Lin Suer

Lin Suer
Perpisahan


__ADS_3

Hari itu adalah hari paling istimewa bagi Suer dan Lin Dong penobatan Ratu untuk Suer akan segera di lakukan.


Sedangkan di sebuah tempat yang terhalang jarak dan waktu Albert nampak kebingungan. Albert mengerahkan orang orang nya untuk mencari orang yang dapat menemukan Suer.


Seorang pria tua dengan rambut putih mengaku bisa membawa Suer kembali. Albert langsung mengosongkan jadwalnya untuk mengatur pertemuan mereka.


Merekapun bertemu di kediaman Albert, ditemani oleh Shelitz akhirnya merekapun dapat bertatap muka.


"Apa yang kau inginkan sebagai ganti membawa adikku kembali?" Tanya Albert.


Pria itu menggeleng dan tersenyum tua memainkan jenggotnya yang nampak putih semua.


"Aku hanya ingin adik mu itu kembali. Dia sudah terlalu merepotkan banyak otang" jawab pria tua itu.


"Tidak. Aku tidak ingin berhutang pada siapapun. Katakanlah harganya" pinta Albert.


"Tidak sekarang. Aku akan meminta bagianmu bila Lin Suer sudah kembali kemari" Albert terdiam.


"Lin Suer. Pak tua nama adikku adalah Xiau Suer bukan Lin Suer" jawab Albert membuat pria tua itu tertawa.


"Hahaha takdirnya untuk menjadi seorang ratu dan nama Lin Suer" ucap pria tua itu.


Shelitz teringat akan pembicaraannya yang terakhir dengan Suer. Wajah Suer tiba tiba berubah saat dirinya menjelaskan tentang Ratu tersebut.


"Mungkinkah.." Shelitz berusaha menebak namun pria itu langsung mengeluarkan sejurus kemampuannya dan sebuah terowongan terlihat.


Dengan jelas Albert melihat Suer tengah tersenyum dan akan mengenakan mahkota.


"Bawa dia kembali" pinta pria tua itu. Namun Albert yang melihat kebahagiaan yang terpancar dari wajah Suer menjadi ragu.


Suer terkejut saat tiba tiba melihat terowongan waktu di sampingnya begitupun Lin Dong.


Sebuah tangan nampak meraih tangan Suer dan membawanya Lin Dong berlari dan meraih tangan Suer yang sebelahnya sebuah tembakan terdengar dan menembus dada Lin Dong.


"TIDAAAK... Lin Dong!" Tangis Suer pecah saat menatap orang yang melakukannya adalah kakaknya sendiri. Tangis pecah dan semua warga yang melihat itu ikut terkejut dan mulai memanggil Suer.


"Yang mulia Ratu kembali." "Yang mulia Raja" para rakyat berseru beberapa pengawal dan perdana mentripun mulai bingung dan Lin Dong akhirnya tumbang dan Suer kembali ke dunianya.


Suer semakin terkejut saat melihat pria tua yang kini berada di hadapannya dan siap menyerangnya. Suer mengambil pistol sang kakak dan menembak pria tua itu.


Shelitz terkejut dan berteriak teriak sedangkan Albert mulai tahu tujuan pria tua itu.

__ADS_1


"Hahaha yang mulai Ratu apa kau mengenal ku?" Suer semakin gila dan menendang pria tua itu yang nampak tidak terpengaruh oleh tembakan itu.


"Pergilah ke neraka kau Kaisar Xu" Suer menarik pedang yang semula di gunakan sebagai penobatan yaitu Pedang Naga Biru. Tusukan itu tepat mengenai jantung Kaisar Xu.


Dari pedang itu mengeluarkan hawa dingin yang luar biasa dan tiba tiba sebuah burung terbang berwarna merah dan membakar kaisar Xu seekor kura kura hitam pun menjaga mereka dan seekor harimau putih menerkam Kaisar Xu dan Naga Biru keluar dari dalam pedang dan menembus dada Kaisar Xu. Nampak Kaisar Xu perlahan menjadi serpihan abu dan lenyap seketika bersamaan dengan keempat mahluk mitologi itu semuanya lenyap.


Suer merasa lemas dan terjatuh kakinya sudah tidak dapat menopang lagi tubuhnya. Isak terdengar begitu pilu membuat Albert merasa begitu bersalah pada adiknya itu.


Albert berusaha menyentuh tubuh adiknya namun sebuah penolakan nampak dari Suer.


Suer berlari ke ruang atas dan mencari buku yang sama yaitu The Story of Lin Suer membuka lembaran demi lembaran buku itu.


Untunglah dalam buku itu nampaknya tidak terjadi sesuatu yang buruk pada Lin Dong setelah kejadian itu Lin Dong baik baik saja dan membangun banyak istana yang di khususkan untuk dirinya.


Suer berlari ke kamarnya dirinya tak bisa membuang waktu terlalu banyak di sana karena satu hari di sana sama dengan satu tahun di tempat Lin Dong. Meski sebentar Suer sungguh ingin bersama dengan Lin Dong.


Dengan tergesa gesa Suer mengganti pakaiannya dan mengemas beberapa bajunya ke dalam koper dengan tangis yang terus terjadi.


Albert yang melihat bagaimana adiknya tersiksa tak tega dan membantu adiknya.


"Kamu akan kemana Suer?" Tanya Albert.


