
Akhirnya Keenan perlahan membuka matanya dan melihat bidadari yang tepat jatuh di hatinya. Keenan terperanjat dan menatap Suer penuh kagum.
"Kenapa melihatku seperti itu?" Suer salah tingkah dan menyentuh telinganya yang terasa memanas. Suer menggigit jarinya mencoba berpikir apa ada yang salah dari dirinya.
"Tuhan benar benar baik padaku, dia mengirimkan sosok bidadari dari surganya untukku." Keenan menjawab dengan senyum manisnya kian membuat Suer terpaku.
Suer mewarnai rambutnya menjadi hitam karena saat di kampus tadi dirinya benar benar terasa berbeda dan nampak sangat mencolok, memang tidak ada yang memperingatkan Suer namun dirinya malah merasa tidak enak dengan rambut kecoklatan itu. Suer juga sedikit memotong bagian bawah rambutnya dan merapikan poninya yang kini sudah tidak kelihatan lagi.
"Apa kita bisa berangkat?" Suer bertanya seraya duduk di tepi tempat tidur.
"Ini hari pertama kita, bisakah kita juga menikah hari ini?" Keenan memeluk Suer dari belakang, Suer terperanjat namun dirinya berusaha tenang meski dadanya berdegap degup tak karuan.
"Sudah jangan macam macam dulu, Ayo berangkat!" Suer berusaha mengelak dan tertangkap oleh Keenan.
"Aku serius Suer." Keenan menangkap tangan Suer dan mengecupnya lembut.
"Keenan kita bisa terlambat, sana sikat gigi dan cucu muka dulu. Aku tunggu!" Suer menarik tangan Keenan ke kamar mandi.
Kamar mandi yang kecil itu sungguh jauh dari kata nyaman namun Keenan tetap menikmatinya, apalagi sikat gigi dan peralatan yang kini dia gunakan adalah milik Suer.
Tok..
Tok..
Tok..
__ADS_1
Suara pintu diketuk, Suer membuka pintu dan nampak seseorang di depan pintu menatap Suer dari ujung kaki hingga ujung rambut.
"Maaf anda mencari siapa?" Tanya Suer penasaran bersamaan dengan Keenan yang keluar dari kamar mandi.
"Tu...tu.. Saya permisi dulu.." Nampak wajah gugup pria itu saat melihat Keenan keluar dari kamar mandi, Suer mengangkat Alisnya bingung kian merasa aneh lagi saat dia melihat Keenan yang nampak seperti melihat hantu.
"Siapa?" Tanya Keenan penasaran, seumur hidup dirinya yakin belum pernah melihat wajah pria itu sedangkan jawaban yang di berikan Suer hanya mengangkat bahu pertanda tidak tahu.
"Aku pikir kamu mengenalnya, lihat saja saat melihat mu dia kaya liat hantu... Urroor.." Suer mengangkat kedua tangannya seperti akan mencakar, Keenan tertawa melihat bagaimana kelakuan Suer itu dirinya menarik Suer dalam pelukannya.
"Serius mau pake baju itu ke acara kampus si Dinda?" Keenan memperhatikan penampilan Suer. Suer mengangguk mengiyakan penuh keyakinan, Keenan hanya mengangkat bahu melihat reaksi Suer yang sangat yakin.
"Baiklah ayo berangkat." Keenan menggenggam tangan Suer dan untunglah saat ini dirinya membawa mobil bukan motor kesayangannya.
Suer terdiam melihat kendaraan di hadapannya jelas luaran mobil itu nampak biasa saja dan di dalamnya juga sama seperti mobil mobil lainnya bagi mereka yang tidak tahu tapi tidak dengan Suer dirinya yang memang dari kalangan atas bisa melihat mobil itu bila di hargakan bisa mendapatkan empat buah mobil sport keluaran terbaru.
"Mobilnya unik" celoteh Suer membuat Keenan tersenyum lembut.
Keduanya mulai melesat menuju tempat tujuan mereka, hiruk pikuk manusia di sana sudah berjejal dan siap dengan acara yang akan di selenggarakan. Semua orang terpaku saat melihat bagaimana penampilan Suer yang nampak amat mempesona bersanding dengan Keenan yang sangat tampan membuat keduanya nampak sangat serasi, beberapa orang nampak memotret mereka. Suer merasa risih dan tidak enak namun tidak dengan Keenan yang malah dengan santainya memperhatikan Suer.
