Lin Suer

Lin Suer
Aku akan melindungimu


__ADS_3

Percakapan mereka berlangsung dan makan besar terjadi hingga larut malam. Semua orang disana begitu kagum pada sosok Suer mereka menganggap bila yang di lakukan oleh Kaisar memang tidak berlebihan.


Sebelumnya mereka sempat menganggap bila apa yang di lakukan oleh Kaisar itu terlalu berlebihan dan tidak baik. Namun setelah mereka bertemu langsung dengan sosok yang di maksud Kaisar merekapun faham bila Suer memanglah wanita yang sangat Istimewa.


Setelah hingar bingar perayaan sekaligus penyemutannya yang di lakukan apa adanya karena kedatangan Suer memang selalu tak terduga sehingga perayaan itupun hanya di lakukan dengan seadanya saja.


Akhirnya Lin Dong dan Suer kembali ke istana di iringi pengawal dan Lin San. Semua bahagia karena kedatangan Suer tanpa Suer sadari ternyata kedatangannya ke dunia itu membawa malapetaka yang maha dasyat yang tidak pernah di duga olehnya sebelumnya. Meski nampaknya saat ini sangat baik baik saja namun keberadaannya di dunia itu menimbulkan banyak sekali kegaduhan.


Saat rumor beredar di antara musuh musuh Lin Dong akhirnya merekapun memutuskan untuk menyerbu dan membegal mereka. Malam itu juga para musuh Lin Dong melakukan sebuah rapat besar tentang apa yang akan mereka lakukan.


"Kita akan melakukan membekukkan saja sehingga mereka tidak bisa menghindar dan melawan. Incaran kita kali ini adalah calon Ratu Kaisar. Dia adalah kelemahan Kaisar" usul salah seorang dari rapat tersebut.


"Aku setuju dengan usulannya itu. kita bisa melihat bagaimana Kaisar selama ini yang menjadi budak cina wanita itu. Saat kita berhasil melenyapkan wanita siluman itu maka kaisar akan menjadi lemah" Semua orang di sana agaknya sependapat.


Seorang pemanah ulung di tugaskan untuk menjadi eksekutor membunuh Suer sedangkan sisanya akan menyerang pasukan dan Kaisar.


Dalam tandu Suer menyerahkan kotak ukiran yang selalu bersamanya pada Lin Dong.


"Aku tidak tahu mengapa tapi aku merasa bila aku harus memberikan ini padamu" ucap Suer hingga akhirnya Lin Dong menerima itu dengan suka rela. Lin Dong tidak menyangka bila benda sekecil itu bisa berubah menjadi besar dan melahap membawa Suer menghilang.


Benda yang dapat membawa wanita yang di cintanya itu kini dia pegang olehnya dan dirinya sendiri bersumpah akan hidupnya bila selama hayatnya masih ada dirinya akan selalu menjaga Suer. Sekarang memang tak ada alasan lagi untuk Suer kembali dirinya yakin bila kakaknya akan menjaga dirinya sendiri dengan baik tanpa harus ada dirinya disana. Selain itu kini disana-pun ada Shelitz yang begitu mencintai kakaknya jadi alasannya kini memang sudah tidak ada dan hanya ada satu tempat yang mana di penuhi alasan untuk dirinya tinggal yaitu di tempat di mana Lin Dong berada. Karena di sanalah tempat Suer menemukan banyak alasan untuk tinggal dan hidup mengarungi lautan kehidupan yang begitu kejam.


"Suer, Sejak dulu aku ingin bertanya padamu. Siapa kamu sebenarnya? Dari mana kamu sebenarnya?" Suer terdiam mendapati pertanyaan itu tidak ada alasan untuk menutupi identitasnya itu kini.


"Aku berasal dari sebuah Negara yang mungkin cukup jauh dari sini. Dan aku juga berasal dari waktu yang berbeda. Aku berasal dari 1000 tahun di masa depan" ucap Suer mantap.

__ADS_1


Kini jawaban yang di minta Lin Dong jelas sudah dan alasan apa yang Suer miliki yang mengetahui tentang identitasnya dulu.


