LOCKDOWN A Love And Covid-19

LOCKDOWN A Love And Covid-19
Diatas Jembatan Panjang


__ADS_3

"aku meminta pada Allah untuk bertemu denganmu dua kali saja.


Pertama di dunia,kedua di surgaNya"


Acara berjalan sempurna,perlahan sinar matahari mulai berjalan ke arah barat menuju singgasananya untuk menggantikan bulan dan gemintang. Aku bersanding dengannya,berjalan sepanjang 100 meter di atas jembatan panjang mendekati rumah pohon yang ada di tengah hutan. Detik ini aku tidak lagi takut ada hewan buas atau ular batik besar menghampiri,pun tidak terbayang olehku ada hewan buas jika bersanding dengan lelaki tampan. Wajahku tak pernah luput dari senyuman bahkan saat suamiku tidak memandangku. Dan suamiku tak pernah juga menahan diri untuk tersenyum kemudian mencium keningku saat aku menatapnya dengan malu.


"Nyunnah dulu yuk .." ajaknya tanpa ragu menggandeng tanganku,aku mengikuti di belakangnya memasuki rumah pohon yang sudah di sulap menjadi ruangan indah dan nyaman serta yaah aku tak berdusta,hangat.


"Emm tidak ada cermin..?"


Tanyaku


"Apa sayang..?" Tanya ia seolah tidak mendengar jelas suaraku padahal aku berusaha mengucapkannya cukup keras,tentu lagi lagi aku merasakan aliran darah menderas menuju wajahku,aku yakin wajahku akan me merah lagi.


"Cermiiiin ......."ujarku pelan namun ia justru mendengarnya,ia mendekatiku hingga nyaris tiada jarak lagi antara tubuhku dan tubuhnya.


"Aku cerimin-nan mu .."ucapnya sambil meringis menampakkan gigi rapinya yang tersusun.


Aku balas dengan meringis juga.


Tangannya memegang puncak kepalaku sesuai ajaran Rasulullah,dengan takzim ia berdoa kemudian aku meng aminkan yang ia ucapkan..


"Biar aku bantu.."usulnya sambil mengambil tanganku,ia menggandeng ku menuju pojok ranjang. Kami duduk berdua, ia sibuk melepas mahkota yang berada di atas kepalaku,kami saling menghilangkan kecanggungan. Aku biarkan ia sesuka hati melepaskan mahkota yang di tanam di atas jilbab biruku dengan banyak jarum sebagai pengeratnya agar tidak goyah selama satu hari.


"Kamu yakin dengan pernikahan ini sayang..?" Tanya ia di sela sela pekerjaan yang sedang ia tekuni saat ini,tambahan kata -sayang- di belakang kalimat selalu membuat aku terdiam selama beberapa detik dulu untuk melegakan hatiku yang selalu berdentum lebih keras  jika mendengar kata tersebut.


"Yakin,jika tidak aku tidak akan diam di mobil."


"Aku wanita yang tidak tau malu loh, kenapa kamu memlihku..?" Aku mendongak melihat wajahnya


"Sebentar... menunduk dulu sayang.." pintanya lembut sambil menekan kepalaku.

__ADS_1


"Kamu pemalu,jika tidak pasti kamu tadi sudah bernyanyi di depan tamu ayah kamu bukan ?"


Ucapnya menahan tawa


"Kenapa kamu yakin padaku padahal kamu belum kenal aku sepenuhnya ..?" Tanyaku.


Suamiku menjawab dengan senyuman yang tak bisaa aku tafsirkan apa maknanya. Mungkin bahagia, mungkin juga ada cerita di baliknya.


Jarum terakhir di bawah daguku dilepas olehnya,ia memegang daguku pelan,memastikan aku harus menatapnya saat ini sebagai bentuk meminta izin yang sopan dia ingin aku melepas jilbabku..


"Hak kamu lelakiku... Bukalah .."


Pintaku,tangannya bergetar menurunkan jilbab biru muda dengan pelan ke pundakku,ia tersenyum lagi dan aku tidak pernah bosan dengan senyuman itu.


"Cantik.. "gumamnya


"Kita sholat nanti malam saja ya.." pintanya,aku mengangguk menyetujui.


Jantungku nyaris copot jika aku berdiam diri di hadapan wajahnya. Aku melangkah keluar menuju jembatan panjang di depan rumah pohon.


"Kado yang sangat bermanfaat..."


Komentarnya sambil meletakkan gelas itu di hadapanku. Gelas berisi susu coklat ultra milk favorit ku. Dia menuangnya di gelas itu, dan menyodorkannya untukku terlebih dahulu.


