
Chloe segera berlari ke arah hutan lagi, di sana dia melihat Mai dan seorang wanita cantik, anggun dan penuh kesopanan tengah menundukkan kepalanya pada Chloe.
"Gila! kenapa kau menyuruh kami menunggu disini? meskipun disini sangat aman namun disini juga begitu menyeramkan..." Merinding Mai yang membuat Chloe tersenyum kecil.
"Tidak ada tempat di sana, semuanya dalam pengawasan wanita itu. Apa tidak apa-apa kau bermalam disini nona?" Tanya Chloe yang membuat wanita itu tersentak sebelum akhirnya tersenyum.
"Tidak apa-apa, maaf sudah merepotkan anda." Tunduk nya.
"Tidak masalah, ini sudah menjadi pekerjaan kami. Ngomong-ngomong, apakah kau bisa menceritakan tentang identitas mu? ada sesuatu yang ingin aku pastikan." Jelas Chloe dengan serius, dia tahu pertanyaan ini membuat wanita itu tak nyaman.
"Tidak ada yang spesial dari diri saya nona, saya hanya wanita pekerja yang tidak memiliki apapun. Sejak kecil saya sudah hidup dengan kekurangan..." Jelas nya membuat Chloe tersenyum, ternyata tidak hanya dirinya yang seperti itu.
"Kau tunggu sampai malam nanti, setelah itu kau bisa bertemu dengan nya. Mereka akan menjaga mu dan Mai juga akan menemani mu disini..." Jelas Chloe dengan membuka ponselnya, terlihat sebuah pesan dari Nadine.
"Baik nona, saya tidak masalah..."
"Kalau begitu aku permisi, jangan lengah!" Ucap Chloe pada Mai yang langsung cemberut.
"Dia wanita yang anda ceritakan itu bukan?" Tanya nya pada Mai.
"Ya, ada satu lagi sahabat ku. Dia juga tak kalah hebatnya dengan Chloe, meskipun dari semua aspek Chloe lah yang paling unggul."
"Dia sangat hebat!" Senyumnya, dia tidak tahu apakah wanita sepertinya bisa sekuat Chloe?
••••
"Mereka sudah datang?" Tanya Nadine, saat ini mereka berada di pinggir pantai dengan tuan Kim yang sedang syuting.
"Ya, apa semua nya sesuai rencana?" Tanya Chloe.
"Ya, aku juga sudah menghubungi Crish dan Deon untuk memeriksa nya. Tapi, itu membutuhkan 2 hari lama nya, apa tidak apa-apa?" Tanya Nadine.
"2 hari? terlalu lama, aku akan meminta bantuan pada Jeff saja." Ucap Chloe dengan membuka ponselnya dan segera menghubungi Jeff yang saat ini sedang berbincang dengan yang lainnya di ruang tamu.
Jeff yang mendapatkan telepon tersebut pun langsung merubah ekspresi nya, dia segera mengangkatnya karena sudah tidak sabar untuk mendengar suara Chloe.
"Jeff, bisakah kau membantuku? tolong periksa identitas wanita yang aku kirimkan foto nya padamu sekarang,dan periksa juga golongan darahnya dengan orang yang akan aku berikan juga. Jika tidak bisa dalam 24 jam maka aku akan menganggap mu payah!!" Ucap Chloe dengan mematikan sambungan teleponnya.
__ADS_1
Jeff yang semula tersenyum senang langsung merubah ekspresi nya kembali dengan penuh kekesalan.
"Apa-apaan dia ini? apakah dia tidak merindukan aku? apakah dia sudah nyaman berada di samping laki-laki Korea itu?" Kesal nya dengan bangkit dari tempat duduknya hingga membuat orang-orang di sana langsung menatapnya heran.
"Ada apa? apa kekasih mu mematikan sambungan teleponnya secara sepihak?" Tanya Alegra.
"Ya!"
"Hahaha, jangankan padamu. Padaku saja dia berani...." Tawa Alegra dengan puas hingga membuat Jeff semakin kesal di buatnya.
"Apa yang Chloe katakan?" Tanya Chareen penasaran, itu pasti bukan hal yang biasa.
"Ada sesuatu yang dia inginkan, kalau begitu aku pergi dulu." Pamit Jeff yang langsung di ikuti oleh Nero.
"Apakah Jeff selalu seperti ini?" Kaget Sherin.
