
"Ternyata kau peka juga ya, tidak banyak kau harus melakukan apapun yang ku minta." Ucap Marquess Glazer senada menghina Tuan Putri Ellie sedikit.
"Apapun?" Tanya Tuan Putri Ellie yang tidak paham dengan apa yang di maksud oleh Marquess Glazer.
"Ya, apapun. Seperti melakukan hubungan intim di malam hari." Ucap Marquess Glazer sambil tersenyum tipis.
"Me-me-melakukan hubungan intim di malam hari?!" Teriak Tuan Putri Ellie karena terkejut dengan apa yang baru saja dia dengar.
"Ssttt!!! Jangan berisik, kita masih di Festival Lentera." Ucap Marquess Glazer sambil membekap mulut Tuan Putri Ellie.
"Ups! Ta-tapikan umur kita tidak beda jauh Malcolm. Kau 19 dan aku baru 16 tahun, itu namanya dosa! Dan lagi pula kita belum bertunangan ataupun menikah." Ucap Tuan Putri Ellie ketakutan.
"Baiklah, kalau kau tidak mau maka aku tidak akan memaafkan mu." Ucap Marquess Glazer sambil berbalik badan hendak pergi.
"A-Aku lakukan." Teriak Tuan Putri Ellie sambil mengepal kedua tangannya di dekat dada nya.
"Apa?" Tanya Marquess Glazer tiba-tiba.
"A-aku bilang aku setuju u-untuk melakukan hubungan i-i-intim dengan mu." Ucap Tuan Putri Ellie menundukkan kepalanya karena merasa malu.
"Apa kau yakin dengan itu, Ellie?" Tanya Marquess Glazer sekali lagi.
"I-iya." Ucap Tuan Putri Ellie yang masih menundukkan kepalanya.
"Terima kasih, terima kasih, Ellie. Kau tidak tau seberapa bahagianya aku mendengarnya." Ucap Marquess Glazer sambil memeluk Tuan Putri Ellie.
"T-t-tapi kau harus melamarku kebesokkan harinya, Malcolm." Tegas Tuan Putri Ellie dengan nada sedikit gugup dan ketakutan.
"Hah?! Buat apa aku melakukan itu?" Tanya Marquess Glazer.
"I-itu dilakukan supaya tidak ada yang bertanya tentang hubungan kita, d-dan aku punya beberapa syarat untuk mu, Malcolm." Ucap Tuan Putri Ellie memperingatkan.
__ADS_1
"Apa itu?" Tanya Marquess Glazer.
"Kau harus membantuku mendapatkan takhta kerajaan dan menghancurkan Lea beserta keluarganya. Kalau kau bersedia membantuku maka aku akan menaikkan pangkatmu yang tadinya kau bergelar 'Marquess' akan berubah menjadi 'Kaisar' yang akan mendampingi ku sampai akhir nanti."
"Dan bukan hanya gelar mu yang berubah tapi semua orang akan menghormati mu dan memuja mu sebagai seorang pahlawan yang berhasil menggulingkan Kaisar sebelumnya, adapun nantinya kau akan menerima 1 daerah kekuasaan yang akan kau urus, 2 istana musim panas dan 1 istana musim dingin. Bagaimana bukankah itu tawaran yang cukup menggiurkan?" Tanya Tuan Putri Ellie yang menawarkan sebuah transaksi yang lumayan menguntungkan bagi Marquess Glazer.
"Hhmm... Baiklah aku setuju bekerja sama denganmu. Tapi ingat saat kau mendapatkan takhta kau harus menjadikan aku seorang kaisar mu, Ellie." Ucap Marquess Glazer.
"Tentu saja, aku tidak akan melupakannya." Ucap Ellie mengulurkan tangannya sebagai tanda kesepakatan, dan Marquess Glazer pun menerima uluran tangan itu sehingga kesepakatan diantara Tuan Putri Ellie dan Marquess Glazer pun dimulai.
Setelah Tuan Putri Ellie dan Marquess Glazer melakukan kesepakatan mereka berdua pergi ke tempatnya masing-masing, Tapi Marquess Glazer tidak sadar bahwa tepat dibelakangnya ada seseorang yang sedang merekam pertemuan rahasia mereka dengan menggunakan sebuah alat yang bernama 'Memorial Stone'. 'Memorial Stone adalah sebuah batu mana yang digunakan dengan memasukkan sedikit mana kedalamnya dan benda tersebut bisa merekam pembicaraan rahasia dan gambar seseorang. Dan orang yang merekam pembicaraan antara Tuan Putri Ellie dan Marquess Glazer tidak lain dan tidak bukan adalah pesuruh Tuan Putri Ellie sendiri yang disuruh untuk merekam semua pembicaraan mereka untuk digunakan disaat-saat tertentu.
