
"Maaf sudah membuat mu tidak nyaman.." Lembut Chareen pada Chloe yang hanya mengangguk.
"Jeff.." Panggil Chloe.
"Ya sayang?" Tanya Jeff dengan memegang tangan Chloe erat-erat.
"Aku mau istirahat."
"Baiklah." Jeff segera menggendong Chloe dan membawanya ke lantai atas, ke kamar nya. Di sepanjang jalan Chloe hanya diam, dia belum melihat wajah keluarga Jeff yang lain selain Chaty dan Ricko yang pernah ia lihat melalui panggilan video itu.
"Apa kau baik-baik saja?" Tanya Jeff dengan merebahkan Chloe di atas ranjang nya.
Aroma yang sering menempel di tubuh Jeff dapat tercium dengan jelas oleh Chloe, suasana yang nyaman di sana membuat Chloe merasa tenang dan aman.
"Aku baik-baik saja.." Angguk nya dengan memeluk tubuh Jeff yang ikut berbaring juga.
"Malam nanti aku akan ikut pergi menyusul papa, aku akan segera menemukan donor mata untuk mu." Lembut Jeff dengan mengecup kening Chloe.
"Sakit, sakit sekali. Kau tahu? aku tidak tahu jika rasanya akan sesakit itu..." Lirih Chloe dengan membenamkan wajahnya di dada bidang Jeff yang seger memeluk tubuh Chloe erat.
"Maafkan aku, aku lengah untuk menjaga mu.." Jeff menempelkan bibir nya di kening Chloe dengan mata yang kembali memerah, dia mendengar cerita dari Mai dan Nadine tentang Chloe kemarin.
Bahkan mereka berempat tidak bisa menghilangkan teriakan memilukan dari Chloe yang terus mengaduh kesakitan. Mereka takut, takut Chloe tidak bisa di selamatkan lagi setelah melihat kedua matanya yang terus mengeluarkan darah segar.
Setelah beberapa saat dalam posisi itu, Jeff merasa bahwa Chloe sudah tidur. Dia merasa lega karena Chloe sudah mulai menerimanya, dia pun segera istirahat sebelum malam menjelang.
••••
Di ruang tamu, Chareen diam dengan terus menatap Aleyza yang hanya diam menunduk. Lagi-lagi ini pertama kalinya untuk dia, biasanya Chareen tidak seperti itu.
"Aku harap, mulai sekarang tidak ada lagi kata-kata yang menyinggung Chloe! jika itu terjadi, maka kalian sama saja dengan menghina ku!" Datar Chareen sebelum akhirnya pergi, sepertinya dia memang harus kembali bersikap tegas agar kebahagiaan anak nya tetap terjaga.
__ADS_1
"Ma... Lihatlah, gara-gara wanita itu bibi jad..."
"Diam!! apa kau sudah puas? kau lihat? dengan sikap buruk mu yang seperti ini kau akan kehilangan semuanya secara perlahan! mama sudah berkali-kali mengatakan nya pada mu untuk tidak ikut campur, tapi kau seperti nya memang tidak tahu terimakasih!" Marah Chaty dengan nafas yang menggebu-gebu.
Chareen selalu bersikap baik pada nya selama ini, bahkan Chareen pun selalu mementingkan keluarganya dulu dari pada anak nya sendiri. Tapi sepertinya kali ini Chareen benar-benar marah besar dan hal itu membuat Chaty tak enak pada nya karena selalu merepotkan Chareen dan Alegra selama ini.
"Ma.." Kaget Aleyza namun Chaty sudah pergi lebih dulu.
Raisa yang melihat itu pun ikut pergi dengan Claire dan Raisa, hingga yang tersisa hanyalah Aleyza di ruang tamu. Aleyza menggeram marah karena sekarang semua keluarganya mulai memihak Chloe yang notabenenya bukan siapa-siapa dari mereka.
"Sepertinya aku harus segera melenyapkan nya!" Gumam nya dengan menatap tajam ke arah tangga.
••••
Malam ini, keluarga Vitton kembali berkumpul. Hanya ada Michael di sana dengan putra nya Vetter sebagai laki-laki karena Ricko, Nero, Bara dan Alegra sudah pergi kemarin.
