Mafia Intelijen

Mafia Intelijen
Akibat nama panggilan


__ADS_3

Di bandara, Chloe dan Nadine bersikap seperti pelayan tuan Kim dengan membawa beberapa barang nya yang tidak terlalu berat. Bahkan, mereka juga memakai kartu tanda pengenal sebagai anggota staf agar tidak terlalu mencolok.


Di pesawat, para staf dan kru duduk dengan terpisah tapi tidak dengan Chloe dan Nadine yang duduk di belakang tuan Kim dan sekertaris nya yang memang baru kali ini mereka melihatnya.


"Chloe, sepertinya ada yang tidak beres dengan wanita ini." Bisik Nadine sepelan mungkin.


"Aku tahu, sejak pertama kali melihat kita dia nampak sombong dan selalu bersikap semena-mena." Setuju Chloe yang merapihkan masker nya.


Semua anggota staf maupun kru memang memakai masker, itu untuk berjaga-jaga tapi untuk Chloe dan Nadine ini sangat menguntungkan.


"Hmmm nona, bisakah kita pindah tempat? saya merasa tidak nyaman disini." Ucap tuan Kim pada Nadine yang mengerti itu.


"Baik tuan." Angguk Nadine dan segera bangkit dari tempat duduknya.


Saat tuan Kim hendak duduk, dia melihat sekertaris nya juga yang bangkit dan hendak menyingkirkan Chloe namun segera di hadang oleh Nadine.


"Nona, sebaiknya cepat duduk. Pesawat akan segera terbang." Ucap Nadine dengan menahan lengan wanita itu yang nampak kesal namun tetap mematuhi nya.


"Anda menyadari nya?" Tanya tuan Kim dengan memejamkan matanya namun terdengar suara bisikan kecil itu.


"Tentu, bahkan sebelum saya bertemu dengan nya." Balas Chloe dengan memejamkan matanya juga.


"Saya harap kau bisa mengatasi nya dengan tenang, jangan terlalu gegabah juga karena dia anak dari Presdir di agensi saya." Jelas nya.


"Melihat status nya saja yang rela menjadi asisten sudah sangat mencurigakan, sepertinya semua kru dan staf disini sudah tahu mengenai ini bukan?"


"Ya, tak ada yang bisa saya lakukan selain setuju untuk membiarkan nya seperti ini. Jika tidak, manager saya akan menyebarkan semua scandal yang tidak pernah saya lakukan."


"Malam nanti, temui kami di tempat yang akan kami berikan alamat nya. Sebelum itu, pastikan bahwa keadaan sudah benar-benar tenang."


"Oke."


Di dalam perjalanan menuju pulau pribadi keluarga Vitton lumayan jauh sehingga membuat waktu kurang lebih 6 jam, di dalam pesawat tak ada aktivitas lain selain sibuk pada urusan nya masing-masing.


Mereka akan kembali sibuk setelah mereka mendarat karena akan mulai syuting lagi untuk merekam kegiatan tuan Kim, jadi nya sekarang mereka sibuk istirahat.


••••

__ADS_1


Di sini, di mansion keluarga Vitton yang sudah ramai orang-orang yang sedang berkumpul dan berbincang. Terlihat sosok Jeff yang datang dengan Nero, mereka tidak menyapa siapapun di sana selain orang tua nya masing-masing.


"Jeff, makanlah. Bukankah ini makanan kesukaan mu?" Tanya Raisa dengan memberikan lauk pada Jeff yang hanya tersenyum.


"Terimakasih bibi." Senyum Jeff.


"Ma!!" Rengek Nero karena Raisa lebih mementingkan Jeff dari pada dirinya yang notabenenya adalah anak kandungnya sendiri.


"Jangan manja!" Sindir Bara dengan lanjut makan.


"Kakak, makanlah. Ini sangat enak!!" Antusias Aleyza dengan memberikan sepotong ikan pada Jeff namun hal itu langsung membantu mood nya kembali memburuk.


TRAKK!!


Jeff meletakkan sumpit nya di atas meja dengan kesal, dia melihat ke arah mereka semua yang nampak terkejut. Tapi, dengan tempramen Jeff yang memang seperti itu membuat mereka tak heran lagi.


"Jeff!" Tegas Alegra.


"Aku sudah kenyang!" Ucap Jeff dengan bangkit dari duduknya dan segera pergi dari sana menuju kamarnya.


