Lin Suer

Lin Suer
Orang Dari Masa Lalu


__ADS_3

Sebuah pesta megah berlangsung dengan begitu semarak dan meriah, semua tamu hadir dan memberikan selamat kepada Albert dan Shelitz.


Keenan bersama Suer bergandengan tangan dan menjadi pusat perhatian semua orang. Keenan tanpa rasa ragu mengumbar kemesraan mereka dan Suerpun begitu.


Hingga akhirnya desas desus mulai terdengar membesar di tambah saat di Indonesia Keenan memang sudah menanam dan menyiram desas desus itu dengan kemesraan di depan publik, dan kini Keenan hanya tinggal memperjelas hubungan mereka saja.


Saat acara tukar cincin berlangsung Keenan diam diam sudah menyelipkan sesuatu di saku jasnya Suer lagi lagi terkejut saat sebuah cincin dengan harga tiga kali lipat dari yang di berikan Albert pada Shelitz kini terselip di tangan kanannya..


"Aku mencintaimu sayang." Keenan mengusap lengan Suer lembut membuat Suer tersipu dan mengeluarkan sebuah cincin yang merupakan sebuah warisan dari sang ayah.


Suer melepaskan kalungnya dan di sanalah cincin itu berada, Suer memekaikan cincin itu di jari manis Keenan, membuat pria itu tersenyum dan sekilas mengecup kening Suer yang kini sudah menjadi isterinya itu.


"Aku juga sangat mencintaimu sayang." Senyum yang terlempar di antara keduanya membuat dada mereka berdegup lebih cepat dari biasanya.


"Permisi?" Seorang pria dengan jas hitam dan bermerek menghampiri mereka. Sontak mata Suer membulat kini mata Suer benar benar tidak salah tangkap siapa sosok itu.


"Hai San" Suer lagi lagi terbelalak saat Keenan mengenali pria itu dan dengan nama yang sama pula kini pria itu hadir dalam kehidupan mereka.


Kejadian di masa lalu sudah mendarah daging di hati Suer dan jelas dirinya tidak akan pernah melupakan sosok pria itu.


"Apa kabar Keenan?" Suer terbelalak saat mereka bersalaman dan saling tersenyum, San nampak mengulurkan tangannya di hadapan Suer. Dengan cepat Suer memeluk Keenan dirinya merasa bila dirinya benar benar membutuhkan pelukan itu.


"Aku baik, dan ini Suer Istriku" pria itu nampak sangat terkejut dan menatap Suer tajam. Suer susah payah menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya.


"Bukankah ini adiknya kak Albert?" Keenan mengangguk mengiyakan, Keenan merasa ada sebuah konspirasi yang memang sudah tercium dirinya sejak lama.


Keenan memeluk Suer dan mengusap punggung gadis itu berusaha menenangkan. Suer yang merasa Keenan mengetahui kerisauannya mengangkat wajahnya menatap mata yang kini tengah memandangnya penuh dengan rasa aman.

__ADS_1


Suer kembali memeluk Keenan, Suer merasa bila disanalah dirinya akan aman dan di sanalah dirinya akan mendapat perlindungan.


"Wah, aku baru tahu bila Adik dari kak Albert sudah menikah." Keenan tertawa dengan wajah serius.


"Haruskah aku mengundang seseorang yang tidak ada kaitannya denganku dalam pesta pernikahan ku itu. Tidak bukan?" Sindiran itu benar benar mengena pada hati San dirinya merasa bila pria di hadapannya sungguh tidak mudah di hadapi.


"Anda benar Keenan, namun kedepannya sepertinya kita akan menjadi saudara dan kakakku akan menjadi kakakmu juga." Suer membelalakan matanya mendengar itu.


Namun dengan cepat Keenan kembali mendekap tubuh Suer rapat rapat. Dirinya tidak ingin wanitanya merasa takut dan merasa sendirian.


"Wah benarkah? Tapi kejutan yang akan kami berikan baru akan di mulai Tuan Muda San. Dan satu lagi kamu tidak pantas memanggil namaku." Suer terkejut mendengar hal yang begitu sombong dari bibir yang selalu berkata manis padanya itu.


"Kak Keenan sangat berlebihan ak.." Ucapan San tertahan saat Keenan memotong dengan sengaja.


"Kak? Tuan Muda San, panggil aku Tuan Lin dan ini isteriku panggil dia Nyonya Lin. Mengerti?" Seketika San bungkam langkahnya seakan terhenti dan dirinya mematung menelan rasa benci yang mendalam yang sudah tertanam sejak lama.


