
Jeff dan Nero sampai di kediaman Jeff, mereka langsung masuk kedalam mansion. Setelah sampai di ruang tamu, Jeff melihat Aleyza tengah terbaring dengan posisi tengkurap di lantai yang beralasan karpet tebal dan hangat.
Nampak Aleyza yang sibuk bermain laptop, paha nya terpampang jelas oleh Jeff maupun Nero yang hanya bisa menghela nafas kesal. Ini sudah kesekian kali nya Aleyza bersikap seperti itu, bukannya tergoda, mereka justru menatapnya jijik.
"Kakak? kalian sudah pulang?" Tanya nya dengan berlari kecil ke arah Jeff namun segera di tahan oleh Nero.
"Jangan terlalu dekat, kau sangat bau!" Ucap Nero membuat Aleyza menatapnya jengkel.
"Siapa yang bau? justru aku sangat harum!" Kesal nya dan kembali menatap Jeff yang nampak lelah.
"Aku akan membuatkan kalian minum, tunggu sebentar..." Ucap nya dengan berlari kecil.
Akhirnya, Jeff dan Nero pun duduk di sofa ruang tamu. Nero sudah mengatakan pada Jeff untuk hati-hati dengan minuman itu, untuk Jeff sudah terbiasa dan dia memang selalu waspada.
Tak lama, muncul juga Aleyza dengan dua gelas teh di tangannya. Aleyza memilih duduk di samping Jeff yang nampak risih itu, Bahkan Jeff bisa merasakan dada Aleyza yang sengaja di gesekan di lengannya.
"Apa kau bisa menjauh sedikit?" Tanya Jeff jengah.
"Maafkan aku kakak, aku tidak tahu jika kakak sudah memiliki kekasih. Aku... Aku tidak menyukai nya, dia terlihat seperti bukan wanita baik baik." Jelas nya dengan menundukkan kepalanya.
"Apa aku perlu persetujuan mu untuk siapa aku bersama? ingat batasan mu!" Ucap Jeff penuh penekanan, dia sudah lelah menghadapi sikap nya.
"Tap..."
"Sayang........." Teriak seseorang membuat mereka langsung mengalihkan pandangannya, terlihat sosok Mai dan Chloe di sana.
Mai langsung berhambur ke pelukan Nero yang menerima nya dengan senang, untuk Chloe? dia juga melakukan hal yang sama dengan memeluk Jeff dan duduk di pangkuan nya dengan kedua tangannya yang melingkar di leher Jeff.
Dengan sengaja, Chloe menendang sedikit wajah Aleyza yang berada di samping Jeff. Chloe nampak puas saat melihat wajah pias nya itu, begitu pun dengan Mai yang sedang menahan tawa nya.
"Kalian? bagaimana bisa ada disini?" Tanya Nero.
__ADS_1
"Kenapa? aku sudah mendapatkan izin dari kekasih ku untuk bisa datang kemari, benarkan sayang?" Tanya Chloe pada Jeff yang saat itu wajah mereka sangat dekat.
"Hmm iya." Angguk Jeff yang meletakkan tangannya di pinggang Chloe agar tidak jatuh.
"Kau sudah dengar? bukankah kau harus berterimakasih kepada ku? berkat aku kau bisa bertemu dengan Mai disini." Ucap Chloe penuh kekesalan pada Nero yang hanya menggaruk tengkuknya itu.
"Maaf aku memang bersalah..." Ucap Nero.
"Sayang, aku lelah.... Bawa aku ke kamar ya?" Pinta Chloe dengan manja.
Jeff menelan ludahnya bulat-bulat saat Chloe memeluk nya erat hingga tubuh bagian depan mereka menempel erat, terlebih saat ini Chloe hanya menggunakan dress pendek tanpa lengan sehingga memperlihatkan pundak dan leher nya yang bersih dan wangi.
"Benar, aku pun lelah..." Ucap Mai juga pada Nero yang langsung tersenyum senang.
"Dengan senang hati." Ucap Nero dan menggendong tubuh Mai untuk di bawa ke dalam kamar nya.
"Kau tidak mau membawa ku?" Tanya Chloe dengan cemberut.
Ini pertama kalinya dia menggendong wanita, saat berada di tangga Chloe dengan sengaja mengejek Aleyza yang kini di tinggal sendiri oleh mereka di ruang tamu.