"Bagaimana? apa kau sudah merekam semua nya?" Tanya Tuan Putri Ellie kepada orang yang menggunakan penutup kepala itu.
"Ya, dan ini hasil rekamannya, Tuan Putri." Ucap Pesuruh itu sambil memberikan Memorial Stone itu kepada Tuan Putri Ellie.
"Bagus, dan ini upah mu." Ucap Tuan Putri Ellie sambil memberikan beberapa koin emas Harvest.
"Bagus, kartu as sudah ada di tangan ku sekarang. Sekarang waktunya permainan dimulai, Lea." Ucap Tuan Putri Ellie sambil tersenyum licik.
"Hmm... apa sebaiknya aku kembali sekarang? Mungkin mereka sudah menunggu ku." Ucap Tuan Putri Ellie tersenyum dan berjalan pergi menuju ke tempat pamannya, yaitu Baginda Kaisar dan sepupunya menunggu di gazebo di dekat Danau Worthington.
"Paman! Lea!" Teriak Tuan Putri Ellie sambil melambaikan tangannya.
"Ellie! Kau dari mana saja? Ayo kita pulang ini sudah tengah malam." Ucap Baginda Kaisar.
"Kalau begitu aku pamit dulu Alice, Luca Sena, Eugeo. Kapan-kapan kita berkumpul seperti ini laginya." Ucap Tuan Putri Lea sambil berjalan pergi meninggalkan mereka berempat.
"Lea." Panggil Baginda Kaisar.
"Ya?" Jawaban Lea.
__ADS_1
"Hmm... Bagaimana kau bisa keluar dari Istana Eldrie?" Tanya Baginda Kaisar yang masih merasa bingung setelah melihat anak kesayangannya yang tiba-tiba datang tanpa seorang pengawal satu pun.
"A-ah.. itu..." Ucap Tuan Putri Lea gugup.
"Saya yang menyuruh Tuan Putri untuk keluar, Yang Mulia." Ucap Ivy, dayang pribadi Tuan Putri Lea.
"Kau?" Tanya Baginda Kaisar yang mulai emosi.
"I-itu..." Ucap Ivy gugup.
"Aku yang meminta untuk keluar, Pa. Aku dengar kalau hari ini hari pertama Festival Lentera di adakan jadi aku ingin melihatnya, aku merasa bosan berada di Istana terus menerus." Ucap Tuan Putri Lea mengalihkan perhatian Baginda Kaisar yang tertuju pada Ivy.
"..." Jawab Baginda Kaisar dalam diam.
"Fyuhh.. Hampir saja." Ucap Tuan Putri Lea sambil mengelus dadanya.
".... Baiklah kalau kau bilang seperti itu akan Papa pikirkan untuk mengundang beberapa teman mu." Jawab Baginda Kaisar yang merasa kasihan melihat anaknya yang merasa bosan karena harus berada di Istana setiap harinya.
"Benarkah?" Tanya Tuan Putri Lea senang.
"Iya." Jawab Baginda Kaisar.
"Yeay, tapi Pa... Papa tidak marah kan?" Tanya Tuan Putri Lea memastikan.
"Tidak, Papa tidak mungkin marah pada mu, Lea." Ucap Baginda Kaisar sambil mengelus kepalanya anak gadisnya.
"Pa.. Hentikan rambutku bisa berantakan nanti." Ucap Tuan Putri Lea sambil menahan tangan Baginda Kaisar yang ingin mengelus kepala Tuan Putri Lea.
"Hmph, Meraka terlihat bahagia sekali. Tunggu saja suatu saat nanti aku akan mengembalikan apa yang telah kalian lakukan kepada Ayah dan Ibu ku. Lihat saja nanti, Lea." Ucap Tuan Putri Ellie yang merasa risih dengan keharmonisan ayah dan anak itu.
"Lie, apa yang kau tunggu?" Tanya Baginda Kaisar mengajak keponakannya untuk berjalan bareng.
__ADS_1