"Tidak, bahkan dia bisa lebih gila dari ini." Balas Alegra dengan santai.
••••
Chloe menghela nafas lega saat syuting sore ini berjalan dengan lancar, seperti biasa wanita parasit itu langsung menempelkan pada tuan Kim bahkan tindakannya sudah sangat keterlaluan.
"Halo?" Tanya Chloe.
"Aku sudah memeriksa nya namun hanya identitas nya saja, untuk golongan darah.... Mungkin besok baru aku berikan, aku harus mendapatkan sample nya dulu untuk di periksa agar tidak ada kesalahan." Jelas Jeff di sambungan teleponnya.
"Aku mengerti, kalau begitu aku tu..."
"Aku merindukanmu..." Potong Jeff yang membuat Chloe terdiam.
"Aku juga..." Balas Chloe sebelum akhirnya mematikan sambungan teleponnya dengan tersenyum-senyum.
Di seberang sana, Jeff langsung menggulingkan tubuhnya di atas ranjang dengan perasaan tak menentu. Chloe juga merindukan nya? ini benar-benar membuat perut nya terasa geli.
••••
"Nona?" Panggil Samuel yang membawa paper bag untuk Chloe dan Nadine, itu adalah pakaian ganti mereka, namun ada satu lagi paper bag yang berisi sesuatu...
__ADS_1
"Di mana orang nya?" Tanya Chloe dengan penasaran.
"Di dalam nona, dia sedang berbincang dengan tuan Kim." Jelas nya yang di balas anggukan oleh Chloe.
"Bagus, terimakasih Sam." Senyum Chloe dengan menepuk pundak Samuel sebelum masuk kedalam.
Di dalam dia melihat sosok laki-laki yang memiliki pengawakan sama seperti tuan Kim, semua nya hampir sama hanya wajah nya yang berbeda.
"Halo..." Sapa Chloe yang membuat laki-laki itu langsung menundukkan kepalanya.
"Nona.." Sapa nya yang membuat Chloe mengeryit, namun detik berikutnya dia sadar.
"Kau?" Kaget nya yang membuat laki-laki itu tersenyum.
Sepertinya Alegra tahu apa yang Chloe rencanakan sekarang, di lihat dari postur tubuh laki-laki ini, dia nampaknya terlatih dan juga dia berasal dari negara yang sama seperti tuan Kim. Bukankah di sana juga keluarga Vitton memiliki kedudukan? apakah ini tanda dari calon mertuanya bahwa mereka percaya pada nya?
"Kalian saling kenal?" Tanya tuan Kim heran.
"Ahh tidak, hanya kebetulan saja. Saya pikir dia anda karena hampir sama..." Senyum Chloe meskipun tak memperlihatkan wajahnya.
"Baiklah, apakah sudah ada?" Tanya tuan Kim memastikan.
"Ini, cobalah.." Ucap Chloe dengan memberikan paper bag pada laki-laki di depannya.
Sebuah topeng karet yang sangat mirip dengan tuan Kim, bahkan jika di dandani sedikit lagi mereka akan terlihat sama. Ini semua ia dapatkan dari Jeff sebelum dia berangkat kesini dia sudah meminta nya pada Jeff.
Awalnya Jeff tidak setuju dan marah karena Chloe ingin membuat wajah pria lain, namun setelah Chloe menjelaskannya panjang lebar akhirnya Jeff mengerti meskipun terlihat ketidak relaan dalam dirinya.
"Ini sangat nyaman nona, apakah saya akan berada di dalam setiap malam nya?" Tanya nya dengan melepaskan kembali topeng nya.
"Kemungkinan ya, kemungkinan tidak. Tunggu dan lihat situasi nya dulu..." Senyum Chloe hingga terlihat matanya yang menyipit.
"Baik nona."
"Apa kau bisa memastikan bahwa kau tidak akan tergoda oleh nya? maksudku, dia nampak cantik dan juga selalu berpenampilan terbuka." Tanya Chloe penasaran.
"Nona tenang saja, dalam hal ini kami sudah terbiasa. Bukankah nona juga tahu? bahwa tuan tidak pernah tidur dengan sembarang wanita?" Ucap nya.
__ADS_1
"Ahh aku mengerti, cepatlah bersiap. Aku akan memanggil mu jika waktu nya sudah pas." Ucap Chloe dengan merebahkan tubuhnya di sofa.