
Pagi ini, para dokter yang memeriksa Chloe baru keluar sejak malam tadi. Mereka segera masuk untuk melihat keadaan Chloe yang kedua matanya sudah di tutup perban, lagi dan lagi Mai jatuh tak sadarkan diri setelah melihat seberapa parah nya Chloe.
Dia tahu, Chloe melindungi nya karena permintaan Nero yang sangat percaya pada Chloe untuk bisa melindungi Mai.
"Nona Chloe mengalami kerusakan mata, dia terkena zat kimia Botulinum toxin. Meskipun hanya sedikit namun sudah membuat kedua matanya rusak, entah apa yang terjadi jika kandungan zat tersebut menambah. Mungkin, nona Chloe tidak bisa lagi di selamat kan." Jelas dokter tersebut.
Sebagai seorang agen, mereka tahu apa itu Botulinum toxin. Cairan zat kimia yang paling berbahaya di dunia, mereka tidak membayangkan bagaimana jadi nya jika cairan tersebut berbentuk cairan, mungkin wajah Chloe akan ikut rusak karena terbakar.
"Jadi, maksud dokter.... Saudara saya tidak bisa melihat lagi?" Tanya Deon.
"Ya, menurut saya ini sudah lebih baik karena hanya mata saja yang terkena gas tersebut." Angguk nya.
"Chloe...." Gumam Deon dengan memegang tangan Chloe yang nampaknya terlelap karena obat penenang.
••••
Setelah mendapatkan keberadaan Chloe, Jeff segera berlari menuju ruangannya. Di sana dia melihat teman-teman nya Chloe tengah terduduk lemas dengan terus terisak, untuk Nero dia langsung menghampiri Mai yang berada dalam pelukan Nadine dengan posisi yang sudah tak sadarkan diri.
"Chloe..." Lirih Jeff dengan berjalan mendekati Chloe.
Crish yang melihat keberadaan Jeff pun hendak marah dan mengatakan bahwa ini semua ulah nya, namun jika di ingat mereka juga salah karena sudah menerima tawaran Jeff pagi ini. Mereka tidak tahu bahwa efek nya akan se mengerikan ini.
Jeff terdiam lemas di samping Chloe yang terlihat mengenaskan dengan mata yang terbungkus perban, tidak hanya itu... Dia juga melihat teman-teman Chloe yang sama terluka nya.
"Sebaiknya kalian obati tubuh kalian semua, jika Chloe tahu..." Ucap Nero.
"Chloe tidak akan tahu karena dia tidak bisa melihat lagi...." Ucap Nadine dengan terkekeh, dia mengelap air matanya yang terus mengalir.
__ADS_1
Luka tembak di pundak nya sudah tidak ia rasakan lagi karena rasa sesak di hati nya saat melihat kondisi Chloe saat ini, namun Nero tetap lah Nero. Dia segera meminta para dokter untuk memeriksa mereka di ruangan Chloe saat ini, bagaimana pun luka mereka harus segera di obati agar tidak terjadi infeksi.
"Maaf..." Lirih Jeff dengan mencium tangan Chloe, hal itu lagi-lagi di lihat oleh Deon dan Crish yang nampak heran dan penasaran dengan hubungan keduanya.
Di mansion utama keluarga Vitton, Alegra menghela nafas berat. Dia sudah sadar beberapa menit yang lalu dan langsung mendengar cerita tentang Chloe di sana, dia sudah tahu jika kejadian nya akan seperti ini karena saat penyerangan tadi terasa sangat ganjal.
"Jadi, Chloe sudah buta?" Tanya Alegra pada Chareen yang hanya mengangguk dengan kedua mata yang berkaca-kaca.
"Hhh... Bagaimana jika dia, tinggal disini saja? bukankah dia tidak punya siapa-siapa?dan lagi aku seorang dokter, aku akan merawat nya." Ucap Raisa dengan menyentuh pundak Chareen.
"Entahlah, setelah kondisi suamiku membaik aku akan melihatnya ke sana." Balas Chareen.
"Ahh baiklah, lalu bagaimana dengan yang lainnya?" Heran Raisa.
