
Hari libur yang menyenangkan bagi Erik dan Cornelia setelah mereka sampai ketempat tujuan mereka segera menyantap jagung bakar yang Erik pesan sambil menikmati pemandangan yang jarang mereka lihat di kota. Ini pemandangan benar-benar mereka nikmati karena besok yaitu hari ini mereka sudah kembali ke kantor.
Sesuai perjanjian kemarin, Erik akan mengantar dan menjemput Cornelia itung-itung mereka bisa sambil membahas projek yang sedang mereka garap. Selain hari libur yang menyenangkan awal minggu untuk masuk bekerja juga menyenangkan bagi mereka, sebelum Erik tiba di rumah, Cornelia anak magang tersebut sudah memesan Dolce Ice melalui ojek online dan siap untuk di berikan kepada senior magangnya itu.
Suara klakson mobil Erik sudah terdengar...
Cornelia segera menuruni anak tangga berpamitan kepada orang tua dan masuk kedalam mobil Erik
"Selamat pagi Mas Erikkk" suara manja Cornelia melumpuhkan hati Erik di awal minggu itu
"Ceria banget..." jawab Erik dengan datar sambil merubah kopling mobil
"Masa awal minggu harus cemberut teruss... Nih Dolce Ice kesukaan Mas" Cornelia menyodorkan kopi itu kepada Erik dan langsung di terimanya tidak lupa ucapan datar Erik ia lontarkan untuk anak magangnya.
"Hari ini ikut aku nelatnya" kata Erik sembari meneguk Dolce Ice nya
"Kenapa gitu?" jawab Cornelia yang sudah sibuk dengan tabnya
"Disuruh Pak Miko buat beli keperluan diruangan kantor kita dan buat Pak Miko juga" jawab Erik lagi sambil memperhatikan kaca spion kanan kiri
"Okeyy berati aku masih ada waktu buat menyelesaikan materi presentasi buat cllient yang datang hari ini"
"Yaudah anak magang kerja yang rajin ya..."
"Hmmm" jawab Cornelia yang begitu datar. Entah, seketika mereka menjadi berubah setelah makan jagung bakar di hari libur kemarin berubahnya itu seperti mereka lebih bisa bekerja sama dan tidak ada kecanggungan diantara mereka berdua.
Erik mengatakan lebih baik ia menunggu di dalam mobil sambil fokus menyelesaikan materi presentasi dan biarkan Erik yang belanja keperluan kantor.
"Siap Mas Erik..." jawab Cornelia yang sekarang juga lebih sopan dengan Erik.
Pagi yang lumayan cerah dan senyum semangat sedang melekat di diri Cornelia dengan kecepatan tangan juga Cornelia lakukan. Waktu sekarang begitu berharga untuk Cornelia.
Dari kemarin Erik perlahan membuat Cornelia penasaran ada apa sebenarnya dengan Erik sampai senior magang Cornelia ini membuat pipi Cornelia merona. Cornelia mengencangkan semua otot tangan dan kakinya hingga tidak sengaja menyenggol foto yang ada di bagaian bawah mobil Erik.
Mencoba untuk merapikan tapi Cornelia malah sibuk memandangi beberapa foto yang tidak sengaja ia senggol itu.
Foto mesrah Erik dengan Emma saat di pesta ulang tahun Nabila. Tibak begitu mesrah tapi Erik dan Emma terlihat begitu serasi dengan menggandeng tangan Erik dan polesan wajah Emma yang serasi dengan bajunya. Cornelia berfikir ia telah berlebihan dengan Erik, dua kepala matanya telah menjadi saksi jika Erik dan Emma sudah seserasi ini.
"Pagi-pagi udah antri ajaa, nunggu lama ya" Erik yang masuk kedalam mobilnya sambil membawa beberapa kantong kresek.
"Nggak kok Mas" jawab Cornelia yang berubah menjadi datar. Sebelum melaju ke kantor Erik meneguk Dolce Ice nya.
Menghadap kearah jendela membayangkan kejadian di hari libur kemarin. Cornelia telah memberi tanda jika Erik adalah buaya kantor Wijaya Group.
...
Mengawali hari tanpa adanya Gilang.
Emma sudah rapi dan sudah siap untuk menikmati hari emasnya yang telah diberikan oleh Pak Miko. Semalam sudah berbicara kepada Gilang jika hari ini ia mau berkeliling kota Gilang sendirian setelah itu akan makan siang bersama Kak Wanda. Gilang tidak sedikitpun membahas tentang Fio karena Gilang mengerti ini waktu yang begitu mendadak buat Emma.
Di depan cermin kamar penginapan, Emma berdiam diri memandangi dirinya yang masih lebih baik dari pada Fio yang kemarin berkunjung kerumah Gilang. Emma membiarkan kekasihnya untuk bekerja dengan giat dan tenang lagi pula juga makan siang hari ini akan di temani Kakak iparnya jadi hari ini di prediksi tidak akan ada masalah yang hebat.
