Mafia Intelijen

Mafia Intelijen
Peringatan


__ADS_3

Jeff baru sampai di kediaman utama keluarga Vitton, dia melihat saudara ibu dan ayah nya tengah menenangkan Chareen yang nampak tak bertenaga dalam pelukan Bara.


"Ma?" Panggil Jeff yang langsung memeluk Chareen yang saat itu juga langsung pecah tangisan nya.


"Jeff, papa mu...." Tangis nya dengan begitu pilu.


"Apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Jeff dengan ekspresi yang begitu penuh amarah.


"Jeff, Alegra mendapatkan serangan mendadak saat dirinya di jalan. Dia baru pulang dari kantor, namun saat berada di jalan ada seseorang yang menembakkan peluru nya pada Alegra. Namun Alegra berhasil menghindar, hingga akhirnya mobil yang ia tumpangi menjadi oleng dan langsung menabrak trotoar." Jelas Ricko.


"Bagaimana mungkin ada penyerangan di tempat umum?" Kaget Jeff yang tidak percaya.


"Percaya atau tidak percaya itu memang benar, mereka sudah memeriksa identitas nya namun yang di ketahui laki-laki itu hanyalah seorang buruh yang pernah menjadi abdi negara sehingga kemampuan menembak nya lumayan bisa." Tambah Michael.


"Selain itu, pistol yang di gunakan nya pun nampak mewah dan hanya orang-orang seperti mu lah yang bisa memiliki nya. Aku sendiri bingung, sebenarnya apa motif dari semua ini?" Heran mereka.


Drtttttt Drtttttttttttt Drtttttttttttt


Ponsel Jeff berbunyi, dia melihat Sherin yang baru saja menelpon nya. Dengan lemas dia segera mengangkat nya, namun dia mendengar suara Sherin yang nampak ketakutan.


"Ada apa?" Tanya Jeff dengan serius.


"Jeff!! aku, aku tidak sengaja mengikuti kekasih mu tadi hingga sampai ke tempat ini. Namun, aku... Aku melihat tempat yang ia tuju di penuhi dengan orang-orang aneh, mereka... Mereka membawa pistol dan juga cairan aneh. Cepatlah kembali...." Tangis Sherin dengan suara yang bergetar ketakutan.


Tatapan mata Jeff menjadi kosong, bahkan ponsel yang ia pegang sebelumnya kini sudah jatuh ke lantai hingga membuat orang-orang di sana semakin penasaran dan cemas.


"Ada apa? apa terjadi sesuatu?" Tanya Chareen dengan menyentuh pundak Jeff yang hanya diam.


"Chloe.... BANGS*ATTT!!! MEREKA SENGAJA MENGECOH KU UNTUK TIDAK BERSAMA MEREKA!!!" Marah Jeff dengan meninju pintu kaca tersebut hingga pecah berkeping-keping, semua yang ada di sana langsung menjerit kaget saat melihat darah segar yang muncrat di tangan Jeff.


"A-apa? bagaimana mungkin?" Kaget Chareen.

__ADS_1


"JEFFF!!!" Teriak seseorang dari lantai bawah, setelah beberapa saat muncullah Nero dengan ekspresi takut nya.


"Mereka, mereka menyerang markas milik Chloe. Mereka tahu bahwa markas Chloe sedang menyelidiki orang itu lagi...." Jelas Nero dengan terduduk di lantai, padahal baru siang tadi mereka mencari nya namun mereka sudah bergerak secepat ini?


"Apa? apa maksud kalian? kalian melibatkan Chloe dalam hal sebesar ini?" Marah Chareen yang membuat Jeff dan Nero bungkam.


"Jawab mama Jeff!!"


"Maaf ma..." Tunduk Jeff yang langsung mendapatkan tamparan dari Chareen, ini pertama kalinya dia mendapatkan tamparan dari Chareen.


"Bodoh!! bukankah papa mu sudah mengatakan nya untuk tidak melibatkan Chloe lagi? di mana otak mu Jeff!!! cepat kembali! jika terjadi sesuatu pada Chloe, jangan harap aku akan memaafkan mu." Ancam Chareen dengan ekspresi yang sangat marah.


Bahkan, yang lainnya pun hanya bisa diam saat melihat kemarahan Chareen yang sudah lama tidak mereka lihat.


