
Chloe turun ke lantai bawah dengan Jeff yang membuntutinya di belakang, Mai dan Nero sudah ada di tempat dengan Nadine yang nampak kesal karena Mai terus memamerkan kemesraan nya.
"Nad, kau baik-baik saja?" Tanya Chloe yang melihat Nadine melangkah pergi.
"Tidak, aku akan pergi mengambil jus dulu." Balas nya dengan kesal.
"Ada apa?" Heran Jeff namun di balas gelengan kepala oleh Chloe.
Mereka melihat Mai dan Nero yang duduk berdua dengan terus bercanda satu sama lain, Chloe menjadi tak enak karena membawa Nadine tapi dia sendiri pun tidak bisa meninggalkan nya sendiri.
"Aku akan menyusul Nadine, kau disini saja." Bisik Chloe yang di balas anggukan oleh Jeff.
Chloe mencari letak keberadaan Nadine di dapur namun dia tidak menemukan sosok nya, setelah mencari kesana kemari akhirnya Chloe menemukan sosok Nadine yang berdiri di balik pintu kamar.
"Apa yang ka..."
"Sutttt!!!" Bisik Nadine dengan meletakkan jari telunjuk nya di bibir.
"Ada apa?" Heran Chloe dengan suara yang sangat pelan.
"...." Nadine menarik tangan Chloe untuk menjauhi tempat itu dan membawanya ke tempat yang sepi.
"Gila! sepertinya wanita itu memang gila! kau tahu? aku tidak sengaja mendengar mereka menelpon seseorang, aku yakin itu adalah anggota mafia!" Heboh Nadine.
"Mafia?" Heran Chloe.
"Benar! meskipun aku bisa bertarung tapi untuk melawan mereka, aku tidak sanggup! mereka selalu membawa pistol kemana pun mereka pergi, dan lagi.... Tampang mereka pasti sangat menyeramkan!" Takut nya.
"Tenang dulu, apa maksudmu? siapa yang menelpon mafia?" Heran Chloe karena melihat ekspresi Nadine yang panik dan cemas.
"Si wanita gila itu, aku tak sengaja mendengar dia menelpon seseorang. Dia menginginkan beberapa anggota ayah nya yang kuat dan terlatih untuk menemani nya di sekolah, dia bilang bahwa dirinya di tindas dan ingin membalas dendam." Jelas nya.
"Di tindas? tampang sepertinya di tindas? haha.." Tawa Chloe namun langsung mendapatkan geplakan dari Nadine.
__ADS_1
"Dengarkan aku bodoh! ini bukan lagi waktu nya bercanda, dia bilang bahwa rencananya kali ini akan berhasil untuk membuat mu kapok dan mengingat posisi mu yang sebenarnya. Sudah jelas bahwa alasan di tindas nya ini untuk menghajar mu." Kesal Nadine.
"Hhh aku tahu, sepertinya...... Ada lalat disini, tunggu sebentar." Senyum Chloe, Nadine yang melihat itu hanya mengeryit heran karena Chloe pergi begitu saja di saat mereka sedang berbincang serius.
Namun, detik berikutnya Nadine di buat terkejut dengan tindakan Chloe yang menangkap salah satu pelayan yang ternyata menguping pembicaraan mereka.
"Bagus! berani kau ya!" Senyum Chloe setelah berhasil membuat pelayan itu berlutut di bawahnya setelah mencoba untuk kabur.
"A-ampun nona, saya tidak mendengar apapun..." Takut nya.
"Benarkah? bahkan, tembok saja bisa mendengar nya." Sinis Chloe.
"Cihh! apa semua pelayan di kediaman ini sangat lancang? kau harus segera mengubahnya Chloe." Ucap Nadine dengan tak suka.
"Maafkan saya nona, saya benar-benar tidak tahu apa yang kalian bicarakan. Saya..."
"Kau diam-diam mengikuti kami bahkan saat kami masih berada di depan kamar Aleyza, benar bukan?" Senyum Chloe dengan menundukkan tubuhnya sehingga berjajar dengan pelayan tersebut yang sudah pucat pasi.
Nadine sendiri sibuk memakan buah apel dan duduk di sofa dengan santai, Nadine suka melihat cara Chloe mengintimidasi musuh. Sangat mengerikan! bahkan, dirinya sendiri pun harus berpikir puluhan kali untuk menyinggung nya.