Pekerjaan sudah Emma berikan kepada Cornelia barusan tapi belum ada jawaban dari anak magang itu dan disisi lain Emma juga kepikiran dengan Erik bagaimana kabarnya tidak ada Emma susu kemasan itu tidak dibeli oleh Erik.
Emma mengambil ponselnya mencari nomer Exel dan...
"Yang ketemu sama kekasihnya sampai lupa sama aku" ucap Exel di awal panggilan suara mereka
"Tak terduga senang dan sekarang aburadul"
__ADS_1
"Kamu emang ngerepotin ya Emm, waktu kalian LDR aja nangis-nangis mau nyusul Gilang sekarang bilang amburadul"
"Kayak kamu nggak pernah merasakan perjalanan cinta ajaa. Ehh gimana kantor?"
"Biasa aja tapi anak magang itu kayaknya membantu banget Emm dia cekatan tanggap ya maaf-maaf nih beda banget kamu"
"Erik?" Emma langsung menanyakan tentang Erik
"Erik dia makin nyaman.. ya kan ada anak magang semua kerjaan dia makin ringan mereka kayaknya makin dekat Emm" suara Exel yang tiba-tiba mereda saat mengatakan tentang Erik dan Cornelia.
"Suka pulang bareng?"
"Kalau itu aku belum pernah liat sih.. cuma tadi pagi ini mereka datang berengan tapi muka si anak magang sedikit cemberut"
"Ahahaha pasti digodain sama Erik" jawab Emma yang sedang mengalihkan rasa penasarannya.
"Kamu satu bulan disana?" Exel beralih pertanyaan lain
"Tidak, mungkin lusa atau entah ya sebosennya aku disini" jawab Emma yang kembali berjalan ke cermin
"Huuu aku pengen dapat penghargaan seperti kamu"
"Kalau dapat penghargaan seperti aku kan kerjanya nggak maksimal Xel, lalu bagaimana dengan Gebby" Emma mengingatkan tentang Gebby.
"Haaa betul kamu Emm..."
"Yasudah aku mau jalan dulu mau kenalan sama kota ini barang kali aku bisa jadi warga sini"
"Aminin jangan?"
"Terserah Exel, yaudah nanti aku telfon lagi yaaaa.... semangat kerja Exel"
Rencana hari ini Emma mau mengunjungi sebuah tempat wisata yang tidak begitu besar cukup dengan pemandangan yang bisa membuang fikiran jenuh Emma. Tidak sempat mengirim pesan kepada kekasihnya dikarenakan supir taxi online sudah menunggu di depan penginapan.
"Selamat pagi pacarnya Gilang..." Gilang yang duduk di lobby sepertinya sudah menunggu kehadiran Emma, pasti pacarnya Gilang terkejut.
"Lohh bukannya kamu kerja Lang?" Emma menghampiri Gilang dengan tanda tanya yang besar
"Dapat penghargaan dari Bu Yarin buat nemenin pacarnya Gilang" jawab Gilang yang mulai berdiri di hadapan Emma. Emma tersipu dengan perkataan Gilang begitu besar ia menghargai kekasihanya yang sedang berkunjung ke kotanya. Emma menghampiri taxi online itu untuk membatalkan pesanan, hari ini Emma akan berlibur dengan kekasihnya.
Satu hari bersama kekasih adalah salah satu moment yang membahagian bagi mereka berdua. Setelah drama perkuliahan yang mereka lalui di hadangnya oleh jarak sekarang mereka benar-benar hadir untuk hari mereka masing-masing.
Selamat berlibur Emma... Gilang... Setelah ini Emma kembali ke kotanya dan mereka akan kembali bersahabat dengan jarak.
...
"Di panggil sama Pak Miko" ucap Cornelia yang baru saja masuk kedalam ruangannya. Setibanya tadi, Cornelia membagikan peralatan kantor untuk diruangannya Pak Miko juga dan ada beberapa pekerjaan yang harus Cornelia selesaikan di ruangan Pak Miko.
"Aku yang di panggil Pak Miko?" tanya Erik kebingungan, Erik sempat berbicara dalam hatinya tentang perubahan suasana hati anak magangnya.
"Ya akan aku ngomongnya sama kamu Mas.." Cornelia duduk lalu menyalakan komputernya. Erik beranjak dari tempat duduknya lalu berjalan ke ruangan Pak Miko. Masih bersarang tanda tanya besar di kepala Erik apa yang terjadi dengan Cornelia.
Erik masuk kedalam ruangan Pak Miko duduk di hadapan Pak Miko dengan wajah yang tegang, Erik juga mencoba membuat dirinya sesantai mungkin.
BRUGH
Pak Miko membanting tumpukan kertas dihadapan Erik dengan wajah yang seakan ingin menjadikan Erik santapan makan siangnya.
"Kenapa Pak?" tanya Erik dengan nada se rendah rendahnya.
