Long Distance Relationship

Long Distance Relationship
Part 9


__ADS_3

Pagi itu Gilang sudah siap untuk berangkat kuliah untuk pertama kalinya, saat itu Gilang masih di antar oleh Nita dan Wanda ya wajar


saja lah saat itu Gilang masih baru berada di kota itu dan selama satu minggu masa-masa Gilang ospek Nita dan Wanda akan menemaninya.


Selama seminggu mereka bertiga tinggal di kostan Gilang yang tidak luas itu setiap pagi Nita menyiapkan sarapan untuk Gilang tidak lupa ia selalu membawakan anak bungsunya itu dua bekal karena keadaan tidak akan ada


yang tau


Semua mahasiswa berkumpul di aula kampus karena akan segera mengadakan upacara pembukaan. Nita dan Wanda hanya melambaikan tangannya di depan gerbang kampus masih ada yang seperti itu si Gilang disana juga tidak


sendirian.


Kampus idaman Gilang. Usaha tidak akan menghianati hasil jika Gilang terus bersungguh-sungguh untuk mendapatkannya, ini saatnya Gilang beraksi di dunianya. Selama ini Gilang selalu melihat Didin yang membuat sebuah web membuat sebuah aplikasi di salah satu perusahaan tempat Didin bekerja dulu dan Gilang ingin melanjutkan apa yang selama ini di geluti oleh Papanya.


Wajah-wajah mahasiswa baru di kampus ini begitu sangat asing teman-teman SMA Gilang tidak ada yang memilh universitas ini mereka lebih memilih untuk kuliah di kotanya sana.


Gilang duduk di aula yang masih terlihat kosong bangku-bangku deretan tempat Gilang duduk juga masih belum banyak yang terisi. Bukan Gilang jika harus ramah dan mau menyapa orang baru duluan, sedikit


sombong si Gilang.


“Maaf, apakah bangku ini kosong?”


Gilang hanya menengok kepada seseorang itu dan menjawabnya dengan anggukan kepala. Seseorang itu duduk disampingnya dengan aroma parfum yang begitu harum ditambah lagi rambut sebahu membuat Gilang susah konsentrasi


Setiap hari selama ospek universitas itu akan mengadakan upcara di aula dengan hikmat mahasiswa baru mengikuti upacara itu.


Selama seminggu juga Gilang dan perempuan itu duduk berdampingan terkadang perempuan itu membagi cemilannya saat jam istirahat ospek. Siapa yang tidak tertarik dengan perempuan berambut sebahu itu lelaki lain sibuk mencari tahu namanya tapi Gilang...


"Kamu kenapa pilih kampus disini?”

__ADS_1


“Kampus idaman aku”


“Jurusan apa?”


“Sistem Informasi”


Perempuan itu hanya menganggukan kepalanya dan tidak ingin memberi pertanyaan lagi karena Gilang cukup dingin kepada perempuan itu.


“Kan setiap harinya selalu memakai tanda pengenal kenapa hari ini kamu bisa lupa?” perempuan itu terlihat tertunduk saat kena omelan dari kating (kakak tingkat)


“Maaf kak, tadi saya keburu-buru”


“Sekarang bikin tanda pengenal tidak tahu bagaimana caranya kamu harus ada tanda pengenal” jelas tegas dari kating tersebut. Perempuan berambut sebahu itu masih tertunduk dan meninggalkan kating ia berusaha untuk membuat tanda pengenal di sebuah gazebo.


Perempuan itu memasang wajah melasnya merasa hari ini sangat sial dan tidak ada satu orang yang empati kepadanya semua sibuk dengan keperluan masing-masing.


“Ehh ma..kasih” perempuan itu menerima spidol dari Gilang dan Gilang yang membantu perempuan itu. Sempurna sudah jadi tanda pengenal ala mereka


“Nama aku Emma Agata Blinda panggil saja Emma”


“Gilang Hermawan”


Tidak hanya Emma yang mendapat sorotan banyak dari mahasiswavlainnya, Gilang pun juga begitu tiba-tiba ada saja yang mebawakan snack untuk makan siangnya Gilang mengetahui hal itu Emma hanya tersenyum dan mereka sama-sama menjadi mahasiswa baru yang wanna be.