"Tidak apa-apa, kalian lanjutkan saja makan nya. Aku akan membawakan makanan untuknya dulu..." Chareen pun segera menyusul Jeff dengan sepiring makanan di tangannya.


"Sudahlah, jangan terlalu di pulangkan. Aku dengar, dia sudah memiliki pawang untuk menjinakkan nya." Ucap Bara yang mengalihkan pembicaraan nya.


"Itu memang benar, sepertinya hanya dia yang mampu meluluhkan Jeff yang memiliki sikap keras kepala itu!" Ucap nya dengan memijat pelipisnya yang terasa pusing.


"Hahaa bukankah itu bagus? Nero bilang sikap Jeff akan langsung berubah saat kekasihnya bertindak, apa kau tidak mau memperkenalkan secara resmi pada kami?" Tanya Bara depan menaik turunkan alisnya.


"Entahlah, yang aku tahu jika dia bersahabat dengan kekasihnya Mai. Bukankah begitu Nero?" Tanya Alegra.


"Itu memang benar, tidak hanya bersahabat bahkan mereka juga sangat akrab seperti saudara. Dengan adanya Chloe di sisi Mai, semuanya bisa langsung di atasi dengan mudah." Ucap Nero dengan tersenyum bangga.


"Hahah itu bagus, sepertinya silsilah keluarga kita tidak pernah jauh dari persahabatan!!" Tawa Bara dengan puas.


Untuk Ricko, Chaty, Raisa dan Aleyza mereka hanya diam dengan terus menyimak pembicaraan mereka. Tapi untuk Aleyza, dia nampak kesal karena merasa terus membanggakan Chloe terus menerus.


"Aku sudah kenyang!" Ucap nya dengan pergi begitu saja.

__ADS_1


Mereka diam dan saling lirik, terlihat jika Ricko penuh dengan rasa bersalah. Dia sudah berkali-kali merepotkan keluarga Chareen dan Alegra, termasuk Jeff yang sekarang membencinya.


Drtttttt Drtttttttttttt Drtttttttttttt


"Halo paman!! bukankah aku sudah membuat Jeff kembali pulang? bisakah paman membantu ku? ini sangat penting sekali!!"


Alegra mengeryit heran, tumben sekali Chloe menelponnya. Dia kira Chloe akan takut padanya, namun ternyata tidak sama sekali.


"Ada apa? katakan saja?" Balas Alegra dengan tetap melanjutkan makannya.


"Baiklah, apakah di belakang resort yang ada di pulau pribadi milik keluarga anda terdapat hutan belantara yang terurus? maksud ku, apakah di sana ada hewan yang berbahaya?"


"Ada, tapi itu sangat jauh dari resort. Ada apa kau menanyakan hal itu?" Heran nya.


"Haishh paman tidak seru! aku.."


"Siapa yang kau panggil paman gadis kecil?" Tanya Alegra yang memotong langsung ucapan Chloe.


"Maaf tuan, apak..."


"Apa saya bos mu?"


"Ahh maafkan saya om, say...."


"Saya bukan suami bibi mu!!"


"Tapi, baiklah kakak... Apakah ak.."


"Aku tidak punya adik wanita seperti..."


"Haishhh sudahlah!! panggil ya tinggal panggil saja!!! kenapa kau selalu memperdebatkan hal sekecil ini? aku tidak punya waktu untuk menelpon mu, aku hanya ingin meminta izin untuk pergi ke hutan itu! kau tenang saja dan jangan katakan hal ini pada putra mu, jika tidak!!! jangan harap aku mau menjadi pelantara kalian lagi!!!"


Nampak Alegra menjauhkan ponselnya dari telinganya, kebetulan dia malah memencet tombol loud speaker sehingga orang-orang yang ada di sana langsung terkejut dengan keberanian gadis itu.


"Ya gadis kecil! halo? halo? sialan!! bagaimana bisa aku memiliki menantu sepertinya?" Kesal Alegra dengan ekspresi penuh kekesalan.


"Apakah dia... Orang nya?" Tanya Raisa dengan ekspresi kaget, selama dia kenal dengan Alegra, ini pertama kalinya dia melihat ada orang yang berani pada nya setelah Chareen dan Jeff.

__ADS_1


Author upp jam 01.30😫 ga bisa tidur huhuuu


__ADS_2