Lin Suer

Lin Suer
Aku mencintaimu


__ADS_3

Jadi pebinor kini bukalah pilihan bagi Keenan tapi sebuah kepastian karena saat melihat mata yang indah itu rasa rasanya dia tidak akan pernah bisa lepas.


Keenan menunggu Suer di teras depan dengan sebuah majalah lama yang dia lihat meski tak dirinya baca karena pikirannya sudah mengawang entah kemana. Keenan senyum senyum sendiri mengingat dirinya yang kini benar benar sangat gila dan nekad.



"Keenan?" Suer keluar dengan pakaian apa adanya, baju kegombrangan rambut yang sudah panjang dengan poni yang dulu terawat kini sudah panjang pula dan hampir melewati wajahnya, namun hal itu tidak mengurangi pesona Suer justru di mata Keenan hal itu menambah imut Suer.


"Ayo, kita jalan kakikan?" Suer bertanya seraya menunggu Keenan bangkit, Keenan benar benar terpukau melihat kecantikan itu.


"Tadi aku di antar supir si, kita gak usah jalan kaki aja gimana?" Kenan menawarkan Suer mengangkat pundaknya dan diiringi dengan Keenan yang bangkit dan menggandeng tangannya. Suer sangat merasa nyaman menatap seseorang yang kini berada di sampingnya, Suer juga tidak perduli bila Keenan tak ingat pada dirinya. Namun dirinya berharap pria itu tetap mencintainya.


Keenan membukakan pintu mobil untuk Suer, Suer menengok dan tersenyum lembut menahan rambutnya yang akan jatuh menutupi wajahnya.



"Ayo!" Ajak Suer lagi dan di angguki Keenan.


Keenan dan Suer berangkat ke sebuah kedai ice cream yang memang tidak terlalu jauh dari tempat tadi namun Keenan benar benar tidak rela bila harus membiarkan Suer jalan kaki. Sifat Suer yang nampak sederhana dan apa adanya meluluhkan hati Keenan yang sedingin ice dan tidak berperasaan itu.


Sebuah kedai nampak di pinggir jalan baru saja di buka, Suer dan Keenan berjalan bergandengan, seseorang nampak menangkap gambar mereka dan Keenan sama sekali tidak keberatan dirinya bahkan berharap dalam hati bila foto itu di sebarkan di internet dan media masa sehingga bisa Viral. Bila foto itu sudah menyebar luas maka dengan sangat mudah suami Suer akan keluar dan mempermudah Keenan untuk beraksi.


Di dalam Keenan memperhatikan Suer yang tengah menikmati ice cream nya, Suer yang sadar di perhatikan menatap Keenan canggung.


"Kenapa tidak dimakan ice cream nya?" Suer bertanya dengan rasa gugup di hatinya dirinya kemudian memasukan sesendok penuh ice cream ke dalam mulutnya hingga bibirnya di penuhi cream manis itu.


Aku lebih ingin memakanmu sekarang Suer. Ucap hati Kenan namun mustahil pria itu mengatakan hal semacam itu dengan gamblang dan mendadak seperti itu bukan.


"Kamu makan kok kaya anak kecil." Kenan mengelap cream di bibir Suer dengan jarinya dan memakannya kemudian. "Manis" komentar Kenan Suer melotot hampir tak percaya dengan apa yang di lakukan oleh pria itu.


"Kenapa?" Tanpa rasa bersalah Keenan bertanya.

__ADS_1


"Itu..." Suer menundukkan wajahnya dengan wajah memerah seperti kepiting rebus, Keenan terkekeh melihat itu.


"Bukankah kamu sudah menikah? Apakah suamimu tidak pernah melakukan hal semacam itu?" Tanya Keenan lagi. Suer melotot mungkin sejak tadi Keenan berpikir dirinya sudah menikah.


"Feet.. Tidak pernah, tapi tidak boleh di lakukan di tempat umum." Suer tersenyum mengangkat jari telunjuknya seakan memberi peringatan, Suer mengedipkan matanya sebelah memberikan kesan genit.


Astaga... Imutnya... batin Kenan berontak menatap hal semacam itu, kini dirinya benar benar punya selah. Keenan harus segera memancing suami Suer keluar dan harus segera membuat mereka cerai.


