
Setelah memenangkan Chloe, Chareen akhirnya keluar dan menyuruh Jeff untuk segera masuk. Di dalam, Jeff bisa melihat Chloe yang terdiam dengan menghadap ke luar balkon yang terbuka lebar.
"Sayang." Panggil Jeff dengan duduk di hadapan Chloe dan memegang kedua tangannya.
"Kau belum berangkat?" Tanya Chloe heran.
"Mama menyuruh ku untuk tidak pergi kemana pun, aku juga tidak bisa meninggalkan mu." Lembut Jeff dengan merebahkan kepalanya di pangkuan Chloe.
Chloe tersenyum, dia mengelus rambut Jeff lembut. Dia tahu bahwa Jeff sangat lelah, sudah beberapa hari ini dia tidak tidur dengan nyaman. Mungkin, saat dirinya di rumah sakit Jeff belum tidur sama sekali.
"Bagaimana jika aku terus begini?" Tanya Chloe.
"Tidak akan pernah, aku tidak akan membiarkan mu seperti ini terus menerus." Balas Jeff dengan cepat.
"Hm... Kau pandai menghibur ku Jeff." Senyum Chloe.
"Aku mengatakan hal yang jujur Chloe! aku sudah mengatakan pada mama, jika papa belum mendapatkan pendonor yang cocok maka aku sendiri yang akan pergi mencarinya. Atau jika perlu, aku akan memberikan kedua mata ku untuk mu." Jelas nya.
"Hhh, jika kau memberikan mata mu untuk ku lalu siapa yang akan menjaga ku? kau mau aku mencari kekasih yang lainnya?" Tanya Chloe yang justru membuat Jeff terdiam dengan menggelengkan kepalanya di pangkuan Chloe yang langsung terkekeh.
"Tidak mau kan?jadi, jangan mengatakan hal seperti tadi lagi. Aku sudah sangat senang dan beruntung karena kau benar-benar menjaga ku disini..."
"Aku akan selalu menjaga mu..." Ucap Jeff pelan.
"Jeff..."
"Bukankah kau sudah tahu jika aku begitu menyayangi mu? jadi, jangan mengatakan hal yang tidak tidak!!" Tegas Jeff.
"Aku mengerti."
Tanpa mereka sadari, Raisa, Claire, Chaty, Michael, Sherin dan Chaty ada di sana. Mereka yang mendengar perbincangan mereka langsung terdiam, sepertinya memang benar bahwa Jeff benar-benar mencintai Chloe melebihi apapun.
••••
Jeff turun menuruni tangga, di sana sudah ada semua keluarganya yang berkumpul. Hanya Chloe saja tidak tidak ada, Alegra yang melihat kedatangan Jeff hanya bisa menghela nafas berat.
"Bagaimana keadaan Chloe?" Tanya Alegra dengan tegas.
"..." Jeff hanya diam dengan tersenyum kecut.
__ADS_1
"Papa sudah meminta bantuan pada rekan papa yang lain untuk segera mencarikan donor mata yang cocok, hanya ada satu yang cocok dan itu pun.... Baru tiada sore tadi." Jelas Alegra membuat ekspresi Jeff berubah senang.
"Benarkah pa?" Tanya Jeff dengan antusias.
"Ya, tapi..... Wanita tersebut menginginkan putri nya untuk.... Untuk menikah dengan mu, dia putri dari rekan teman papa yang baru saja di tinggalkan oleh istrinya." Jelas nya yang langsung membuat ekspresi Jeff kembali datar.
"Jeff sayang, mama juga tidak akan membiarkan hal ini terjadi." Lembut Chareen dengan mengelus pundak Jeff yang nampak marah.
"Jeff, papa juga tidak ingin namun kornea mata yang di miliki Chloe sangat jarang dan langka. Kau tahu bukan maksud papa? meskipun kau ingin mendonorkan mata mu untuk Chloe, itu tidak mungkin karena mata mu jelas tidak cocok." Jelas Alegra lagi.
"Jeff, dia anak dari tuan Robin. Kita pernah bertemu saat acara lelang dulu..." Ucap Nero dengan ekspresi yang serius.
"Hah... Kalian ingin aku menikah dengannya? lakukan, jika ingin melihat aku mati di tangan Chloe." Senyum Jeff dengan begitu dingin.
"Jeff, mama dan papa juga tidak mau. Kami hanya mengatakan hal ini saja, kami juga akan mencari lagi namun sepertinya membutuhkan waktu yang lumayan lama." Jelas Alegra.
