Mafia Intelijen

Mafia Intelijen
Pamer


__ADS_3

Nadine melirik Chloe dan Mai yang hanya duduk diam di apartemen nya, sudah satu jam yang lalu mereka diam dan tak mengeluarkan suaranya sedikit pun. Hal ini semakin membuat Nadine heran, apa yang sebenarnya terjadi?


"Mau sampai kapan kalian diam? apa kalian kemari hanya untuk ini?" Tanya Nadine yang langsung di tatap oleh Chloe yang saat itu juga hanya bisa menghela nafas berat.


"Maaf, sebaiknya kita berangkat. Bukankah kalian ingin kenal dengan rekan ku?" Tanya Chloe yang langsung bangkit dari duduknya dan pergi dengan langkah yang gontai.


"Ya, sebaiknya kita pergi." Tambah Mai dengan pergi juga, Nadine yang melihat itu ikut pergi menyusul mereka yang sudah menghilang di balik pintu.


Di lorong apartemen, mereka berpapasan dengan beberapa laki-laki yang masih mengenakan pakaian sekolah. Mereka nampak melirik Chloe dengan tatapan penuh memuja nya, dengan cepat mereka pun mencegah nya.


"Halo kakak cantik.." Sapa mereka membuat Chloe, Nadine dan Mai mengeryit heran.


"Ya?" Balas Chloe.


"Apakah kakak bisa mampir sebentar ke apartemen kami? kami punya sesuatu yang menyenangkan loh..." Jelas nya dan hendak menyentuh pundak Chloe namun langsung di tendang oleh Nadine hingga laki-laki itu jatuh di hadapan mereka.


"Kau!!" Geram nya dengan menatap Nadine kesal.


"Kau punya nyali berapa anak muda, untuk bisa menggoda ku secara terang-terangan seperti ini?" Tanya Chloe dengan mengangkat wajah laki-laki itu menggunakan kunci mobil nya.


"Aku.... Aku sangat tampan! banyak wanita di sekolah yang mengincar ku, jika kau mau... Kau bisa menjadi pacar ku yang ke sekian." Jelas nya dengan penuh kepedean, mereka akui bahwa laki-laki di depannya memang tampan untuk anak seumuran nya.


"Oh benarkah? sayang sekali, aku sudah memiliki kekasih. Lihatlah, bukankah dia juga sangat tampan?" Tunjuk Chloe pada laki-laki itu dengan memperlihatkan foto Jeff dan dirinya yang sedang tertidur pulas, itu semua dia ambil dari Nadine yang memiliki rekaman video mereka.


"Dia?" Tanya nya dengan heran.


"Dia? dia adalah kekasih ku, Jeff Geovandra Vitton. Putra tunggal dari keluarga Vitton, apa kau kenal dengannya? jika tidak, bagaimana jika aku kenalkan?" Ucap Chloe yang langsung membuat laki-laki mundur beberapa langkah, eskpresi wajah nya langsung pucat.


"Bos! memangnya siapa dia? kenapa kau nampak ketakutan?" Ucap laki-laki di sampingnya.


"Diam!! dia adalah orang yang sangat berkuasa di kota ini, bahkan di negara ini juga!Katanya, dia sangat menyeramkan jika sudah ada yang berani mengusiknya." Bisik temannya yang lain.

__ADS_1


Mendengar itu, mereka segera pergi berhamburan tapi sebelum itu mereka menundukkan kepalanya terlebih dahulu pada mereka bertiga yang hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Sepertinya kau senang memamerkan nya di hadapan kami." Sindir Nadine yang langsung membuat Chloe terkikik.


"Aku tidak suka di rugikan, bukankah dia juga memanfaatkan aku? lalu, kenapa aku tidak?" Tanya Chloe yang di balas tawa oleh Mai dan Nadine.


"Kau benar, tidak ada yang gratis di dunia ini. Bahkan, jika kau menginginkan saham apartemen ini dan menggunakan nama Jeff kau bisa langsung mendapatkan nya dengan mudah." Ucap Nadine dengan menepuk-nepuk pundak Chloe.


"Kau mau aku melakukan nya?" Tanya Chloe dengan menaik turunkan alisnya dengan jahil, yang lagi-lagi membuat mereka tertawa cekikikan.