Chloe yakin jika sekarang Nadine sedang tertawa terbahak-bahak saat melihat pertunjukan mereka tadi, terlebih Nadine sangat menyukai ekspresi marah musuh yang tidak bisa melakukan apapun itu. Bagi nya, itu terlihat sangat menyenangkan.
Sesampainya di kamar, Chloe langsung mengunci pintu kamar tersebut dan kembali merapihkan baju nya yang tersingkap sedikit. Setelah itu, Chloe berlari kecil ke arah lampu tidur milik Jeff sebelum akhirnya di pegang nya alat tersebut. Setelah mematikan nya, Chloe kembali berlari ke arah lemari pakaian Jeff dan membuang semua pakaian tidur nya.
"Ada apa?" Heran Jeff yang melihat Chloe nampak sibuk.
"Menyingkirkan barang yang tidak berguna." Balas Chloe dengan melihat ke sekeliling kamar tidur Jeff, setelah itu Chloe mematikan semua lampu nya sehingga nampak gelap.
Namun, dengan cepat Chloe menyalakan baterai hp nya untuk membuka gorden kamar itu. Sehingga cahaya bulan yang menerangi malam itu, membuat suasana semakin nyaman.
Chloe berdiri di balkon dengan menghela nafas lega, rambut panjang nya berkibar karena tertiup angin malam yang sangat dingin bahkan Chloe merasakan bulu nya berdiri semua karena dinginnya cuaca malam ini.
__ADS_1
"Jangan di luar, sangat dingin." Ucap Jeff dengan menyelimuti tubuh Chloe dari belakang.
"Aku tahu, kau lihat? ini adalah benda yang wanita gila itu tempatkan di kamar mu. Aku sengaja mematikan lampu kamar ini agar dia tidak curiga, tidak hanya itu... Dia juga menaburkan serbuk berbahaya jika kau mengirup nya, semuanya ia berikan di pakaian tidur mu." Jelas Chloe yang duduk di sofa dengan selimut tebal yang membungkus tubuhnya.
"Dari mana kau tahu?" Tanya Jeff dengan menatap wajah Chloe yang tersorot sinar bulan itu.
"Rahasia...." Balas Chloe dengan tersenyum kecil.
"Aku... Aku mau mandi, apakah bisa menyalakan lampu sebentar?" Tanya Jeff penuh hati-hati karena takut membuat Chloe kesal.
"Aku sudah memeriksa kamar mandi, sepertinya aman. Pergilah...." Ucap Chloe dengan santai dan memilih untuk merebahkan tubuhnya di atas sofa.
"Jangan tidur disini, tidurlah di ranjang. Aku yang akan tidur di sofa." Ucap Jeff dengan berlalu ke kamar mandi.
Dengan langkah pelan, Chloe segera naik ke atas ranjang. Jujur, Chloe merasa tak nyaman karena harus tidur dengan pakaian seperti ini. Akhirnya Chloe pergi ke lemari Jeff, dan melihat pakaian yang enak untuk dia pakai. Hingga akhirnya Chloe memilih kaos putih besar milik Jeff yang panjang nya hanya di atas lutut.
Chloe juga mengikat rambutnya asal sehingga membuat beberapa anak rambutnya turun, namun hal itu justru semakin membuat nya terlihat cantik.
Setelah berganti pakaian, Chloe terkejut dengan sosok Jeff yang berdiri di belakangnya dengan handuk putih yang melingkar di pinggang nya.
"Astaga, kau mengagetkan ku!" Kaget Chloe dengan mengelus dada nya.
"Apa yang kau lakukan disini?" Tanya Jeff dengan mendekati Chloe.
"Aku, aku meminjam pakaian mu. Kau tahu sendiri, aku tidak nyaman menggunakan pakaian tadi.." Jujur Chloe dengan menatap Jeff yang berada di keremangan cahaya, hal itu semakin membuat Jeff semakin seksi.
"Sepertinya kau salah, di kamar mandi.... Aku menemukan ini." Ucap Jeff dengan memberikan pengharum ruangan, di sana terselip batu putih yang memiliki aroma khas untuk merangsang laki-laki.
"Ini.... Kau? jangan katakan jika kau menghirup nya?" Tanya Chloe dengan sedikit mundur hingga dirinya menabrak lemari.
"Entahlah, kepala ku jadi pusing." Balas Jeff dengan memegang kepalanya yang terasa pusing.
__ADS_1