"Tidak perlu, biar aku saja yang mencari nya." Datar Jeff dengan berlalu pergi dari sana.
Mereka hanya diam, setelah beberapa saat barulah Jeff turun kembali dengan pakaian yang sudah rapih. Jeff mendekati Sherin yang nampak duduk santai di sofa dengan Vetter, adik nya.
"Temani Chloe, aku tahu kau menyukai nya." Ucap Jeff yang di balas anggukan oleh Sherin.
Setelah mengatakan itu Jeff segera pergi, dia tidak mendengarkan apa yang di katakan oleh Alegra dan Chareen. Dia ingin mencari nya sendiri, Nero yang melihat itu segera mengejarnya.
"Segera umumkan di negara kekuasaan ku untuk mencarikan donor mata berwarna amber! kalau perlu, mereka bisa melelang nya!" Tegas Jeff di dalam mobil pada Nero.
Amber adalah warna kuning kecoklatan atau kuning keemasan. Iris mata berwarna amber hanya sedikit mengandung melanin dan banyak mengandung lipokrom, karena itu lah jarang ada orang yang memiliki bola mata amber.
"Sudah, mungkin mereka juga sedang mencarinya dan segera memasarkannya di lelang." Jelas Nero.
"Hhh..." Jeff memijat pelipisnya yang terasa pusing, dia tidak berpamitan pada Chloe karena tadi Chloe sedang istirahat namun dia sudah mengatakan nya sebelum tidur tadi.
Drtttttt Drtttttttttttt Drtttttttttttt
"Halo?"
"Tuan Jeff, di pasar lelang dekat pulau pribadi tuan Robin ada pelelangan mata yang sama seperti Chloe. Anda sebaiknya pergi ke sana..." Jelas Crish.
"Aku sudah tahu, namun aku tidak akan pernah mengambilnya!!" Dingin Jeff.
__ADS_1
"Apa maksud anda?" Heran Crish.
"...." Namun Jeff tidak menjawab nya, dia justru segera mematikan sambungan teleponnya.
Untuk Crish yang ada di sana, dia melemparkan ponselnya kesal. Bagaimana bisa Jeff tidak mengambilnya? apa Jeff senang jika Chloe tetap seperti itu?
"Itu, Crish.... Aku dengar dari paman Ale, mereka bisa memberikan secara gratis kornea mata istirnya asalkan, Jeff menikahi putri semata wayangnya. Karena itu lah Jeff sangat marah..." Jelas Mai dengan menggigit bibirnya takut.
"Apa?" Kaget mereka, begitu pun dengan Nadine yang memang baru tahu.
"Sial! pantas saja!!" Geram Crish.
•••
Pagi ini Chloe terbangun, dia merasa kosong di sampingnya. Lagi dan lagi Chloe merasa takut, dia memejamkan matanya kembali namun dia merasa seseorang menyentuh kening nya.
"Apa kau baik-baik saja?" Tanya seseorang dengan suara lembutnya.
"Hm." Angguk Chloe dengan berusaha untuk duduk.
"Jeff pergi tadi malam, mulai sekarang aku yang akan menemani mu. Jangan sungkan jika kau menginginkan sesuatu, katakan saja oke?"
"Baik."
Dia Sherin, sudah beberapa jam dia di sana untuk menunggu Chloe bangun karena Jeff yang meminta nya untuk tetap berada di samping Chloe.
"Mau mandi?" Tawar nya.
"Iya."
Sherin segera membantu Chloe mandi, dengan penuh ketelatenan dia menuntun Chloe untuk melepaskan pakaiannya. Awalnya Chloe menolak untuk di temani namun Sherin tetap saja memaksa nya, bagaimana pun Sherin jauh lebih tua dari nya.
"Jeff sangat beruntung memiliki wanita seperti mu, pantas saja dia begitu berbeda." Ucap Sherin dengan memperhatikan Chloe yang sedang berendam di bathtub.
"Tidak, seharusnya dia menyesal karena telah memiliki wanita merepotkan seperti ku." Balas Chloe dengan memejamkan matanya.
"Jangan seperti itu, kau tahu? Jeff menolak mati-matian tentang pernikahan itu, meskipun dia senang karena sudah menemukan pendonor yang cocok namun tetap saja, dia bahkan hendak mendatangi tuan Robin." Jelas Sherin.
"Menikah? apa maksudmu?" Kaget Chloe dengan ekspresi yang berubah dingin, bahkan Sherin pun langsung tersentak.
__ADS_1