Gilang terkejut melihat Emma duduk cantik di kelas pertamanya tidak disangka oleh Gilang jika Emma satu jurusan bahkan satu kelas.


Perlahan Gilang menghampiri dan duduk bersebalahan dengan perempuan cantik itu.


Hari demi hari Gilang dan Emma sering bersama mengerjakan tugas bersama belajar bersama dan sampai pada akhirnya Gilang memberanikan dirinya untuk mengungkapkan perasaannya yang tak biasa itu di taman belakang kampus.

__ADS_1


Tidak ada kata yang spesial Gilang hanya mengatakan apakah Emma mau menjadi pacarnya dan jawaban langsung diterima oleh Gilang, ya aku mau Lang!


Cepat atau lambat mahaswa lainnya mengetahui hubungan mereka


dan perlahan cewek yang berusaha mendekati Gilang mundur perlahan begitu juga dengan Emma. Mereka selalu menghabiskan waktu bersama selama di kampus mereka bersikap selayaknya mahasiwa tapi ketika di luar kampus kemesrahan yang mereka ciptakan ini tidak ada tandingannya. Gilang mulai tumbuh rasa sayang yang lebih tapi dengan sikapnya yang dingin ia berusaha menjaga Emma di situasi apapun. Emma juga sering mengajak Gilang belajar dirumahnya, Emma memperkenalkan Gilang kepada kedua orang tuanya sebagai pacar


Tidak ada yang salah karena selama ini memang mereka selalu melakukan hal yang positif dihadapan orang tua Emma. Emma juga sering berkunjung ke kostan Gilang dan sering berdebat dengan prasangka Emma yang tidak jelas, meski begitu Gilang selalu bisa membuat Emma beda dan menghasilkan


moment yang tidak pernah mereka lupakan salah satunya danau itu.


Kuliah mengambil jurusan sistem informasi itu tidaklah mudah terkadang tekanan otak yang membuat Emma dan Gilang sangat membutuhkan danau itu. Danau Emma yang tidak pernah menolak tamunya untuk datang ke tempat itu. Emma begitu beruntung bisa mendapatkan Gilang walaupun dengan sikap dinginya tapi Gilang mampu membuat dunia Emma terasa beda.


Itu sebabnya Emma sangat menolak jika Gilang harus kembali ke kotanya kenangan manis yang seperti itu susah untuk di dapatkan, keputusan Emma saat itu yang memilih untuk mengakhiri juga keputusan yang bodoh


“Kamu selalu percaya sama aku kalau aku bisa buat kamu beda tapi kenapa kamu tidak percaya dengan hubungan yang akan beda ini”


Seiring berjalannya waktu Emma sering mendapat toxic dari teman-temannya perihal hubungan jarak jauh, pikiran Emma terus kalut diri Emma lebih sering sensitif rasa takut yang berlebihan selalu menyelimuti pikiran


Emma. Semua tidak bisa menuruti kemauan Emma, hubungan juga perlu keluar dari


zona nyaman yang selama ini Emma rasakan.


“Percaya, kali ini akan beda Emma” dan selain itu Gilang berusaha mati-matian untuk mempercayai Emma tentang hubungan jarak jauh ini dan Emma luluh dengan kepercayaan yang Gilang berikan kepadanya.


Semua akan ada masanya dan selamanya Gilang akan sayang dengan Emma.


Mereka hanya butuh keterbiasaan untuk hubungan mereka yang beda ini, omongan Nita tentang Fio itu sudah tidak terlalu di fikirkan lagi oleh Emma.


Tapi tiba-tiba ada yang berbeda dari Gilang.

__ADS_1


__ADS_2