__ADS_1
"Kamu masa kalah dengan anak magang, bikin proposal kayak gini sama contoh program aja banyak yang nggak sesuai" jawab Pak Miko yang menada tinggi. Di devisi Erik memang yang biasa bikin proposal sama contoh program itu Erik berhubung Emma sedang mendapat penghargaan dan dapat bantuan dari anak magang pekerjaan Erik jadi sedikit tidak fokus.
"Nggak usah menyalahkan tidak adanya Emma seharusnya adanya anak magang pun sangat bisa membantu kamu" Pak Miko yang masih menada tinggi. Dengan penjelasan yang lebih jelas bawa Erik bisa melakukan hal ini. Erik terdiam dan kembali keruangan dengan wajah yang sudah tidak karuan, melihat hal itu Cornelia hanya terdiam tidak memberi pertanyaan apapun kepada seniornya dan tetap fokus pada komputer.
"Emang kamu ngerjakan apa si kok sampai bikin Pak Miko marah besar gini" Erik memulai pembicaraan kepada Cornelia
"Sesuai dengan intrupsi, lagian itu kan projek yang kita bahas kemarin"
Ruangan itu hening sepi sunyi yang terdengar hanyalah suara ketikan dari keyboard laptop para karyawan... hingga tiba jam istirahat.
Tanpa tersadar Erik sudah tidak ada dimejanya ia juga tidak mengatakan apapun kepada Cornelia, sedikit membuat Cornelia bingung dan menyalahkan dirinya sendiri
"Cornel... Lihat Erik nggak?" Exel yang tiba-tiba muncul di depan pintu
"Ahh kurang tahu juga Xel tiba-tiba nggak ada aja" jawab Cornelia yang masih kebingungan
"Kalau gitu kantin yuk sama aku.." ajak Exel yang tidak pakai lama
"Ahh yuk.." Cornelia langsung meninggalkan ruangannya bersama Exel.
Cornelia berharap di kantin ia bisa bertemu dengan Mas Erik nya dan bisa makan siang bersama tapi nihil. Cornelia langsung mencari tempat duduk dan makan siang bersama Exel. Mata Cornelia tidak bisa diam ia terus menjelajahi disetiap penjuru kantin untuk melihat keberadaan Erik, di kantin tidak ada lalu dimana dia?
"Makan woy ngelamun aja" celetuk Exel yang mematahkan lamunan Cornelia
"Xel.. Emang Erik biasanya kayak gitu?"
"Biasanya kayak gitu yang gimana?" tanya Exel kebingungan
"Ya tiba-tiba ngilang trus dikantin nggak ada"
"Nggak juga si... tapi emang semenjak nggak ada Emma dia jadi aneh nggak tahu anak-anak IT kan emang kadang nggak jelas" jawab Exel sambil menyantap makanannya
"Ohyaa emang Mas Erik sama Mbak Emma itu ada hubungan sesuatu ya?"
"Uhhuuukk... Uhhukk Ehmmm"
"Lah.. Pelan-pelan Xel" Cornelia menyodorkan segelas air kepada Exel
Exel menceritakan yang sesungguhnya bagaimana Emma dan hubungannya begitu juga dengan Erik. Cornelia terdiam dan bertanya-tanya bagaimana dengan foto yang ia temukan di mobil Erik?
Exel juga menjelaskan hal itu juga, Exel paham kenapa Cornelia menanyakan hal itu. Hanya dengan anggukan Cornelia menjawabnya dan segera menyelesaikan makan siangnya. Cornelia meninggalkan Exel di kantin lalu segera mencari keberadaan Erik.
Disisi lain...
Erik tenang ditempat ini dengan angin yang sepoi dan sedikit sinar matahari yang menyinarinya. Tempat yang jauh dari jangkauan karyawan Wijaya Group Erik menyelesaikan semua kesalahannya yang tadi sudah di jelaskan oleh Pak Miko.
Sesekali ia memeriksa ponselnya untuk melihat apakah ada yang mencarinya termasuk anak magangnya yang sudah bersikap beda dengannya hari ini. Tidak bisa menyalahkan keadaan Erik saja yang kurang giat dalam bekerja.
"Nggak susah ternyata cari kamu Mas..." suara perempuan itu dengan panggilan khasnya, Erik menoleh ke arah suara itu berada.
"Dari mana kamu bisa tahu?" tanya Erik yang kembali fokus dengan tabnya
"Kamu nggak makan siang Mas?" Cornelia berbalik tanya kepada senior magangnya dan berjalan mendekati Erik. Erik memandangi Cornelia begitu dalam beserta helaan nafas panjangnya.
"Hari ini aku sibuk aku mau sendiri dulu" jawab Erik
"Corenelia bisa bantu Mas.."
"Cornelia kerjakan yang ada diruangan aja biar ini aku yang tanggung jawab. Nanti aku tunggu di parkiran jam enam petang, temani aku makan" jawab Erik yang sedikit mendekat kearah Cornelia. Tidak bisa membatah lagi dengan berat hati Cornelia meninggalkan Erik di tempat itu berjalan kembali keruangan dan makin tidak sabar untuk menunggu jam enam petang.
__ADS_1
***