Jeff turun dengan Chloe yang ada di sampingnya, dengan penuh kesabaran Jeff terus menuntun langkah Chloe selangkah demi selangkah. Semua yang melihat kedatangan mereka langsung diam tanpa suara, bagaimana pun mereka tahu betapa kejam nya Jeff meskipun itu pada keluarganya sendiri.
"Sayang, setelah makan ini selesai Raisa akan memeriksa kondisi mu." Lembut Chareen pada Chloe.
Jeff segera mengambil beberapa lauk untuk Chloe dan segera menyuapi nya dengan penuh telaten, tak ada yang berani mencegah karena mereka terus memperhatikan nya.
"Jeff, kau pun harus makan." Tolak Chloe saat Jeff hendak menyuapinya lagi.
"Tidak apa-apa, aku bisa makan nanti." Balas Jeff.
"Kau membantahku?" Kesal Chloe.
"Aku tidak berani sayang, aku akan ikut makan sekarang." Balas Jeff yang ikut makan sepiring dengan Chloe.
Lagi dan lagi semua yang ada di sana nampak heran dengan Jeff yang begitu menurut pada Chloe, terlebih Chareen yang hanya tersenyum-senyum melihat nya. Dia sangat senang jika Jeff bisa luluh oleh seseorang, jujur saja dia sudah lelah pada nya.
__ADS_1
Setelah acara makan selesai, Chloe kembali ke kamar dengan Jeff dan juga Chareen. Di sana sudah ada Raisa dengan peralatan dokter nya, Raisa nampak memeriksa kondisi Chloe sebelum akhirnya melepaskan perban yang ada pada mata Chloe.
"Jangan panik dan jangan terkejut oke?" Ucap Raisa dengan menepuk punggung Chloe yang hanya mengangguk.
Chloe segera membuka matanya secara perlahan, gelap! hanya itu yang ia lihat.
"Tidak apa-apa." Lembut Jeff dengan merangkul pundak Chloe.
"Istirahat lah,aku akan pergi ambil air..." Lembut Jeff dan segera keluar dengan Raisa.
Setelah kepergian mereka, Chareen segera memeluk Chloe yang langsung menangis kembali dalam pelukan Chareen. Dia takut menangis di hadapan Jeff, takut Jeff akan melakukan sesuatu yang aneh di luaran.
"Tidak apa-apa, kami akan segera mendapatkan donor mata untuk mu." Lembut Chareen dengan mengecup kening Chloe pelan.
"Aku takut, takut semua orang di sekeliling ku pergi...." Tangis Chloe.
"Itu tidak mungkin, mereka sangat menyayangi mu. Dan lagi, jika mereka meninggalkan mu masih ada mama disini. Begitu pun dengan Jeff, dia akan selalu ada di sisi mu." Jelas Chareen.
"Entahlah, mungkin jika aku terus begini Jeff pun akan pergi..." Senyum Chloe dengan mengusap air matanya.
"Jika itu terjadi, mama sendiri yang akan turun tangan. Kau tenang saja oke?"
"Entahlah ma.."
Tanpa mereka sadari, Jeff melihat Chloe karena dia belum benar-benar pergi dari sana. Dia hendak mengambil stetoskop Raisa di dalam, namun siapa sangka dia malah mendengar percakapan mereka.
Jeff menghela nafas dan memejamkan matanya dengan tubuh yang bersandar pada tembok dekat pintu, dia mengusap air matanya yang entah sejak kapan mengalir. Pantas saja papa nya begitu keras dan marah saat melihat mama nya terluka, ternyata rasanya begitu sangat menyakitkan.
"Kak Jeff?" Panggil Sherin dengan membawa segelas air putih yang sebelumnya di perintahkan oleh Raisa yang entah kapan sadar bahwa Jeff ingin di sana.
"Hm?" Balas Jeff dengan mengambil air tersebut.
__ADS_1
"Apa kau baik-baik saja?" Tanya nya.
"Apa aku terlihat baik-baik saja?" Balik tanya Jeff yang membuat Sherin bungkam, wajah yang lelah, kantung mata yang menghitam, wajah pucat, rambut yang biasanya selalu rapih ini justru malah berantakan, entahlah.