"Semuanya sama-sama terluka, hanya Mai saja yang baik-baik saja karena Chloe sudah melindungi nya. Mungkin, jika Chloe tidak melindungi nya mungkin Mai yang akan seperti Chloe." Ucap Chareen dengan berbaring di samping Alegra yang duduk bersandar di ranjang.
"Baik, kalau begitu aku permisi..." Pamit nya dan tersenyum pada Chaty yang hanya mengangguk.
"Kalau begitu kami permisi..." Pamit Raisa dan Chaty, hingga yang tersisa hanyalah Chareen dan Alegra di kamar.
Chareen merebahkan kepalanya di atas pangkuan Alegra, dia terisak Isak karena semua masalah nya berasal dari mereka berdua. Masalah masa lalu yang membuat anak dan calon menantunya yang harus menanggung semua permasalahan tersebut.
"Maafkan aku, aku tidak sekuat dulu lagi. Tapi aku janji, aku akan segera menyelesaikan semua permasalahan ini." Lembut Alegra dengan mengelus rambut Chareen.
"Aku takut, aku takut terjadi sesuatu yang buruk pada mereka.... Aku takut." Jujur Chareen dengan terus menangis, jarang sekali Chareen menangis namun kali ini keadaan nya memang benar-benar buruk.
Terlebih, dia merasa sakit hati saat menerima telepon dari Jeff yang terisak saat menjelaskan kondisi Chloe di sana. Ini pertama kalinya Jeff menangis pada Chareen untuk mengadu, biasanya Jeff akan acuh tak acuh dengan keadaan. Sepertinya sosok Chloe sangat berarti dalam hidupnya, di saat seperti ini Chareen justru tidak bisa menjadi tempat bersandar untuk putra semata wayangnya.
__ADS_1
••••
Malam ini, semuanya berjaga di rumah sakit. Jeff sengaja menyiapkan ruangan khusus untuk Chloe agar yang lainnya juga bisa istirahat dengan nyaman di sana, namun hanya Jeff tidak beranjak dari samping Chloe dan terus memegang tangan nya tanpa ia lepaskan sedikit pun.
Di saat semuanya mulai tertidur dan Jeff pun mulai istirahat, Chloe mulai tersadar setelah satu hari penuh tak sadar. Chloe merasa kepalanya berat dan sakit, semuanya nampak gelap dan hitam.
Awalnya Chloe tidak mau panik, namun dia mulai teringat kembali tentang kejadian kemarin. Chloe hendak bangun namun dia tidak bisa, ia ketakutan. Takut tidak ada seorang pun yang menemani nya, namun saat rasa takut itu datang dia merasakan sentuhan seseorang di tangannya.
Sebuah genggaman yang begitu kuat, seakan-akan datang untuk melindunginya dari semua bahaya yang ada.
"Jeff...." Lirih Chloe, dia yakin itu Jeff.
Jeff yang tertidur pun langsung terbangun, dia segera mendongakkan kepalanya untuk melihat Chloe yang sedang menggenggam tangannya.
"Sayang? kau sudah sadar? bagaimana perasaan mu? aku akan panggilkan dokter, apa kau lapar? mau minum?" Senang Jeff dengan menyentuh rambut Chloe lembut.
"Aku haus.." Balas Chloe.
Jeff segera membantu Chloe untuk duduk dan bersandar pada dada nya, setelah duduk barulah Jeff memberikan Chloe minum.
"Terimakasih..." Senyum Chloe.
Setelah meletakkan gelas itu kembali, Jeff melingkarkan kedua tangannya di perut Chloe dan membenamkan wajahnya di pundak Chloe. Chloe merasakan tubuh Jeff yang bergetar di belakang nya, dia juga merasakan basah di pundak nya.
"Aku tidak apa-apa..." Lembut Chloe dengan mengelus rambut Jeff pelan.
Jeff tidak mengeluarkan suara sedikitpun, dia terus saja menangis dalam pelukan Chloe. Chloe tahu bagaimana rasanya nangis tanpa mengeluarkan suara sedikitpun, itu terasa sesak dan juga sangat menyakitkan.
__ADS_1