
"Hmm... Bagaimananya menjelaskannya? Ah! Bagaimana kalau seperti ini saja, kalau kau memanggilku 'Tuan Putri' semua orang pasti berpikir kalau aku yang merupakan anak dari seorang raja pergi menyelinap ke luar istana dengan seorang dayang."
"Dan pada akhirnya kita tertangkap aku dapat, hukuman tidak boleh keluar dari istana selama beberapa hari atau beberapa minggu dan kau, Ivy, kau akan mendapatkan hukuman kurungan penjara selama beberapa tahun. Apa kau mau hal itu terjadi?" Ucap Tuan Putri Lea menjelaskan
"Tidak, saya tidak mau hal itu terjadi pada Tuan Putri atau pada saya. Haah... Baiklah saya akan memanggil anda dengan nama anda Tuan Putri." Ucap Ivy pasrah.
"Bagus, kalau begitu coba kau panggil aku 'Lea'." Ucap Tuan Putri.
"L-lea." Ucap Ivy gugup.
"Bagus, kalau begitu ayo kita jalan." Ucap Tuan Putri Lea sambil menggandeng tangan Ivy.
......................
"Labu! Labu segar hanya ada di toko ini." Ucap seorang pedagang yang sedang menjajakan barang dagangannya kepada orang-orang.
"Hei, kau! Lihat-lihat kalau mau meletakkannya. Hancur semua pot bunga ku, kau harus ganti rugi sekarang." Ucap seseorang yang sedang merapikan pot bunganya yang berjatuhan sambil memarahi orang yang sembarangan meletakkan barang bawaannya.
"Maaf pak, maaf akan saya ganti sekarang juga." Ucap orang tersebut yang di marahi oleh penjual bunga itu.
......................
"Whoah... Imutnya kucing ini. Ivy coba kau lihat ini bukankah mereka sangat imut?" Tanya Tuan Putri Lea pada dayangnya.
"Iya, mereka sangat imut." Ucap Ivy.
"Selamat malam Nona, apa anda mau membelinya? Ini kucing jenis Ragdoll. Kucing ini salah satu ras kucing terbesar di dunia, Nona. Berat satu kucing jantan jenis Ragdoll sekitar 5,4 - 9 kg sedangkan untuk kucing betina jenis Ragdoll beratnya sekitar 5,4 - 6,8 kg."
"Dan untuk kepribadiannya kucing ini cenderung mudah beradaptasi dengan hewan peliharaan lainnya. Dan untuk harganya Ragdoll jantan di bandrol sekitar 8 - 20 Ribu Harvest sedangkan untuk Ragdoll betina di bandrol sekitar 5 - 15 Ribu Harvest. Bagaimana apa anda tertarik untuk membelinya, Nona?" Ucap pemilik toko hewan itu ramah pada Tuan Putri Lea dan Ivy.
"Maaf Tuan, tapi kami hanya sekedar melihat saja. Kami tidak tertarik untuk membelinya." Ucap Tuan Putri Lea sopan.
"Cih, kalau kalian tidak mau membeli apapun disini lebih baik kalian pergi sekarang juga." Ucap pemilik toko hewan itu senada marah.
"Dilihat dari cara berpakaiannya seperti mereka bukan anak dari bangsawan ataupun anggota keluarga kekaisaran. Haah.. percuma aku jelaskan tentang kucing ini pada mereka pasti mereka tidak tau apapun tentang kucing ini. Haah!" Ucap pemilik toko hewan itu di dalam hati
"Kenapa kalian belum pergi juga? Cepat pergi sebelum aku panggil para penjaga!" Tegasnya sambil mendorong Tuan Putri Lea dan Ivy menjauh dari tokonya.
__ADS_1
"Baik-baik kami akan pergi jadi berhentilah mendorong kami." Ucap Tuan Putri Lea balas marah juga.
"Uh! Ayo kita pergi saja Ivy, orang itu sungguh tidak punya sopan santun sama sekali." Ucap Tuan Putri Lea sambil berjalan ke arah toko buku Astra The Kidston.
"Selamat datang di Toko Buku Astra The Kidston. Semua buku yang anda inginkan ada di sini dan terjamin keasliannya." Ucap pemilik toko buku itu ramah sambil tersenyum.
"Permisi Tuan, dimana saya bisa menemukan buku-buku yang bertemakan misteri?" Tanya Tuan Putri penasaran.
"Di sebelah sana, Nona, di rak buku berwarna biru dongker." Ucap pemilik toko buku itu sambil menunjuk ke arah rak buku yang berwarna biru dongker.