"Sutt jangan menangis, jika Jeff tahu dia akan menganggap ku wanita yang kejam. Benarkan Nad?" Tanya Chloe yang di balas acungan jempol dari Nadine.
"N-nona...." Kaget beberapa pelayan yang muncul dengan ekspresi terkejut mereka, mereka tidak percaya jika wanita yang sebelumnya sangat manja dan lembut kini berubah menjadi garang dan sangat mengerikan.
"Haishh..." Kesal Chloe dengan bangkit dari duduknya, dia menatap beberapa pelayan yang nampak ketakutan karena melihat sosok nya.
"Cepat hubungi atasan mu, aku ingin menyapa nya." Ucap Chloe dengan kesal.
"Ta-tapi nona..."
"Apa aku terlihat seperti wanita yang suka di bantah?"
"B-baik baik nona..." Patuh nya dan segera menghubungi atasannya.
__ADS_1
"Video call!" Ucap Chloe yang duduk di samping Nadine.
"Baik.."
Pelayan tersebut nampak ingin mengadu saat telepon nya sudah tersambung namun Chloe segera merebut ponselnya, terlihat dua sosok yang berbeda jenis di layar ponselnya.
"Kau?" Kaget mereka.
"Halo tuan dan nyonya, ahhh lebih tepatnya.... Paman dan bibi, bagaimana kabar kalian?" Sapa Chloe dengan tersenyum lebar namun tak dapat mereka pungkiri bahwa tatapan mata nya tidak bohong. Sangat dingin dan datar!
"Ah kau, bukankah kau kekasih nya Jeff?" Tanya wanita itu yang ternyata ibu dari Aleyza, Chaty.
"Yap! bukankah kalian sudah tahu jika Jeff sudah memiliki kekasih? lantas.... Begini kah sikap kalian terhadap keponakan kalian sendiri?" Senyum Chloe.
"Apa maksudmu?" Heran Ricko.
"Hhh... Kekasih ku selalu mengeluh tentang prilaku dan sosok putri kesayangan kalian yang selalu menjadi benalu untuk nya, aku tahu bahwa kalian tidak bodoh. Apakah kalian memang orang tua kandungnya? begini kah sikap kalian terhadap para korban yang sudah menjadi korban kekerasan Aleyza?" Sengit Chloe.
"Kami tidak mengerti apa yang kau katakan! mengenai putri kami, dia putri kandung dan kesayangan kami ber..."
"Oh benarkah? lantas apakah sikap kalian sudah benar selama ini? memberikan uang sebagai jaminan atas apa yang sudah dia perbuat? hhh... Sepertinya kalian tidak tahu apa artinya kasih sayang." Chloe terkekeh kecil.
"Nona, ini urusan keluarga kami. Maaf jika putri kami sudah menyinggung mu, dia masih kecil dan manja. Oleh karena itu dia..."
"Tuan, apakah saya terlihat tua? jika di itung, umur kami berbeda sedikit dan jutsru dia lebih tua beberapa bulan dari ku. Umur bukanlah alasan untuk seseorang menjadi dewasa, sikap kalian yang terlalu memanjakan nya membuat nya seperti sekarang!" Tegas Chloe.
"Apa kalian tahu apa yang sudah dia rencanakan kali ini? meskipun anda seorang mafia, bukan berarti anda bisa seenaknya memberikan hak pada putri anda untuk melakukan segalanya. Dia baru saja merencanakan sesuatu yang besar dan berencana untuk membunuh ku, bagaimana jika Jeff tahu? apakah kalian bisa menjamin bahwa putri kalian akan baik-baik saj..."
"SIAPA YANG INGIN MEMBUNUH MU?" Marah seseorang dengan suara yang lantang, Chloe melirik ke arah orang tersebut yang langsung melangkahkan kakinya dengan cepat.
"Katakan! siapa yang mencoba untuk membunuh mu? aku tidak akan mengampuni nya, meskipun itu papa ku sendiri!" Marah Jeff dengan melihat ke arah layar ponsel.
"Sudah dengar bukan, so.... Pikirkan baik-baik, dia hanya kekurangan kasih sayang dan perhatian. Kalau begitu, sampai jumpa paman dan bibi..." Ucap Chloe dengan kiss by pada mereka.
__ADS_1