"Kenapa?" Tanya Keenan yang melihat bagaiamana Suer yang nampak kesulitan, Suer berusaha tersenyum seolah tidak ada apa apa yang terjadi.
"Malam ini aku akan bernyanyi untukmu, mau dengarkan?" Suer tersipu dan mengangguk Keenan menarik Suer dalam pelukannya dan membiarkan perasaan mereka melebur dalam dada mereka yang kini seakan menyatu.
"Aku mencintaimu Suer" Keenan mengelus rambut Suer dan seolah dunia itu hanya milik mereka berdua dan yang lainnya hanya manusia yang sedang numpang saja. Keenan mengangkat wajah Suer dan melihat bagaimana Suer tersipu di bawah lampu konser yang sedikit remang remang.
"Ayo kebelakang." Ajak Keenan tanpa menunggu jawaban Suer, Keenan menarik Suer ke belakang panggung dan Dinda nampak tengah sibuk menunjuk ini itu dan sangat luar biasa sibuknya.
__ADS_1
"Nah nongol juga, kamu tampil 20 menit lagi, di panggung gue kasih waktu 20 menit jadi sebisa mungkin lo ulur waktu, soalnya penampilan setelah lo kayanya kosong dan orangnya nge kensel." Keenan mengangguk mengambil gitar dan perlengkapannya, dirinya bersiap tampil dan mulai ber-make up Suer memperhatikan Keenan yang tengah di sentuh perempuan wajahnya sangat kegerahan.
"permisi!" Suer tersenyum ke penata rias itu.
"Ya?" penata rias itu nampak kebingungan melihat Suer kini berada di belakangnya.
"Biar aku saja, sepertinya yang lain masih banyak yang lain. Aku cukup mumpuni dalam hal make-up. Penata rias itupun tersenyum dan mengangguk.
"Baiklah, mohon bantuannya ya kakak cantik" Suer mengangguk dan tersenyum, Keenan dapat merasakan perasaan Suer kali ini dan terkekeh.
"Kamu cemburu?" Tanya Keenan dan nampak semburat merah di wajah Suer, sedangkan Suer sendiri enggan menjawab dirinya langsung melanjutkan tugas penata rias tadi dan melihat wajah fokus Suer Keenan benar benar merasa damai.
"Suer, aku tampil malam ini juga demi kamu, Percayakan?" Keenan berkata dan menangkap mata Suer yang sedari tadi nampak fokus.
"Sudah selesai, bagaiamana?" Suer memperlihatkan hasil pekerjaannya dan Keenan benar benar merasa bila wanitanya itu penuh dengan kejutan.
"Kamu cantik, dan aku siap untuk mempersembahkan lagu untuk si cantik." Keenan menarik Suer dalam dekapannya dan duduk di pahanya.
"Keenan.." Suer terperanjak namun Keenan malah memeluk Suer seolah tak ingin melepaskan Suer hingga sebuah panggilan dari pembawa acara yang memanggil nama Keenan membuatnya menyudahi pelukan itu.
"Tunggu dan lihat baik baik pacar mu ini, sayang.." Suer tersenyum dan membiarkan sekaligus memperhatikan Keenan naik panggung, dari samping Suer memperhatikan bagaimana Keenan bernyanyi dengan baik.
Suer melihat bagaimana para perempuan di bawah panggung berteriak memanggil nama Keenan, Hati Suer terbakar dia bener bener gedek, Suer melihat sebuah baju kulit yang sepertinya cukup cocok dengan tubuhnya di ruang ganti Suer mencari keberadaan Dinda.
"Dinda?" Dinda menengok dan melihat Suer yang nampak tengah kesal setengah mati, Dinda terkekeh dan mengerutkan keningnya merasa ada yang salah.
"Kenapa?" Tanya Dinda, Suer menghembuskan nafasnya kasar.
__ADS_1
"Keenan tampil 20 menitkan?" Dinda mengangguk mengiyakan pertanyaan itu.
Bersambung...