lalu ini adalah perintah langsung dariku sebagai Kaisar dari Kekaisaran ini." Pinta Yang Mulai Kaisar kepada Alice.


"Baiklah, Yang Mulia." Ucap Alice membungkuk hormat.


"Baiklah, apa ada lagi yang ingin kalian sampaikan padaku?" Tanya Baginda Kaisar


"Ah... tidak Yang Mulia, kalau begitu kami pamit dulu, Yang Mulia, semoga berkah Dewi Stacia selalu menyertai anda." Ucap mereka bertiga dan berjalan pergi meninggalkan Baginda Kaisar sendirian di ruangan tersebut.


Sementara itu setelah Baginda Kaisar membicarakan hal itu dengan Tuan Putri Lea, Alice, dan Luca beliau pun bergegas pergi ke sisi timur laut Istana Berkouli, tempat dimana kamar tamu berada.


"Tok tok tok." Suara ketukan pintu.


"Mia, Rydin bolehkah aku masuk? Ada hal penting yang ingin aku bicarakan dengan kalian berdua saat ini juga." Pinta Baginda Kaisar mengetuk pintu kamar tamu yang dipakai oleh Count dan Countess Castina.


"Tentu, masuklah Yang Mulia." Ucap Count Castina sambil membukakan pintu kamarnya.


"Jadi, hal penting apa yang ingin anda bicarakan dengan kami, Yang Mulia? Semoga ini kabar baik." Ucap Countess Castina.

__ADS_1


"Jadi begini, aku berniat untuk mengumumkan pertunangan antara putriku, Lea dengan Putramu, Luca di pesta menginap yang akan diadakan oleh Lea besok." Ucap Baginda Kaisar langsung pada intinya.


"A-apa?!!!" Teriak mereka berdua sampai membuat telinga Yang Mulia Kaisar Vettel mendenging hampir seperti pecah.


__ADS_2