Albert menghentikan aktifitasnya dan terdiam sejenak nampak baju berwarna coklat tua yang kini di kenakan Suer sudah basah oleh air mata.


"Suer apakah aku kurang memberi mu perhatian. Akupun menyayangimu Suer" Suer masih dengan isaknya enggan menanggapi dan langsung mengambil paspor dan kartu hitamnya.


"Kamu mencoba menjodohkanku itu alasannya. Dan disana aku sudah menikah. Jelas!" Kini Albert semakin terkejut dan begitupun Shelitz.


Suer bergegas keluar istana megah itu dengan membawa sebuah koper dan sebuah mobil berwarna merah muda dirinya kendari seperti orang kesetanan menuju bandara. Albert mengikuti Suer di belakang bersama Shelitz.


Suer langsung memesan penerbangan menuju negara yang terkenal dengan panda dan orang orang bermata sipit itu yaitu negara Cina.


Suer langsung melakukan penerbangan di hari itu juga namun ternyata Albert dan Shelitz pun berada di sana dan terbang bersama. Suer tahu dirinya di ikuti namun Suer tak ingin ambil pusing. Dirinya yakin bila kakaknya sangat mencintainya dan selalu memberikan yang terbaik untuknya. Bila itu untuk kebahagiaannya dirinya yakin bila kakaknya akan mengerti.


Suer sampai di sebuah Istana Kekaisaran namun saat itu Istana tengah di tutup. Istana yang harusnya milik Negara itu ternyata sudah menjadi milik perorangan.


"Suer.." Albert nampak terkejut menatap adiknya di depan gerbang dan memohon kepada penjaga untuk membiarkannya masuk.


Albert tahu betul siapa pemilik Istana tersebut. Albert menghubungi pemilik Istana itu dan meminta izin hingga akhirnya izin di berikan.


"Tuan saya mohon saya tidak bisa menunggu besok untuk masuk" pinta Suer karena memang saat itu sudah malam dan sangat larut.

__ADS_1


"Nona kami hanya berusaha melakukan tugas kami. Kami tidak bisa memberi pengecualian pada siapapun" jawab penjaga itu.


"Suer.." dari belakang Albert memberikan ponselnya pada penjaga.


"Ini tuan kalian bicaralah" ucap Albert dan merekapun mengangguk membiarkan Suer masuk dengan kopernya.


"Suer tunggu..!" Albert meraih tangan Suer dan menatap adiknya yang masih menangis.


"Kenapa kak? Aku tidak punya banyak waktu. Biarkan aku pergi" pinta Suer dan akhirnya Albert kembali buka Suara.


"Disana berhati hatilah. Jaga dirimu baik baik. Katakan salamku untuk pria pilihanmu" ucap Albert.


Suer mengangguk. Dari belakang Albert dan Shelitz mengikuti Suer ke daerah terlarang yaitu ruang bawah tanah di sana Suer bernafas lega saat melihat patung itu masih ada.


Suer membuka kain penutup yang nampak sudah ribuan tahun itu dan nampak dua patung itu.


"Kak. Dia suamiku" ucap Suer menunjuk patung Lin Dong. Suer merogoh sesuatu ke dalam patung dimana terdapat lubang di belakangnya dan sebuah ukiran itu ternyata masih ada.


"Aku pergi" Suer menatap ukiran itu dan sebuah mata kembali bercahaya menjadikan ukiran itu menjadi giok sebelum akhirnya pecah dan menjadi serpihan emas dan berubah menjadi gabungan empat hewan mitologi itu dan Suer pun pergi.


Dan kini Suer berada di tempat yang cukup asing bagi Suer di sebuah medan perang. Dari dua arah itu Suer dapat melihat ribuan perajurit tengah bersiap untuk berperang sebelum akhirnya sebuah tangan memukul punggungnya membuat Suer tak sadarkan diri. Suer tak tahu apa yang terjadi setelah itu.


Saat pertama kali Suer membuka mata dirinya berada di sebuah kamar dengan pakaian yang sudah berubah. Suer menatap sekeliling tempat itu amat asing bagi Suer.


Seorang pengawal datang dan melihat Suer yang sudah bangun.


"Dimana aku?" Tanya Suer sebelum akhirnya seorang pria bertubuh tinggi besar datang menghampiri Suer.


"Oh nona. Mengapa kamu galak sekali" pria itu membawa segelas anggur. Suer berpikir apakah dirinya nyasar tapi ukiran yang dia milikipun sudah tidak ada.


"Kemana barang barangku?" Tanya Suer tegas.


"Yang mulia Ratu Lin kecantikan mu memang persis seperti yang di katakan rumor kau sangat cantik" Suer terbelalak itu artinya dirinya tidak tersesat dan entah berada di mana kini dia tapi yang jelas dia merasa tidak aman.


"Tunggu malam ini yang mulia kita akan bersenang senang hahaha.." tawa pecah Suer mengerti maksud pria itu dan membuang muka.


Suer benar benar dalam kondisi genting kala itu namun untunglah sepertinya keberuntungan masih bersama Suer saat tiba tiba pengawal datang dan mengatakan peperangan akan segera di mulai.


Suer terbelalak saat mengetahui siapa pengawal itu. Seperti kode tertentu merekapun akhirnya pergi dan tinggal Suer sendirian di ruangan itu. Sepanjang Siang Suer berusaha mencari barang barangnya dan akhirnya dirinya temukan bersama dengan ukiran kayu itu.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2