"Apa yang terjadi padaku di masa depan?" Tanya lagi Lin Dong.


"Apa kamu percaya hal semacam itu?" Suer balik bertanya. Bila orang lain mungkin hal semacam itu adalah hal yang di luar nalar dan tidak masuk akal.


"Kamu menghilang dan kamu juga datang. Tidak ada alasan untuk aku tidak mempercayainya" Suer terdiam mendengar ucapan itu karena memang bila dirinya sendiri pasti akan sulit percaya bila tidak mengalami hal itu sendiri. Namun melihat mata Lin Dong yang di penuhi keyakinan membuyarkan segalanya.


"Yang terjadi padamu di masa depanpun agak aneh. Kamu akan menjadi budak cinta dan tidak memiliki anak" tawa kemudian meledak dari bibir Suer.


Namun wajah Lin Dong tiba tiba saja berubah.


"Tidak punya anak? Itu memang benar dan sekarangpun sejarah itu tidak akan berubah. Dan menjadi budak cinta sekarangpun aku begitu" Suer terdiam mendengar itu dia sejenak berpikir sebelum akhirnya kembali bertanya.


"Sekarang ada aku. Kedua hal itu akan berubah Suami" senyum nampak terukir di wajah Suer.


"Mengapa?" Hanya alasan yang kini di inginkan Suer.


"Saat kamu meninggalkan aku. Aku sudah bersumpah tidak akan memiliki wanita dan tidak akan menyentuh wanita. Aku mengkabiri diriku sendiri" mendengar itu jantung Suer seketika terasa berhenti.


Hal semacam itu sangat ekstrim dan sangat di luar dugaannya. Kepergiannya kala itu ternyata berpengaruh sangat besar bagi Lin Dong.


"Kabiri?" Suer berusaha memastikan apa yang dikatakan pria itu sebelumnya tidak benar namun anggukan meyakinkan dari Lin Dong membuyarkan segalanya.


Dan sekarang mungkin selamanya sampai dirinya tua dan maupun dirinya akan perawan.

__ADS_1


"Suer maafkan aku" kata maaf itu keluar begitu saja dari mulut Lin Dong. Namun hal itu agaknya tidak perlu karena apa yang terjadi pada diri Lin Dong semuanya adalah berasal dari kesalahan Suer sendiri.


"Tidak apa apa. Kita hidup berdua itu sudah cukup" ucap Suer dan kata kata itu terdengar begitu indah di telinga Lin Dong.


"Suer di masa depan apakah aku tidak meninggalkan jejak apapun?" Suer berpikir.


"Banyak. Aku membeli sebuah lukisan yang ditinggalkan oleh mu" ucap Suer pasti.


Namun tiba tiba ringkikan kuda terdengar di luar di serai dengan suara pedang.


"Penyergapan. Lindungi yang mulia" terdengar suara Lin San berkata dengan jelas.


Suer melihat keluar hingga sebuah panah melesat hampir mengenai keningnya namun dirinya selamat karena Lin Dong bergegas cepat menangkap panah itu.


"Wah itu keren" ucap Suer bertepuk tangan untuk Lin Dong. Lin Dong yang melihat itu hanya menggeleng.


"Aku pikir mereka calon sniper handal di masa depan atau di kehidupan berikutnya" ucap Suer turun dari tandu.


"Kakak ipar!" Lin San nampak terkejut saat Suer siap dengan kuda kuda.


"Tenangkan dirimu anak muda. Aku bisa melindungi diriku sendiri" ucap Suer tersenyum ke arah Lin San.


"Dan aku bisa melindungimu" lanjut Lin Dong "Bagaimana aku bisa melindungi rakyat ku bila melindungi isteriku saja aku tidak bisa" Suer tersenyum merasa ucapannya dulu di tiru dengan nada yang sama oleh Lin Dong.


Pertempuran sengit terjadi korban berjatuhan dari dua kubu dan agaknya para penyergap itu kewalahan dan mulai mundur satu demi satu.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2