Mereka berjalan dengan terus bercanda satu sama lain, sampai di depan mobil mereka langsung masuk dengan Chloe yang menyetir. Chloe langsung membawa mereka berdua ke tempat biasa, biasa dalam artian yang sering Chloe dan kedua rekan nya datangi.


••••


"Akhh sial!! sial!!! wanita gila dan jelek itu sudah berani menggeser posisi ku di samping kak Jeff!!" Marah Aleyza di depan teman-temannya yang lain.


"Bagaimana bisa? apakah dia cantik?" Tanya temannya yang bernama Felly.


"Ini?..... Dia memang cantik, ahh tidak. Bahkan sangat cantik, wajar saja jika sepupu mu menyukai nya." Ucap Cherry dengan memakan permen nya.


"Benar, dia memang cantik. Tatapan matanya saja sudah begitu mengagumkan..." Angguk Felly dengan setujui apa yang di ucapkan oleh Cherry tadi.


"Kalian? kenapa kalian malah memuji nya!!" Kesal Aleyza dengan cemberut dan merebut ponselnya kembali.


"Kami hanya mengeluarkan pendapat saja, di lihat dari sudut mana pun dia memang cantik." Ucap Cherry.


"Terserah! malam nanti kalian akan menginap kan? aku ingin kalian memberikan pelajaran untuk nya, tapi..... Sepertinya mereka tidak pulang." Keluh nya.


"Kenapa?"


"Wanita itu kata, dia tidak akan pulang malam ini. Tapi kalian akan tetap menginap untuk kita menyiapkan rencana sekaligus, aku ingin mengatakan pada bibi bahwa kak Jeff membawa wanita tidak benar ke rumah." Senyumnya dengan penuh kepuasan.

__ADS_1


"Hahah ide bagus, bukankah kau sangat dekat dengan mereka? aku yakin paman dan bibi mu tidak akan menyetujui mereka..." Senyum Felly yang semakin membuat Aleyza senang.


••••


Jeff nampak tidak fokus dengan rapat kali ini, padahal Nero sudah memperingati nya untuk tetap fokus agar segera selesai dan beres. Setelah dua jam berlalu barulah Jeff menyelesaikan rapat nya dengan pikiran yang terus tertuju pada Chloe.


"Bagaimana?apa ada kabar mengenai nya?" Tanya Jeff dengan melepaskan jas nya dan menaruhnya di sofa dengan asal.


"Ya, mereka pergi ke salah satu tempat makan untuk bertemu dengan temannya Chloe. Mereka dua orang laki-laki.." Jelas Nero dengan memperlihatkan sebuah foto mereka.


"Apakah itu temannya Chloe? kau yakin?" Tanya Jeff dengan melepaskan dasi nya kesal.


"Ya, yang ini... Dia bernama Crish, sedangkan yang ini... Dia yang pernah berdebat dengan mu di depan bar itu, Deon." Jelas Nero.


"Hmm... Aku akan menyusul mereka." Ucap nya dengan bergegas pergi namun segera di tahan oleh Nero.


"Jangan dulu, jika kau terus mengikuti nya maka Chloe akan merasa tidak nyaman. Dia juga butuh privasi, cukup pantau dari jauh saja." Jelas Nero dengan tersenyum selebar mungkin, bagaimana bisa Jeff bisa begitu bodoh?


"Benarkah?" Tanya Jeff.


"Benar, dan lagi... Bukankah malam nanti juga kau akan menginap di apartemen nya!" Tanya Nero yang membuat Jeff mengangguk paham.


"Aku mengerti, aku akan diam disini." Ucap nya dengan duduk bersantai di sofa, Nero yang melihat itu ingin sekali menangis darah! bagaimana bisa Jeff duduk bersantai dengan pekerjaan yang menumpuk di atas meja? bahkan di meja nya sendiri banyak yang belum di selesaikan oleh Jeff.


"Apa kau benar-benar menyukai nya? bukankah kalian hanya...." Tanya Jeff yang langsung terpotong.


"Ya, seperti nya aku menyukainya secara sungguhan. Aku ingin dia menjadi milikku, hanya milikku. Meskipun dia menganggap ku sebagai kekasih palsu tapi..... Aku sudah cukup senang, karena dia mengandalkan ku." Senyum Jeff dengan mata yang terpejam.


Nero terdiam, kenapa saat Jeff jatuh cinta dia merasa merinding?


Jangan lupa like dan komen yaaa

__ADS_1


__ADS_2