
Waktu makan malam tiba, Chloe nampak asik dengan makanan nya. Tak ada yang melarang nya di sana kecuali wanita pengacau itu, Yori. Dia terus saja mencari masalah dengan Chloe yang nampak tidak menghiraukan nya itu, bagi nya wanita itu masih sangat kekanak-kanakan.
"Kau staf sialan!! bagaimana bisa kau bersantai disini sedangkan yang lain sibuk untuk bekerja?" Tanya nya dengan menendang kaki Chloe dengan kesal.
Para karyawan yang berjumlah 13 itu langsung shock namun tidak bisa melakukan apapun, mereka tidak tahu apa yang harus mereka lakukan sekarang.
"Bisakah kau diam? harusnya kau berkaca, saat ini pun kau sedang bekerja. Kenapa kau hanya berkeliaran tidak jelas nona?" Tanya Chloe dengan kesal.
"Kau!!! apa kau tidak tahu siapa aku hah? setelah pulang dari sini, aku akan menyuruh ayah untuk memecat mu bahkan aku juga akan menuntut mu!!!" Marah nya dengan pergi begitu saja.
"Hanya seekor lalat yang mudah mati, apa perlu aku singkirkan sekarang?" Tanya Nadine dengan tersenyum kecil.
"Tidak perlu, biarkan lalat itu mati dengan keinginan nya sendiri." Santai Chloe.
"Oke."
Mereka terus saja berbincang namun tak bisa yang lain pungkiri bahwa saat ini mereka berdua tengah mengawasi tuan Kim yang sedang siaran langsung, tatapan mata Chloe yang tajam seperti elang membuat siapapun yang melihatnya akan bergidik ngeri.
"Nona." Panggil Samuel dengan membisikkan sesuatu di telinga Chloe.
"Heh? sungguh tidak sabaran!" Senyum Chloe dengan bangkit dari duduknya.
Chloe mendekati tuan Kim dan membisikkan sesuatu sebelum akhirnya pamit pergi, Nadine masih tetap stay di sana untuk mengawasi tuan Kim dengan Samuel.
Di lorong yang nampak gelap, Chloe melihat beberapa staf yang menurutnya asing karena Chloe hanya berbincang dengan staf yang dia temui tadi siang itu.
Mereka nampak was-was memperhatikan sekitar sebelum akhirnya masuk kedalam sebuah ruangan yang Chloe tahu itu adalah tempat sauna, apakah di sana mereka merencanakan nya?
__ADS_1
Tak jauh dari sana, Chloe melihat anak buah nya yang lain kini tengah memberikan kode pada nya untuk pergi ke samping ruangan yang kosong. Itu adalah tempat penyimpanan barang bekas yang sudah tak terpakai, di sana Chloe bisa melihat rekan nya yang lain sibuk mengatur cctv yang akan mereka matikan nanti nya.
"Bagaimana?" Tanya Chloe dengan serius.
"Sudah nona, kami juga sudah merekam rencana mereka. Jadi, semuanya berjalan sesuai dengan apa yang nona rencanakan." Jelas salah satu dari mereka dengan memberikan earphone pada Chloe untuk mendengarkan apa yang di rencanakan oleh mereka.
"Rencana murahan seperti ini ternyata masih ada di dunia nyata, aku kira hanya ada di dalam drama saja." Senyum Chloe yang langsung mengutak-atik komputer tersebut hingga muncullah sosok Yori yang sedang mandi dengan banyak bunga di bathtub nya.
Para laki-laki yang berada di sekeliling Chloe hanya diam tanpa reaksi, terkadang Chloe bingung apakah rekannya itu tidak normal? namun mereka hanya mengatakan, itu bukan seleranya. Begitu lah kira-kira....
"Sudah berikan obat itu pada nya?" Tanya Chloe, yang di maksud itu adalah laki-laki yang akan menggantikan tuan Kim nanti nya.
"Sudah nona, kami juga sudah menyiapkan dupa rangsangan di ruangan nona Yori. Nanti akan ada pelayan yang akan menghidupkan nya, tempatnya pun tak terlihat karena ukurannya yang sangat kecil namun itu sangat ampuh."