Diatas jembatan panjang ini, ditengah rimbunnya pohon pinus yang menjulang, gemerlipnya lampu tumblr yang memanjang disisi jembatan, bersama angin sore yang hendak membawa senja menuju peraduannya.


"boleh aku bercerita..? '' izin Firhan


" tentu sayang.. "jawabku, seiring senyumnya mengembang lagi, untuk pertama kalinya aku memanggilnya sayang, aku tidak boleh malu toh aisha dalam film ayat ayat cinta juga tak malu setelah menikah memanggil suaminya sayang. Menginspirasiku, lelaki-ku mulai bercerita.


" Aku mengagumi kamu, sejak kamu masih SMP mungkin saat itu. Aku melihat kamu sekilas turun dari mobil, dan aku tidak tahu ternyata kamulah yang di bicarakan banyak santri putra karena kecantikan wajah kamu. Aku minder,aku bukan tipe lelaki yang mudah mengumbar cinta, dan saat itu aku belum mengenal cinta. Aku hanya tahu bahwa tujuanku menjadi santri adalah belajar, walaupun kadang sesekali saat aku malas, aku pergi ke warnet dekat pasar. " ucapnya. Firhan menyembunyikan tawa renyahnya, ia melanjutkan

__ADS_1


"Aku sadar dan mulai belajar cinta karena buku buku yang kamu tulis, sejak buku pertama terbit hingga 3 serial lainnya aku selalu mengikuti dan terobsesi dengan gaya tulisanmu, sejak saat itulah aku ingin mendalami lebih dalam tentang pernikahan.


Aku bertanya dengan beberapa guru yang mengajar kamu saat dulu kamu masih menjadi santri, dan aku mulai tertarik. Aku tertarik hanya karena mendengar cerita tentang kamu, Aku memperjuangkan kamu lewat do'a. " ujarnya membuat aku terpaku dengan kalimat yang ia persembahkan untukku sore ini.


" aku juga mencari tahu tentangmu, meskipun waktuku lebih singkat, hanya satu pekan untuk bisa mengumpulkan data tentangmu. Aku bertanya pada beberapa mahasiswi yang terakhir ngobrol denganku sebelum memasuki mobilmu." ceritaku.


Siapa mahasisiwi yang tidak tertarik dengan sosok gagah bermata elang di depanku. Senyumannya saat menampakkan gigi rapi tersusun mampu membuat wanita terpesona. Rambutnya berdiri seperti landak, alis tebalnya, hidung mancungnya serta janggut tipis menambah kharisma pada wajahnya. Namun bukan itu yang aku cari. Aku bukan wanita yang suka ketampanan, bagiku ketampanan dan kekayaan itu nomor sekian serta tidak pernah aku pedulikan. Sholih dan penyayang membuatku terpusat padanya.


"aku harap dengan menikahnya kita, kamu bisa membimbing dan mengarahkan aku pada jalan Allah, aku memilih kamu sebab aku ingin syurga terasa dekat denganku."


Tangan kiri Firhan meraih lembut tanganku, tangan kanannya menuding senja. Ia memintaku untuk melihat senja, ruang tempat kita berbagi cerita untuk pertama kalinya mulai menghitam, hanya cahaya dari tumblr yang membantu penerangan membuat sekitarku menjadikan suasana lebih romansa. Warna yang indah dan cocok untuk saat ini , white warm.


Membaur dalam pelukannya, menyatukan jari jemari kita, aku mendongak kemudian tersenyum.


Aku tidak akan pernah melupakan hari ini


Hari dimana Firhan membenamkan tubuhku pada pelukan hangatnya


Memberikan kenyamanan yang tidak ada duanya


"kamu ingin menikah lagi..?" tanyaku padanya saat senja mulai menguning hendak masuk menuju perpaduannya. Firhan usap lembut pipiku dan tersenyum


"apa alasanku untuk mencari wanita lain..? Jika satu saja sudah berasa empat" jawabnya kemudian meremas pipiku gemas


"masuk yuk ke rumah, mungkin orang di rumah sudah menanti kita.." ajakku, ia kembalikan gelas ke dalam rumah pohon, senyum jahilnya menandakan ia akan berbuat sesuatu padaku


"aaaaw..." pekikku saat lengannya memangku badanku didepan tubuhnya,ia menggondongku menyusuri sepanjang jembatan panjang ini.


"pegangan leherku sayang.." Firhan menghentikan langkahnya


Aku mengaitkan tanganku pada lehernya membuat wajah kami saling berdekatan, disaat maghrib akan tiba, saat senja masuk ke peraduannya, saat cahaya romansa menjadi teman kami di atas jembatan ini..

__ADS_1


Ia mencium bibirku dengan lembut.


 


__ADS_2