"Aku permisi." Keenan merasakan tangan Suer yang bergetar hebat, Keenan menggandeng tangan yang kini terasa begitu dingin itu.


"Sayang ak.." Suer berusaha berucap namun tangannya sudah di tarik Keenan menenggelamkannya dalan pelukan yang begitu terasa nyata.


"Jangan takut sayang, kita akan menghadapi semuanya bersama." Suer yang sudah merasa bila Keenan mengetahui semuanya benar benar damai.


"Tapi kakak?" Keenan tersenyum lembut mengusap keringat dingin yang kini melintasi kening sang isteri.


"Pesta ini hanya pancingan saja sayang." Suer terperanjat, Suer menatap ke arah bawah di mana orang orang berseliweran dan sekan larut dalam pesta besar itu.


Keenan memeluk Suer dari belakang menyatukan detak jantung mereka yang kini sekan menyatu.

__ADS_1


"Dulu aku kalah, aku tidak bisa melindungi mu, aku tidak bisa melindungi wanita yang aku cintai. Tapi, tidak sekarang. Aku akan menghancurkan mereka yang telah merenggut kebahagiaan kita di masa lalu." Suer merasakan setiap ucapan Keenan itu sekan sebuah mantra yang membawanya pada dunia yang berbeda, dunia yang dirinya ingin dikunjungi sejak dulu.


"Tapi, bukankah mereka juga tidak mengingat apa apa tentang kita?" Keenan tertawa renyah mendengar perkataan Suer.


"Kaisar Xu bisa, bagaimana mungkin mereka tidak bisa." Suer membelalakan matanya.


"Apa mereka Goblin?" Keenan mengecup pipi isterinya dan tersenyum lembut.


"Tepatnya, mereka meminum darah Goblin." Suer terbelalak, bagaimana mungkin di dunia ini ada hal semacam itu. Dan itu artinya malaikat maut itupun ada.


"Siapa?" Keenan tersenyum pahit mendapati pertanyaan itu, namun Suer merasa sesuatu yang pedih kini menghunus hatinya.


"Apa kamu mengenali asisten kakakmu di kediaman utama?" Suer menggeleng dirinya yang memang cukup tau tidak begitu mengenal satu demi satu orang di kediamannya sendiri.


"Apa kamu tahu Pangeran Yuan?" Suer mengangguk, Pangeran Yuan adalah sosok yang di ceritakan mewariskan Kekaisaran setelah sepeninggalan Lin Dong.


"Dia adalah kakakmu." Suer terbelalak hampir tak percaya dengan apa yang dirinya dengar sebelumnya.


"Kami tidak mengingat apa apa sejak dulu, namun ingatan itu perlahan mengalir saat isteriku melakukan perjalanan waktu dan bertemu dengan Lin Dong." Suer mulai mengingat semuanya.


Suer mulai menyatukan serpihan serpihan ingatannya dan saat dirinya mengingat sang kakak yang akan menikah dirinya merasa sangat hancur namun dirinya juga tidak melihat kebahagiaan dan cinta di mata sang kakak. Suer juga mengingat saat Albert menembak Lin Dong, dan sekan menarik dirinya dan Pedang Naga Biru menuju ke sana. Ternyata sang kakak melakukan itu semata mata hanya untuk membunuh Kaisar Xu dan memperlihatkan kekuatan Suer di hadapan Shelitz agar wanita itu faham bila Suer adalah wanita yang tangguh tidak selemah yang di ketahui Shelitz.


"Lalu siapa asisten kakak itu?" Keenan lagi lagi tertawa renyah, dari atas nampak asisten sang kakak tengah melakukan banyak hal.


"Dia adalah pria yang dengan luar biasa menjaga istana kita. Tuan Aiden dia satu satunya pria yang meminum darah Goblin seijin Goblin itu." Suer kian bingung dan mulai merasakan bila pria itu memang sering memperhatikan dirinya dan sejak kecil pria itu sering memberikan petuah petuah bijaknya pada Suer, menjadikan Suer tangguh.


Suer mengingat saat saat dirinya belajar pedang dan bela diri lainnya dari pria tua itu, ternyata semua itu sudah terencana dan sudah tercantum dalam takdir.

__ADS_1


"Siapa Goblin itu?" Keenan memeluk Suer erat erat.


Bersambung...


__ADS_2