"Di tempat tertutup boleh?" Keenan kembali bertanya namun Suer malah diam dan terus memakan ice cream nya.


Pagi itu berjalan dengan sangat istimewa bagi kedua insan itu, baik Keenan ataupun Suer keduanya sangat menikmati perkenalan itu.


Suer di antar kembali pulang ke kostannya, dan di ambang pintu saat Suer akan masuk nampak wajah Keenan yang tidak rela.


"Ada apa?" Tanya Suer melihat wajah semacam itu membuat Suer tidak tega.


"Tidak mau mengajakku masuk?" Keenan bertanya dengan wajah yang dibuat buat sememelas mungkin. Suer tersenyum dan membuka pintu.


"Aku mau bersiap masuk kuliah, tidak apa apakan?" Suer tersenyum dan Kemanapun sama. Suer mempersiapkan keberangkatannya dengan semua buku dan tas besarnya. Suer ke kamar mandi dan berganti pakaian.


Saat Suer tengah sibuk dengan kegiatannya Keenan justru menemukan sesuatu hal yang sangat menarik, Keenan menatap sebuah foto dan terlihat pria yang sangat di kenalinya. Suer keluar kamar mandi dan menatap Keenan yang nampak penasaran.


"Dia kakakku, namanya Al" Suer menunjuk foto Albert.


Keenan tersenyum sungguh pertemuan yang sangat luar biasa pikir Keenan nampak wajah Suer sibuk itu memancarkan hawa damai bagi Keenan. Kini Keenan benar benar tahu identitas gadis itu tanpa sulit mengulik ataupun menyiapkan meta mata untuk menyelidikinya.


"Suer..." Keenan menangkap tangan Suer menatap mata yang kini nampak berbinar.


"Sudah berapa lama kamu menikah?" Keenan bertanya seraya memeluk Suer.


Suer terperanjat dengan pertanyaan itu dirinya tidak bisa menjawab itu, dan akhirnya Suer hanya diam.

__ADS_1


"Lin Suer, atau Xiau Suer?" Bisik Keenan. Suer terperanjak dan melotot.


"Jangan tanya aku tahu dari mana, tapi aku tidak akan melepaskan apa yang aku inginkan. Suer..." Keenan mendekatkan wajahnya dan menyatukan kening mereka, hawa panas seketika memenuhi keduanya.


"Aku mencintaimu..." bisik Keenan dan hampir tidak terdengar namun Suer sungguh terkejut dengan pengakuan itu.


Dirasakan pelan pelan bibir mereka yang kini menempel Suer menutup matanya, Keenan berusaha menaikan permainannya namun Suer benar benar gelagapan menghadapi pria dewasa seperti Keenan. Suer membuka matanya dan melihat mata Keenan yang tertutup, Sesuatu terasa memasuki rongga mulutnya. Namun Suer benar benar sudah sesak dan menjauhkan wajahnya.


Suer terengah engah dengan wajah memerah. Keenan terkekeh melihat ekspresi semacam itu karena itu artinya tugas Keenan dan Kemampuannya lumayan.


"Benar benar sudah menikah?" Tanya Keenan lagi jahil, Suer berdecak dan berusaha keluar dari pelukan pria itu.


"Aku harus berangkat sekarang, aku takut terlambat di hari pertama." Suer berusaha mengalihkan pembicaraan.


"Aku akan memintakan izin untukmu, kamu bisa bersantai dulu hari ini." Keenan tersenyum penuh rasa percaya diri.


"Tidak, aku tidak bisa meninggalkan pelajaran." Suer kembali berontak.


"Aku bisa mengajarimu." Keenan kembali memeluk Suer.


"Keenan aku mohon. Ini hari pertamaku masuk kuliah dan kamu malah berusaha mencegah." Keenan tertawa renyah mendengar rengekan itu.


"Jawab dulu pertanyaanku." Keenan mengunci lengan Suer dan memeluknya sangat erat.


"Pertanyaan yang mana?" Tanya Suer sok polos.


"Baiklah aku ganti saja pertanyaannya, Apa kita sekarang pacaran?" Tanya Keenan.


"Tidak!" Jawab Suer tegas dan sangat mengejutkan Keenan.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2