
Chloe meletakkan ponsel itu di meja, dia melirik Jeff yang berada di sampingnya dengan ekspresi yang.... Dingin dan menyeramkan.
"Sudahlah, aku hanya bercanda. Mana ada yang berani mengancam ku? bukankah kau sudah tahu jika aku tidak mudah untuk di taklukkan." Santai Chloe dengan bangkit dari duduknya namun...
Tiba-tiba saja Jeff memeluk nya dengan erat di hadapan mereka semua, Chloe sedikit terkejut sebelum akhirnya tersenyum. Mata Chloe mengarah ke arah cctv kecil yang ada di sudut ruangan, Chloe menyeringai melihatnya. Dia tahu bahwa dirinya sedang di awasi oleh mereka....
"Aku tidak akan membiarkan mu terluka, kau tenang saja. Aku akan menyiapkan beberapa pengawal untuk mu, tunggu seb..." Jelas Jeff dengan terburu-buru.
"Jeff! tidak perlu, aku bisa menjaga diriku sendiri. Aku tidak terbiasa bergantung pada orang lain, aku mohon.... Aku, aku akan mengatakan nya jika aku membutuhkan pengawal." Cegah Chloe.
"Tapi..."
"Jeff, kau tidak percaya padaku?" Ucap Chloe dengan ekspresi yang kembali kesal, hal itu membuat Jeff kalang kabut.
"Baiklah baiklah, maafkan aku... Aku, aku tidak akan menempatkan pengawal untuk mu tapi sebagai gantinya, kau harus selalu menghubungi ku jika kau ingin pergi ke suatu tempat oke?" Pinta Jeff yang di balas anggukan oleh Chloe.
"Sudah? lalu mau kau apakan pelayan ini?" Tanya Nadine dengan jengah.
"Biarkan saja, biar dia tetap disini untuk memantau kegilaan tuannya." Datar Chloe sebelum akhirnya pergi.
"Haha kau benar, terus pantau tuan mu yang gila itu ya... Semoga kau berhasil." Tawa Nadine yang ikut pergi menyusul Chloe untuk kembali ke kolam renang.
Jeff terdiam di tempatnya, dia yakin ucapan Chloe tentang rencananya itu memang benar adanya. Jeff segera menghubungi seseorang, entah siapa itu merupakan tidak tahu. Melihat ekspresi buruk Jeff membuat semua pelayan merinding ketakutan, hanya Chloe yang nampak biasa dan tetap santai. Padahal, Chloe sendiri sudah berkeringat sejak tadi, hanya saja... Dia tidak bisa menunjukan rasa takutnya secara terang-terangan karena itu akan membuat musuhnya senang.
"Kalian dari mana saja?" Tanya Mai yang menghampiri Chloe dan Nadine yang duduk di sana.
"Kenapa? bukankah kau sibuk bermesraan?" Tanya Nadine dengan sedikit cuek.
__ADS_1
"Yoo, dasar jomblo! iri? cepat sana cari pacar.." Ejek Mai membuat Nadine mendengus sebal.
"Woahhh, bukankah ini Russo Baltique Vodka? Alkohol termahal yang ada di pelelangan?" Kaget Chloe saat salah satu pelayan yang datang dengan membawa beberapa minuman alkohol.
Bagaimana tidak kaget, meskipun Chloe sering melihatnya tapi dia tidak pernah meminum nya. Selain karena harganya sangat mahal, keberadaan nya pun sangat jarang di temukan. Biasanya selalu ada di tempat pelelangan dengan harga awal mencapai 15 milyar, bukankah itu akan sia-sia jika hanya untuk satu botol minuman ini?
"Billionaire Vodka!!!! Ini kah minuman yang sangat langka itu? bahkan, harganya bisa membeli sebuah mansion besar mewah di pinggir laut!" Kaget Nadine.
Mereka sangat antusias untuk meminum nya, Nero yang melihat itu sangat panik karena kadar alkohol minuman itu sangatlah tinggi. Meskipun di awal mereka tidak dapat merasakan nya namun alkohol tersebut memang berkerja sangat lambat namun reaksinya sangat besar.
"Tunggu, tunggu sebentar....!!" Panik Nero namun tak di hiraukan oleh mereka bertiga yang asik mencicipi beberapa macam alkohol di sana.