"Bibi, ini... Ini semua salahku, aku yang membawa mereka kedalam masalah ini. Maafkan aku..." Tangis Nero di pelukan Raisa, sedangkan Bara? laki-laki itu sudah tidak tahu lagi apa yang harus ia lakukan sekarang.


••••


Tubuh Crish sudah terbaring dengan luka yang mengalir di kepalanya, Deon juga sama... Mulutnya sudah mengeluarkan darah yang begitu banyak. Untuk Nadine, wanita itu nampak menunduk dengan rambut yang berantakan dan juga luka tambakan di lengannya.


Orang-orang berpakaian hitam itu tersenyum sinis pada mereka, mereka berjumlah lumayan banyak.


"Terima akibatnya, kalian sudah ikut campur ke dalam permasalahan ini!!" Marah nya namun dengan tersenyum puas pada Chloe yang nampak menatapnya garang.


"Kau!! kau sialan!!" Marah Chloe namun dia tidak bisa melakukan apapun karena melihat Mai yang menjadi sandera mereka.


"Ini hanya peringatan untuk kalian, tuan kami masih memiliki hati untuk remaja muda seperti kalian ini. Jika sekali lagi kalian ikut campur, jangan harap bisa melihat hari esok!" Ancam mereka dengan menghempaskan Mai ke hadapan Chloe.


"Kau!! kau sudah membuat teman ku terluka!!" Marah Mai yang hendak menembakkan peluru pada laki-laki itu, pistol tersebut ia dapatkan dari salah satu pengawal mereka yang sebelumnya menyandera nya.


Sebelum tembakan itu meluncur, salah satu dari mereka sudah melemparkan sesuatu ke hadapan Mai namun segera di cegah oleh Chloe yang melindungi nya.

__ADS_1


"Akhhhhhhhhhh...." Pekik Chloe dengan terjatuh.


"Chloe?" Kaget mereka yang melihat Chloe ambruk dengan memegang mata nya yang sudah mengeluarkan darah.


"Kau pemimpin mereka yang paling hebat bukan? dengan begini kau sudah menjadi pemimpin yang tidak berguna." Senyum mereka yang mulai menghilang dari sana.


"Chloe!!" Mereka segera menghampiri Chloe terutama Deon dan Crish yang nampak begitu bergetar.


"S-sakit!!! mataku sakit!!!" Teriak Chloe dalam pelukan Crish yang sudah ikut menangis.


"Siapkan mobil!!" Teriak Deon, ini pertama kali nya Mai dan Nadine melihat kemarahan Deon, ralat! Nadine sudah melihatnya tadi.


Crish tidak peduli dengan tubuhnya yang terluka, dia segera menggendong tubuh Chloe dan membawanya ke mobil.


Di dalam perjalanan, mereka hanya menangis ketakutan saat melihat Chloe yang terus menerus berteriak kesakitan.


Setelah sampai di rumah sakit, Chloe segera di bawa ke ruangan khusus. Mai terus menangis dan menyalahkan dirinya sendiri, seandainya dia tidak gegabah mungkin Chloe akan baik-baik saja.


"Ini semua salahku.... Maafkan aku.." Tangis Mai dalam pelukan Nadine.


"Permisi tuan, nona... Sebaiknya kalian juga harus di obati." Ucap salah satu suster dengan tersenyum kecil.


"Tidak! aku akan menjaga Chloe disini." Tolak Crish dan Deon.


"Tapi..." Ucapan suster itu tidak lagi di lanjutkan saat melihat tatapan maut dari Deon dan Crish.


"Baiklah, kalau anda membutuhkan perawatan segera hubungi kami." Ucap nya sebelum akhirnya pergi.


Crish ambruk di lantai begitu pun dengan Deon yang terduduk di lantai dengan memegang rambut nya kasar, rasa sakit yang sebelumnya ia rasakan kini sudah menghilang setelah melihat teriakan penuh kesakitan Chloe tadi, terlebih saat melihat kedua mata Chloe yang mengeluarkan darah.


"Aku memang tidak berguna!" Gumam Deon dengan terus terisak dalam diam nya.

__ADS_1


Mereka sadar, Jeff dan Alegra saja terus waspada dengan nya sedangkan mereka? mereka terlalu gegabah. Begini saja mereka sudah mengatakan bahwa ini hanya peringatan, namun sudah membuat mereka terluka separah ini.


Bagaimana dengan nanti? penyerangan yang sebenarnya?


__ADS_2