"Masih kurang, tolong bawa juga manager tuan Kim dan masukan kedalam rencana. Aku dengar, laki-laki itu sangat menggilai gadis cantik." Senyum Chloe dengan begitu mengerikan.
"Baik nona." Angguk nya.
"Nona, tuan Kim sudah menunggu di perbatasan." Jelas nya.
"Oke, aku akan menemui nya sebentar." Ucap Chloe dengan memakai jaket nya, dia tidak menyangka jika cuaca di sana sangat dingin.
Chloe dan beberapa rekan lainnya sibuk menyusuri jalan yang sepi dan gelap, hingga akhirnya mereka bisa melihat Nadine, Samuel dan tuan Kim di sana.
"Nona Chloe.." Ucap tuan Kim dengan ekspresi yang sedikit panik.
"Tenang saja, semuanya akan baik-baik saja. Pakai ini, kekasih mu sudah menunggu di sana. Samuel akan mengantarkan mu dengan selamat..." Ucap Chloe dengan memberikan mantel pada tuan Kim.
__ADS_1
"Terimakasih nona." Senang nya dan segera memakai mantel nya, setelah itu pergi dengan Samuel yang nampak siaga.
"Chloe, tuan Kim palsu sudah masuk kedalam jebakan nya. Akting dia sangat hebat, dia seperti mabuk sungguhan." Jelas Nadine di sepanjang jalan.
"Aku sudah tahu, apakah semua staf yang lain juga mabuk?" Tanya Chloe penasaran karena dia tidak tahu apakah Yori merubah rencana nya atau tidak.
"Seperti yang kau duga, semuanya mabuk dan hanya dia beserta antek-anteknya saja yang masih sadar. Mereka semua berada di lantai 2, beberapa orang juga sedang berjaga-jaga agar tidak terjadi kesalahan lagi."
"Aku sudah memasukkan beberapa pengawal ku di antara mereka, mungkin jika mereka pintar mereka akan sadar bahwa ada penyusup." Santai Chloe yang membuat Nadine tertawa kecil.
"Sepertinya mereka bodoh...." Tunjuk Nadine pada beberapa penjaga yang nampak tergolek di lantai.
"Sungguh kasihan..." Setuju Chloe yang masuk dengan santai, sepanjang lorong para pengawal itu sudah tak sadarkan diri hingga akhirnya mereka tiba di lantai dua.
Para wanita yang menjadi antek nya sibuk berpesta karena senang bisa mendapatkan upah yang sangat besar dari Yori, sedangkan para laki-laki banyak juga yang bercumbu dan melakukan hal yang tidak senonoh di sana.
Lantai dua awalnya di kunci karena mereka hanya di izinkan di lantai 1, karena itulah di sana tidak ada cctv sama sekali. Namun Chloe dan rekannya bukan orang yang bodoh sehingga tidak mengetahui rencana murahan seperti itu.
"Menjijikkan." Gumam Nadine dengan menahan rasa mual nya.
"Apakah itu manager tuan Kim?" Tanya Chloe dengan menunjuk laki-laki pendek dengan perut buncit dan kepala yang cepat.
"Iya, sangat menjijikkan bukan? bahkan,aku melihat banyak staf yang menggoda nya secara terang-terangan namun mereka tidak berani untuk membantah, bagaimana pun agensi mereka sangat besar dan memiliki pendukung yang kuat." Ucap Nadine dengan ekspresi kesal nya.
"Hanya seekor babi saja kenapa kau harus seperti ini, biarkan para babi itu menikmati hari terakhirnya." Senyum Chloe dengan menggigit bibirnya gemas.
"Kau, kau masih sama seperti dulu Chloe. Aku kira kau sudah berubah...." Merinding Nadine yang membuat Chloe tertawa renyah.
__ADS_1
"Memangnya aku kenapa?" Tanya Chloe dengan tersenyum selebar mungkin.
"Maniak darah!! berhenti menatap ku seperti itu, kau sangat menyeramkan jika tersenyum di saat keadaan seperti ini." Merinding nya yang semakin membuat Chloe ingin menggoda Nadine.