Nero panik, dia melihat ke arah pintu untuk menemukan sosok Jeff namun dia tidak menemukan nya sama sekali. Nero terus mundar mandir, dia tidak bisa mencegah mereka karena dia tahu jika Chloe sudah menatapnya kesal dia akan sedikit takut. Aneh bukan?
"Ahhh, ini sangat lezat! Chloe, kau bisa memintanya pada Jeff untuk kita nikmati di markas bukan? kekasih mu itu kan sangat kaya raya.." Ucap Nadine dengan sendawa.
"Hahah kau benar, aku akan membantumu untuk mencuri nya besok..." Sambung Mai dengan bersandar di pundak Nadine.
"Sayang, aduhh... Jeff!! kemana kau pergi astaga....!!" Nero segera pergi ke dalam, dia ingin mencari Jeff. Saat dirinya hendak naik ke atas tangga, dia melihat sosok Jeff yang hendak turun.
"Ada apa? kenapa wajahmu terlihat cemas?" Heran Jeff.
"Gawat!! lihatlah mereka, cepat!!!" Tarik Nero pada tangan Jeff.
Jeff melotot saat melihat botol alkohol yang ada di atas meja sudah habis dan itu bukan hanya satu, ada beberapa botol yang sudah kosong!
"Sialan!! kenapa kau tidak mencegahnya?" Kaget Jeff dan langsung menghampiri Chloe yang hendak muntah itu.
__ADS_1
"Aku, aku tidak bisa mencegah nya... Aku takut dengan kekasih mu bodoh!" Kesal Nero karena itu memang kenyataannya, dia tidak bisa melawan Chloe yang menurutnya sangat berbahaya dan berbisa.
"Haishh..." Jeff menepuk nepuk pipi Chloe yang kini menatapnya dengan tersenyum congah, Chloe melingkarkan kedua tangannya di leher Jeff dan terus menciumi seluruh wajah Jeff secara bertubi-tubi.
"Chloe! sadarlah, aku memang menyukai mu yang liar tapi.... Jika seliar ini aku takut jika aku tidak bisa memuaskan mu." Ringis Jeff, kini Chloe sudah nemplok di pelukan Jeff dengan kedua kaki yang melingkar di pinggang nya.
"Jeff, bagaimana dengan... Dia?" Tunjuk Nero pada Nadine yang tergolek di lantai, untuk Mai sendiri dia sudah berada dalam gendongan Nero.
"Panggil Samuel kemari." Ucap Jeff sebelum pergi membawa Chloe.
••••
Para pelayan ingin sekali tertawa saat melihat ekspresi tuannya yang nampak pasrah dengan tingkah Chloe dan Mai, terlebih Chloe sudah muntah berkali-kali di tubuh Jeff namun Jeff tidak terlihat jijik sekali pun.
Begitu pun dengan Nero, dia sudah terbiasa menerima muntahan dari kekasih nya. Setiap Mai mabuk pasti dia selalu muntah, perutnya memang selalu mual seperti itu.
Untuk Samuel, dia bertolak pinggang saat melihat Nadine yang memakan daun di lantai. Dia melirik para pelayan yang sibuk membereskan tempat itu kembali.
"Siapa wanita beban ini?" Gumam Samuel dengan mengangkat tubuh Nadine.
"Hhh... Kau? kau laki-laki breng*sek! cepat lepaskan aku... Apa kau tidak tahu jika aku sangat membenci mu? gara-gara kau, aku kehilangan pekerjaan ku..." Lirih Nadine dengan mendusel di dada bidang Samuel.
"Nona, aku harap saat kau sadar besok kau tidak ingat kejadian ini!" Geram Samuel saat Nadine dengan tidak tahu malu nya muntah di leher nya, ini pertama kali nya dia seperti ini dan rasanya.... Sangat menjijikkan!
BRUGHHH!!
Samuel menghela nafas berat, dia melihat Nadine yang baru saja dia lemparkan di atas ranjang. Dress pendek nya tersingkap hingga memperlihatkan celana pendeknya yang berwarna hitam.
__ADS_1
"Merepotkan!" Ucap nya dengan menutupi seluruh tubuh Nadine dengan selimut dan membungkus nya hingga yang tersisa hanyalah kepalanya saja.