"Baiklah, terima kasih, Tuan." Ucap Tuan Putri.
"Sama-sama, Nona." Ucap pemilik toko buku itu sopan.
"Hmm... Tuan Putri, a-anu saya rasa ada barang yang lupa saya beli, saya ingin membelinya apa saya boleh pergi sebentar? Saya jadi saya akan kembali secepatnya." Ucap Ivy sambil berbisik.
"Baiklah, tapi jangan terlalu lama dan cepat kembali, aku akan menunggumu disini sambil membaca beberapa buku." Ucap Tuan Putri menyetujui sambil berbisik juga.
"Baik, kalau begitu saya pergi dulu, Lea." Ucap Ivy sambil berlari pergi.
......................
"Anda terlihat bingung, Nona. Apa boleh saya bantu?" Ucap pria asing itu yang terlihat sangat muda.
"Aahh!!" Teriak Tuan Putri sambil berjalan kebelakang karena terkejut.
Brukk.
Bunyi kepala Tuan Putri yang terbentur rak buku kayu.
"Aaww.... Kepala ku!" Ucap Tuan Putri sambil memegang kepalanya.
"Apa anda baik-baik saja, Nona? Maaf saya sudah membuat anda terkejut, saya tidak bermaksud untuk melukai anda, Nona. Sungguh!" Ucap pria asing itu sambil mengulurkan tangannya kepada Tuan Putri untuk membantunya berdiri.
"Ah , saya tidak apa-apa Tuan hanya sedikit terbentur tadi." Ucap Tuan Putri sambil meraih uluran tangan pria asing itu.
Saat Tuan Putri Lea meraih uluran tangan pria asing itu mata mereka saling bertemu dan mereka bertatapan selama 10 detik lamanya.
__ADS_1
1… 2… 3… 4…5… 6… 7… 8… 9… 10…
"O-oh, sy-syukurlah kalau begitu." Ucap pria asing itu tersipu malu.
"Pe-permisi, maaf kalau boleh tau siapa na-nama anda, Nona? Ucap pria asing itu.
"Nama saya Lea, Tuan, anda sendiri, Tuan?" Tanya Tuan Putri.
"Nama saya Luca Arendo De Castina, Nona. Anda bisa memanggil saya Luca." Ucap orang yang bernama Luca itu.
"Senang berkenalan dengan anda, Tuan." Ucap Tuan Putri Lea.
"Tolong jangan kaku pada aku, Lea. Maaf tapi apa aku boleh memanggilmu seperti itu?" Ucap Luca menjaga etika berbicara.
"Tentu saja anda boleh memanggil saya seperi itu, Tuan." Ucap Tuan Putri Lea.
"Sudah ku bilang panggil saja aku Luca, Lea. Jangan panggil aku 'Tuan' seperti itu. Ucap Luca sedikit kecewa.
"Baiklah kalau memang itu keinginan mu, Luca." Ucap Tuan Putri Lea pasrah sambil tersenyum lebar.
"Ngomong-ngomong, Lea apa yang kau lakukan disini?" Tanya Luca penasaran.
"Ah itu aku sedang mencari beberapa buku misteri untuk ku baca nanti." Ucap Tuan Putri Lea menjelaskan.
"Owh... Jadi itu sebabnya kau terlihat bingung."
"Kalau begitu bagaimana kalau aku merekomendasikan beberapa buku misteri yang baru terbit akhir-akhir ini?" Tanya Luca sambil memilih beberapa buku misteri yang baru terbit.
"Ide bagus. Kebetulan aku kesulitan untuk memilih buku mana yang bagus. Untung ada kau, terima kasih, Luca." Ucap Tuan Putri Lea sambil menerima beberapa buku yang di rekomendasikan oleh Luca.
"Sama-sama, Lea. Anu, maaf kalau ini sedikit kurang sopan tapi apa kau datang ke festival ini sendiri?" Tanya Luca pada Tuan Putri Lea.
"Tidak, aku datang kemari dengan pe- maksud ku dengan 'teman ku'." Ucap Tuan Putri Lea.
"Teman mu?" Tanya Luca heran karena dia tidak melihat orang lain selain Lea.
"Iya, namanya Ivy Lycana. Rambutnya kuning kecoklatan, mata berwarna merah maroon cerah, dia juga memiliki bintik-bintik di wajahnya dan juga dia terlihat sangat cantik." Ucap Tuan Putri sambil memuji pelayannya yang setia.
__ADS_1